
Chapter 9 : Konspirasi Yang Terlalu Rumit
Wooaah ... Aku tak menyangka bahwa mereka akan menyerang Kaisar secepat ini. Pangeran itu benar-benar sudah dibutakan oleh kekuasaan.
"A-apa yang dilakukan Kakak dengan Iblis itu?!" Putri seperti tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Apa aku harus memberitahunya?
"Hmmm ...."
"Putri Anna!" Seseorang datang.
Itu Pahlawan. Bagaimana dia bisa tahu Putri di sini? Di mana Party-nya? Tunggu.
Soul Control!
Jadi begitu, Pahlawan juga sudah menyadarinya, ya.
"Pangeran sedang melakukan kudeta untuk melengserkan Kaisar," ucapku.
"T-tapi, kenapa dengan Iblis?" Putri kebingungan.
Wajar dia bingung, karena tujuan Pangeran adalah menjalin hubungan antara Kekaisaran dengan Wilayah Iblis, dia sama sekali tak memikirkan umat manusia.
"Putri Anna, aku akan membawamu ke tempat Makia untuk menyembuhkan lukamu itu." Pahlawan mengulurkan tangannya ke Putri.
"Tidak perlu, Tuan Zain," jawab Putri.
Pahlawan mengalihkan pandangannya ke arahku.
"Apa?" Aku meresponnya dengan nada sedikit menekan.
"A-ah, tidak apa,"
*Dum!
Itu suara dentuman keras yang berasal dari monster yang dipanggil oleh Iblis. Monster-monster itu mulai menyebar keluar arena.
"Magic Arrow!" "Earth Prison!" "Selamatkan Kaisar!" Para penyihir mencoba menahan monster-monster itu.
Huh ... Siapa mereka?
Sekelompok orang berjubah datang dan menahan monster itu dengan sihir mereka.
{Translucent Eyes}
Eh? Telinga panjang itu ... Elf?! Mereka mencoba menyelamatkan Kaisar? Apa yang sedang terjadi saat ini?
"Kalian berdua, pergilah! Bantu Kaisar!" teriakku.
"Apa yang akan kau lakukan, Nona Hart?" tanya Pahlawan.
"Aku ingin memastikan sesuatu,"
-----------------------------
Aku penasaran, kenapa Elf ada di sini? Apa Kaisar juga merencanakan sesuatu? Sungguh menyedihkan, Kaisar akan segera mati sebelum menjalankan rencananya.
Aku menuju ke lokasi Kaisar dengan skill tak terlihatku.
Skill ini bahkan lebih tinggi dibandingkan milik wanita Iblis itu. Hoh, sepertinya wanita Iblis itu sedang kerepotan melawan para Elf itu.
"Flame Brust!" Wanita Iblis itu menggunaan sihir tingkat 7. Sihir yang mengeluarkan kobaran api.
"Huaa!" "Para Pemanah, tembak dia!"
"Itu tidak akan berguna, dasar Elf bodoh," ucap Iblis itu.
*Wush!
Iblis itu bergerak dengan cepat dan menebas para Elf itu. Gerakannya luar biasa, seperti yang diharapkan dari Iblis tingkat tinggi.
"Apa yang kalian lakukan! Jangan biarkan Iblis itu menyerang kalian!" teriak salah satu Elf.
Apa kalian bodoh? Kalian tidak akan bisa mengalahkannya.
Monster-monster yang dikurung Elf mulai terbebas karena Iblis itu.
"Hmmm ...."Aku melihat ke arah Pangeran.
Apa yang dilakukan Pangeran?
"Ayah, maafkan aku, tapi, aku harus menduduki takhta sekarang," ucap Pangeran.
"A-apa, y-y-ang-"
*Crack
Pangeran langsung menghabisi Kaisar.
Apa yang dipikirkan oleh Elf itu?! Mereka bahkan membiarkan Kaisar sendirian.
"Pangeran!" Seseorang berteriak memanggil Pangeran.
"Oh, ternyata itu kau, Rony?"
"Apa yang telah Anda lakukan?!"
"Ayah ditusuk oleh Iblis itu, aku hanya membantunya untuk mengakhiri penderitaannya," jawab Pangeran.
"Kenapa Anda tidak memanggil Healer?!"
Apa kau bodoh Rony? Dia sudah jelas membohongimu!
"Kakak!" Putri datang ke tempat itu.
"Adikku! Apa kau tidak apa-apa?!" Wajah Pangeran terlihat panik.
"Hentikan sandiwaramu itu!"
"Apa maksudmu, Adikku?"
"Kau dan Iblis itu bekerja sama!"
Wooah ... Putri langsung blak-blakan!
"Hoh, ternyata Adikku sudah dewasa sekarang, ya,"
*Swush!
Putri langsung menyerang Pangeran dengan kecepatannya. Namun, serangan itu dihindari oleh Pangeran.
Tunggu ... Level berapa Pangeran?
Nama : Matthew El-Zalbary
Umur : 26
Ras : Manusia
Job : Warrior
Tittle : -
Level : 288
Dia lumayan juga.
*Swush! *Duar!
Pangeran menyerang balik mereka dengan pedang hitam.
"Kukuku ... Adikku, kau terlalu dini untuk melawanku,"
"Pedang apa itu?!"
"Pedang ini? Coba kau tanyakan pada Pahlawan yang di sana itu,"
"I-itu, Pangeran! Dari mana kau mendapatkan pedang itu?!" Pahlawan terkejut melihat pedang Pangeran.
"Tentu saja ini pemberian dari Iblis itu," jawab Pangeran.
Pedang itu sepertinya item kelas tinggi. Aku belum pernah melihatnya. Mungkin berada di rank S? Iblis memiliki item yang menarik.
"Tuan Rony, tolong bawa Putri Anna ke tempat rekanku yang bernama Makia, dia akan merawat luka Putri,"
"Baik! Ayo pergi, Putri,"
"Tidak! Tuan Za-"
Tindakan bagus, Pahlawan! Aku juga tak ingin melihat Putri mati sekarang. Dia harus membawaku ke Sekte Hitam.
"Yo, Pahlawan, sudah lama aku menunggu saat-saat ini." Pangeran mulai mengayunkan pedangnya.
*Swush!
"Woh, woh! Kenapa kau terlalu bersemangat, Pahlawan?!"
"Kau hanya melakukan tindakan bodoh dengan bekerja sama dengan Iblis itu,"
"Hoh ... Kau meremehkanku, ya? Baiklah, akan kulepaskan energi gelap yang ada di pedang ini!"
"Apa yang kau lakukan?!"
Aura gelap dari pedang itu menyebar luas. Sepertinya aura itu memberikan debuff ke orang di sekitarnya.
"Tu-tubuhku?" Pahlawan tidak bisa menggerakan tubuhnya.
"Kau merasakan itu, Pahlawan?! Hahahaha!"
"Holy Aura." Pahlawan mengucap mantra sihir.
Skill apa yang digunakan oleh Pahlawan? Apa itu semacam skill yang menghilangkan efek debuff?
*Swush! Ting!
Pahlawan menyerang Pangeran hingga pedang hitam itu terlepas.
"Apa yang terjadi?!" tanya Pangeran dengan panik.
"Kau jangan terlalu senang hanya karena pedang itu, Pangeran!"
"Sialan kau, Pahlawan!"
Aku terlalu berekspetasi tinggi pada pedang itu.
"Ada kata-kata terakhir, Pangeran?"
Pahlawan berhasil memojokan Pangeran.
*Duar!
Sebuah sihir ledakan diarahkan ke arah Pahlawan.
Siapa?
"Maaf menganggu waktumu, Pahlawan,"
Hoooh ... Iblis ini kembali. Bagaimana dengan Elf?
Aku melihat ke bawah.
Eh, mereka semua mati! Iblis ini memang kuat.
"Kau?!"
"Jangan melihatku seperti itu, Pahlawan,"
*Wush!
Pahlawan langsung menyerangnya dengan cepat. Iblis itu menggunakan sihir pelindung untuk menahan serangan Pahlawan.
"Dasar Iblis rendahan!" teriak Pahlawan.
*Bum
Woooah ... Kau membuat Iblis itu marah.
"Berani-beraninya kau menghina ras kami, apa kau tidak berkaca pada rasmu sendiri? Kalian yang serakah atas kekuasaan, merusak ekosistem dunia ini, dan malah menyalahkan kami para Iblis yang berusaha menyelamatkan dunia ini,"
"Diam kau! Lightning Spear!" Pahlawan mengarahkan pedangnya ke arah Iblis itu dengan kilatan listrik.
"Dasar Pahlawan naif! Negative Brust!"
Eh?
"Khuaak!" Pahlawan terkena serangan Iblis itu.
*Swing
Iblis itu mengarahkan pedangnya pada Pahlawan.
"Apa ada kata-kata terakhir, Pahlawan?"
Ini seperti dejavu lagi! Apa yang terjadi hari ini sungguh penuh dengan dejavu!
"Hentikan." Suara yang besar mengheningkan suasana.
"Hmm ...."
Sosok Ksatria berzirah putih datang.
"Hoh ... Ini sungguh mengejutkan. Kalian sebelumnya hanya mengirim Saint lemah ke turnamen ini. Tapi, kalian datang di saat seperti ini, apa kalian sudah merencanakan semua ini? Saint dari Gereja Suci?" ucap si Iblis.
Benar! Aku mencari-cari di mana pihak Gereja, dan mereka datang sekarang! Ini semakin menarik! Ditambah lagi, ada Ksatria Pelindung Kekaisaran, di sana ada Rony juga.
Berapa stat milik Saint itu?
"Hmmmm ....? Aku yakin kau sudah lama di sana. Apa kau sedang melihat statistik milikku?"
Eh? Dia menyadariku? Bukan! Dia ternyata sangat sensitif terhadap mata penilaian. Huh ... Baiklah, aku harus keluar.
"Maaf telah mengganggu pertemuan kalian." Aku menunjukan diriku.
"Kau?! Sejak kapan kau di sana?! Anak baru! Cepat bantu aku!" teriak Iblis itu.
"Hmmm ... Nona Hart, apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Rony.
"Tenanglah, Nona Iblis, aku bahkan belum memberitahumu siapa aku, dan kau malah berpikir aku dari ras Iblis,"
"Apa yan-"
"Siapa kau?!" Saint memotong perkataan Iblis.
Saint itu pasti kuat, mengingat Iblis itu sedikit panik melihatnya.
"Tenanglah, Tuan Saint, aku hanyalah seorang Petualang rank A, namaku Alissa Hart,"
"Kau bukan Manusia maupun Iblis," ucap Saint.
Heh? Dia tahu?
"Saint memang luar biasa, tapi, aku benar-benar tidak ada hubungannya dengan peristiwa ini, aku hanya sedang menonton kalian saja,"
"Jadi, kau tidak ada hubungannya dengan ini?" tanya Saint.
"Benar,"
"Begitu, ya,"
"Hmmm ...." Sesuatu mengejutkanku.
Tubuh Saint bercahaya?
"Holy Magi-"
"Anti Magic Area." Aku menggunakan skill-ku sebelum Saint.
*Bush
"Sihirku dibatalkan?!" Saint terkejut.
"Tenanglah, Tuan Saint, aku tidak akan ikut campur dengan urusan kalian,"
Aku menggunakan skill untuk memblokir semua jenis sihir di area yang sudah aku tentukan. Arena ini sudah masuk dalam area skill-ku ini. Yah, aku juga tidak bisa menggunakan sihir selama aku tidak mematikan skill ini.
"Sihirku tidak bisa digunakan?" ucap si Iblis.
"Nona Hart, siapa sebenarnya dirimu?" tanya Pahlawan.
"Hei, jangan telalu tegang begitu. Hmmm ...?"
"Terima ini!" Saint dengan cepat berlari ke arahku.
*Dum!
Saint itu meninjuku dengan kecepatan yang sangat luar biasa hingga aku terhempas ke bawah dan menghancurkan lantai arena.
"Tuan Saint! Apa yang kau lakukan?!" teriak Pahlawan.
"Jika tidak bisa membunuhnya dengan sihir, maka akan aku bunuh dengan kekuatan fisik,"
Bersambung ....
Gaes, kondisi Saya saat ini sedang tidak baik. Dua hari lalu baru selesai vaksin ke dua. Mungkin Saya memaksakan langsung bekerja setelah vaksin, makanya kondisi jadi drop. Mohon doa untuk kesehatan Saya. ❤️