
Chapter 22 : Kelemahan
Mereka berdua mulai bergerak. Azazel terus menyerang, sedangkan orang itu menahan dengan dagger kecilnya. Aku tidak mengerti bagaimana orang itu bisa menahan serangan Azazel hanya dengan dagger. Apa dia benar-benar Manusia?
Serangan Azazel menimbulkan efek gelombang kejut sehingga apa pun yang ada di sekitar mereka terhempas.
Aku menarik Edelia dan berusaha untuk menjauh dari pertarungan mereka.
"Edelia, Edelia!" Aku menepuk-nepuk pipinya.
" .... Mas-ter."
Dia masih belum sadar sepenuhnya.
*Bush!
Efek pertarungan mereka masih terasa.
"Ugh!"
Sialan! Aku masih dalam jangkauan serang Azazel.
"Bertahanlah, Lia,"
Tubuhku masih belum pulih. Sepertinya peluru yang dia tembakan masih bersarang di bahu dan lututku. Aku harus meneliti kandungan di dalam peluru itu, mungkin itu yang menyebabkan Manaku tidak beraturan.
Aku terus terbang menjauh sekuat tenaga.
Sepertinya tubuhku sudah tidak sanggup lagi. Ini sudah di luar jangkauan mereka, 'kan?
Aku membaringkan Edelia di sebelah pohon, dan melakukan pemulihan.
"Deep Healing,"
Deep Healing merupakan sihir lanjutan dari Heal yang mempercepat regenerasi tubuh bagian dalam. Ini hanya dapat dilakukan pada saat kita dalam posisi yang aman dari serangan musuh. Penyembuhan dilakukan dengan cara bermeditasi, jika aku diserang, maka semua akan berakhir.
«Penyembuhan difokuskan di dua titik»
Pertama-tama, aku harus mengeluarkan peluru ini.
Sesuatu berjalan keluar dari lukaku.
"Tch!"
Sakit!
Sepertinya mulai terlihat.
--------------------------
40 menit kemudian.
Sedikit lagi!
"Aaagh!"
Akhirnya keluar!
Peluru yang bersarang di bahu dan lututku telah berhasil kukeluarkan.
Lukanya semakin membesar. Darah bercucuran dari lukaku.
"Haah ... dengan ini lukaku bisa disembuhkan dengan cepat,"
Huh?
Sesuatu menyentuh tanganku.
"Master,"
Itu Edelia.
"Kau sudah sadar ternyata,"
"Maaf, Master,"
Aku mengelus kepalanya.
Tubuhnya akan sulit pulih akibat Abyss Magic yang dia gunakan sebelumnya. Dia terlalu memaksakan dirinya.
"Tidak, seharusnya aku yang minta maaf, aku tidak bisa melindungimu,"
"Master ...."
"Beristirahatlah, aku akan memulih-"
"Kenapa Anda tidak menggunakan kekuatan itu?"
"Lia! Istrahatlah!"
Sial! Aku tidak bisa fokus jika seperti ini.
*Duuuuaar!
Ledakan. Apa pertarungan mereka telah berakhir? Semoga Azazel bisa mengalahkannya.
Aku kembali dalam meditasiku untuk memperdalam Deep Healing.
---------------------------
Sudah lebih dari satu jam, namun lukaku masih belum pulih sepenuhnya. Aku ingin melanjutkannya, tapi, aku merasakan sesuatu yang mendekat ke sini. Arahnya berasal dari tempat pertarungan, itu bukan aura milik Azazel, apa dia dikalahkan?
Aku duduk diam sambil meningkatkan sihir pelindungku.
Baiklah, siapa yang akan muncul.
Dia semakin cepat.
*Srrk!
Muncul!
"Apa kau menungguku, Nona?
"Final Stage Body Strengthener, Intermediate Stage Magic Booster." Aku langsug mengaktifkan sihir penguat tubuh.
"Oho ... kau langsung waspada, ya,"
"Di mana Azazel?"
"Hei, hei, apa kau tidak terlalu memaksakan diri? Aku tidak ingin melawanmu."
Apa yang diinginkan bajingan ini?
"Waktu yang tepat. Pegang Iblis kecil
yang ada di sebelahmu itu,"
"Apa mak-"
Lingkaran sihir muncul tepat di atas kami bertiga.
Ini ... sihir area!
Cahaya muncul dari lingkaran sihir dan memakan kami.
-------------------------
Di mana ini? Tempat ini sedikit gelap dan lembab. Sepertinya kami ada di bawah tanah. Tempat ini juga sangat luas.
*Clink
Cahaya perlahan menerangi tempat ini.
Eh, mereka?!
Semua Iblis yang tersisa juga ada di sini.
Aku terdiam setelah melihat orang-orang yang terbaring lemah.
Aku melihat ke arah Panglima Iblis yang tergeletak.
Semua Panglima Iblis tidak berdaya, sepertinya mereka masih memiliki kesadaran, karena mereka masih mengeluarkan aura membunuh.
Muncul seseorang di atas batu yang berbentuk seperti podium.
"Selamat datang para tamu Iblis sekalian."
Dia, Butler yang menyerangku di Kerajaan Dwarf.
"Aku harap kalian suka dengan jamuan kami sebelumnya. Aku terkejut kalian bisa bertahan sampai sejauh ini, sebagai gantinya, aku akan memberikan kalian hadiah yang luar biasa,"
Lingkaran sihir yang cukup besar muncul.
Lingkaran sihir ini sama dengan yang membawaku ke sini. Siapa lagi yang mereka bawa?
Cahaya yang sangat terang muncul dari lingkaran sihir, itu karena ukuran lingkaran sihir yang sangat besar.
"I-itu?" Beberapa Prajurit Iblis yang masih sadar ketakutan melihat apa yang muncul dari cahaya itu.
Dasar bajingan! Mereka memindahkan mayat dari seluruh Pasukan Iblis ke sini.
"Ini adalah rekan-rekan kalian yang berjuang hingga akhir hayat mereka walau tahu itu tak ada gunanya. Kukuku ... Mereka dipindahkan ke sini untuk melihat kalian yang akan menyusul sebentar lagi,"
Bajingan!
"Abyss Magic : Black Spear!" Aku menembakan sihir gelap ke arahnya.
*Duaar!
Seranganku dengan cepat mengenainya.
Aku tidak yakin serangan itu melukainya.
"Kukuku ... Nona Iblis ini sangat tergesa-gesa ternyata. Tenanglah, aku akan memberimu lawan yang layak,"
Apa yang dia maksud?!
Aku mengalihkan pandanganku ke segala arah.
Di mana para Naga? Apa yang terjadi sebenarnya?! Situasi ini sangat membingungkan, seolah-olah kami semua sedang menari-nari di telapak tangan seseorang di sana.
Seorang pria muncul di sebelah butler itu dan membisikan sesuatu.
Dia orang yang menggunakan senjata aneh sebelumnya.
"Eheeeemm ... sepertinya acara utama akan ditunda, namun jangan khawatir, kami akan memberi kalian hadiah kecil,"
*Prok
Dia menepuk tangannya.
Bayangan hitam muncul di tengah kami.
"GRRRRR."
Skeletal Dragon, ya? Undead monster yang berbentuk tulang-belulang Naga. Daya tempurnya setara dengan beast rank A. Hanya saja kelemahan Skeletal Dragon terletak pada kekebalan tubuhnya. Dia tidak bisa menahan hantaman benda tumpul, musuh yang merepotkan bagi Penyihir. Sepertinya kemampuan Warrior sangat dibutuhkan.
Ini lawan yang mudah bagiku. Tapi, aku tidak boleh tergesa-gesa untuk mengalahkannya, karena aku sama sekali tidak mengetahui apa yang akan mereka lakukan setelah ini.
Mungkin ini kesempatan bagi para Prajurit Iblis.
"Para Warrior! Angkat senjata kalian! Kalahkan makhluk itu!" Aku berteriak kepada seluruh Pasukan Iblis yang tersisa.
Baiklah, aku juga akan membantu kalian.
"Apa ini? Tubuhku lebih baik sekarang!" Para Prajurit kebingungan.
Aku menggunakan sihir pendukung untuk mereka.
"Walau ini tidak seberapa, aku harap kalian bisa mengalahkannya,"
"Baik!" teriak para Prajurit.
Butler dan pria itu telah pergi. Aku harus mencari cara agar bisa keluar dari sini.
Para Prajurit dengan semangat menyerang makhluk itu.
-----------------------
Satu jam kemudian.
Aku tidak menemukan jalan keluar dari tempat ini. Tempat ini terlalu luas, aku tidak yakin ini di bawah tanah. Tempat apa ini sebenarnya?!
"Huuh ...."
Aku akan kembali.
"Master." Edelia mengusap ramburku.
"Ada apa, Lia?"
"Saya hanya menghambat Anda,"
"Itu tidak benar, diam, dan beristirahatlah, kita akan segera keluar dari sini,"
Sejak kejadian sebelumnya, Edelia saat ini selalu berada dalam gendonganku. Tubuhnya masih tidak bisa digerakan.
Aku telah sampai di tempat sebelumnya.
"Apa-apaan ini?" Mataku melebar setelah melihat sosok yang ada di depanku.
Para Prajurit terkapar bersamaan dengan Skeletal Dragon yang hancur berkeping-keping.
"Akhirnya kau kembali, Nona Iblis ... apa kau telah menemukan sesuatu?"
Butler itu!
"Aku tidak bermaksud menahanmu terlalu lama, tapi, sekarang aku telah memberimu lawan yang layak!"
Seorang wanita dengan sepasang tanduk hitam yang mengkilap. Ia memegang senjata seperti tongkat yang terbuat dari logam adamantite. Mengenakan armor yang terbuat dari sihirnya sendiri. Aku pernah melihat wujud ini sekali seumur hidupku, tepatnya saat kejadian 7 tahun lalu.
Aku terduduk lemas
Sosok ini ....
"Yang Mulia Arys Astaroth,"
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!
*note : ada info di komen