The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Pertarungan Antar Mantan Rekan



Chandra dan Goby bergegas menuju ke tempat keributan.


*Ting Ting Ting


Terdengar suara benturan pedang dari dalam abu yang berterbangan.


"Hiyak!" Goby mengayunkan kakinya untuk menghilangkan abu yang menutupi.


Terlihat arsitek dan wanita itu saling menyerang dengan senjata mereka. Wanita itu menggunakan pedang hitam sedangkan arsitek menggunakan sebuah dagger yang diselimuti aura.


"Matilah kau, Glenn!"


"Bagus, serang aku seperti itu, Eline!" Arsitek hanya tertawa melihat wanita itu.


Chandra mencoba untuk mencari ruang kosong untuk menghentikan keduanya.


"Hentikan itu, Tuan Arsitek!" teriak Goby.


"Goby, wanita ini, 'kan yang sedang kau awasi?" tanya arsitek


"Benar! Tapi kita tak boleh membuatnya terbunuh!"


Mereka mengawasi wanita itu?


Chandra terlihat sedikit panik. Ia mengira dirinya juga termasuk dalam pengawasan.


Wanita itu menarik pedangnya. Ia menghela napasnya hingga asap keluar dari mulutnya, aura hitam di tubuhnya semakin pekat.


"Hoh, kau benar-benar membenciku, ya?"


"Shadow Dance : Step 1." Tubuh wanita itu menghilang, hanya meninggalkan bekas aura hitam yang ada di tubuhnya tadi.


"Wah, ini akan merepotkan." Arsitek membungkukkan tubuhnya sambil mengambil posisi bersiap menerima serangan.


Garis bayangan hitam muncul di belakang arsitek.


Arsitek yang menyadari itu langsung memutar posisi, kemudian mengibaskan garis hitam itu dengan daggernya. Secara bersamaan arsitek menjauh dari garis hitam itu.


Apa-apaan teknik itu? Bukankah itu teknik Assassin?


Chandra belum pernah melihat pertarungan dari seorang Assassin tingkat tinggi.


"Step 2."


Garis-garis hitam mulai muncul di sekitar arsitek.


*Swing!


Garis-garis hitam itu secara bersamaan mengayun ke arah arsitek.


*Ting!


Arsitek hanya bisa menahan satu serangan dari bagian depan, beberapa serangan lain berhasil melukai tubuhnya.


"Final Step."


*Wush!


Energi berwarna hitam mengambil bentuk menjadi pusaran angin yang menelan arsitek.


"Tuan Arsitek, tolong jangan sampai membunuhnya!" teriak Goby keras.


Chandra bingung, karena arsitek lah yang berada dalam tekanan si wanita. Justru Goby tidak khawatir padanya.


Seberapa kuat kau, arsitek Glenn?


Wanita bernama Eline mulai menampakkan wujudnya tepat di luar pusaran angin itu.


"Inilah akhirmu, Glenn!"


Chandra langsung berlari untuk menghentikan wanita itu.


"Tuan! Berhenti!" Goby hanya berteriak memanggil Chandra, namun tidak mengejarnya.


Eline menoleh ke arahnya sambil tersenyum kecil.


Indera Chandra yang tajam merasakan sesuatu tidak beres di sekitarnya.


Garis hitam muncul tepat di hadapannya dalam posisi lurus menusuk.


"Sial!" Chandra langsung mengeluarkan pedangnya.


*Sriiiing!


Chandra menutup area kanan wajahnya dengan pedang. Garis itu bergesekan dengan pedangnya sampai menimbulkan suara yang sedikit mengganggunya.


"Lumayan. Bagaimana dengan ini!" teriak Eline.


Chandra memiliki waktu untuk mengambil pedangnya yang satu lagi.


"Final Step." Bayangan hitam muncul dari bawah kaki Eline. Bayangan itu mengambil wujud manusia, mirip dengan Eline.


Chandra langsung memasang kuda-kudanya.


Sial, aku punya firasat buruk tentang ini.


*Wush!


Bayangan hitam itu langsung bergerak dengan cepat menuju ke arah Chandra. Sebuah pedang mengarah ke kepalanya.


Chandra memblokade serangan itu dengan pedang di tangan kanannya. Langkah selanjutnya Chandra berputar sambil mengayunkan pedang di tangan kirinya menuju punggung bayangan hitam itu.


*Bush!


Serangan Chandra berhasil, bayangan hitam itu pecah.


Namun, pecahannya bergerak ke sisi lain dan mengambil wujud manusia lagi.


"Kau tidak akan bisa mengalahkannya." Eline menunjuk ke pusaran hitam di belakangnya. "Glenn yang ada di sana sedang melawan 5 bayanganku sekaligus."


"Apa?"


Pusaran itu tidak memiliki ruang yang cukup untuk memuat lebih dari 3 orang, bagaimana arsitek itu menghadapinya?


"Ke mana kau melihat!"


Bayangan hitam berada tepat di depan Chandra, posisi bayangan itu hendak menebas kepala Chandra dengan pedangnya.


Sial! Aku tidak sempat menghindar.


"Menunduk, Tuan!"


Chandra spontan langsung menunduk ke bawah.


*Bush!


"Terima kasih, Goby."


"Ayo kita kalahkan wanita itu, Tuan!"


Chandra dan Goby bergerak dengan cepat menuju Eline yang berdiri diam di depan pusaran hitam.


"Hoh." Eline tersenyum kecil.


Muncul 2 bayangan hitam yang langsung menghadang jalan mereka.


"Sial!" Chandra langsung menyerang bayangan yang ada di depannya.


Terjadi sedikit pertarungan sengit antar Chandra dan bayangan hitam, namun Chandra ahli dalam menggunakan dua pedang. Dia dengan mudah menghabisi bayangan itu saat menemukan celahnya.


Sedangkan Goby melompat pendek dengan sangat cepat ke segala sisi dari bayangan itu. Gerakannya tidak mudah dibaca, dan akhirnya menendang dagu bayangan itu dari bawah.


Mereka berdua langsung bergerak mengincar Eline tanpa memperdulikan bayangan yang hendak mengambil bentuk kembali.


Eline bersiap menarik pedangnya sambil tersenyum gila.


Chandra menyerang Eline dengan dua pedangnya dengan cepat.


*Ting Ting


Eline bisa menangkis semua serangan dari kedua pedang Chandra tanpa celah sedikit pun.


Goby melompat dan langsung melesat ke arah Eline dengan posisi kaki menusuk seperti tombak.


*Brak


Eline menarik tubuhnya ke belakang dengan bantuan tangan bayangan untuk menghindari serangan dari Goby.


Goby dan Chandra berdampingan, Eline berada di hadapan mereka dengan bayangan hitam melingkar di bawah kakinya.


*Bush!


Pusaran hitam hancur seketika.


"Apa?!" Eline terlihat terkejut.


Glenn keluar dari tempat itu dengan aura hitam pekat di tubuhnya.


"Akan kubunuh kalian semua," ucap Glenn dengan ekspresi dingin.


"Tuan Arsitek! Jangan bunuh dia!"


*Wush!


Glenn dengan cepat berada di depan Chandra dan Goby, tangannya bersiap untuk menyerang mereka.


"Dragon Vortex!" Chanda langsung berputar-putar dengan kedua pedangnya.


Putaran itu menciptakan sebuah pusaran panjang seperti ular.


*Bugh!


Glenn langsung terhempas setelah terkena pusaran itu.


"Sepertinya dia hilang kendali."


Eline langsung melompat menuju Glenn. Pertarungan tak terhindarkan.


Chandra langsung jatuh terlutut. Tubuhnya masih kaku karena tiba-tiba menggunakan teknik dua pedang.


Sial, ini aku lupa pemanasan tadi pagi.


*Ting Ting Ting


Suara benturan logam terdengar nyaring. Glenn dan Eline dengan kecepatan tangan yang sama saling menebas satu sama lain. Wajah keduanya terlihat sangat menikmatinya.


Chandra hampir tidak bisa melihat gerakan tangan mereka.


Mereka berada di atasku.


"Aku akan mengevakuasi para kadet, Tuan!"


"Pergilah, Goby."


Chandra berusaha bangkit untuk melerai mereka. Aura kedua orang itu saling menekan satu sama lain, bahkan orang-orang di sekitar terkena efeknya.


"Matilah kau, Glenn penghianat!"


"Hahaha! Terus hibur aku!"


Glenn dan Eline mundur, kemudian mengambil ancang-ancang untuk menyerang dengan senjata mereka masing-masing.


"Hiyaaaaaak!" Keduanya berteriak secara bersamaan.


Chandra merasakan aura mengerikan yang datang ke tempat mereka.


*Crack!


Terdengar suara senjata logam yang hancur. Bukan karena benturan kedua senjata, namun hancur karena keduanya menghantam tangan seseorang di tengah mereka.


Seorang wanita berdiri di tengah pertarungan itu dengan kedua tangan yang mengambil posisi bertahan menutupi kedua sisinya. Mata wanita itu terlihat sipit, rambutnya berwarna hitam dengan panjang seleher. Wanita itu mirip dengan suku di daerah selatan tempat Chandra tinggal.


Ada satu hal yang membuat Chandra terkejut. Yaitu fakta bahwa wanita itu menahan serangan pedang dan dagger hanya dengan tangan kosong, bahkan kedua senjata itu hancur.


Apa dia terbuat dari batu?


Itu yang dipikirkan Chandra.


*Kreek!


Wanita itu langsung mencekik Eline dengan tangan kanannya.


"K-kau kira aku akan kalah hanya dengan ini, sialan!" 10 bayangan hitam Eline secara bersamaan bergerak menusuk dengan pedang ke arah wanita itu.


*Crack!


Seluruh pedang bayangan hancur seketika.


"M-mustahil." Eline syok setelah melihat serangannya yang gagal.


Siapa wanita itu? Kekuatannya ....


Mata Chandra terbuka lebar ketika merasakan langsung aura mengerikan dari wanita itu.


Siapa dia sebenarnya?


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE, YA:(