The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Menjalin Hubungan Baik



Chapter 36 : Putri Penyihir Elf


"Nona Theresia, apa yang Anda lakukan?"


"Jangan ada yang mengangguku, tidak ada yang boleh masuk ke ruangan Dewan Murid kecuali Kepala Akademi,"


"Baik, Nona."


Aku duduk di kursiku.


"Huuh ...." Aku menghela napasku.


Bisa-bisanya aku melampiaskan kekesalanku pada orang lain, murid-murid Bronze itu tidak bersalah. Ini semua karena murid yang baru menjadi tingkat Diamond dengan afinitas sihir tertinggi itu, dia bahkan melewatiku.


 -----------------------------------


Beberapa waktu sebelumnya.


Tes seleksi tingkat, di aula 3.


"Theresia! Apa kau ingin melihat-lihat murid baru?"


Dia Lexi, teman sekamarku di asrama. Gadis yang imut dan ceria yang selalu menyemangatiku.


"Apa kau penasaran dengan junior tingkat Gold?"


"Tentu saja! Sebagai senior tingkat Gold, aku akan bekerja keras membimbing mereka!"


Aku menepuk jidat Lexi.


"Baiklah, baiklah, ayo kita lihat sebentar."


Kami masuk ke dalam aula 3.


Hanya tempat ini yang berada dekat denganku, dan juga di sini lebih meriah dari tempat lainnya.


"Wah, itu Nona Theresia!"


"Nona Theresia melihatku! Aku akan serius menghadapi penguji dan menjadi tingkat Diamond!"


Pujian-pujian itu kudapatkan berkat kerja keras yang kulakukan selama ini. Ibu mengajariku sihir-sihir tingkat menengah hingga beberapa sihir tingkat tinggi padaku sejak kecil, Ibu memaksaku walau tubuh kecilku waktu itu sudah mencapai batasnya. Berkat latihan neraka itu, sekarang kemampuanku telah meningkat pesat.


"Theresia, ayo duduk di sini."


Aku dan Lexi duduk di barisan para guru dan murid lainnya yang penasaran dengan kualitas murid baru.


Semua berjalan seperti biasanya. Para murid baru melawan murid tingkat Gold dan Silver, tergantung afinitas sihir dan kemampuan. Hasilnya, sangat sedikit yang lolos ke tingkat Gold, mereka lebih banyak masuk ke tingkat Bronze dan Silver.


"Huwaa ... sangat sedikit yang masuk ke tingkat Gold." Lexi memelukku. "Theresia, apa yang harus kulakukan?!" Ia mulai merengek-rengek padaku.


"Tenanglah, apa kau juga tidak memikirkan perasaanku?"


"Ah ... kau benar, Theresia juga belum punya junior tingkat Diamond." Lexi semakin memelukku erat.


"Lexi, henti--"


Instingku merasakan sesuatu yang berbahaya datang.


Ini bukan sebuah bahaya, lebih tepatnya sebuah ancaman. Kenapa aku bisa langsung merasakan hal aneh seperti ini? Aku pernah merasakan ancaman seperti ini pada saat aku pulang ke Istana sekitar satu tahun lalu.


Entah ini karena reflekku atau tidak, tiba-tiba pandanganku langsung tertuju pada murid yang baru saja masuk ke penghalang sihir.


"Lexi, tunggu sebentar."


Murid baru itu seorang gadis, berambut panjang berwarna hitam, ia memiliku kulit yang sedikit kecoklatan, terlihat berasal dari pedalaman.


Sepertinya sesuatu yang mengejutkan akan terjadi.


Lawannya murid tingkat Gold.


Pertandingan dimulai.


*Wush!


Gadis itu langsung berlari ke arah lawannya dengan energi sihir yang menyelimuti tangannya.


Sihir apa itu?


*Bugh!


Gadis itu langsung menendang lawannya.


Lawannya tersungkur, dan gadis itu menodong lawannya dengan tangan yang diselimuti sihir biru tersebut. Sesuatu berbentuk bola biru kecil keluar dari ujung tangannya.


Sepertinya itu energi sihir yang akan ditembakkan.


Dia ... penyihir tipe petarung! Aku baru pertama kali melihatnya, ini benar-benar mengejutkan.


"Ini tidak adil! Aku belum pernah melawan orang licik seperti dia," teriak lawannya yang tersungkur itu.


"Baiklah, dengan itu kami akan menambahkan satu lagi murid tingkat Gold untuk melawanmu," ucap pengawas.


"Keluarkan penyihir terbaik kalian." Gadis itu melirik ke arahku.


Huh?


Satu murid tingkat Gold masuk ke penghalang sihir.


*Bruk!


Kedua murid tingkat Gold itu langsung terjatuh sebelum merapalkan sihir.


Mereka jatuh karena sihir gadis itu. Aku sempat melihatnya merapalkan sihir sebelumnya, dia merapal dengan sangat cepat. Jika artikulasi dari rapalan salah, maka sihir akan dibatalkan. Gadis itu sudah menyamai Ibu dalam rapalan cepat.


Siapa dia sebenarnya?


Gadis itu mengangkat tangan kanannya ke atas.


"Fire Ball." Sebuah bola api raksasa muncul di tangannya.


"K-kami menyerah!"


Gadis itu kembali melirikku.


Dia sengaja melakukan itu, aku tidak kenal siapa dia, kenapa dia melihatku dengan tatapan seperti itu?


"Aku pergi."


"Theresia, ada apa denganmu? Gadis itu sepertinya akan masuk ke tingkat Diamond,"


"Lexi, aku akan bertugas sekarang."


"Theresia ...."


Dengan ini, murid tingkat Diamond bertambah menjadi 7 orang. Posisi pertama milikku bisa terancam karena kehadiran gadis itu.


 -------------------------------


Saat ini, Kantor Dewan Murid.


Aku benar-benar bodoh tadi. Dengan sembrono menganggap dia sebagai ancaman. Padahal aku bisa menjalin hubungan baik dengannya.


Tapi, sepertinya gadis itu memiliki hubungan dengan murid tingkat Bronze tadi, mungkin mereka temannya. Akan sangat merepotkan melindungi orang-orang itu.


Aku mengeluarkan daftar murid yang telah berhasil masuk ke tingkat Gold hingga Diamond. Ini bersifat rahasia, hanya Ketua Murid, Tiga Guru Elite, dan Kepala Akademi yang bisa melihatnya. Dan daftar ini, aku orang pertama yang melihatnya sejak dicatat beberapa waktu lalu.


Mari kita lihat informasi tentang gadis itu.


Nama : Erish Guerra


Usia : 16 tahun


Asal : Kekaisaran


Tak banyak informasi detail yang didapatkan.


Kekaisaran, ya ... sama seperti Kerajaan Elf Tharasia, dua negara bawahan dari Kerajaan Penyihir Maphas. Kerajaan itu sangat misterius, aku tak tahu alasan Ibu tunduk pada mereka, padahal Ibu sangat kuat.


Lupakan hal itu, mari lihat informasi dua temannya.


Aku membuka buku nama murid baru tingkat Bronze.


Alissia, Delila juga berasal dari Kekaisaran. Mereka tak memiliki nama keluarga, sepertinya mereka tak ingin terlihat mencolok. Lagian, siapa yang tertarik dengan tingkat Bron--


Aku teringat sesuatu. Gadis yang bernama Delila itu, aku sempat merasakan aura membunuh yang mengerikan saat aku memperingatkan Alissia. Mengarahkan aura membunuh pada satu orang itu benar-benar butuh konsentrasi yang luar biasa, aku baru bisa menguasainya dua tahun lalu. Dan dia, tingkat Bronze bisa melakukan hal itu?


Lupakan sejenak, sekarang tujuanku adalah mengajak gadis yang bernama Erish itu untuk bergabung dengan Dewan Murid. Petinggi Dewan Murid merupakan murid-murid tingkat Diamond, dengan kehadiran Erish, mungkin akan berdampak besar bagi kami.


Langkah pertama, menjalin hubungan yang baik dengannya. Lupakan tentang kejadian di aula tadi, mulai misi pendekatan!


 -------------------------------


Ruang Kelas tingkat Diamond.


"Kalian pasti sudah tahu, namun, aku akan memperkenalkan murid baru pada kalian, aku harap kalian akrab."


Beliau adalah Guru Siscia, salah satu dari Tiga Elite di Akademi Sihir. Dua dari Tiga Elite mengajar di kelas Diamond, namun satu orang lagi masih belum diketahui siapa. Menurut rumor, dia mengajar di tingkat Bronze.


Seorang gadis memasuki kelas. Ia mengenakan seragam khusus murid tingkat Diamond.


Erish Guerra.


"Namaku Erish Guerra, mohon kerja samanya, Senior."


Lima murid lainnya hanya menatap Erish dengan tatapan risih.


Posisi mereka langsung tergeser, siapa yang tidak marah melihat itu?


"Nah, silahkan pilih tempat dudukmu, Erish,"


"Baik, Guru."


Aku menggeser tubuhku untuk memberi Erish tempat duduk. Kursi di ruangan ini panjang.


Datanglah ke sini.


Sebenarnya masih banyak tempat kosong, murid-murid di sini saling menjauh.


Erish berhenti tepat di mejaku. Ia melihat-lihat kondisi ruangan, dan kemudian ....


Erish duduk di sebelahku?! Aku tak berharap banyak, tapi ini benar-benar sebuah keberuntungan!


"Halo, Nona Guerra, selamat datang," sambutku.


Ia melihatku dan mendekat ke telingaku.


"Kau tahu, aku benar-benar membencimu," bisiknya.


Huh?


Bersambung ....


Sekarang kalian bisa bergabung di grup chat novel ini. Kalian bisa memberi masukan untuk novel ini agar lebih baik ke depannya. Caranya, buka halaman novel ini, dan klik tombol "Ayo Chat" seperti gambar di bawah.


Terima kasih!



JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!


Kalian bisa support Author juga di sini biar Saya semakin semangat buat update :


https://saweria.co/hzran22


Bisa donasi dengan Gopay, OVO, dan Dana, ya.