The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
12 Saint Suci



Monster ini berbahaya, dia lebih kuat dari Dragonewt sebelumnya. Sial! Aku akan mati!


Dragonewt itu berjalan ke arahku.


"Tch."


Aku melihat perlengkapannya.


Tidak ada senjata? Apa dia tipe petarung tangan kosong?


"Pahlawan, aku sedikit kecewa denganmu." Dragonewt itu tepat di depanku. "Semua telah berakhir,"


*Dum!


Dragonewt itu terhempas karena sebuah serangan.


Siapa itu?


Seseorang menyelamatkanku?


"Kelihatannya aku datang tepat waktu."


Siapa orang ini?


"Armor putih ... Saint, 'kah?" Dragonewt itu kembali berdiri.


"Kau kadal yang cukup pintar," ucap Dragonewt.


Saint? Aura orang ini lebih besar daripada Saint yang ada di turnamen sebelumnya. Tunggu ... apa jangan-jangan dia?


"Tidak kusangka aku bertemu dengan salah satu dari 12 Saint Suci."


Dragonewt itu bahkan mengetahuinya.


"Ada urusan apa Pemimpin Dragonewt datang ke Kerajaan Rexist?"


Pemimpin?


"Kami hanya mengikuti perintah Tuan Raymond,"


"Naga Hitam itu?" Saint menghela napasnya. "Mengecewakan,"


"Tch. Aku tidak ingin mendengar ceramahmu, apa bisa kita mulai pertarungannya, Saint?"


"Hooh ...." Saint melihat ke arahku yang terduduk lemas. "Kau terlihat kacau, Pahlawan,"


"Huh, pada akhirnya aku tidak bisa menyelesaikan ini,"


"Jangan khawatir, aku bukan satu-satunya di sini, ada tiga rekanku yang sudah menyebar ke titik pertempuran,"


"Maaf sudah merepotkan kalian,"


"Tenanglah, Gereja Suci dan Kerajaan Rexist memiliki hubungan kuat, jangan lupakan itu ... huh?"


*Wush!


Dragonewt itu menghilang.


"Waspadalah terhadap kecepatannya!" teriakku.


"Baiklah,"


Sebenarnya aku ingin melihat stat milik Saint ini, tapi, dia pasti akan menyadarinya. Orang-orang yang bisa merasakan mata penilaian cenderung memiliki privasi yang sangat rapat.


Aku akan membantunya dengan Patience Skill milikku.


Aku tidak merasakannya keberadaan Dragonewt itu, hawanya benar-benar lenyap. Aku harus fokus!


Aku merasakan seluruh objek-objek di sekitarku. Skill inilah yang membantuku mengalahkan Dragonewt satunya lagi, bisa melihat pergerakannya. Aku menyebutnya memprediksi pergerakan.


Itu dia!


"Di belakangmu, Saint!"


"Yaaak!" Saint langsung mengayunkan pedangnya ke belakang.


*Wush!


"Apa?!"


Tubuh Dragonewt itu langsung lenyap.


Apa itu ilusi?


"Baiklah, kadal, jika kau ingin bermain dengan kecepatan, aku akan berikan sepuluh kali lebih cepat untukmu," ucap Saint.


*Krek


Saint memposisikan pedangnya ke depan.


"Light Slash!"Pedang Saint memancarkan cahaya berwarna putih


*Wush! Wush! Wush!


Saint mengayunkan pedangnya dengan cepat ke segala arah.


Tebasan itu menghasilkan efek cahaya putih. Cahaya itu berbentuk seperti sebuah tebasan.


Apa mungkin ini skill Martial Arts?


Skill Martial Arts adalah sebuah skill bela diri yang berfokus pada kekuatan tubuh. Skill ini bisa diciptakan atau dikembangkan. Di duniaku sebelumnya memiliki beragam aliran bela diri yang dikembangkan menjadi beberapa teknik bertarung. Di dunia ini juga sama, namun lebih bervariasi dan lebih kuat. Martial Arts hanya bisa digunakan oleh seseorang yang memiliki job Warrior dan Swordmaster. Aku bahkan belum menguasainya.


*Clik!


Salah satu bilah cahaya milik Saint berhasil mengenai Dragonewt.


Serangan itu berhasil mengenainya!


Dragonewt itu berhenti.


"Huh ... tidak buruk. Ayo hibur aku lagi, Saint!" Dragonewt itu merendahkan posisi tubuhnya.


"Hahaha ... aku suka semangatmu!"


*Bum!


Keduanya mengeluarkan aura intimidasi yang sangat kuat.


Sialan! Ini seperti melihat pertarungan antar orang tua yang maniak bertarung.


Dragonewt itu mengenakan sesuatu di tangannya.


Seperti sarung tangan tinju? Tidak, seperti knuckle! Jadi itu senjata utamanya.


"Aku maju, Saint!"


*Wush!


Dragoneewt itu bergerak cepat ke arah Saint.


*Ting! Ting! Ting!


Dragonewt melayangkan beberapa pukulan ke arah Saint.


Saint menahan semua pukulan yang diarahkan kepadanya dengan pedang.


"Light Slash!" Saint kembali menyerangnya dengan pedang cahaya.


*Wush!


Dragonewt itu menghindari semua serangan Saint.


Dia bisa membaca pola serangan milik Saint?! Saint dalam kesulitan! Aku harus membantunya. Tapi, bagaimana? Tubuhku tidak sanggup bergerak lagi.


Saint dan Dragonewt itu masih dalam pertarungan yang sengit.


Sial!


*Dum!


Saint terkena pukulan Dragonewt itu.


"Kuuahk!" Saint tersungkur.


"Ayolah, Saint, apa hanya ini kemam-"


*Crack


Tubuh Dragonewt itu tiba-tiba menerima luka gores.


"Apa ini?! Sialan! Sejak kapan?"


"Hah, hah ... kau terlalu fokus menghindari seranganku sampai tak menyadarinya." Saint mengangkat pedangnya. "Light Slash bukan hanya terfokus oleh serangan yang terlihat, aku menyempurnakannya sehingga beberapa tebasanku tidak mengenaimu dengan cepat,"


Apa tidak masalah jika memberitahunya tentang teknikmu?


"Huuh ... aku terkejut, terima kasih atas perhatianmu, Saint," lanjut Dragonewt.


*Bum!


Aura yang dipancarkan Dragonewt itu semakin besar.


Apa dia benar-benar monster rank A?


"Zain." Seseorang memanggilku dari belakang.


Itu Lucas. Apa dia berhasil mengalahkan sisanya?


"Lucas, di mana Nona Licia dan Nona Emina?"


"Mereka dalam kondisi yang sangat buruk, aku membawanya ke tempat yang aman,"


Aku menghela napasku setelah mendengar perkataan Lucas.


"Apa itu monster yang sama dengan sebelumnya?" tanya Lucas.


"Benar,"


"Monster itu sepertinya akan melepaskan kekuatan penuhnya,"


".... Apa maksudmu?"


"Lihatlah aura it- bukan, Mana yang terpancar dari tubuhnya. Kita harus segera menjauh, Zain!"


"Tuan Saint! Ayo pergi dari tempat ini! Monster itu akan menghancurkan tempat ini!"


"Tidak, Pahlawan, aku juga ingin mengeluarkan kekuatan penuhku, kalian pergilah dari sini." Saint terlihat percaya diri.


Dasar maniak!


"Hoooh ... aku suka itu, Saint! Khuahahahaha!"


Aku harus membantu Saint itu.


"Lucas, apa kau bisa menggunakan Martial Arts?"


"Tentu saja bisa, Zain, tunggu ... kau ingin aku ikut dalam pertarungan dua orang aneh itu?!"


"Tidak, kau hanya perlu membuat Dragonewt itu melemah,"


"Bagaimana caranya?"


Dia mengandalkan kecepatan dan kekuatan fisiknya. Bagaimana caranya, ya? Tunggu ... Dragonewt sebelumnya merapalkan sesuatu saat kecepatannya bertambah, tapi, Dragonewt yang ini belum merapalkan sesuatu. Apa dia sengaja menyembunyikan kartu asnya? Saint dalam bahaya!


"Saint! Berhati-hatilah, dia belum menggunakan skill aslinya!" teriakku.


"Apa?"


"Dasar Pahlawan naif." Dragonewt itu tersenyum.


*Wush!


Dragonewt itu menghilang.


Manaku tinggal sedikit, aku tidak bisa menggunakan Patience Skill lagi.


*Dum


"Kuaaahhhk!"


Saint terkena serangan cepatnya.


Apa yang terjadi dengan Saint? Apa dia melemah? Dia terlihat berbeda dari yang tadi.


Saint seperti sedang menahan sesuatu yang menyakitkan.


"Hooh ... aku tahu, tubuhmu sudah tidak bisa menahan kekuatanmu, ya?" Dragonewt itu juga menyadari keanehan pada Saint.


"Tch. Sesuatu seperti ini tidak akan menahanku! Majulah!" Saint kembali berdiri.


Dragonewt itu hanya terdiam mendengar perkataan Saint.


*Wush!


Dragonewt itu menghilang lagi.


*Tak Tak Tak


Lucas berlari ke arah Saint.


"Lucas, jangan ke sana! Kita masih belum memiliki rencana!"


Sial! Kenapa aku tidak bisa melakukan apa pun sekarang?!


Lucas berada tepat di depan Saint itu.


"Hey, apa yang kau lakukan?!" Saint itu terkejut dengan kedatangan Lucas.


"Apa tubuhmu terkena serangan perusak jiwa?" tanya Lucas.


Huh?


"Bagaimana kau bisa tahu?"


"Aku mengenal kalian para Saint Suci, kau bisa mengalahkan Dragonewt itu jika dalam kondisi terbaikmu,"


Jika yang dikatakan Lucas itu benar, level Saint Suci seharusnya di atas 400.


"Huuh ... kau memang pintar, tapi, kau tak perlu repot-repot untuk membantuku,"


"Apa maksud-"


*Wush!


Beberapa orang tiba-tiba muncul di dekat Lucas dan Saint.


"Kau dalam kondisi yang menyedihkan, ya, Alfred," ucap salah satu dari mereka.


Siapa mereka? Tunggu ... mereka ada tiga orang, apa mereka juga Saint Suci?


"Tidak terlalu buruk,"


Aura mereka sangat besar. Saint Suci benar-benar luar biasa.


Dragonewt tiba-tiba muncul dan membatalkan skillnya.


"Huuh ... datang lagi anjing-anjing dari Gereja,"


"Jadi ini kadal yang membuat Alfred sampai seperti ini?"


"Hey, aku tidak seburuk itu,"


*Bum!


Dragonewt itu semakin meningkatkan auranya.


"Woooah ... sungguh tekanan yang luar biasa." Salah satu Saint menutupi area depan wajahnya karena dorongan angin yang disebabkan oleh aura milik Dragonewt itu.


Ada seorang wanita di antara Saint itu. Dia berada di posisi paling belakang, apa yang dilakukannya?


Aura dari Dragonewt itu semakin membesar.


Sedang apa dia?! Apa dia hanya ingin memamerkan aura besar itu?


*Swing


Salah satu Saint mengayunkan pedangnya kedepan.


"Apa pun itu, kita hanya perlu membunuh kadal itu, 'kan? Eva, tolong jaga Alfred," ucap salah satu Saint yang berada di bagian depan.


"Baik,"


Saint itu perlahan maju mendekati Dragonewt.


*Duuuuuuuaaaaaar!


Ledakan besar terdengar dari arah gerbang masuk kota.


"Ledakan apa itu?!" Semua orang terkejut karena ledakan itu.


Bukannya Nona Hart ada di sana? Dia bertarung dengan Naga Hitam. Kekuatan apa yang bisa menyebabkan ledakan sebesar itu?


Sesuatu keluar dari kepulan asap bekas ledakan itu.


Seseorang terbang ke sini.


*Dum!


Orang itu terjatuh hingga membuat lubang besar di tanah.


Naga Hitam juga keluar dari kepulan asap itu, tapi, dia terbang seperti biasa.


Tunggu ... apa jangan-jangan orang yang ada di lubang ini?


"Nona Hart!" teriakku.


Aku berlari menuju lubang itu tanpa memikirkan kondisiku.


*Bruk!


Aku langsung terjatuh.


Sial! Bahkan aku tidak bisa bergerak sama sekali!


*Bush


Naga itu telah mendarat tepat di tempat kami berada.


Tunggu, ada apa dengan Naga itu? Kondisinya berbeda dengan sebelumnya.


*Crak


Sesuatu keluar dari lubang itu.


"Itu tadi sangat sakit, sialan." Nona Hart kembali bangkit.


Kondisi Nona Hart jauh lebih buruk dari sebelumnya.


Keempat Saint kebingungan dengan apa yang terjadi di depan mereka.


"DASAR WA-WANITA SIALAN! AKU AKAN SEGERA MEMBUNUHMU!"


"Iya, kalau kau bisa, dasar kadal hitam, huuuh ...." Nona Hart menoleh ke arahku.


Appraisal Eyes


Nama : Alissa Hart


Umur : 25


Ras : Manusia


Job : Magic Caster/Warrior


Tittle : -


Level : 131


HP : 172


MP : 131


Dia sudah sekarat!


Bersambung ....