
Chandra masuk ke restoran itu. Matanya disuguhkan oleh dekorasi yang mewah.
Seharusnya ini restoran khusus Bangsawan.
Itu yang dipikirkannya.
Suhu berubah drastis, dari yang panas berubah menjadi sejuk. Tanpa basa-basi, ia langsung mencari tempat duduknya. Pada akhirnya Chandra duduk di sebelah kaca besar untuk melihat kesibukan di luar.
"Huh?" Chandra merasakan sesuatu di tempat duduknya.
Chandra duduk di tempat duduk panjang dengan senderan kayu yang bisa menopang lehernya. Sesuatu yang empuk membuatnya menikmati momen itu.
Ada sesuatu yang membuatku nyaman, itu ada di balik lapisan kulit karet ini.
"Yo! Kau bisa melihat menunya di meja, Tuan!" Goby berada di seberangnya.
Chandra mengambil sebuah kertas berukuran besar di meja. Kertas itu dilapisi oleh benda padat yang transparan. Benda itu membuat kertas itu menjadi solid, sehingga kertas tidak rusak ketika ditekuk atau dilipat.
"Benda itu adalah daftar menu, Tuan!"
"Aku tahu itu, tapi ini ...."
"Aku tidak tahu pasti, tapi Tuan Arsitek menyebutnya plastik!"
Arsitek ini, seberapa banyak kau akan terus membuatku terkejut? Aku jadi ingin menemuinya.
Chandra mulai membaca menu. Desain menu yang menarik membuatnya betah untuk melihat-lihat.
Nama-nama makanan dan minuman di sini sangat asing bagiku, aku tak tahu harus memesan apa.
"Pelayan!" Goby memanggil pelayan sengan suara imutnya.
Seorang pelayan wanita menghampiri mereka. Pelayan itu memiliki telinga kelinci yang merupakan salah satu ras Beastman.
"Apa Anda telah memilih pesanan, Tuan?" tanya pelayan itu.
"Hmmm ... apa kau bisa merekomendasikan sesuatu? Jangan khawatirkan harganya,"
"Kami punya menu terbaik di kota ini,"
"Kota ini?"
"Benar, makanan favorit para petinggi di istana,"
"Kedengarannya menarik. Aku ingin mencobanya,"
"Baiklah! Menu spesial Anda akan segera datang!" Pelayan itu langsung pergi ke dapur.
Selagi menunggu, Chandra ingin bertanya tentang kota ini pada Goby. Tapi, dia sedikit ragu karena orang-orang di sekitar mereka bisa saja menganggapnya mata-mata.
Tidak ada pilihan lain.
"Goby, aku penasaran, sepertinya Kerajaan Penyihir Maphas sangat kaya, ya?" Chandra merubah sikapnya yang tadinya tenang kini menjadi sangat bersahabat.
"Aku tidak tahu tentang hal itu! Kekaisaran dan Kerajaan Elf Theresia adalah bawahan kami! Jadi tidak perlu risau memikirkan keuangan!"
Jadi begitu. Aku mengira dua kerajaan besar itu hanyalah negara bawahan saja, tidak kusangka itu memiliki arti sebagai budak. Ngomong-ngomong, siapa yang memimpin kerajaan ini sekarang? Menurut informasi, Ratu Daisy Maphas telah mati.
"Ini semua berkat Nona Alissa Hart! Beliau Perdana Menteri yang membuat kerajaan ini menjadi makmur!" lanjut Goby.
Alissa Hart, ya.
Chandra sedikit lega karena ia ragu bertanya tentang pemimpin Kerajaan Penyihir Maphas.
"Pasti Perdana Menteri sangat sibuk 3 tahun terakhir ini," ucap Chandra.
"Tidak! Perdana Menteri baru kembali beberapa bulan lalu dari perjalanan bisnisnya selama 3 tahun. Beliau mengatur semuanya dari jauh!"
"Begitu, ya."
Chandra mulai merasa ada tatapan aneh dari orang-orang di sekitarnya. Ketika ia melihat ke arah mereka, orang-orang itu langsung bersikap normal. Chandra yakin mereka menatapnya tadi.
Sepertinya pertanyaanku tadi memicu mereka.
"Makanan spesial telah sampai!" Pelayan kelinci tiba-tiba muncul di hadapannya.
Chandra mencoba menjaga ekspresi terkejutnya. Sebelumnya, tidak ada yang lolos dari perhatiannya, kemampuannya dalam merasakan hawa keberadaan seseorang sangat tajam. Namun, pelayan kelinci dengan mudah menyelinap dan muncul di hadapannya.
Apa aku lengah?
Pelayan itu meletakkan sebuah piring hitam ke meja. Terlihat ada sajian makanan di atas piring itu. Makanan dengan sedikit kuah, serta sayur, dan potongan daging yang berwarna kecoklatan.
"Wah, Tuan! Kau sangat beruntung bisa mendapatkan steak favorit Perdana Menteri!" Goby sangat kegirangan.
"Steak?"
"Benar! Benar!"
Ini terlihat sama dengan hidangan daging semur di wilayah selatan. Rasanya sangat enak, namun sangat sulit mencari daging ternak yang berkualitas.
Chandra mengambil pisau dan mulai memotong-motong kecil steak itu.
Apa perasaanku saja atau dagingnya sangat lembut? Hmmm ... mungkin pisaunya sangat tajam.
Kemudian mengambil garpu dan menusukkannya ke potongan daging yang ia potong. Dengan perlahan Chandra mengarahkan garpu itu ke mulutnya.
"Hmmm ...!" Mata Chandra langsung terbuka lebar ketika mengunyah daging itu.
"G-goby, daging apa ini sebenarnya?"
"Hmmm ... entahlah! Aku sendiri tidak pernah memakan makanan manusia!"
Chandra langsung fokus pada makanan di depannya, tidak peduli jawaban dari Goby, hanya steak yang ada di kepalanya saat ini.
1 jam kemudian.
Chandra akhirnya keluar dari restoran dengan wajah lega. Dia telah menghabiskan 4 piring steak spesial sendirian.
Tidak kusangka akan seenak itu. Aku ingin memakannya lagi nanti.
"Tuan! Tuan! Karena hari sudah hampir sore, aku akan membawamu ke hotel!"
"Hotel?"
"Ikut aku!"
Chandra mengikuti Goby dari belakang. Dalam beberapa kesempatan ia kerap berhenti untuk membeli beberapa makanan ringan di tempat yang dilewatinya.
Setelah berjalan 15 menit, mereka sampai di depan bangunan tinggi. Ini salah satu bangunan berbentuk balok yang dilihat Chandra dari kejauhan. Ada beberapa lagi, namun bangunan lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Bagian luar bangunan penuh dengan kaca. Chandra tak tahu bangunan apa yang hendak ia masuki.
"Ini adalah hotel, Tuan!"
"Apa semacam penginapan?"
"Benar! Benar! Ayo, aku akan membantumu!"
Mereka berdua masuk ke dalam hotel itu. Jika pendapat Chandra hotel sama halnya dengan penginapan, maka ia akan membayangkan penginapan pada umumnya, lantai dasar merupakan bar yang diisi oleh orang-orang bar-bar. Ekspetasinya perlahan menurun, namun ....
Udara sejuk dan wangi langsung menyambutnya. Chandra terdiam sejenak saat melihat ruangan di lantai pertama.
Ruangan terlihat sangat mewah. Banyak benda berkilauan, tanaman hias mahal, dan tempat duduk empuk yang ada di restoran sebelumnya.
Sial, aku tidak bisa berkata-kata lagi.
Mereka menuju ke meja resepsionis.
"Hei! Hei! Tamu ingin memesan kamar!" Goby berbicara pada resepsionis.
Chandra masih melihat ke sekitarnya.
"Tuan! Tulis namamu!"
Chandra langsung menulis namanya di daftar tamu.
"Baik, Tuan Chandra, kamar Anda berada di lantai 9 nomor 10. Mohon untuk segera menuju ke ruangan, karena masih ada antrian di belakang Anda."
Ada seorang wanita berjubah hitam yang sedang berbaris di belakangnya. Bagian atasnya terbuka sehingga Chandra bisa melihat wajahnya.
"Tuan! Ayo pergi!"
"Ah, baiklah."
Mereka pergi menuju ke sebuah ruangan kecil.
Tempat apa ini?
Mereka pun masuk dan berdiri di ruangan kecil itu.
Lingkaran sihir muncul dari bawah dan langsung menelan mereka. Mereka tiba di ruangan yang sama, namun ketika keluar mereka melihat bahwa ruangan kali ini berbeda.
Kami bertelerpotasi.
Dugaan Chandra benar. Hotel menggunakan teleportasi untuk berpindah dari lantai ke lantai.
Mereka berjalan mencari kamar nomor 10.
Lorongnya sangat panjang, mungkin ada 20 kamar di setiap lantai. Oh, ini dia.
Akhirnya mereka sampai di kamar nomor 10.
Chandra memasukan kunci ke lubang kunci.
*Kreeek
Pintu perlahan terbuka.
Dan lagi, aroma harum langsung menyambutnya. Pemandangan dari luar hotel terlihat dari kaca besar di tempat ia berdiri, di pintu kamar. Lemari, kaca besar, meja tulis yang memiliki bentuk proposional, dan tempat tidur yang terlihat asing namun memiliki kesan mewah.
A-apa-apaan ini?
"Baiklah, Tuan! Aku akan kembali besok! Tur kita belum berakhir!"
"Terima kasih, Goby."
Sepertinya aku akan tidur nyenyak nanti malam.
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE, YA! :(
Info di komentar :(