The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Sisi Lain Si Periang



Keesokan harinya. Malam operasi pelenyapan Golden Blood.


Kami berlima saat ini telah berada di Ibukota Kerajaan.


Kenapa kami bisa berada di sini? Itu semua berkat Maryna yang bekerja sama dengan Orion melacak persembunyian Golden Blood di Ibukota. Sebelumnya aku memberikan item teleportasi yang bisa dipakai tiga kali pada Maryna. Mereka berdua menuju Ibukota dengan teleportasi. Berkat kehadiran Orion pula teleportasi bisa digunakan.


Dengan kemampuan Maryna, hanya perlu beberapa jam untuk menemukan persembunyian Golden Blood. Markas mereka berada di bawah tanah.


Kami berada menara lonceng di Ibukota.


Menara ini lumayan tinggi dan bagian atasnya cukup luas, bisa menampung sekitar delapan orang. Tempat ini sangat cocok untuk pertemuan.


*Prok


Wanita kelinci menepuk tangannya.


"Kita akan mulai rencananya," ucap wanita kelinci.


"Aku, Nona Alissa, dan Melissa akan menuju ke markas Golden Blood. Dan kedua Nona Iblis menyusup di kediaman Marques untuk menangkap basah dia,"


Rencana kali ini simpel. Dou Iblis akan memantau Marques sampai mereka menemukan bukti bahwa Marques bekerjasama dengan Golden Blood. Pertama-tama, mereka akan menyusuri kediaman Marques. Dan kami ... yah, seperti biasanya, pertunjukan akan segera dimulai.


"Baiklah, aku dan Maryna akan pergi sekarang." Raja Iblis langsung melompat ke bawah dan terbang, diikuti Maryna.


Mereka berdua sangat bersemangat.


"Sekarang tinggal kita," ucapku.


Kedua orang di depanku mengangguk.


Kami bertiga melompat ke bagian belakang menara dan mendarat di tempat yang sepi.


"Orion, di mana letak markas Golden Blood?" tanya wanita kelinci.


"Mereka berada di bagian selatan alun-alun kota. Ada bar kecil di sana, bar itu merupakan pintu masuk markas Golden Blood," jelas Orion.


"Bagaimana kita masuk ke ruang bawah tanah itu?" tanyaku.


Orion mengeluarkan sesuatu di saku celananya. Dia memegang sebuah plat besi berukuran kecil.


"Aku dan Nona Iblis mendapatkan ini dari salah satu anggota Golden Blood, ini sebagai tanda pengenal,"


Hooh ... Maryna memang bisa diandalkan.


Kami berjalan melewati alun-alun Ibukota.


Suasana semakin ramai saat malam hari. Tempat ini seperti pasar malam. Banyak Beastman dan ras lainnya saling bersosialisasi.


Orion memimpin jalan di depan kami.


Kami semakin menjauh dari keramaian dan masuk ke sebuah gang kecil.


Tempat seperti ini memang cocok untuk perkumpulan penjahat.


Kami tiba di sebuah bangunan di dalam gang. Bangunan itu terlihat kumuh tak terawat.


*Tok Tok Tok


Orion mengetuk pintu.


*Kreek


Seseorang membukanya.


Orion menunjukan papan besi kecil yang dia dapat sebelumnya.


"Masuklah." Penjaga pintu membuka pintunya lebar.


Bagian dalamnya terlihat seperti bar biasa. Bisa dibilang ini bar khusus untuk anggota Golden Blood.


Terlihat sebuah pintu yang menghubungkan bar ke ruang bawah tanah di sudut ruangan.


Kami berjalan menuju pintu itu.


"Berhenti." Seseorang menghalangi jalan masuk.


Tubuh mereka terlihat kekar, terlebih lagi mereka dari ras Beastman.


Pandangan mereka tertuju pada wanita kelinci.


Saat ini wanita kelinci sedang mengenakan jubah yang untuk menutupi wajahnya.


"Apa ada masalah, teman?" Orion merangkul pundak orang itu sambil tersenyum.


Orang itu masih terus menatap wanita kelinci.


*Waph!


Seseorang dari belakang dengan cepat menarik penutup kepala wanita kelinci.


Huh ... sepertinya kami akan bersenang-senang.


*Bugh!


Wanita kelinci langsung berputar dan meninju orang yang menarik penutup kepalanya.


Orang itu terhempas menabrak yang lainnya hingga membentur tembok dengan cukup keras.


"Penyusup!"


Hoh ....


"Mana Shield." Aku mengaktifkan sihir pelindung tingkat 3 untuk menutupi gedung ini sepenuhnya.


Para anggota Golden Blood mengelilingi kami.


Bar ini cukup sempit.


"Jangan menghalangi jalanku!" teriak wanita kelinci.


*Braak!


Wanita kelinci melompat menabrak para anggota Golden Blood menuju pintu ruang bawah tanah.


Woooaaah ... dia sangat bersemangat.


Aku dan Orion mengikuti wanita kelinci yang sudah membuka jalan.


Beberapa dari mereka mengejar kami dari belakang.


Aku bersiap menarik pedangku.


*Crak!


Dengan cepat Orion berputar dan mengayunkan tangannya ke orang-orang itu. Dia terus berputar-putar dan menghasilkan pusaran darah dari orang-orang itu.


Mereka mati oleh serangan Orion.


Mataku tertuju pada kedua tangannya. Orion menggenggam sebuah senjata kecil di kedua tangannya.


Sebuah bilah berukuran kecil berbentuk seperti bulan sabit.


Senjata itu terlihat familiar bagiku.


"Ayo, Nona Alissa." Orion berlari ke arahku.


Ah, aku terlalu memikirkannya.


Kami berdua melanjutkan perjalanan menuruni tangga. Tempatnya lumayan dalam.


Kami terus menuruni tangga dengan cepat.


Pintu keluar telah terlihat.


"Huwaaaaaaa!" Terdengar teriakan dari beberapa orang di luar pintu.


Apa yang terjadi?


Kami telah sampai di pintu keluar.


Aku terkejut dengan apa yang kulihat.


Ratusan mayat bertebaran. Kondisi mayat-mayat itu sangat menyedihkan.


Di tengah-tengah kumpulan mayat itu berdiri seorang gadis yang sedang menatap ke atas.


Dia ....


"Hohoho ... kau terlihat menikmati ini, ya, Melissa," ucap Orion.


Wanita kelinci menolehkan wajahnya pada kami.


Huwaa, wajahnya terlihat seperti psikopat.


"Hei, hei, tenanglah." Orion mengangkat kedua tangannya ke depan.


"Ada apa denganmu, Orion?" Raut wajah wanita kelinci kembali normal.


"Ah- eheem ... bagaiman kondisi di tempat ini?" Orion mengalihkan pembicaraan.


Wanita kelinci sangat sulit untuk dipahami.


"Aku sudah menyelesaikan bagian ini." Wanita kelinci menunjuk ke arah pintu besar di sudut ruangan. "Sepertinya Golden Blood yang tersisa ada di sana,"


Terdengar suara teriakan dari tangga yang kami lewati.


"Mereka mengejar kita," kataku.


Wanita kelinci melompat ke depan tangga.


Tangannya mulai mengeluarkan aura biru.. Wanita kelinci bersiap-siap menunggu para anggota Golden Blood yang mengejar.


Mereka sampai!


"Itu mereka! Jangan biarkan mereka lolos!" teriak salah satu dari mereka.


Jumlah mereka sekitar 20 orang.


Para anggota Golden Blood berlari ke arah kami.


*Brak!


Wanita kelinci langsung menghentakan kaki kanannya ke lantai yang mengakibatkan getaran luar biasa.


Para pengejar itu langsung kehilangan keseimbangan dan terjatuh.


Luar biasa. Dia telihat imut, namun ....


*Crack!


Wanita kelinci langsung melompat memijak kepala mereka satu persatu.


"Huwaaaaaa!"


Para pengejar itu tidak memiliki kesempatan untuk bangun karena wanita kelinci melompat dengan sangat cepat.


Ini pembantaian.


Dia hampir membunuh semuanya.


Sekarang tersisa empat pengejar di barisan belakang.


"T-tidak! Jangan bunuh aku!"


Empat orang itu mencoba kabur dengan menaiki tangga.


*Wush!


Wanita kelinci melompat dengan cepat menutup jalan mereka.


"S-sialan! Serang dia bersamaan!" teriak salah satu dari mereka.


Mereka menyerang secara bersamaan dengan menggunakan pedang.


Penyerang pertama menyerang secara horizontal menargetkan kepala wanita kelinci.


Penyerang kedua dan ketiga menyerang dari sisi kiri dan kanan.


*Crack!


Orion dengan cepat menebas leher orang keempat yang hendak menyerang wanita kelinci.


"Aku tidak membutuhkan bantuanmu, Orion," ucap wanita kelinci.


Dengan cepat wanita kelinci menepis semua serangan dengan telapak tangannya. Tangannya bergerak dengan sangat cepat.


*Crak


Pedang ketiga orang itu hancur.


Mirip seperti Crocell.


"P-pedangku ...." Ketiga orang itu gemetaran.


Wanita kelinci melompat ke depan melewati mereka bertiga.


*Crack!


Tubuh ketiga orang itu hancur berkeping-keping.


Bela diri memang luar biasa.


Wanita kelinci berjalan ke arahku.


Aku ingin sekali melihat stat miliknya.


"Nona Melissa .... berapa levelmu?" tanyaku.


Wanita kelinci berhenti.


Dia menatapku.


Aku tahu ini bersifat privasi, tapi aku benar-benar tak ingin mengintip privasimu. Maka dari itu aku bertanya padamu.


"867," jawabnya.


Eh?


"B-begitu, ya,"


Huh?


Aku melihat ke arah Orion di belakang. Wajahnya sangat terkejut.


Apa dia juga baru tahu tentang ini?


"Tunggu." Wanita kelinci mengangkat tangannya.


Terdengar suara langkah kaki yang tak beraturan. Langkah kaki itu terdengar dari tempat yang ditunjuk wanita kelinci sebelumnya.


Sangat banyak orang.


Muncul empat orang mengenakan jubah berwarna kuning yang menutupi tubuh mereka kecuali kepala.


Beastman, ya. Mereka terlihat kuat.


Di belakang mereka ada ratusan anggota Golden Blood.


Terdengar langkah kaki dari arah yang berlawanan. Tepatnya dari tangga masuk.


Jalan kami ditutup oleh ratusan anggota Golden Blood.


Kami bertiga langsung menempel satu sama lain di tengah-tengah mereka.


Wooaaaah ... ini gawat!


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!


Kalian bisa support Author juga di sini :


https://saweria.co/hzran22