
"Apa Anda masih ingat dengan perkataan Saya sebelumnya tentang seorang manusia saat negoisasi di Kerajaan Mystick?" tanya Lilith.
Sepertinya Lilith yang pintar dalam masalah seperti ini, mereka berdua tidak berani mengatakan apa pun padaku.
"Aku ingat. Dia pimpinan Penyembah Satan yang kau katakan sebelumnya."
"Anda benar. Setelah Saya kembali dari Kerajaan Mystick, Saya langsung menceritakan segalanya pada Lord. Saya tidak berniat menginkari janji kita sebelumnya, hanya saja Lord Vlad memiliki pendapat yang berbeda dengan Saya. Lord Vlad langsung menghubungi pimpinan dan menceritakan segalanya."
Sejak awal mereka memang tidak berniat bersekutu dengan kami. Aku tak tahu Lilith mengatakan kebenaran atau hanya kebohongan demi melindungi dirinya sendiri, ini layak untuk dipertimbangkan.
"Orang itu langsung menyuruh Lord Vlad untuk membunuh kalian."
"Tunggu, dia hanya manusia biasa, kalian jauh lebih kuat darinya, apa yang sebenarnya terjadi?"
"Dia memang manusia biasa, namun kekuatannya sangat mengerikan, bahkan bisa dengan mudah membantai kami semua jika dia menginginkannya."
Siapa bajingan ini? Aku tak pernah mendengarnya, terlebih lagi dia seorang manusia.
"Kekuatannya sangat unik, dia bisa menyerap seluruh serangan dan mengembalikannya. Ada yang lebih mengerikan dari kemampuan itu, yaitu perlindungan mutlak, kemampuan yang bisa menahan segala serangan," lanjut Lilith.
Menyerap segala serangan, dan memiliki perlindungan mutlak berupa pertahanan yang sangat kuat. Bajingan ini seperti menggunakan cheat! Hmmm ... kemampuan pertamanya mirip seperti Gluttony. Tak ada satu pun di Magic Infinity yang memiliki Gluttony, karena quest untuk mendapatknnya sangat sulit, aku menyerah di progres lima puluh lima persen. Gluttony sempat diperlihatkan dalam video promo update bulanan, tidak salah aku menyebut kemampuannya mirip Gluttony.
Hmmm ... Delila secara tidak langsung juga memiliki kemampuan seperti Gluttony, sih.
"Lilith, jawab aku."
"I-iya?"
"Siapa manusia itu?"
Lilith hendak menjawab pertanyaanku, namun ....
Guardian pria langsung memotong perkataannya.
"Saya akan menjawabnya! Orang itu adal--"
*Duar!
Kepala Guardian itu pecah, potongan dagingnya bertebaran ke mana-mana, bahkan mengenaiku.
"Ibu!" Delila langsung berlari ke arahku. Ia membersihkan kotoran yang ada di tubuhku.
Sebuah kutukan, ya? Mereka cukup pintar, dan yang membuatku terkejut ialah ....
"K-kami terkena kutukan?" Lilith terlihat kebingungan dengan apa yang dilihatnya.
Mereka sendiri tidak sadar bahwa orang-orang itu memasang kutukan pada mereka.
"Sepertinya akan sulit mengatasi kutukan itu, aku akan menahan kalian untuk sementara."
Itu bukan kutukan biasa, di antara kami tak ada yang menyadari kutukan itu, tak ada tanda energi sihir asing di tubuh mereka. Aku harus mencari item yang bisa menghapus kutukan itu, dan aku harus ekstra hati-hati agar mereka tidak mati.
"Apa masih ada vampir lain yang selamat?" tanyaku.
"Ada sekitar dua ribu vampir muda dan True Vampire yang mengungsi di dalam bunker rahasia."
Mereka sudah membuat bunker? Kejadian ini sepertinya telah mereka prediksi. Hmmmm ... apa yang harus kulakukan pada mereka sekarang?
"Apa kalian ingin menetap di sini, atau ...."
"Tolong bawa kami!" teriak Lilith.
Wajah memohon mereka membuatku kesal. Sayangnya aku juga memikirkan hal yang sama dengan mereka, jika mereka tetap di sini, besar kemungkinan orang itu akan memaksa mereka tunduk lagi padanya, dan kemungkinan terburuknya mereka akan dibunuh.
Tapi, aku tidak rela jika Mana yang berkumpul di tempat ini terbuang sia-sia. Delila hampir sekarat karena Mana yang sangat banyak di tempat ini.
[Delila, tempat ini berada di dalam ruang dimensimu, 'kan?]
[Benar, Ibu.]
[Apa kau bisa menyembunyikan tempat ini layaknya dimensi seperti biasa?]
Walau tempat ini berada dalam dimensi Delila, namun tempat ini masih menjadi bagian dari dunia. Orang akan bisa keluar masuk tanpa hambatan, Delila hanya bisa mengendalikan benda-benda di tempat ini.
[Kalau yang Ibu maksud adalah memisahkan hubungan dengan dunia ini, kemungkinannya kecil untuk berhasil dalam kondisi Saya sekarang.]
Itu yang kumaksud!
[Begitu, ya? Sangat disayangkan Mana di tempat ini terbuang sia-sia. Delila, kau bisa melepas tempat ini sekarang.]
[Tunggu, Ibu. Jika Anda mengincar Mana yang berkumpul di tempat ini, Saya bisa mengurusnya.]
[Bagaimana?]
[Eternal Hole.]
Bukannya Eternal Hole tidak bisa menghisap Mana? Atau hanya aku saja yang tidak mengetahuinya?
[Kuserahkan padamu.]
[Baik, Saya akan melakukan persiapannya.]
Eternal Hole merupakan sihir tingkat 15 milik Delila, dia akan membuka portal yang akan menyerap segala hal di hadapannya. Mirip seperti Black Hole, Eternal Hole sihir khusus milik Delila.
Delila memasang penghalang pada kami semua, termasuk pengungsi yang berada di bunker agar tidak terhisap.
Untuk kondisinya yang sekarang, aku masih ragu membiarkannya menggunakan Eternal Hole, namun anak ini sangat keras kepala, aku tak punya pilihan lain.
Eternal Hole muncul dan mulai menyerap segalanya. Aku merasa Mana di tempat ini berkurang.
Tempat ini sepenuhnya akan menghilang, sangat disayangkan.
"Ibu, Rayna telah melewati masa kritis," ucap Elina yang telah selesai memberi perawatan pada Rayna.
Rayna masih belum sadar.
Elina membuka sebuah Gate yang menuju ke Kerajaan Mystick.
"Lebih baik kita menunggu di luar, Ibu."
"Kau benar."
Kami dan para pengungsi masuk ke dalam Gate.
Aku melangkahkan kakiku keluar dari Gate, pijakan kakiku terasa aneh.
Rerumputan? Seharusnya ini terhubung langsung ke istana, 'kan?
Kami berada di dalam hutan. Pepohonan besar mengelilingi kami, suara nonster yang mengaum terdengar dari kejauhan, dan banyak spirit alam yang mengawasi kami. Hutan itu langsung penuh dengan dua ribu pengungsi.
"Di mana kita?"
"Kita berada di luar Kerajaan Mystick, Ibu. Sepertinya teleportasi ke Kerajaan Mystick diblokir oleh seseorang." jawab Elina.
Apa yang terjadi sebenarnya? Apa Hela yang melakukannya?
Tak lama kemudian, aku merasakan aura seseorang yang sedang menuju ke tempat ini, aura itu berasal dari atas.
*Wush!
Seseorang masuk menerobos ranting pepohonan yang lebat. Terlihat sayap hitam yang mengembang, dedaunan rontok seketika.
"I-itu ... Malaikat! Kita akan tamat!" Para pengungsi mulai panik.
Tidak, dia adalah ....
Malaikat itu mendarat dan langsung berlutut di hadapanku. "Salam, Yang Mulia."
Abigail.
A. Dia Yang Mengatur Dari Belakang Layar
Seseorang berjalan di lorong gelap dengan lilin yang ditumpu di atas piring kecil. Sekilas sosok orang itu terlihat, matanya bersinar kekuningan ketika terkena cahaya lilin. Terlihat dari sudut belakang, rambut orangenya tergerai ke belakang.
*Tok Tok Tok
Orang itu mengetuk sebuah pintu. Kemudian pintu terbuka dan orang itu masuk.
Ruangan di balik pintu itu tidak terlalu gelap seperti di lorong, tidak diketahui kondisi waktu di tempat itu, siang atau malam, karena tak ada satu pun jendela.
Terlihat seorang pria yang sedang duduk di meja kerja, hal itu menandakan ruangan tersebut merupakan kantor kecil biasa.
"Aku sudah menduganya," ucap pria yang duduk di depan meja kerja itu. Tak terlihat sama sekali wujudnya karena gelap, namun cahaya matanya terpencar jelas, cahaya berwarna kebiruan.
"Benar, Tuan, kita kehilangan pion berharga," kata orang sebelumnya yang ternyata merupakan seorang wanita.
"Tinggal menunggu waktu sampai mereka mengetahui identitasku. Karena tersisa dua orang yang sepertinya sedang berusaha lepas dari kekangan."
"Siapa orang-orang ini, Tuan?"
"Aku tidak tahu. Sepertinya bukan Gereja Suci, karena mereka masih sibuk mengurus kekacauan yang disebabkan vampir. Mereka orang yang sama dengan pelaku asal mula kekacauan itu."
"Mengadu domba kedua belah pihak dan menonton dari balik layar, ya?"
"Aku curiga Hela yang melakukannya. Atau mungkin ini ulah Keres?"
"Kemungkinan besar memang Hela atau Keres yang melakukannya, tapi kita tak melihat pergerakan dari Kerajaan Mystick."
"Kau benar. Posisi Keres kini tidak diketahui setelah kejadian beberapa tahun lalu."
Wanita itu tersenyum kecil. "Tuan, tidak usah repot mencari siapa pelakunya, kita hanya perlu memancing mereka keluar, 'kan?"
"Kau benar. Jika mereka memakan umpan ini, besar kemungkinan mereka berasal dari kubu Keres atau Sekte Hitam, karena ini memang umpan khusus untuk binatang rendah seperti mereka."
"Kukukuku ... Anda benar. Ngomong-ngomong, apa Anda yakin ingin mengirim utusan ke Kerajaan Penyihir Maphas?"
"Kenapa tidak? Mereka memiliki musuh yang sama dengan kita, tapi aku tetap tidak akan mengungkapkan asal kita pada mereka."
"Tuan memang bijak, mereka akan menjadi pion bagus pengganti para vampir itu."
Keduanya mengangkat tangan kanan ke depan dan mengangkatnya sedikit ke atas. Kemudian mereka berkata, "All hail Satan."
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA!