
Luka bakar di tangan kanan Nona Hart membuatku sedikit khawatir. Dia menahan serangan luar biasa itu dengan tangannya, lebih tepatnya dengan pedang yang memancarkan aura aneh itu. Pedang itu sudah pasti ranking S, atau lebih tinggi lagi! Aku yakin itu serangan terkuat yang dimiliki Naga itu, wajar saja jika pedang itu tak bisa menahan serangannya terlalu lama.
"Heal." Nona Licia merapalkan sihir penyembuh pada Nona Hart.
"Percuma." Nona Hart melepas sapu tangannya.
Sihir penyembuh Nona Licia tidak bereaksi?
Nona Licia tampak kebingungan melihat kejadian itu. "Bagaimana bisa? Apa jangan-jangan itu ...?"
"Benar, serangan itu tidak hanya melukai bagian luar saja, tapi, bagian dalam juga,"
Bagian dalam? Apa maksudnya?
"Serangan itu juga melukai jiwa, bisa dibilang saat ini tangan kananku sudah hampir tidak bisa digunakan,"
Serangan yang bisa melukai jiwa? Aku baru pertama kali mendengarnya, itu pasti sangat berbahaya.
"Lalu, bagaimana kau bisa bertarung dengan kondisi seperti itu, Nona Hart?" tanyaku.
"Seorang Pejuang tidak akan menyerah walau kehilangan satu tangan,"
Kata-kata itu langsung menusuk hatiku.
Apa yang sudah aku lakukan selama ini? Aku lemah! Tapi, aku tetaplah seorang Pejuang, terlebih lagi Pahlawan! Kata-kata Nona Hart benar-benar telah menyadarkanku.
"Terima kasih, Nona Hart,"
Nona Hart membalasnya dengan senyuman.
Apa ini? Aku tersipu malu?
*Dum!
Naga itu mendarat tepat di depan kami.
"MAAF MENGGANGGU PERCAKAPAN KALIAN."
*Crack!
Naga itu langsung menggenggam tubuh Nona Hart.
"Fire Sword!"
*Buush!
Seranganku tidak berefek apa pun pada Naga itu.
Naga itu terbang membawa Nona Hart.
"Nona Licia, apa kau masih bisa menggunakan sihir serangan tadi?"
"Mustahil, Aku dan Emina sudah menggunakan kekuatan penuh kami untuk sihir itu,"
Sialan!
"Ke mana dia membawa Nona Hart pergi?"
*Dum!
Dia melempar Nona Hart dengan sangat kuat.
"Sialan, kita harus membantunya! Ayo, Nona Licia,"
"KHUUK." Beberapa Dragonewt menghalangi jalan kami.
Ada empat di antara mereka. Dua ranking B, dan dua ranking A. Ini sedikit merepotkan, terutama rank A. Ini sangat berbeda dengan Dragonewt lainnya yang menginvasi kota, mereka hanya rank C.
Jadi ini dikhususkan untuk kami, ya?
"Zain." Lucas datang menghampiriku bersama Nona Emina.
"Waktu yang tepat, Lucas,"
"Ayo serang kadal-kadal itu,"
Ini sempurna, Nona Licia dan Nona Emina bisa mengurus rank B itu, Aku dan Lucas mengurus rank A.
"Ugh!"
"Emina! Heal!"
"Apa yang terjadi?!" teriakku.
"Shield Wall!" Nona Licia merapal sihir pelindung yang menutupi tubuh Nona Emina.
Gerakan mereka sangat cepat! Sialan! Magic Caster sangat lemah terhadap serangan fisik seperti itu, terlebih lagi kondisi mereka berdua melemah karena menggunakan sihir sebelumnya.
"Lucas! Bantu mereka berdua!"
"Tapi ...."
"Aku akan mengurus yang di sini,"
Lucas pergi membantu kedua Magic Caster itu.
Dua Dragonewt rank A.
"Sekarang, bagaimana aku harus menghadapi kalian?"
"Manusia," ucap Dragonewt itu.
Dia bisa berbicara?
"Kau kelihatannya sangat kuat, apa tidak masalah kami berdua menyerangmu secara bersamaan?"
Tidak, rank A ini setidaknya setara dengan Orc King, aku tidak bisa menghadapi mereka berdua sekaligus.
"Aku menolak. Sebagai seorang Ksatria, aku meminta pertarungan yang adil," ucapku.
Jika Dragonewt memiliki hubungan dengan Lizardman, mereka pasti menjunjung tinggi keadilan dalam pertempuran seorang Ksatria. Aku pernah menghadapi Pejuang Lizardman yang seperti itu sebelumnya.
"Baiklah,"
*Wush!
Dragonewt itu langsung menghilang.
Huh? Dia di belakangku!
*Bugh!
Aku terempas karena tendangan dari Dragonewt itu.
Gerakannya lebih cepat dari rank B sebelumnya. Aku tidak bisa menggunakan pedang sihir dalam pertarungan seperti ini, gerakannya terlalu cepat.
"Ada apa, Manusia? Apa firasatku salah tentang kemampuanmu itu?"
Firasat? Sudah kuduga, mereka menjunjung tinggi keadilan sebagai seorang Ksatria. Firasat itu akan muncul ketika seorang Ksatria pernah bertarung dengan Ksatria yang kuat.
"Jangan mengecewakanku!" teriak Dragonewt itu.
*Swush!
Dia mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat mengincar kepalaku.
Aku menghindarinya.
Hampir saja. Terlalu cepat! Aku harus fokus.
"Kau kelihatannya sudah mulai serius,"
Kami berdua dalam posisi bersiap dengan senjata masing-masing.
Aku masih meragukan senjata yang digunakannya. Itu seperti pedang, tapi, sedikit berbeda dengan pedang pada umumnya. Apa itu senjata khas milik Dargonewt
Kami maju secara perlahan.
"Haaak!" Aku mengayunkan pedang ke arahnya.
*Ting
Tentu saja itu mudah dibaca. Bagaimana dengan ini?
"Lightning,"
Pedangku mengeluarkan aliran listrik.
Pedang kami masih saling bersentuhan, itu mempermudahku untuk menghantarkan listrik kepadanya.
*Kzzzzz
Berhasil!
*Dum!
Dia menendangku untuk memperlebar jarak.
Serangan itu melukainya.
Selanjutnya tidak akan mudah. Dia akan menggunakan gerakan cepatnya seperti sebelumnya. Aku hanya perlu fokus menghapal setiap pergerakannya.
*Swish
Dia menghilang.
Di belakangku!
"Hyaak!"
*Swing!
Aku langsung memutat tubuhku dan mengayunkan pedangku ke arahnya.
"Ugh!"
Mereka lebih condong menyerang dari belakang. Apa itu cara bertarung Ksatria?
Apa dia masih punya skill lain?
"Perfect Move,"
Dia baru saja mengatakan sesuatu?
*Dum!
"Agh!"
Sesuatu menghantam perutku!
Apa itu?!
Aku melihat ke arah Dragonewt itu berdiri.
Dia masih di sana. Apa yang sebenarnya terjadi.
*Dum!
Serangan itu kembali mengenaiku.
"Agh!"
Lagi-lagi serangan ini! Aku harus menyerangnya!
*Tak tak tak
Aku berlari ke arah Dragonewt itu.
"Hyaak!"
*Swing!
Aku menusuk ke arah Dragonewt itu.
Sebelum pedangku menyentuhnya, Dragonewt itu menghilang.
Huh? Menghilang? Ke mana dia?
"Perhatikan belakangmu." Muncul suara di belakangku.
*Ting!
Aku berhasil menghindar, tebasannya mengenai baju besiku.
Dia menyerangku dari belakang, aku sedikit terlambat menyadarinya.
Darahku menetes. Dia berhasil menggores pundakku.
*Swush
Dia menghilang lagi! Apa ini skill miliknya?
Apa tadi dia merapalkan sihir sebelumnya? Sial! Aku harus fokus! Ke mana serangan selanjutnya? Aku akan menggunakan Tornado Sword untuk menghambat pergerakannya.
"Tornado Sword!" Aku memutar-mutar pedangku.
*Swush!
Tempat kami bertarung mendadak menjadi sebuah badai angin karena seranganku.
"Fire Sword!" Aku kembali menggunakan serangan api.
*Buush!
Ini disebut badai api! Dia tidak akan bisa lepas dari sini.
-------------------------
Beberapa menit telah berlalu, aku tidak merasakan keberadaan Dragonewt itu.
Apa dia sudah mati?
Badai api pun berhenti.
Tidak ada orang. Apa aku berhasil?
"Huuh ... kelihatannya aku berhasil,"
"Kukukuku,""
Tidak mungkin!
"Kau menyerang apa? Menyerang angin?"
"Sialan,"
"Aku bahkan tidak berada dalam jangkauan seranganmu, kau masih terlalu naif, Manusia,"
Apa aku akan mati di sini?
"Ini semua telah berakhir," ucapnya.
*Swush!
Dragonewt itu mengayunkan pedangnya ke arahku.
{Patience Skill:ON}
Eh?
*Ting!
Tanganku begerak dengan sendirinya menangkis serangan Dragonewt itu.
"Apa yang terjadi?"
Dragonewt itu kembali menyerangku dengan cakarnya.
*Bugh!
Kakiku dengan spontan menendang Dragonewt itu.
Dragonewt itu terhempas.
Apa ini? Tanganku tiba-tiba bereaksi saat serangannya hampir mengenaiku. Tunggu, skill kesabaranku tiba-tiba aktif? Aku tidak ingat ada efek seperti itu.
"Dasar sialan kau, Manusia, kau menyembunyikan kekuatanmu,"
Sepertinya dia salah paham.
*Swush!
Dia menghilang.
Tunggu, aku bisa melihat gerakannya. Sangat jelas! Baiklah, dia menuju ke arah kananku.
"Fire Sword!" Aku menggunakan pedang api kensisi kiriku.
"Khuaaak!" Dragonewt itu terkena seranganku.
Itu berhasil! Aku bisa membaca gerakannya.
"Tidak akan kubiarkan!" Aku menahan Dragonewt itu dengan menarik kakinya.
Aku menebas tubuhnya dengan tenaga yang tersisa.
*Crack!
"Khuaaaak!"
Dia dalam kondisi mengenaskan.
"Akan kuakhiri ini,"
"Hey, kau melupakanku?" Seseorang muncul dari belakang.
Dragonewt satunya lagi?!
*Dum!
Dia meninjuku dengan sangat keras.
Sial. Aku sudah kehabisan tenaga. Walau gerakannya terbaca, aku tidak bisa menggerakan tubuhku seperti biasanya.
"Kerja bagus karena berhasil mengalahkannya, sekarang giliranku," ucap Dragonewt yang satunya.
Dragonewt yang satu ini terlihat berbeda dibandingkan rekannya. Dia ... terlihat seperti ....
*Crack!
"Khuaaaaaaaaaak!" Dia membunuh rekannya.
Dia mengeluarkan sesuatu dari tubuh rekannya itu.
Jantung?
*Crack!
Dia memecahkannya!
"Haaaah ... Darah yang segar,"
Dia kanibal?
"Jadi, apa kita bisa melanjutkan pertarungan ini, Pahlawan?"
Siala, aku kehabisan tenaga.
Bersambung ....