
Apa aku tidak salah dengar?
"Ada apa, Ratu?!" Raja Iblis panik.
"Ah ...."
Tidak, tidak! Itu pasti hanya kebetulan saja!
Aku berdiri dari tempat dudukku.
Satu-satunya cara adalah ... aku harus pergi dan memastikan!
"Anda akan pergi?" tanya Raja Iblis.
"Aku penasaran dengan Dungeon itu,"
"Tapi, Ratu, Saya mendengar dari bawahan Anda yang bernama Erish bahwa Kerajaan Rexist ingin segera memulai perang,"
Ah, itu benar. Setidaknya perang akan terjadi paling lama satu bulan dari sekarang. Itu tergantung balasan pesan yang ditulis Daisy. Aku memang ceroboh!
"Itu bukan masalah be-"
"Apa maksud Anda?!" Raja Iblis langsung menyela perkataanku.
Eh? Kenapa dia tiba-tiba membentakku?
Mata Raja Iblis terlihat bersinar saat menatapku. "Jangan meremehkan mereka, Anda pasti sudah menyadarinya, ini semua hanya siasat yang dilakukan oleh Uskup Agung,"
Aku memang belum mengetahui dengan pasti apa yang direncanakan Gereja Suci. Bisa saja Dewi sialan itu memberikan mereka buff besar-besaran saat perang.
"Huh ... kau benar. Maafkan aku yang terlalu bersemangat,"
"Setidaknya Anda bisa pergi ke sana ketika perang telah berakhir,"
Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka. Daisy dan Ray masuk menginterupsi pembicaraan kami.
"Master,"
"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanyaku.
"Nyonyaku, serahkan perang ini pada kami,"
"Benar, Master, kami bisa mengatasinya,"
Jadi mereka menguping, ya. Kekhawatiranku sedikit berkurang karena perkataan mereka. Tapi, mengingat lawannya Gereja Suci, itu akan sangat merepotkan. Terutama bagi Daisy.
Aku menatap Raja Iblis.
Raja Iblis menghela napasnya. "Kalau begitu, Saya akan mengirim bantuan untuk perang nanti,"
"Terima kasih, Raja Iblis,"
Raja Iblis meraih tanganku dan menggenggamnya. "Ratu Keres, izinkan Saya ikut bersama Anda,"
Sepertinya tidak masalah jika membawanya. Aku berencana membawa Erish atau Putri Sharah.
"Baiklah, kita akan segera pergi,"
----------------------------
Satu jam kemudian.
Aku bersiap-siap untuk pergi ke Kerajaan Karibian. Kerajaan Karibian terletak di benua barat. Membutuhkan 6-9 bulan jalur darat. Ray sudah menandai hampir seluruh tempat di dunia ini. Itu semua berkat Ray yang terbang dengan kecepatan yang luar biasa.
Aku, Ray, dan Daisy sedang berada di ruang kerjaku. Kami sedang menunggu Raja Iblis. Aku menyiapkan Gate yang terhubung ke Wilayah Iblis.
Apa yang sedang dia lakukan?! Wanita memang merepotkan! Tak peduli apa pun gelarmu.
Berbicara tentang perang, aku menyadari sesuatu.
"Ray,"
"Iya, Nyonyaku?"
"Lebih baik kau tetap di Kerajaan Maphas, lindungi Kerajaan ini dari para penyusup saat perang nanti,"
"T-tapi, Nyonyaku ...."
"Ray, ingatlah, mereka sama sekali belum mengetahui bahwa kau berada di pihak kami,"
Ray pun terkejut setelah mendengar perkataanku. "M-maafkan bahawan Anda yang bodoh ini! Bisa-bisanya melupakan hal sepele seperti itu!"
"Sudahlah. Daisy bisa mengatasinya, aku sudah memberikan item yang meningkatkan resistensi terhadap sihir suci,"
Gate mulai bersinar terang. Raja Iblis keluar bersama dengan seseorang.
"Maaf, membuat Anda menunggu lama,"
Kumaafkan!
"Eheeem ... tidak masalah,"
Dia membawa wanita bernama Maryna, salah satu dari Panglima Iblis.
Maryna sediki melirik padaku. "S-salam, Ratu Keres,"
Wah, lihatlah Iblis ini, sebelumnya dia sangat menyombongkan dirinya di hadapanku.
"Apa kita bisa pergi, Ratu?" tanya Raja Iblis.
Apa kau bercanda?
"Kalian ingin pergi dengan penampilan seperti itu?" Aku menunjuk-nunjuk kedua Iblis.
"Kami sudah menggunakan ilusi tingkat tinggi,"
Ah, aku lupa, itu sihir yang pernah digunakan oleh Maryna saat turnamen di Kekaisaran. Sihir itu tak bisa mempengaruhiku.
Kami pun bersiap-siap menuju Kerajaan Karibian dengan teleportasi.
Lingkaran sihir muncul di bawah kaki kami.
"Teleportation!"
----------------------------
Aku membuka mataku.
Apa kami sudah sampai?
Sihir teleportasi membawa kami ke suatu tempat. Pepohonan aneh mengelilingi kami.
Di mana ini? Tidak mungkin sihirnya salah. Ray sudah menandai Kerajaan Karibian.
"Ratu, sepertinya kita tidak bisa memasuki Kerajaan Karibian dengan teleportasi," ucap Raja Iblis.
Aku memperhatikan area sekitarku.
Oh, jadi begitu. Mereka memasang penghalang teleportasi. Hanya sihir yang sudah dikenali saja yang bisa melakukan teleportasi ke dalam Kerajaan Karibian.
"Mungkin saja, Ratu,"
Aku mengaktifkan skill deteksi ke seluruh area.
Mereka memasang penghalang di setiap kotanya, namun tidak memasangnya secara keseluruhan.
"Yang Mulia, sepertinya kita harus mendaftarkan diri di Ibukota." Maryna berbicara sambil melihat-lihat kondisi sekitar.
"Kau benar, Maryna,"
Sepertinya kami meleset cukup jauh. Kami harus mulai berjalan dari sini untuk mengumpulkan informasi.
Kami mulai berjalan menuju Ibukota. Perlahan mulai keluar dari hutan.
Hutan ini sangat berbeda dengan Hutan Hijau. Terutama pohon-pohon aneh ini. Bentuknya tidak biasa. Memiliki banyak dahan seperti sebuah lengan. Dan bagian atasnya berlubang. Pohon ini seperti sedang mengintai kami.
Jalan keluar hutan mulai terlihat.
*Bruk!
Sesaat sebelum kami keluar dari hutan, pohon di depan kami tumbang.
"Hmmm ...?"
Pohon itu perlahan berdiri dengan akarnya sebagai kaki.
Aku melihat ke sekitar.
Semua pohon yang ada di dalam hutan berubah menjadi monster.
"Mereka ... Monstera." Raja Iblis menyipitkan matanya.
Monstera? Aku pernah mendengarnya. Itu nama tanaman hias yang ada di duniaku sebelumnya. Aku tidak menyangka Monstera malah menjadi monster mengerikan di dunia ini.
"Yang Mulia, biarkan Saya yang mengatasi mereka." Maryna mengeluarkan pedang sihirnya.
Aku dan Raja Iblis menjauh dari Maryna.
Para Monstera mulai menyerang Maryna dengan menjulurkan akarnya. Tentu saja, aku dan Raja Iblis tak luput dari serangan mereka.
*Wush!
Dengan kecepatan yang luar biasa, Maryna bergerak memutari kami sambil menebas akar-akar itu.
"Selesaikan dengan cepat, Maryna!" tegas Raja Iblis.
"Baik!"
Tubuhnya mengeluarkan aura berwarna merah. Pedang sihirnya pun memancarkan aura yang sama.
"Mana Shield." Maryna membuat pelindung untuk kami berdua.
Benar, ini tidak sama seperti di game. Di dunia ini tidak ada sistem Friendly Fire yang membuat rekan satu tim kebal terhadap serangan sihir dari rekan lainnya.
Maryna melompat sambil mengangkat pedangnya ke atas.
"Ratu." Raja Iblis menarik tanganku dan membawaku terbang.
Maryna turun sambil mengarahkan pedangnya ke bawah dengan sangat cepat.
*Bruaak!
Tanah di sekitarnya langsung hancur, diikuti dengan api yang merambat ke arah para Monstera dengan cepat.
Luar biasa. Semenjak segel yang ada dalam dirinya kubuka, kekuatannya meningkat pesat.
Para Monstera yang berada di hutan ini, semuanya terbakar. Hutan ini menjadi lautan api dalam sekejap.
Api yang dia digunakan jauh di atas api biasa pada umumnya.
Aku dan Raja Iblis terbang menuju padang rumput di luar hutan.
"Raja Iblis, kau mempunyai bawahan yang hebat,"
"Akan lebih hebat lagi jika dia benar-benar menggunakan kekuatan Malaikat," ujar Raja Iblis.
Hmmm ... jadi begitu, ya.
Maryna datang menyusul kami.
"Saya kembali, Yang Mulia,"
"Kerja bagus, Maryna." Raja Iblis mengelus kepala Maryna.
Maryna dengan wajah yang tersipu malu mencoba menahan perasaan bahagianya.
Apa kau seekor kucing?!
"Eheemm ... ayo kita lanjutkan perjalanan." Aku menekan suaraku.
----------------------------------
Sudah setengah jam kami berjalan.
Kami belum menemui tempat yang cocok untuk mendapatkan informasi.
Huuh ... aku ingin merentangkan badanku di kasur. Ah, aku lupa soal ini.
"Raja Iblis, selama di Kerajaan Karibian, mari memanggil dengan nama masing-masing. Panggil aku Alissa,"
"Ah, Anda benar, panggil Saya Arys,"
"D-dan Saya Maryna,"
Aku sudah menghubungi Putri Anna untuk membuatkan kartu guild untuk mereka berdua sebagai Petualang dari Kekaisaran. Hanya saja aku belum memberitahu nama yang harus dibuat. Aku harus menghubunginya.
"Kita sampai." Raja Iblis mengangkat tangannya.
Di depan kami ada sebuah gerbang yang tingginya sekitar 4 meter.
Sebuah kota kecil, ya.
"Baiklah, ayo kita pergi ... Arys, Maryna,"
"Ya, Alissa!"
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!
Kalian bisa support Author juga di sini :
https://saweria.co/hzran22