The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Kesulitan Saraya



"Maka aku akan memaksamu untuk membuat pilihan, Saraya!" Red Own mengangkat kedua tangannya ke atas. "Para Depress, datanglah!"


"Depress?"


Terdengar samar-samar suara teriakan manusia dari penjuru arah, diikuti dengan getaran kecil yang terlihat seperti gerombolan orang akan datang ke tempat itu.


Sesuai dugaan, rombongan makhluk-makhluk yang merupakan korban caoy datang mengarah ke tempat Saraya berada. Mereka berlari terpontang-panting, wajah mereka tanpa ekspresi sama sekali.


Mereka golongan lain yang tak memiliki kesadaran, jadi dia memanggilnya depress, ya? Jumlah mereka sangat banyak, apa semuanya benar-benar menuju ke arahku?


Saraya bergegas menarik tombaknya dan langsung menuju ke arah gerombolan depress.


Beberapa tusukan, aku bisa menyapu bersih mereka.


Saraya bersiap menusuk ke arah salah satu depress di depannya yang berjarak tiga meter. Namun, beberapa saat sebelum tombaknya menyentuh kulit depress itu, Saraya menarik tombaknya kembali ke bentuk cincin. Ia melompat ke segala arah dengan cara memijak kepala depress sebagai tumpuhan.


Sial!


Ia mengingat bahwa depress ini adalah penduduk Kota Penengah, Saraya tak ingin membunuh mereka bagaimanapun caranya. Saraya terus melompat ke berbagai arah, ia masih memikirkan rencana untuk menangani depress.


Saraya masih terus berpikir keras untuk menahan para depress. Beberapa saat kemudian, ia teringat dengan pertarungannya melawan depress yang memiliki akal.


Benar, aku harus menggunakan serangan listrik berskala luas untuk melumpuhkan mereka. Depress berakal akan lumpuh selama beberapa menit, tak menutup kemungkinan bagi depress biasa ini akan lumpuh untuk waktu yang lama.


Saraya mengubah cincinnya kembali menjadi tombak, ia melemparkan tombak itu ke bawah hingga menancap ke tanah.


"Electric Area : Activate!"


Listrik muncul dari tombak dan merambat ke segala arah dengan cepat. Genangan air membuat arus listrik semakin menyebar dan kuat.


Saraya tak memperhitungkan hal itu, namun serangan seperti itu tidak akan bisa membunuh mereka. Kemungkinan hanya memberikan luka bakar cukup serius.


Ratusan depress liar tumbang satu demi satu. Listrik telah merambat dan menekan bagian dalam tubuh mereka.


Berhasil!


Lepas dari pengawasan Saraya, Justin sudah berada beberapa meter di atas Saraya dengan posisi kedua mengepal. Saraya melihat ke atas, namun hanya beberapa inci jarak tangan Justin dari wajahnya dan ....


*Braaak!


Saraya terhempas ke tanah dengan sangat cepat hingga membuat lubang yang cukup dalam.


"BAGAIMANA KEKUATAN PUKULANKU YANG LUAR BIASA INI, KAKAK?!" Justin semakin dikuasai oleh nafsunya. Keinginan untuk bertarung bahkan membunuh, sesuatu yang tak bisa manusia tahan.


Kondisi Saraya terlihat memprihatinkan, ia terkapar di dalam lubang dengan kepala yang penuh dengan darah, Saraya sama sekali tidak mengenakan pelindung kepala. Kesadarannya masih ada, karena Saraya hanya diam melihat langit di tengah derasnya hujan.


Pilihan yang sulit, jika Saraya memaksa bertarung, ia tak bisa mengeluarkan kekuatan penuhnya karena tak ingin membunuh parah depress.


"KAKAK, KAU TIDAK MATI, 'KAN?" Justin terlihat kesal karena Saraya tak menggubris perkataannya.


Justin melompat masuk ke dalam lubang, benturan besar pun terjadi. Justin hendak memberi pukulan penuhnya setelah itu, namun ....


"HUH?" Justin terlihat kebingungan, karena Saraya tak ada di sana. Hanya ada bercak darah yang bertebaran di bebatuan.


Saraya muncul bersamaan dengan sambaran kilat. Ia mengambil sebuah belati yang tertancap di tanah, tubuhnya terlihat sempoyongan karena pukulan keras dari Justin sebelumnya.


Beberapa saat sebelum Saraya menghantam tanah, ia merubah cincin menjadi belati dan melemparnya ke tempat lain. Cara itu menyelamatkannya dari pukulan ke dua Justin.


"Uhuk! Uhuk!" Kondisi tubuhnya tak bisa membohonginya, darah keluar dari mulutnya. Serangan Justin tak hanya memberikan luka luar, namun bagian dalam tengkorak kepala hingga dadanya terluka cukup serius.


Justin belum menyadari keberadaan Saraya, dia terus memukul lobang semakin dalam. Saraya memanfaatkan momen ini untuk memulihkan diri dengan potion penyembuh dari item penyimpanan. Saraya hendak meminum satu potion.


*Brak!


Seseorang datang mencekik dan membanting tubuhnya ke tanah dengan sangat kuat. Potion di tangannya jatuh dan tumpah.


"Kau bahkan mengabaikanku, Saraya." Orang itu adalah Red Own.


Saraya tak bisa bergerak karena Red Own meremas lehernya begitu kuat, ia juga kekurangan oksigen.


"Le ... pas ... kan," ucap Saraya dengan suara terputus-putus.


Aku tidak bisa menggunakan teleportasi, bajingan ini akan terbawa bersamaku.


Red Own mengurangi cengkramannya di leher Saraya, tapi dia masih menekan tubuh wanita itu.


Para depress yang terkapar seketika bangkit secara bersamaan. Saraya melihat hal itu.


"Mus ... tahil."


Daya listrik yang kuberikan jauh lebih besar dari sebelumnya, bahkan mereka bangkit lebih cepat dari depress berakal itu. Apa regenerasi mereka meningkat?


"Kau terlalu meremehkan penemuanku, Saraya. Para depress tak terlihat seperti penampilannya."


"Apa ... maksudmu?"


"Pada dasarnya, depress berasal dari caoy yang manusia konsumsi sebelumnya. Caoy adalah penemuanku yang luar biasa, mereka terbuat dari sesuatu yang 'hidup'. Ketika manusia berubah menjadi depress, di saat itulah mereka benar-benar terlahir kembali."


Saraya masih belum sepenuhnya mengerti dengan perkataan Red Own.


"Mereka terlahir kembali dengan membawa nafsu dan kemarahan. Itu yang membuat mereka akan terus menyerang secara membabi buta. Di saat yang sama, mereka akan terus berkembang, kau mengerti apa maksudku, bukan?"


"Mereka ... belajar?"


"Berkat pertarunganmu sebelumnya, para depress menemukan cara untuk mengantisipasi serangan yang sama. Seranganmu sebelumnya menargetkan saraf dan otot mereka, kemudian menekannya selama mungkin dengan arus listrik. Regenerasi mereka sebelumnya tak mungkin bisa sedetail itu, karena mereka akan meregenerasikan bagian luar dan beberapa bagian yang penting untuk bisa bergerak sesegera mungkin."


Tidak mungkin.


"Karena hal itu, mereka kini belajar dan terus berkembang. Regenerasi mereka sekarang tiga kali lebih cepat, bahkan menjangkau bagian kecil seperti saraf. Hanya beberapa menit untuk mereka bangkit kembali."


Tak ada cara efektif selain melenyapkan tubuh depress. Namun, Saraya tahu dan masih tak ingin membunuh mereka.


"Akan kuakhiri sampai di sini." Red Own mengeluarkan sekantung caoy. "Kau mungkin akan menjadi depress terkuat, Saraya."


Red Own hendak menuangkan caoy ke mulut Saraya untuk merubah paksa wanita itu menjadi depress. Di momen ini Saraya benar-benar tak bisa berbuat banyak, bahkan titik aliran Mana-nya tersumbat, ia tak menyadari kapan hal itu terjadi.


"Jadilah mainanku."


*Wush!


Seseorang dengan sangat cepat mengarahkan tinju tepat ke wajah Red Own. Sayangnya, beberapa saat sebelum pukulan itu dilancarkan, Red Own langsung melompat ke belakang dengan cepat.


"Maid?" tanya Red Own, nada bicaranya terdengar bingung.


"K-kau?" Saraya terkejut melihat maid itu yang melindunginya.


Rambut panjang dan mengenakan kacamata, dia Rista, 'kan?


Gerombolan depress berlari ke arah mereka berdua dengan cepat. Saraya masih kesulitan untuk bergerak karena titik Mana-nya masih tertutup.


Butuh beberapa waktu bagiku untuk fokus membuka semua penghalang di tubuhku, tapi ini tidak sempat.


"Serahkan itu padanya," ucap Rista.


Puluhan bayangan hitam yang menyerupai tentakel muncul dari balik bangunan. Bayangan itu mengikat para depress dan menarik mereka ke belakang, setelah itu maid lain muncul.


Maid berambut pendek dengan penampilan tomboy, dia adalah Rasta.


"Serahkan para bedebah ini padaku," ucap Rasta.


Di saat yang bersamaan, Justin sudah berada tepat di hadapan Rasta yang masih menoleh ke belakang.


"Menghindar!" teriak Saraya.


Justin bersiap melayangkan pukulan terkuatnya.


Rasta hanya tersenyum kecil.


*Brak!


Pukulan Justin langsung menghancurkan tubuh Rasta tanpa sisa.


Saraya hanya terdiam melihat kejadian mengerikan itu, dia terus mengutuk dirinya karena tidak bisa berbuat banyak.


"Pulihkan dirimu dan jangan hiraukan dia!" teriak Rista.


Rasta muncul tepat di atas kepala Justin. Dia dengan tenang berdiri di sana, Justin langsung menyadarinya dan melayangkan pukulan ke arahnya.


Lagi-lagi Rasta menghilang.


"Aku akan bermain-main sebentar denganmu," ucap Rasta yang muncul dari dalam tentakel bayangan.


Di sisi lain, Red Own tidak memperkirakan ada bantuan lain yang akan datang.


Aku sudah memastikan bahwa perwakilan kerajaan lain sudah meninggalkan kota ini, dari mana mereka berasal?


"Hanya dua maid tak akan mengganggu rencanaku," ucap Red Own.


Persiapan selesai!


Saraya sudah membuka beberapa titik Mana di tubuhnya.


Sebuah tombak sudah berada beberapa meter di hadapan Red Own.


Huh? Apa dia akan menyerangku dengan itu?


*Duar!


Petir menyambar tombak itu, di saat yang sama Rista muncul dengan posisi bersiap untuk memukul. Saraya berada di belakangnya sembari memegang pundak maid itu.


"Apa?!" Red Own terkejut dengan teleportasi itu. Kehadiran Rista tak ada dalam perhitungannya.


"Terimalah ini!" Rista melayangkan pukulan terkuatnya mengarah ke topeng Red Own.


*Dum!


Dentuman keras terdengar di tengah hujan, Red Own terhempas hingga menembus beberapa bangunan di belakangnya.


Bersambung ....