The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Kunjungan Atau Perundungan?



Chapter 66 : Kunjungan atau Perundungan?


Siang hari yang terik di Kekaisaran. Sebuah kereta kuda berjalan di jalan setapak memasuki hutan. Kereta kuda itu terlihat mewah dan nyaman, itu terlihat dari roda-roda yang bergerak naik turun ketika melewati lubang atau bebatuan. Tak ada guncangan yang terlihat di badan kereta kuda tersebut. Menandakan betapa mahalnya kereta kuda itu dengan segala kelebihannya.


Orang yang ada di dalam sana adalah Alissa Hart dan Rose. Di saat si Nyonya menikmati pemandangan hutan, Rose tampak gelisah memikirkan sesuatu.


Pada malam hari sebelumnya, Rose baru mengetahui jika ada undangan dari Keluarga Hart. Hal itu membuatnya khawatir, membiarkan seorang menteri dari kerajaan lain berkeliaran seperti ini sangat salah. Apalagi menyangkut Keluarga Hart, Rose sendiri tak melihat ada hubungan antara Alissa Hart dengan mereka.


"Rose." Alissa Hart memanggil maid itu sembari terus menatap ke arah luar.


Rose seketika tersadar dan langsung menjawab, "A-apa Anda memerlukan sesuatu, Nyonya?"


"Katakan semua yang kau ketahui tentang Keluarga Hart."


Rose terdiam sejenak mendengar perkataan Alissa.


Apa Beliau tak tahu tentang Hart? Atau Beliau sengaja bertanya seperti ini untuk mengujiku? Mustahil Beliau tidak tahu. Sudah jelas ini menentukan masa depanku di sini!


"Baik, Nyonya."


Sebenarnya, kapan Keluarga Hart memulai fondasinya sampai saat ini masih dipertanyakan. Beberapa rumor mengatakan bahwa Keluarga Hart sudah ada sebelum Kekaisaran dibangun lebih dari seratus tahun lalu.


Rumor itu ada karena Kaisar sebelumnya selalu tutup mata dengan apa yang dilakukan Keluarga Hart.


Untuk kekuatan, Keluarga Hart satu-satunya di dunia yang seluruh keturunannya memiliki kemampuan hebat. Dalam artian mereka berbakat dalam bidang apa pun. Hal itu yang membuat mereka disegani. Sampai pada beberapa tahun lalu mereka terjun dengan membentuk sebuah party rank S.


Pemimpin sekaligus Duke kali ini adalah Karman Hart. Tak ada yang tahu orang seperti apa dia, karena Karman Hart tak tersentuh sejak menjadi kepala keluarga Hart, konon hanya para bangsawan kelas atas yang pernah bertemu dengannya. Namun, cerita Karman Hart muda sudah terkenal di penjuru dunia. Seorang pria dengan kekuatan tak masuk akal yang bisa mengalahkan seekor naga dengan cepat.


"Menarik. Aku jadi tak sabar untuk bertemu dengan mereka," ujar Alissa sembari tersenyum kecil melihat ke arah jendela.


Rose masih sedikit bingung apakah Alissa benar-benar tidak tahu atau sekedar mengujinya. Namun, ia sudah menjelaskan semuanya dengan hati-hati agar tak mengancam masa depannya jika wanita itu tidak puas dengan penjelasannya.


"Rose, apa kau bertemu dengan dua bersaudari setelah acara?" tanya Alissa Hart yang kini sudah tidak tersenyum lagi.


"Saya belum bertemu salah satu dari mereka, Nyonya. Sepertinya terjadi sesuatu."


Rose juga ingin tahu ke mana kedua bersaudari itu pergi. Karena urusan mereka juga ada di Kekaisaran, namun Alissa tak menberitahunya dengan jelas.


Firasatku buruk.


Ini pertama kalinya sejak menjadi dayang pribadi Rose merasakan hal buruk yang akan datang.


Ekspresi Alissa tampak khawatir, walau itu tak terlihat jelas, Rose bisa membacanya melalui lekukan alis wanita itu.


"Rose, jika terjadi sesuatu padaku, segera hubungi Elina dengan item komunikasi."


Rose benar-benar merasa sedih mendengar Nyonya-nya berkata seperti itu. Rose terlihat seperti tak bisa melakukan tugasnya dengan benar.


Secara spontan Rose meraih tangan Alissa yang duduk di hadapannya dan berkata, "Nyonya, semua akan baik-baik saja. Saya akan melindungi Anda."


Alissa terkejut melihat Rose yang secara tiba-tiba meraih tangannya. Ia tak mengucap sepatah kata pun dan hanya diam melihat tangannya digenggam oleh Rose.


"Kita sudah sampai, Nyonya," ucap kusir kuda yang seketika mengakhiri pembicaraan itu.


Perjalanan cukup jauh dari mansion mereka, melewati hutan dan menjauhi ibu kota dan masuk ke wilayah Duke Hart.


Di dalam mansion utama Keluarga Hart. Seorang pria tinggi kekar berdiri menghadap jendela. Ia melihat ke arah kereta kuda yang baru saja berhenti tepat di depan gerbang.


Pria itu adalah Karman Hart, Kepala Keluarga Hart. Sorot matanya terus mengarah pada kereta kuda itu, bahkan terlalu fokus sampai ia menghiraukan keadaan di sekitarnya. Itu tak berpengaruh jika ada serangan dadakan, Karman Hart hanya fokus melihatnya melalui inderanya, tidak dengan skill-nya.


Alissa Hart, aku sangat penasaran dengan wanita itu. Bagaimana mungkin tak ada satu pun keluarga dari cabang atas maupun bawah yang memiliki hubungan dengannya. Apa dia penipu?


Sampai pada saat pintu kereta dibuka. Seorang maid turun pertama kali dengan sikap penuh kewaspadaan, sampai menarik perhatian Karman.


Sejauh apa pun kau menyembunyikannya, kau tak akan bisa mengelabui mataku ini. Seorang ahli membunuh menjadi seorang maid?


Karman berbalik badan dan berjalan keluar dari ruangannya sebelum Alissa turun dari kereta. Ia tersenyum kecil dengan makna tersembunyi.


Mari kita lihat, sampai mana kau mencoba menipu orang-orang.


Rose keluar dari kereta kuda, ia menuruni tangga dengan hati-hati sembari memperhatikan keadaan sekitar. Ada banyak prajurit yang berbaris di halaman mansion. Namun, itu terlihat seperti sebuah sambutan karena mereka berbaris lurus menyisihkan ruang panjang di tengah mengarah ke pintu mansion. Setelah dirasa aman, ia mengulurkan tangannya menuntun Alissa keluar dari kereta kuda.


Tanpa disadari, seorang butler tua sudah berdiri tepat di hadapan mereka.


Rose sangat terkejut karena ia sama sekali tidak menyadarinya.


Aku sudah meningkatkan kewaspadaanku, bahkan inderaku ke tingkat maksimal, tapi aku tak menyadari butler ini.


Penampilannya seperti butler pada umumnya. Ia hanya seorang pria tua dengan rambut putih pendek yang mengenakan kacamata bundar.


Butler itu membungkuk dan menyambut mereka. "Selamat datang, Nona Perdana Menteri. Saya butler di kediaman Duke Hart, nama Saya Kevin Hart. Saya akan mengantar Anda masuk ke kediaman."


Rose memperhatikan wajah butler itu, karena dia hanya tersenyum dengan menyipitkan mata. Namun, sesuatu terjadi.


*Bum!


Seketika Rose merasakan tekanan yang luar biasa di tubuhnya.


Apa-apaan butler ini?! Dia bukan orang sembarangan!


Rose menguatkan mentalnya dan terlepas dari efek tekanan yang diterima.


Di sisi lain, Kevin terkejut dengan maid yang bisa lepas dari tekanannya. Pada dasarnya, Kevin merupakan seseorang yang ahli merusak psikologis lawannya dengan kemampuan spesial miliknya.


Berarti dia memang sudah berpengalaman walau aku hanya menggunakan setengah kekuatanku. Tapi, aku hampir menggunakan seluruh kekuatan pada yang satu ini.


Kevin melirik ke arah Alissa.


Dia bahkan tak bergeming, seolah-olah semua tekanan yang kuarahkan terserap begitu saja.


Kevin bukan terkejut sebatas itu saja, melainkan ....


Wajahnya, warna rambut, dan bahkan mata merah miliknya. Aku yakin itu semua asli, tak ada sihir penyamaran. Dia benar-benar seorang Hart.


"Apa ada masalah, Tuan Kevin?" tanya Alissa.


Kevin langsung tersadar. "Tidak, Nona. Tolong panggil saja Saya Kevin."


"Baiklah, tolong kerjasamanya, ya, Kevin."


Mereka berjalan menuju mansion dengan prajurit di kanan dan kiri mereka yang mengenakan perlengkapan penuh.


Rose sedikit curiga melihat mereka. Dia memberanikan diri untuk bertanya.


"Tuan Kevin, apa prajurit memang mengenakan zirah lengkap mereka untuk menyambut tamu?"


Kevin sedikit menaruh perhatiannya pada Rose. Dengan santai ia menjawab, "Biasanya mereka hanya memakai pakaian formal, namun kali ini berbeda karena tamu kehormatan yang akan datang. Ini sekaligus untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu."


Rose hanya diam mendengar jawaban itu, namun firasatnya tak akan berubah dengan jawabannya.


Aku harus mengerahkan seluruh kekuatanku untuk mengalahkan beberapa prajurit itu. Prajurit ini bahkan lebih kuat dari prajurit yang ada di istana Kekaisaran.


"Kita sampai." Kevin mendorong pintu mansion yang besar itu secara perlahan.


Isi dalam mansion itu terlihat jelas. Tak banyak hal yang mengagumkan, karena isi dalam mansion terlihat normal, namun sangat luas mengingat ukurannya dari luar.


Rose tak terlalu terkejut karena kebanyakan keluarga seperti ini memang jarang menunjukkan minat mereka pada interior rumah.


Di tengah-tengah aula luas itu, ada tiga orang yang terdiri dari dua pria dan satu wanita. Kevin mendekat ke arah ketiga orang itu.


Di sisi lain, Rose merasakan hawa yang jauh lebih mencekam daripada Kevin. Aura itu berasal dari ketiga orang itu.


Tentu aku tahu siapa ketiga orang ini.


Rose tampak bernostalgia dan memilih untuk melawan balik.


"Perkenalkan, Nona Alissa. Mereka adalah anak dari Duke Karman Hart, sekaligus calon pemimpin keluarga di masa depan," ucap Kevin sembari membungkukkan tubuhnya.


Pria besar bertubuh kekar dengan penampilan paling nyentrik. Otot-otot tangannya terlihat jelas.


"Namaku adalah Maximus Hart, selamat datang di kediaman kami."


Seorang wanita berambut kuning panjang dengan penampilan elegan. Ia mengenakan dress hitam yang menutup hampir seluruh tubuhnya.


Rose benar-benar takjub melihat kecantikan wanita itu. Ditambah dengan mata merah menyala, ia bahkan hampir tak bisa membedakan mana Nyonya yang ia layani saat ini. Mereka benar-benar mirip.


"Senang bertemu Anda, Nona Alissa. Nama Saya adalah Verena Hart," ucap wanita itu dengan sikap tubuh elegan.


Dan yang terakhir. Seorang pria berkacamata dengan rambut berponi yang menutup mata kirinya. Ia tersenyum dengan mata kecil.


"Akhirnya Saya bisa bertemu dengan Anda. Nama Saya Danny Hart."


Mereka bertiga memiliki aura yang sangat kuat. Hal wajar karena salah satu dari mereka akan menjadi Kepala Keluarga. Hal menarik di keluarga Hart ialah tentang perebutan hak suksesi. Ketiganya akan bersaing dengan pencapaian masing-masing, jika ketiganya memiliki nilai serupa, maka hal paling dinanti akan dilakukan. Dari ketiganya, Danny lah yang membuat Rose penasaran.


"Senang bertemu dengan kalian. Duke Karman benar-benar beruntung memiliki orang-orang kuat di sekitarnya." Alissa tersenyum sehingga membuat ketiga orang itu terkesima.


"Mulai dari sini, kami akan mengantar Anda menemui Kepala Keluarga," ucap Verena.


Alissa mengiyakan ucapan Verena.


Mulai dari sini, ketegangan akan semakin tinggi.


Bersambung ...