
"Jadi, kau ingin ikut serta di turnamen itu?"
"Ah, itu, iya--tidak! Aku belum memutuskannya."
"Tetap saja, kau berencana ikut, 'kan?" Nona Hart mendekatkan wajahnya padaku.
Dia terlalu dekat! Aku tidak bisa mengontrol napasku.
*Bum!
Sekilas, aku merasakan aura membunuh yang diarahkan padaku. Itu bukan berasal dari Nona Hart. Hanya beberapa detik saja, kemudian aura itu menghilang dan aku juga bisa mengendalikan diriku.
Siapa itu? Lupakan, saat ini ada Nona Hart di depanku!
"Nona Hart. Apa tujuanmu yang sebenarnya mengadakan turnamen itu?"
"Tujuan? Bukannya kau sudah mendengarnya?"
"Tapi ... apa-apaan hadiah yang kau tawarkan itu?"
"Hmmm ...." Nona Hart berbalik kembali ke posisinya, tepat di depan pedang tanpa pegangan yang tertancap di tanah. "Itu bukan keputusanku, Ratu Daisy lah yang memutuskan hal itu."
Itu tidak mungkin, Ratu Diasy lebih terlihat seperti pion baginya.
"Apa kau benar-benar akan bertarung?"
"Ah, ini sebenarnya rahasia, khusus untukmu, aku akan membocorkan satu hal."
Aku fokus melihat mulutnya yang sedang mengatakan sesuatu.
Jadi begitu.
"Aku menyarankanmu untuk mengikuti turnamen itu. Apa kau benar-benar ingin hal 'itu' terjadi?"
Aku tak tahu ekspresi seperti apa yang Nona Hart tunjukan saat ini, tapi jawabanku setelah mempertimbangkannya adalah ....
"Baiklah, aku ikut."
Rahasia yang Nona Hart katakan barusan, aku harus memanfaatkannya.
"Sesuai harapanku, kau pasti akan ikut."
Entah kenapa dadaku sesak membayangkan seseorang memenangkan turnamen itu dan membawa Nona Hart bersamanya.
Aku melirik ke katana di pinggangnya. "Nona Hart, pedang yang sekarang kau gunakan, apa itu katana?"
"Kau menyebutnya katana?"
"Katana juga ada di duniaku sebelumnya, biasa digunakan oleh prajurit kerajaan, namun itu sudah lama sekali."
"Hmmm ... jadi begitu, ya. Apa penggunaannya juga sama?"
*Wush!
Secara mengejutkan Nona Hart sudah berada di sebelah kananku dengan katana yang berada tepat di leherku.
Katana itu sebelumnya masih ada di pinggangnya, dia menariknya dengan sangat cepat sampai aku tidak menyadarinya.
"Y-ya, aku pikir mereka tidak akan bisa melakukan gerakan cepat seperti ini," jawabku sembari melirik katana yang hampir menggores leherku.
Gerakannya memang terlihat seperti seorang samurai, kuda-kuda, tarikan pedangnya, jarak yang dibuat antara aku dan dia saat ini, semuanya memang sangat familiar. Aku sedikit penasaran dengan teknik pedang Nona Hart yang menggunakan katana.
"Shadow Clone." Bayangan hitam langsung menempati posisiku, dan aku berpindah ke belakang Nona Hart.
Aku bersiap dengan dagger-ku.
"Menarik. Ayo kita lihat seberapa jauh kau berkembang." Nona Hart berbalik ke arahku, bersiap dengan kuda-kudanya.
Aku tak tahu dari mana teknik para samurai bisa ada di dunia ini. Kurang lebih aku tahu pergerakannya, hanya saja ....
*Wush!
Nona Hart melompat dengan cepat, ia berada di depanku dalam sekejap. Katana bersiap diayunkan.
*Ting!
Aku menangkisnya menggunakan dagger di tangan kanan.
Kedua tangannya memegang katana, maka aku harus ...!
Aku menarik pedang di punggungku menggunakan tangan kiri.
"Ice Sword!" Aku menebaskan pedang yang menghasilkan bilah es.
Bilah es itu menembus tubuh Nona Hart, lebih tepatnya Nona Hart menghilang seperti bayangan ketika bilah es hendak menyentuhnya.
Dia menghilang?!
"Sebagai seorang assassin, kau akan mati seketika jika musuh sepertiku berhadapan denganmu." Terdengar suara Nona Hart yang bergema di dalam hutan. "Aku bisa saja menyerangmu saat ini."
Dia benar, aku harus fokus. Nona Hart tidak menggunakan skill apa pun, hanya menggunakan teknik samurai. Jika aku benar, seorang samurai memang memiliki kaki yang sangat kuat dan bisa bergerak dengan cepat. Intinya, Nona Hart berada di balik pepohonan yang mengitariku.
Aktifkan Patience Skill.
Statistikku meningkat pesat, kekuatan memenuhi tubuhku, inderaku semakin tajam.
Aku harus melawannya dengan sungguh-sungguh.
Samar-samar aku bisa melihat Nona Hart di balik pepohonan. Dia hanya bergerak ke sisi kiri dan terus memutari tempat ini, kakinya benar-benar kuat dan cepat.
Pelan-pelan, tapi pasti. Keberadaan Nona Hart mulai terlihat jelas, semuanya terlihat melambat di mataku.
"Akan kuakhiri!"
Secara mengejutkan, aku berhasil sampai di hadapan Nona Hart, gerakannya terlihat melambat, aku bisa melihatnya dengan jelas.
"Maafkan aku, Nona Hart, tapi ini adalah akhirnya." Aku mengayunkan dagger dan pedangku ke arah depan secara bersamaan.
*Crack!
Tanpa kusadari, aku benar-benar menebas tubuhnya dengan kedua senjataku.
Celaka!
"Nona Hart!" Aku langsung berbalik menghampirinya, tapi ....
*Swing!
Sebuah katana tanpa pegangan berada tepat di depan wajahku.
"A-apa yang terjadi?"
Nona Hart mengacungkan katana tanpa pegangan itu.
Aku melihat ke arah tempat aku menyerang Nona Hart sebelumnya. Di tempat itu hanya ada katana yang tergeletak di tanah.
Siapa yang kuserang tadi?
"Hmmm ... itu tadi nyaris saja," ucap Nona Hart.
"Bagaiman caramu melakukan itu, Nona Hart?"
Apa aku menyerang klonnya tadi? Tapi, mustahil karena aku benar-benar melihatnya dengan jelas, posisi Nona Hart yang sebenarnya.
"Aku hanya berpindah."
"Berpindah?"
"Kau sudah tahu arah gerakanku, 'kan?"
"Benar, kau hanya bergeser ke sisi kiri mengitari tempat ini."
"Coba kau mengingat baik-baik dengan skill yang kau gunakan barusan."
Dia tahu aku menggunakan skill unik. Tidak, ayo ingat-ingat kejadian tadi.
Nona Hart mengitari tempat ini dengan sangat cepat. Namun aku bisa melihat jelas di mana momen yang sesuai untuk melancarkan seranganku. Aku berhasil sampai di tempatnya dan mengetahui posisinya, dan langsung menyerangnya.
Bagian mana yang sudah kulewatkan?
Nona Hart mengambil katana yang tergeletak di belakangnya. Menggabungkan kedua katana dengan cara menggenggamnya secara bersamaan dengan kedua tangan. Jika dilihat, dia memang seperti hanya memegang satu katana.
Kakinya menekuk.
*Wush
Nona Hart langsung menghilang.
Dia tidak menghilang. Sama seperti sebelumnya, dia mengitari tempat ini dengan sangat cepat.
"Gunakan skill-mu, dan lihat jalurku," ucap Nona Hart.
Hanya ada jalur yang mengitari tempat ini, jalur itu diselimuti aura biru. Hmmm ... tunggu.
Sesuatu mengejutkan terjadi. Tepat di hadapanku, terdapat kumpulan aura yang mengambil bentuk menyerupai Nona Hart. Aura itu memegang katana yang sama dengan sebelumnya.
Jadi begitu. Jika dilihat seperti biasa tanpa menggunakan skill, pedang itu hanya melayang seperti biasa, melayang terbawa angin. Namun aku bisa melihat dengan jelas bahwa aura itu memegangnya.
Nona Hart terus mengitari tempat ini untuk mempertahankan wujudnya, dia mengeluarkan aura tebal ketika berada di tempat wujud aura itu. Dia mengecohku dan menyerangku dari belakang, di saat bersamaan mengambil katana tanpa pegangan yang tertancap di tanah.
Itu artinya Nona Hart tahu bahwa aku bisa melihat aura itu dengan skill milikku. Berapa level Nona Hart saat ini?
<>
Apa?! Aku tidak bisa melihat statistiknya!
Nona Hart berhenti melakukan gerakan itu.
"Jadi, apa kau tertarik mempelajarinya?" tanya Nona Hart.
"Aku tidak yakin bisa melakukannya."
"Berhenti membodohiku, kau bahkan bisa menggunakan skill assassin. Apa itu efek gelar yang kau miliki?"
Aku juga masih belum tahu dengan pasti, sepertinya gelar ini memang membuatku bisa mempelajari skill dari beberapa job. Jika melihat gerakan Nona Hart, aku yakin itu dari job warrior.
"Jangan khawatir, kau bisa mempelajarinya hanya beberapa kali percobaan. Karena kau hanya perlu menggunakan Mana dan auramu," lanjut Nona Hart.
"Baiklah, aku menerima tawaranmu."
Apa dia berniat ingin memenangkanku dalam turnamen nanti? Terlebih lagi dia memberikan rahasia tentang turnamen yang menurutku itu bisa saja membawaku memenangkan turnamen itu dengan cepat.
Bayangan ketika aku bersama Nona Hart bersama muncul. Momen aku memenangkan turnamen dan mendapatkannya.
Pada malam itu, Nona Hart mengajariku cara melakukan gerakan tersebut.
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA