
Dia ... Pangeran dari Kerajaan Rexist. Kenapa bajingan ini ada di sini? Dia bahkan mengenal Putri Sharah.
Dia terus menatapku dengan tajam.
"Nona Sharah ... jadi, berita itu benar?" tanya Pangeran.
"Benar, Laird," jawab Putri Sharah.
Dia masih meragukan kebenaran tentang Kerajaan Elf dan Kekaisaran yang menjadi negara bawahan Kerajaan Maphas.
"Berhenti menatap Nona Alissa seperti itu, Laird," ucap Putri Anna.
Laird berhenti menatap tajam diriku.
"Apa hubungan dia dengan Sekte Hitam?" tanya Pangeran.
"Dia telah menjadi anggota Sekte Hitam sekarang,"
Heh?
"Rencana apalagi yang kau persiapkan kali ini, Alissa Hart?"
"Hooh ... apa kau sangat penasaran, Pangeran?" tanyaku.
"Tch."
"Tenanglah, Laird, aku menyuruhmu datang ke sini bukan tanpa alasan,"
"B-baik,"
Bajingan ini sangat penurut. Putri Sharah, trik apa yang kau gunakan?!
"Aku mengetahui semua yang telah terjadi di Kerajaan Rexist ...."
Putri Sharah mengetahui kejadian itu berkat item penyadap yang kuberikan. Dia menonton pertunjukan itu dari jarak jauh.
"Seperti yang sudah kau ketahui, Nona Alissa telah menjadi anggota Sekte Hitam, dan Pemimpin sedang mempertimbangkan tentang kerjasama dengan Kerajaan Penyihir Maphas. Aku, sebagai perwakilan dari Kerajaan Elf Tharasia, dan Putri Anna, sebagai Kaisar dari Kekaisaran mendukung penuh kebijakan yang akan diambil Kerajaan Penyihir Maphas nantinya,"
Wajah Laird terlihat tegang.
"I-itu berarti ...."
"Benar, kita akan bertemu di medan perang. Pikirkan itu, Laird."
Ini memang pilihan yang sulit. Posisi Laird yang merupakan Pangeran Mahkota masih belum cukup untuk mengubah situasi di Kerajaan Rexist. Terlebih lagi dia sangat benci dengan Gereja Suci. Kerajaan Rexist sepenuhnya berada di bawah kendali para Anjing Dewi itu.
*Tak
Putri Anna meletakan sesuatu di meja. "Aku punya solusi terbaik untukmu, Laird,"
"Solusi?"
"Kau harus melakukan konspirasi,"
"Apa maksudmu, Nona Anna?"
"Bentuklah Faksi Bangsawan yang menolak keberadaan Gereja Suci, karena masalah utamanya ada di Gereja Suci,"
Laird terdiam mendengar usulan dari Putri Anna.
Memulai pemberontakan, ya ... Sepertinya itu tidak semudah yang dibayangkan.
"Kau tidak harus memutuskan itu sekarang, pikirkanlah sejenak, aku akan membantumu. Ambil item itu dan hubungi aku." Putri Anne tersenyum kecil.
Wooah ... sejak kapan wanita ini menjadi ahli konspirasi? Sepertinya dia dirasuki oleh kakaknya.
--------------------------
Kami meninggalkan Laird yang termenung di ruangan itu.
Memang pilihan yang sulit.
Putri Anna kembali menggenggam tanganku.
Aku masih bingung dengan sikapnya. Apa orang ini memiliki kepribadian ganda?
"Eheem ... aku rasa kau sudah terlalu tua untuk melakukan hal itu," ucap Putri Sharah.
"Diamlah, Elf sialan,"
Dan terjadi lagi ....
"Kalian berdua hentikan itu. Putri Sharah, ke mana tujuan kita sekarang?"
Putri Sharah menunjuk ke suatu tempat.
"Kita akan ke sana, itu adalah tempat persembahan,"
Ruangan itu?
*Tak Tak Tak
Kerumunan orang berlari sambil menggotong sesuatu menuju tempat yang ditunjuk Putri Sharah.
"Minggir!"
Apa yang terjadi?
Salah satu dari mereka menghampiri kami.
"Apakah itu Anda, Nona Sharah? Kami butuh pertolongan Anda,"
Putri Sharah berlari ke kerumunan itu.
Di tengah kerumunan itu ada seseorang yang tergeletak tidak berdaya.
"Dia sudah mati," ucap Putri Sharah.
"Nona Sharah, apakah Anda bisa menggunakan Sihir Pembangkit padanya?"
Dengan wajah yang lesu Putri Sharah memegang tangan mayat itu.
"Itu ... sangat sulit. Tapi, akan kuusahakan yang terbaik! Semua orang yang tidak berkepentingan, mohon keluar!"
Sepertinya Putri Sharah bisa menggunakan Soul Awakening. Aku tidak perlu turun tangan dalam hal ini.
"Soul Awakening." Putri Sharah mulai merapalkan mantra.
Ternyata itu memang Soul Awakening. Huuh ... Tunggu, kenapa lingkaran sihirnya berbeda? Tidak, bukan berbeda, seperti ada yang kurang. Pola sihirnya lebih sedikit.
"Uhuuk!" Putri Sharah mulai kehilangan kesadaran.
Ternyata benar. Pola sihirnya kurang. Hanya ada satu cara, aku harus membantunya.
Seseorang datang menghampiri Putri Sharah.
"Gunakan ini, Nona Sharah,"
Item? Heh ... item itu?! Dasar bodoh!
Aku mengambil paksa item itu.
"Hei! Apa yang kau lakukan?!" teriak orang itu.
*Crack!
Aku menghancurkan item itu.
"Tangkap dia!"
*Swing!
Putri Anna mengarahkan pedangnya ke orang-orang itu.
"A-apa yang Anda lakukan, Nona Anna?!"
"Diamlah, kalian!" Putri Anna menatap tajam orang-orang itu.
Tindakan bagus, Putri Anna.
Aku menyentuh pundak Putri Sharah sambil mengalirkan Mana milikku agar pola sihirnya sempurna.
Putri Sharah mengetahui maksudku dan menganggap aku tidak melakukan apa pun.
Lingkaran sihir mulai bercahaya dan menyelimuti tubuh orang itu.
Tanda-tanda kehidupan mulai terlihat.
"Bawa dia ke ruang perawatan, jangan ada yang memasuki ruangan ini," ucap Putri Sharah.
Mereka semua pergi dan meninggalkan kami bertiga.
Putri Sharah menghadapku dan menundukan kepalanya.
"Baginda Ratu, maaf atas ketidakmampuan pengikut Anda ini,"
Hei! Ini memalukan!
"Eheem ... tidak masalah, kau hanya perlu berlatih sedikit lagi,"
"Baik!"
Aku mengalihkan pandanganku ke sebuah patung di sudut ruangan.
Terlihat tidak asing.
"Itu Anda, Yang Mulia," ucap Putri Anna.
Heh? Aku jadi teringat sesuatu.
"Putri Sharah, bawa aku kembali ke menara arsip,"
"Baik! Gate."
----------------------
Aku perlu membaca sesuatu.
"Putri Sharah, apa ada catatan tentang kekuatanku di sini?"
"Ada buku yang Anda tulis langsung, Baginda, Saya akan membawanya,"
Tulisan Keres? Ada banyak rahasia Keres yang tidak aku ketahui. Terutama cara menggunakan pilar-pilar itu. Jika aku bisa menggunakannya, mungkin aku bisa menaikan statku dengan cepat tanpa harus membunuh Manusia. Aku hanya tidak ingin ada kepunahan massal.
Tempat ini memang memiliki banyak informasi, aku tidak bisa membaca semuanya. Untuk saat ini, aku hanya perlu mencari tahu tentang Keres lebih dalam lagi.
Putri Sharah membawa beberapa buku yang lumayan tebal. Melihatnya saja sudah membuatku pusing.
Aku bisa membaca bahasa di dunia ini berkat sihir yang menyerap keterampilan. Aku menggunakannya saat mengintrogasi Elf yang menyerang Desa Liche. Ternyata kemampuan membaca termasuk dalam keterampilan.
Aku menyuruh kedua Putri melakukan apa yang mereka inginkan, aku tak ingin waktu membacaku terganggu. Pada akhirnya mereka tetap bersamaku, karena keinginan mereka untuk tetap berada di dekatku.
Mari kita lihat ....
A. Kegelisahan Uskup Agung
Kerajaan Penyihir Maphas telah mendeklarasikan perang melawan Federasi, dan Gereja Suci. Melihat kekuatan mereka, aku teringat dengan sosok mengerikan itu. Apa mereka ada hubungannya? Bahkan Dewi belum memberikan perintah apa pun padaku. Apa Iblis merencanakan semua ini?
Maryna ... apa yang dia lakukan sekarang, ya? Aku selalu sedih ketika mengingat dia berada di pihak Iblis.
Aku merasakan Mana yang mencoba menghubungkanku.
Mana ini ....?
[Christa,]
[Dewi ....]
[Sepertinya kamu sedang dalam kesusahan saat ini,]
[Maafkan Saya, Dewi,]
[Tidak perlu meminta maaf,]
[Apa Anda mengenal orang-orang dari Kerajaan Penyihir Maphas? Apa mereka memiliki hubungan dengan orang itu?]
[.... Keres, ya? Aku tidak merasakan kehadirannya di sana,]
[I-itu ... bagaimana orang seperti mereka muncul tiba-tiba?]
[Entahlah, aku akan selalu mengawasi mereka. Christa ... Aku mengizinkanmu menggunakan salah satu dari 12 Penjaga Dunia,]
[De-Dewi ....]
Komunikasi kami terputus.
12 Penjaga Dunia ... mereka makhluk yang sengaja diturunkan dari Dunia Dewa 7 tahun lalu. Aku sama sekali tidak mengetahui alasan Dewi menurunkan makhluk itu. Memintaku menggunakan salah satu dari mereka, ini ... merupakan sebuah kemajuan!
Bersambung ....
Maaf sudah membuat kalian menunggu. Kondisi kesehatan Saya memburuk setelah mengalami kecelakaan kerja yang membuat Saya tidak bisa beraktifitas seperti biasa sementara waktu. Kondisi mental yang melemah membuat mood Saya untuk membuat cerita menurun, tapi akan Saya usahakan agar cerita tetap lanjut. Mohon do'a dari kalian semua.
Jangan lupa LIKE & KOMEN ❤️✨