
Sudah berapa lama dia berdiri di sana? Aku bahkan tidak merasakan keberadaannya dengan skill deteksiku. Seperti yang diharapkan dari Nona Hart, dia memang hebat.
Dia berjalan mendekati kami.
Ini kesempatanku untuk berbicara dengannya.
"Nona Har-"
*Swush
Nona Hart mengarahkan pedang kayu ke arahku.
"Apa aku juga boleh sparing denganmu?" Nona Hart tersenyum.
Sepertinya tidak masalah. Aku juga ingin bertarung dengan Nona Hart.
"Baiklah,"
------------------------
Ini pertama kalinya aku bertarung dengannya. Orang yang mengalahkan Saint dengan sangat mudah. Bahkan memukul mundur Iblis yang kuat. Aku akan mengerahkan seluruh kemampuanku.
Kami dalam posisi bersiap.
Dia mulai bergerak.
Nona Hart berlari melebar ke arah kanan.
Jadi begitu, dia tidak mau bertarung secara langsung. Akan aku ikuti permainannya.
Aku berlari melebar ke arah kiri.
Mataku tetap fokus memperhatikan Nona Hart.
*Crik
Dia langsung melompat ke arahku sambil mengayunkan pedangnya.
*Tuk!
Aku menangkis serangan kejutan darinya.
Apa-apaan itu?! Lompatan yang sangat jauh!
Kami saling berhadapan dengan pedang yang masih menahan satu sama lain.
"Kau sangat hebat, Nona Hart,"
Dia mendorongku dengan pedangnya.
Bahkan bisa mendorongku?! Itu bukanlah kekuatan fisik dari seorang wanita! Dia ... monster!
Jarak kami sekarang telah melebar.
Dia memegang pedangnya dengan satu tangan.
Itu gaya berpedang yang sering kulihat di film-film barat. Jika dia mengenakan jas hitam dan topi hitam, maka akan terlihat mirip. Tunggu ... teknik itu tidak ada di dunia ini, 'kan?
*Swish
Dia berlari dengan sangat cepat ke arahku!
Cepat sekali! Sial!
Dia menusuk-nusuk pedangnya ke arahku.
Ternyata benar! Dia sedang melakukan teknik Anggar! Tapi, dengan pedang kayu?!
*Dum
"Khuuk!"
Serangannya mengnai perutku.
Aku tidak bisa membaca arah serangannya.
"Tungg-"
*Bugh!
Dia mengayunkan pedangnya ke sisi kiri pinggangku.
Aku tidak sempat menangkisnya! Ini sangat menyakitkan!
"Ada apa, Pahlawan?"
"Cukup, aku kalah telak,"
Aku tidak bisa berbuat banyak tanpa pedang sihir. Perbedaan kekuatan kami sangat jauh.
"Baiklah. Heal," Nona Hart merapalkan sihir penyembuh padaku.
"Terima kasih, Nona Hart,"
"Jadi, kenapa kau datang ke tempat seperti ini?" tanya Nona Hart.
"Mungkin akan lebih baik jika kita berbicara di tempat lain,"
"Baiklah, ayo bicarakan ini di tempat lain,"
-------------------------
Aku membawanya ke rumah Nona Aria.
Tuan rumah langsung meninggalkan kami berdua di dalam ruangan.
Aku berdua dengan Nona Hart? Perasaan apa ini? Dia duduk sambil meminum teh yang disediakan Nona Aria sebelumnya.
Di mana dua orang yang selalu bersamanya? Apa telah terjadi sesuatu?
Nona Hart menyeruput tehnya secara perlahan.
"Jadi, apa yang kau inginkan dariku?" tanya Nona Hart.
"Beberapa wa-"
*Kreek
Suara pintu terbuka.
Dua orang masuk ke ruangan.
Itu Nona Licia dan Nona Emina. Huuh ... Aku jadi sedikit tenang.
"Maaf membuatmu menunggu, Pahlawan." Nona Licia mengalihkan pandangannya ke arah Nona Hart. "Orang ini?"
"Oh, aku akan memperkenalkannya, dia adalah Nona Hart yang sedang kita cari,"
"...." Nona Licia hanya terdiam mendengar ucapanku.
Aku mulai menceritakan seluruh kejadian yang menimpa Kerajaan Rexist. Nona Hart mendengarnya dengan seksama.
"Jadi begitu, kalian ingin aku melawan Naga Hitam itu?"
"Benar, Nona Hart,"
"Aku tidak terlalu yakin, sepertinya aku tidak bisa mengalahkan Naga itu sendirian," ucap Nona Hart.
Itu artinya dia memang bisa mengalahkannya, 'kan?!
"Jangan khawatirkan itu, kami akan membantumu,"
"Ini tidak gratis." Nona Hart tersenyum.
"Aku tidak membutuhkan itu,"
Dia menolak koin emas? Tidak, Keluarga Hart memang sangat kaya, wajar jika dia menolaknya.
"Jadi, apa yang kau inginkan, Nona Hart?"
Nona Hart mengacungkan tiga jarinya. "Aku hanya ingin tiga hal,"
Nona Licia berdiri dari tempat duduknya dengan wajah yang sangat kesal.
"Hey, kau, apa koin emas itu tidak cukup?! Aku akan memberimu ratusan ribu koin emas!"
Nona Licia di luar kendali! Sial! Aku tidak menginginkan hal ini terjadi lagi!
"Tenanglah, gadis kecil." Nona Hart mengangkat tangannya ke depan, ke arah Nona Licia.
"Gadis kecil?!" Nona Licia semakin kesal.
*Bum!
Nona Licia memancarkan aura intimidasinya.
Sialan!
"Hentikan itu, Nona Licia!"
*Clap
Nona Emina memegang tangan Nona Licia.
Nona Licia perlahan tenang.
"Aku akan mengambil alih menggantikan Kakakku mulai sekarang. Nona Hart, katakan apa tiga hal yang kau inginkan itu," ucap Nona Emina.
Nona Emina yang terdiam sejak memasuki desa kini telah kembali seperti biasanya.
Nona Hart kembali meminum tehnya.
"Tch." Aku mendengar Nona Licia yang mendesis.
"Fuuh ... eheem ... tiga hal yang aku inginkan, pertama, aku ingin item paling bagus dari Kerajaan Rexist,"
Item? Kelihatannya tidak masalah.
"Kedua, Pahlawan, aku ingin kau mematuhi satu keinginanku di masa depan nanti, dan kau harus siap melakukan apa yang aku perintahkan,"
"Aku bersedia,"
Aku harus menerima resiko apapun itu. Nona Hart juga tidak akan melakukan hal buruk padaku.
"Apa kau yakin, Pahlawan?" Nona Licia memegang pundakku.
"Tidak masalah, Nona Licia,"
"Ketiga ... aku akan minta hal itu kepada Raja kalian nanti,"
"Hah! Apa yang kau inginkan, dasar siala-"
Nona Licia kembali memanas.
*Bum!
Sebuah aura intimidasi diarahkan ke arah kami bertiga.
Eh, apa ini? Tubuhku mati rasa.
Nona Licia dan Nona Emina juga merasakan hal yang sama.
"Huuh ... jika kalian tidak menerimanya, aku akan pergi sekarang," lanjut Nona Hart.
Sial! Ini tidak boleh terjadi!
"Tu-tunggu, Nona Hart!"
Tubuhku kembali bisa digerakan.
Skill apa itu tadi? Sepertinya itu bukan aura intimidasi.
"Baiklah, kami akan mempertimbangkan poin terakhirmu, tapi, semua tergantung keputusan Raja," ucapku.
"Bisa kita berangkat sekarang?" Nona Emina berdiri secara perlahan.
"Aku akan menyusul kalian bertiga, ada hal yang harus kupersiapkan,"
Apa yang Nona Hart persiapkan? Waktu kita tidak banyak.
"Jarak dari Kekaisaran ke Kerajaan Rexist sangat jauh, kami bisa melakukan telerpotasi, bagaimana denganmu?" kata Nona Emina.
Aku sedikit ragu saat Nona Emina mengatakan hal itu. Dia bahkan kesulitan membawa kami bertiga. Dan, Nona Hart, apa dia juga bisa teleportasi?
"Jangan cemaskan hal itu, aku bisa terbang dengan Beast milikku,"
"Baiklah, kami pergi dulu,"
Nona Emina membuat lingkaran sihir di lantai. Alat yang digunakan seperti kapur, sepertinya akan memakan waktu sedikit lama. Sihir tingkat tinggi memang luar biasa.
"...." Wajah Nona Hart seperti orang kebingungan melihat apa yang dilakukan Nona Emina.
Nona Hart tidak mengetahui lingkaran sihir ini? Apa aku terlalu berekspetasi tinggi padanya?
"Baiklah, kita berangkat." Nona Emina menarikku dan Nona Licia ke dalam lingkaran sihir. "Magic Teleportation,"
Lingkaran sihir mengeluarkan cahaya.
"...." Aku melihat ke arah Nona Hart.
Nona Hart mengangkat tangannya.
Apa yang dia lakukan? Dia mengucapkan sesuatu?
*Clip!
-----------------------------
Kita sampai?
Aku melihat sekelilingku.
Bangunan besar? Tidak, ini Istana Kerajaan! Nona Emina berhasil!
"Emina, kita di depan Istana?! Bagaimana bisa?" Nona Licia juga bereaksi sama sepertiku.
Sihir teleportasi sangat sulit dilakukan. Bahkan jika dia sendiri sekali pun. Hasilnya akan seperti sebelumnya, sangat jauh dari lokasi tujuan.
"Aku juga tidak percaya ini." Nona Emina memegang seluruh tubuhnya. "Tubuhku tidak ada yang kurang, 'kan? Aku tidak merasakan Mana yang keluar saat melakukan sihir tadi,"
Apa yang dia katakan? Maksudnya, dia sama sekali tidak menggunakan Mana sedikit pun?
"...."
"Ada apa, Pahlawan?" tanya Nona Emina.
Apa ini ada hubungannya dengan Nona Hart sebelumnya?
"Tidak ada, Nona Emina, ayo kita persiapkan semuanya,"
Huuh ... terserahlah, itu membuatku pusing.
Bersambung ....