
Chapter 23 : Jalan Yang Diambil Raja Iblis
Enam hari setelah Pasukan Iblis menyerang.
Aku, Ray, Daisy, dan Raja Iblis. Kami duduk melingkar dengan meja bundar di tengah. Saat ini, kami berada dalam ruangan di Istana Ibukota untuk membicarakan tentang kesepakatan. Dia membutuhkan waktu lima hari untuk mencari bawahannya yang berkhianat. Dan itu adalah Panglima dan Perdana Menterinya sendiri. Sungguh ironi.
Aku melemparkan item pengikat jiwa yang dia berikan padaku beberapa waktu lalu.
"Sekarang ... Raja Iblis, apa yang ingin kau katakan?"
Saat pembicaraan kami sebelumnya, dia belum menawarkan sesuatu untukku. Walaupun dia tahu siapa aku, dia tetap tidak bergeming dengan langsung memohon untuk mengurus masalahnya sendiri di wilayahku tanpa iming-iming apa pun untukku.
"Ratu Keres, ini tentang Satan ... dia telah bangkit,"
Aku sudah menduga bahwa dia ingin membicarakan tentang Satan. Dia mengatakan Satan telah bangkit, berarti Satan memang sudah mati.
"Oh, begitu,"
"Melihat reaksi Anda yang tenang, sepertinya Anda sudah mengetahui hal ini,"
Yah, berkat Putri Sharah yang mengintip ingatanmu.
"Eheem, itu karena dia memang orang yang kuat, dia tidak akan mati dengan tenang,"
"Sebagai orang yang pernah bertarung melawan Satan, Anda pasti sudah memikirkan hal ini sejak lama,"
"B-begitulah,"
Sekarang, mencari tahu apa yang dia maksud dengan Satan yang telah bangkit.
"Nyonyaku." Ray mengangkat tangannya.
Kadal ini, dia membuat pertemuan ini seperti taman bermain kanak-kanak.
"Ada apa, Ray?"
"Aku pernah mendengar cerita tentang Satan dari para Tetua Naga Hitam. Setelah mengalami kekelahan besar dari Anda, Satan bertemu dengan Tetua Pertama dan menawarkan sebuah kontrak,"
Tunggu, dia sudah tahu tentang Satan? Kenapa dia tidak memberitahuku?!
"Kontrak?" tanya Raja Iblis.
"Satan menawarkan perubahan ras tinggi pada Tetua Pertama. Satan berjanji mengubah Tetua Pertama menjadi Binatang Suci dengan syarat melindungi Satan sampai kekuatannya pulih. Namun, Tetua Pertama memiliki sifat yang sombong, dia melihat kondisi Satan yang sangat lemah sehingga bisa saja membunuhnya dalam sekali serang. Tetua Pertama mengusir Satan dari wilayahnya. Aku tidak tahu apakah Satan juga membuat penawaran dengan suku Naga lainnya atau tidak,"
Wah, ternyata sifat sombong dapat membantu juga, ya. Hmm ... mungkin Satan kehilangan arah tujuan dan mati di tengah jalan. Tapi, mendengar tentang Satan yang telah bangkit, berarti Satan telah melakukan sesuatu sebelum kematiannya, 'kan? Dua bawahan Raja Iblis, aku harus memeriksa mereka secepatnya.
"Dia memang sudah mati, mungkin dia melakukan sesuatu sebelum kematiannya," ujarku.
"Mungkin Anda benar, Ratu,"
Aku melipat kedua tanganku. "Raja Iblis, apa kau ingin aku ikut bergabung untuk menyelidiki ini?"
"Anda benar,"
"Tentu saja ini tidak gratis,"
"Katakan saja, Ratu ...."
------------------------
Setelah pertemuan itu, aku pergi menuju ke tempat para Iblis. Ini tidak jauh, mereka berada di belakang Istana Ibukota. Raja Iblis pergi kembali ke Wilayah Iblis untuk mengambil semua item miliknya. Aku tidak tahu item-item apa saja itu, jika item itu milik Raja Iblis, sudah pasti item-item langka, 'kan? Haha, aku bercanda. Dia mengambil item itu untuk keperluan perang. Perang yang kumaksud bukanlah perang melawan negara lain. Dia hanya menggunakannya sebagai bentuk persiapan.
Aku pergi dengan menggunakan wujud Alissa Hart. Rasanya lebih leluasa saat berada dalam wujud ini.
Tenda-tenda tempat para Iblis menginap. Tenda yang mereka gunakan hampir sama seperti di duniaku dulu. Hanya saja berbentuk lingkaran dengan bagian dalam yang lumayan luas. Setidaknya cukup untuk menampung 10 orang lebih.
Aku berjalan dengan santai melewati Iblis-iblis itu. Beberapa dari mereka ada yang memperhatikanku. Ini sangat tidak nyaman.
Jadi, seperti ini rasanya saat kau berjalan melewati kumpulan pria dengan tatapan aneh.
Huh? Iblis-iblis yang telah kuhidupkan kembali sedang melakukan latihan fisik. Sihir pembangkit ternyata memberikan debuff yang sangat besar untuk ras Iblis. Mereka hampir kehilangan setengah dari stat yang dimiliki. Aku memang belum pernah menggunakannya pada ras Iblis, baik itu di game maupun di dunia ini. Aku terlalu ceroboh.
Aku telah melewati tenda Iblis dan menuju ke dalam hutan.
Aku berencana untuk memeriksa dua bawahan Raja Iblis. Mungkin ada sihir yang ditinggalkan oleh Satan di tubuh mereka berdua. Jika tidak ada, aku hanya perlu mengintrogasi mereka dengan sihir yang pernah kugunakan pada Elf.
"Itu?"
Terlihat dua orang pria terikat di pohon.
Aku mendekati mereka.
Eh?
Ada seseorang di depa mereka. Dia terduduk diam tidak melakukan gerakan apa pun.
Wanita? Sepertinya aku pernah melihat dia. Hmmm ... Ah, benar, wanita itu. Huh ....
Aku mendekatinya.
Dia melihat ke arahku dengan wajah lesu.
Apa yang terjadi dengannya? Apa kekasihnya ada di antara dua orang ini?
Dia membuka mulutnya secara perlahan. "K-kau ...."
"Sepertinya aku datang di waktu yang salah,"
Aku duduk di sisi kanan kedua orang itu.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya wanita itu.
"Aku tidak perlu izinmu di wilayahku sendiri, 'kan?"
Dia tertunduk. "Kau benar,"
Aku memperhatikan kedua orang yang terikat ini dengan seksama.
Mereka dalam kondisi tak sadarkan diri. Ini bukan karena diserang Raja Iblis, namun reaksi terhadap sihir. Sesuatu memicu sebuah sihir yang sepertinya telah ditanam dalam tubuh mereka berdua. Aku tidak merasakan apa pun selain aura Iblis. Jejaknya sudah hilang sepenuhnya. Langkah terakhir yang bisa kulakukan.
Aku mengarahkan tangan kananku di hadapan dua orang itu.
*Ting
Hah? Sihirku ditolak. Bagaimana mungkin? Akan kucoba sekali lagi.
*Ting
"Tch!"
Sihirku ditolak! Aku tidak bisa mengintrogasinya. Jika sihirku tidak bisa menguasai tubuhnya, berarti mereka sudah mati. Tapi, mereka masih hidup! Ini seperti ... Jiwa mereka tidak berada di tubuh itu.
"Apa yang terjadi?" Wanita Iblis menatapku kebingungan.
"Mereka berdua, jiwanya disegel,"
Dia berdiri karena terkejut dengan perkataanku.
"B-bagaimana mungkin? Siapa pelakunya?!"
Apa aku juga harus memberitahu soal Satan padanya? Hmmm ... Sepertinya harus, karena dia terlihat memiliki hubungan dengan salah satu dari dua orang ini.
"Satan,"
Wajahnya tampak kebingungan. "Lagi-lagi, nama itu!"
"Apa maksudmu?"
"Aku tidak bisa mendengar nama itu,"
Ah, sama sepertiku. Eh, berarti wanita ini juga berasal dari Alam Dewa, 'kan?
"Ingatanmu disegel, ya. Apa kau perlu bantuan?"
"Apa yang bisa kau lakukan?"
Aku mengambil buku hitam dari ruang dimensiku.
"Apa itu?" tanya dia.
Aku menarik tangannya sambil mengalirkan Mana ke buku hitam.
Mungkin ini berhasil.
Aku melihat wajahnya. Dia hanya terdiam dengan tatapan kosong.
"Apa yang kau lakukan pada Master!" Seseorang datang dan berteriak padaku.
Dia bersiap menyerangku dengan sihir di tangannya.
"Oho? Ada Iblis kecil yang menarik." Aku tersenyum.
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA! 🙏