
Fisik mereka tidak ada yang berubah.
Tampak ekspresi terkejut di wajah mereka, kecuali Crocell yang sudah bertemu denganku sebelumnya.
NPC di game tidak bisa menunjukan ekspresi mereka, deskripsi NPC yang dibuat Player hanyalah sebuah pajangan semata.Tapi, aku bisa melihat ekspresi dari para NPC-ku sekarang.
"I-ibundaaa ...?"
*Bruk!
Mereka semua berlutut di hadapanku.
Aku mengangkat tanganku untuk menyuruh mereka berdiri.
Ini akan merepotkan. Aku tidak tahu bagaimana mereka memandangku, aku belum tahu kepribadian mereka, apa sesuai dengan deskripsi yang kubuat?
Bersikap dingin? Tidak, tidak. Ceria? Huuwaaa, aku tak mau membayangkannya. Untuk sekarang, aku akan bersikap seperti biasanya.
"Kenapa kalian begitu terkejut? Apa seperti ini cara kalian menyambut seseorang yang pulang setelah sekian lama?"
NPC di sisi kiri maju satu langkah.
Penjaga Lantai 1, Crocell.
Crocell membungkukan badannya.
"Saya, Penjaga Lantai 1, Crocell, menyambut kepulangan Anda, Ibunda!"
"Crocell, kau terlihat lebih baik dari sebelumnya,"
Crocell hanya terdiam dengan menahan ekspresi bahagianya.
Crocell, ras Iblis, memiliki gelar Raja Iblis Surgawi karena keahlian bela dirinya.
Dia terlihat tegang.
Dilanjutkan dengan orang di sebelahnya.
"Saya, Penjaga Lantai 2, Artemis Dharat, menyambut kepulangan dari Sang Agung, Ibu kami semua,"
Artemis Dharat, Tanker, Warrior, level 1000. Berasal dari ras Giant. Ras para raksasa, saat ini dia menggunakan ukuran normal Manusia. Tubuhnya sangat kekar, bahkan Crocell terlihat kecil jika berada di sebelahnya. Penampilan Arte terlihat seperti orang dari suku Indian. Aku membuatnya agar memberikan kesan tegas dan bijaksana.
"Angkat tubuhmu, Arte, aku senang melihatmu baik-baik saja. Terima kasih atas kerja kerasmu,"
"Ibu, sudah tugas kami untuk menjaga rumah yang berharga ini,"
Selanjutnya!
"Ibuuu!" NPC wanita berlari menuju ke arahku dengan wajah yang menyedihkan.
Eh?
*Brak!
Crocell menangkapnya hingga keduanya terjatuh.
"Apa yang kau lakukan, Rayna!"
"Lepaskan aku, dasar kepala otot!"
Penjaga Lantai 3, Rayna, Magic Caster, Swordmaster, level 1000. Rayna berasal dari ras Vampir. Dia mengenakan dress hitam sepertiku. Melihat kelakuannya ini, ternyata sesuai dengan deskripsi.
"Rayna, kemarilah,"
"Kau lihat itu? Ibu memanggilku! Lepaskan aku!"
Rayna berjalan menuju singgahsanaku.
Rayna berlutut.
Semakin dekat, Rayna terlihat semakin cantik. Kulit putih yang bersinar, mata yang berwarna merah terang, serta rambut putihnya sangat indah.
Apa yang aku pikirkan dulu saat membuatnya, ya?
"I-ibu,"
Aku mengelus kepalanya.
Huwaaa! Aku tak ingin melepasnya!
"Hiks." Rayna menangis.
Eh?
"Berdirilah, Rayna,"
"Saya, Penjaga Lantai 3, Rayna, menyambut kepulanganmu, Ibu,"
"Terima kasih, Rayna,"
Rayna tersenyum dan mendekat padaku.
Huh, apa yang dia lakukan?
Sebuah akar pepohonan melilit perut Rayna dari belakang.
Rayna perlahan ditarik menjauh dariku.
*Crack!
Rayna memotong akar pepohonan itu dengan cakarnya yang memanjang, dan melompat ke arah orang yang menggunakan sihir tersebut.
Huwaa ... sangat agresif sekali!
"Elina! Apa maksudnya ini?!"
"Kau membuat Ibu tidak nyaman, dasar penghisap darah bodoh!"
Rayna kembali ke posisinya dengan wajah yang sangat kesal.
Dan orang yang menggunakan sihir roh ....
"Maafkan prilaku Rayna yang memalukan itu, Ibu. Saya Elina Elsworth, Penjaga Lantai 4, menyambut kepulangan Ibu,"
Elina Elsworth si Kakak Tertua, Magic Caster, Support, level 1000. Seorang High Elf, ras tertinggi dari Elf. Penjaga terlemah, namun, memiliki peran yang cukup penting saat melakukan Party. Elina memiliki skill buff 120% yang membuatnya menjadi kunci penting saat berada dalam Party.
"Kau terlihat sangat sehat, Elina,"
Elina menutup bagian depan tubuhnya dengan kedua tangannya, wajahnya tersipu malu.
Eh? Apa aku melakukan kesalahan? Tunggu, jika dipikir-pikir, Elina mengenakan pakaian yang terlalu terbuka, terutama di bagian dadanya! Aku sudah melakukan kesalahan!
"Eheem ... Elina, aku akan memberikanmu sesuatu nanti,"
"A-apa yang Ibu katakan? Saya tidak pantas menerima apa pun!" Elina menundukan kepalanya.
"Ah, bukan seperti itu, ada sesuatu yang ingin aku berikan padamu sejak lama,"
"B-baiklah, Ibu, Saya akan menunggu hadiah dari Ibu,"
Sekarang, tersisa delapan NPC lagi, berapa lama ini akan berlangsung?
Huh?
Delapan NPC itu maju secara bersamaan.
Apa mereka membaca pikiranku?
Aku berdiri dari singgahsanaku. "Aku tidak memiliki banyak waktu saat ini. Rhea, Selene, Sigurd, Irene, Andromeda, Damon, Delila, Asmodeus, dan keempat penjaga lainnya. Aku punya perintah untuk kalian semua,"
Mereka semua berlutut. "Kami siap menerima perintah dari Ratu!"
Bagus ... mari kita kendalikan Kerajaan ini.
A. Melawan Golem Aneh
Ratu Keres baru saja pergi ke bagian dalam Dungeon. Aku tak tahu apa yang dipikirkannya. Ini sedikit mencurigakan.
Aku, Yang Mulia Arys, dan Nona Melissa menunggu di lorong dekat pintu masuk Dungeon. Dan golem berbentuk singa bernama Shishaa mengawasi kami sejak tadi.
"HEI, DUA IBLIS." Golem itu menatapku dan Yang Mulia Arys. "KALIAN BERDUA MENCURIGAKAN."
*Wush
Yang Mulia Arys mengarahkan Zerack ke hadapan golem itu. "Hoh, mencurigai kami yang merupakan rekan dari Ratumu, ya?"
*Bum!
Golem itu mengeluarkan aura intimdasinya.
"APA KAU INGIN MENCOBAKU, IBLIS KECIL?"
Aku melirik Nona Melissa. "Nona Melissa, kita harus menjauh dari sini,"
Kami berdua pun menjauh dari mereka.
Aku hanya merasakan sedikit energi sihir dari golem yang bernama Shishaa itu. Ternyata dia sama seperti golem pada umumnya. Hanya saja, ketika Nona Melissa memukulnya, tubuh Shishaa tak bergerak sedikit pun. Defence-nya tidak normal.
Yang Mulia mengayunkan Zerack sambil memanjangkannya.
*Brak!
Shishaa menahannya dengan kaki depannya.
Sebuah simbol muncul pada Zerack.
Yang Mulia langsung mengaktifkan kemampuan Zerack.
Shishaa melompat ke arah Yang Mulia.
*Dum!
Yang Mulia menghindar dari serangan Shishaa.
Tubuhnya sangat besar. Yang Mulia harus mengandalkan kecepatannya untuk melawan makhluk besar itu.
"JANGAN LARI, IBLIS KECIL."
"Siapa pun akan menghindar jika diserang seperti itu, dasar batu,"
Mereka berdua dalam posisi bersiap sekarang.
*Wush!
Shishaa tetap waspada sambil memperhatikan keadaan sekitar.
*Brak!
Sebuah serangan mengenai kaki kanan bagian depan Shishaa.
Serangan itu membuat Shishaa terlutut dengan kaki depan.
Zerack mampu menembus Defence kuat milik Shishaa.
"SIALAN!"
Yang Mulia masih terus bergerak dengan sangat cepat.
"Lihat ke mana kau?"
Yang Mulia berada tepat di atas kepala Shishaa sambil mengangkat Zerack ke atas.
*Brak!
Yang Mulia memukul Shishaa dengm Zerack. Sehingga menimbulkan retakan di kepala Shishaa.
Shishaa terdiam.
Kenapa dia? Apa dia mati? Apa hanya ini kemampuan Shishaa?
Huh?
Perlahan retakan di kepala Shishaa kembali normal.
"AKU DIJULUKI SEBAGAI PENJAGA PINTU BUKAN TANPA ALASAN." Shishaa bangkit dari posisinya.
Yang Mulia Arys langsung melompat ke depan.
"Seharusnya kau melakukan ini sejak awal, dasar kepala batu." Yang Mulia memutar-mutar Zerack.
*Wush!
Shishaa menghilang dari pandanganku.
Di mana dia?!
Aku merasakan sesuatu di atas.
Itu dia!
"Yang Mulia, di atas!" teriakku.
*Duarr!
Shishaa dengan cepat mendarat sehingga menimbulkan hantaman yang cukup keras.
Aku tidak melihat Yang Mulia bergerak saat golem itu mendarat. Tenang, aku masih merasakan aura Yang Mulia.
*Tak Tak Tak
Suata langkah kaki terdengar dari arah belakangku.
"Baiklah, sudah cukup main-mainnya, aku akan mengakhiri ini." Yang Mulia muncul di belakangku.
Sejak kapan?!
"AKU SETUJU DENGANMU."
*Wush!
Mereka berdua benar-benar menghilang.
*Dum! Dum! Dum!
Suara hantaman terdengar dari segala arah.
Mereka saling menyerang dengan kecepatannya masing-masing.
*Bruk
Bagian kaki milik Shishaa jatuh ke lantai.
Sepertinya Yang Mulia mendominasi.
Aku mulai bisa melihat jalur pergerakan mereka. Jalur itu berbentuk seperti rasi bintang.
*Brak!
Shishaa terhempas ke bawah.
Kondisinya sangat mengenaskan. Serangan Zerack mampu menghancurkan Defence-nya yang sangat kuat itu.
"Kau kalah." Yang Mulia mengarahkan Zerack ke arah Shishaa yang terbaring tak berdaya.
Shishaa hanya terdiam menatap Yang Mulia.
Huh?! Aku merasakan aura mendekat dari dalam Dungeon.
Yang Mulia dan Nona Melissa juga merasakan hal yang sama.
Terdengar suara langkah kaki dari kegelapan.
Perlahan cahaya muncul dari kegelapan lorong itu.
Seorang wanita berjalan menuju ke arah sini.
Telinga panjang itu ... Elf?
Wanita itu menghampiri Shishaa dan menyentuhnya.
Cahaya muncul menyelimuti Shishaa.
Perlahan kerusakan di tubuhnya kembali seperti semula.
Sihir tanpa rapalan?!
Shisha perlahan bangkit. "TERIMA KASIH, NYONYA ELINA."
Nyonya?!
"Kau sudah bekerja keras, Shishaa." Wanita Elf itu tersenyum lembut.
Dia melirik kami. "Apa kalian orang yang datang bersama Ibu?"
Ibu? Apa dia salah satu dari 12 Penjaga?
"Benar, apa kau juga penasaran dengan kami?" tanya Yang Mulia Arys.
"Tidak, aku datang ke sini hanya ingin menyampaikan pesan dari Ibu,"
Wanita Elf itu menyampaikan pesan dari Ratu Keres.
"Baiklah, jika itu keinginan Beliau, kami akan segera pergi ke sana," ucap Yang Mulia Arys.
"Bagus, aku akan menyiapkan Gate untuk kalian,"
Aku melirik ke arah Nona Melissa. "Apa kau ingin ikut?" tanyaku.
"Aku akan ikut." Nona Melissa menjawabnya tanpa ragu-ragu.
"Gate." Wanita Elf itu merapalkam sihir Gate.
Apa dia pernah ke Kerajaan Penyihir Maphas sebelumnya?
"Kami akan serahkan urusan di sini pada kalian," ucapku.
Wanita Elf itu hanya tersenyum.
B. Pengikut Yang Taat
"Tuan Aguso, Yang Mulia mencari Anda,"
"Aku akan ke sana,"
Semua berada dalam genggamanku. Tak ada yang bisa menghentikan rencanaku, Raja Binatang itu dalam kendaliku sekarang.
Aku masuk ke ruangan Raja Binatang.
"Yang Mulia, apa Anda mencari Saya?"
"Ya, aku punya permintaan padamu, Aguso,"
"Apa itu, Yang Mulia?"
"Awasi Duke Orion,"
Semua sesuai dengan rencanaku. Kerajaan ini akan jatuh ke tanganku!
"Saya sudah mengawasinya sejak lama,"
"Kerja bagus,"
Rencana untuk membangkitkan Beliau akan segera terwujud! Ini semua berkat Pemimpin yang mendukungku.
"Ngomong-ngomong, bagaiman perkembangan Dungeon saat ini?" tanya Raja Binatang.
"Masih belum ada pergerakan. Kita masih belum bisa mengirim seseorang ke sana,"
"Begitu, ya,"
Dungeon itu, satu-satunya penghalang rencanaku. Aku harus segera mengatasinya.
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!
Kalian bisa support Author juga di sini biar Saya semakin semangat buat update :
https://saweria.co/hzran22
Bisa donasi dengan Gopay, OVO, dan Dana, ya.