
"Collosal Skull Dragon katamu?"
"Benar, Yang Mulia. Makhluk itu adalah undead ciptaan Ratu Daisy,"
"Ini sangat mengejutkanku, bahkan aku sendiri mustahil membuat hal seperti itu."
Itu karena kau bukanlah seorang Necromancer!
"Untuk kekuatannya sendiri masih belum diketahui karena kami tidak mengujinya pada tingkat maksimal. Namun, perkiraan level mereka sekitar 700-800,"
"Jadi begitu. Dengan ini mereka pasti akan menurunkan seluruh pasukan ke sana."
Pahlawan masih belum melakukan pergerakan. Dia memilih menjauh dari Skull Dragon. Itu hal yang wajar ketika kau bertemu dengan musuh asing di depanmu.
Skull Dragon menyapu seluruh pasukan vampir di belakangnya dengan ekor. Sayapnya mengepak hingga menimbulkan badai lokal di sekitar Skull Dragon. Ukuran tubuhnya yang besar membuat kepakan sayapnya terlihat sangat lebar. Bahkan bisa menutup setengah isi kota di Gereja Suci.
Bukit-bukit di sekitar area itu hancur akibat sabetan ekor Skull Dragon. Ini masih kekuatan fisiknya saja, karena Skull Dragon pada dasarnya adalah naga.
Pasukan ksatria suci mulai bergerak masuk ke medan perang. Sebagian dari mereka menunggangi kuda, terutama pengguna tombak, para Swordman berada di barisan ke dua. Sedangkan para Magic Caster berada di barisan paling belakang untuk melakukan serangan jarak jauh. Jumlah mereka sepertinya kurang dari satu juta, sedangkan pasukan vampir mengalami penurunan akibat pembantaian dari Pahlawan dan Skull Dragon. Mungkin sekitar 600 ribu.
Para ksatria tombak berhasil menekan barisan depan pasukan vampir, setelah itu mereka membuka jalan untuk para Swordman masuk dengan pedang aura di tangan mereka, para Swordman merusak bagian tengah pasukan vampir dengan serangan beruntun mereka.
Tebasan aura yang membesar dihasilkam ketika mereka menebas secara bersamaan. Aura itu terlihat seperti sihir, memiliki efek serangan yang luas.
"Formasi mereka sangat bagus," ucap Hela.
"Sepertinya Saint wanita itu yang mengatur serangan mereka."
Saint wanita masih berdiri di atas tembok. Kali ini tidak sendiri, ada 11 orang yang menemaninya, aku rasa itu para Saint. Aku ingat wanita itu tidak termasuk dalam anggota 12 Saint Suci. Untuk satu Saint yang tidak hadir itu ... aku sepertinya tahu siapa dia.
Pasukan penyihir mereka masih berdiam di garis belakang. Beberapa dari mereka mulai merapalkan mantra. Sepertinya target mereka mengarah pada Skull Dragon yang sedang bergerak menuju kota.
Delila masih di sana, dia memiliki pemicu untuk membuat Skull Dragon melepas serangannya.
Para penyihir telah menembakkan serangan sihir mereka masing-masing. Mulai dari Fire Ball, Fire Spear, hingga Tornado Fire. Mereka tahu bahwa undead lemah terhadap api, namun ....
*Bush!
Skull Dragon mengibaskan kedua sayapnya ke arah depan. Hal itu menimbulkan dorongan udara yang sangat kuat, sampai membuat seluruh pasukan yang ada di depan terhempas mengarah ke dinding kota. Di saat yang bersamaan serangan sihir juga berubah menjadi badai api. Sebagian dari mereka terbakar oleh badai api yang dibuat para penyihir.
Apa Skull Dragon terlalu kuat? Tidak, ini masih belum seberapa.
[Delila, selesaikan mereka.]
[Baik, Ibu.]
Masih dalam situasi yang kacau di depannya, Skull Dragon membuka mulutnya. Energi sihir berwarna hitam perlahan berkumpul di mulutnya. Targetnya adalah kota Gereja Suci yang ada di hadapannya.
Buat Uskup Agung keluar dari persembunyiannya! Lepaskan Atomic Breath!
*Bush!
Skull Dragon menyemburkan napas atom berwarna hitam dengan tekanan yang sangat kuat.
Berbeda dengan milik Ray, napas atom yang ini melebar ketika berada di pertengahan rute. Napas atom menerobos badai api yang masih berkobar.
Napas atom telah mencapai dinding kota. Tak terlihat jelas bagaimana hasilnya karena napas atom semakin melebar hingga ratusan meter menutupi pandangan.
"Apa serangan itu berhasil?" tanya Rayna.
Aku harap begitu, sih, tapi ....
"Belum," jawab Hela.
Terlihat sesuatu yang terang di balik kobaran napas atom. Cahaya itu sangat terang sampai bisa mendominasi warna gelap dari napas atom.
"Sebuah pelindung cahaya," ucap Hela.
Cahaya itu sangat solid, terlihat seperti tembok setinggi 15 meter. Kota di belakang pelindung cahaya itu hampir tak terlihat karena kesolidannya. Napas atom mulai mengecil, sama sekali tidak bisa menembus pelindung cahaya itu.
Apa akhirnya Uskup Agung turun tangan?
"Perhatikan baik-baik di tempat para Saint berdiri." Rayna menunjuk ke arah layar.
Pelindung cahaya itu berasal dari Saint wanita yang menggunakan Pedang Ilahi. Tubuhnya mengeluarkan cahaya dan membentuk sebuah tembok cahaya besar. Para Saint lainnya menyalurkan Mana mereka pada wanita itu yang merupakan perantaranya.
Jadi seperti itu cara kerjanya, ya? Tapi, apa kalian yakin Skull Dragon hanya satu?
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Hela terlihat kebingungan.
Seekor Skull Dragon tiba-tiba muncul tepat di atas kota dengan energi besar di mulutnya.
"Dia benar-benar seorang Master Dimensi," ucap Hela dengan raut wajah senang.
Keres sebelumnya juga memuji Delila. Aku sendiri memang tidak mengetahui lebih dalam tentang potensi Delila, karena dia belum pernah menggunakan kekuatan penuh saat di Magic Infinity, terutama soal sihir waktu yang dimilikinya. Dia jarang menggunakannya. Jika Keres dan Hela menyadari kekuatan Delila, tak ada alasan bagiku untuk tidak menjaga Delila.
Kembali ke pertempuran. Skull Dragon yang terbang di atas kota bersiap melepaskan napas atomnya.
*Bush!
Napas atom baru saja dilepaskan dengan kecepatan tinggi. Dalam sekejap kota hancur lebur terbakar oleh api hitam, orang-orang tak sempat menyelamatkan diri, tubuh mereka langsung berubah menjadi abu.
Ini memang sedikit sadis, tapi aku sama sekali tidak boleh merasa kasihan pada penyembah Dewi yang secara teknis adalah Adikku itu.
Skull Dragon telah selesai menembakkan napas atomnya. Banyak serangan sihir yang mengerah padanya, namun Skull Dragon sangat lihai saat terbang, serangan-serangan itu berhasil dihindari tanpa masalah.
Sudah saatnya memulangkan seekor Skull Dragon. Mereka sebenarnya ada 6 ekor, aku tak berniat menggunakan mereka semua.
[Delila, bawa pulang Skull Dragon yang menyerang kota.]
[Baik, Ibu.]
Portal dimensi muncul dan hendak menelan Skull Dragon.
*Duaar!
Skull Dragon hancur berkeping-keping terkena tembakan dari sihir cahaya yang sangat besar. Sihir cahaya itu mirip seperti napas atom, lurus mengarah Skull Dragon hingga masuk ke portal dimensi.
Perasaanku jadi aneh.
Delila langsung menutup portal dimensi untuk menghindari masuknya penyusup.
Sihir itu berasal dari bagian ujung kota, dari sebuah bangunan besar yang merupakan Gereja Suci.
Aku pernah melihat serangan itu. Serangan yang membuat Daisy terluka cukup serius, orang yang menggunakannya adalah ....
"Uskup Agung akhirnya menunjukkan dirinya," ucap Hela.
Uskup Agung terbang melewati kota yang terbakar oleh Skull Dragon. Dia menuju bagian depan kota untuk bergabung dengan para Saint.
Dia mengenakan zirah, sepertinya itu item kelas tinggi. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan Pahlawan?
Skull Dragon hampir sampai di dinding kota. Di sisi lain Uskup Agung telah sampai, para Saint terlihat menyalurkan Mana untuknya, dia bermaksud menggunakan sihir yang tadi.
*Bush!
Skull Dargon terhempas menjauh dari dinding kota. Sesuatu menghantamnya dari depan, dan orang yang menyerangnya adalah Pahlawan.
Bagaimana dia menyerangnya? Itu sama sekali bukan serangan dari Pedang Suci, seperti sebuah pukulan.
Pahlawan langsung berlari sangat cepat dengan Pedang Suci di tangannya.
Ini gawat, jika dia menggunakan kekuatan penuh, Skull Dragon akan mati! Aku tak mau kehilangan 1 ekor lagi!
[Delila! Bawa pergi Skull Dragon sekarang juga!] Tanpa sadar aku membentak Delila.
Portal dimensi terbuka dan bersiap menelan Skull Dragon, akan tetapi Pahlawan sudah sampai di tempat Skull Dragon yang sedang tergelatak itu. Dia melompat dengan gerakan menusuk pedang menuju Skull Dragon.
Sial! Tidak sempat!
"Kau tidak perlu khawatir, Alissa Hart. Sepertinya mereka telah sampai." Hela dengan ketenangannya mencoba menenangkanku.
Sebelum Pahlawan mendarat, seseorang berada tepat di depannya dengan posisi tangan yang menggenggam sebuah pedang.
*Ting!
Pahlawan menangkis serangan yang diarahkan padanya dengan Pedang Suci. Dia langsung terdorong ke belakang menjauh dari Skull Dragon.
Orang yang menyerangnya merupakan seorang pria. Tubuhnya dipenuhi dengan darah yang mendidih, lebih tepatnya sebuah cairan merah menutupi seluruh tubuhnya. Kedua taring di mulutnya terlihat menonjol, matanya berwarna merah menyala.
Apa dia Raja Drac?
Pasukan vampir mengikutinya dari belakang, mereka terbang menggunakan sayap hitam seperti kelelawar.
Perasaanku sedikit lega, aku semakin senang karena melihat kedua kubu yang pertempur karena kami.
Rasanya ingin tertawa, namun aku tak bisa melakukannya di hadapan Hela. Gereja Suci melawan Sekte Satan, ini membuatku penasaran.
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE DAN GIFT IKLAN, YA ;(