The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Kerajaan Dwarf



Chapter 19 : Kerajaan Dwarf


Sudah lima hari berlalu semenjak orang-orang dari Gereja itu datang. Aku menerima dan memberikan mereka pekerjaan, karena Kerajaan Maphas tidak membutuhkan orang-orang pemalas! Aku tidak meragukan Saintess, dia datang memang murni untuk mencari tempat perlindungan, mereka sama sekali bukan mata-mata. Aku mengantisipasinya dengan memberikan item yang pernah kuberikan kepada Warrior dari Party Pahlawan, untuk berjaga-jaga agar dia tidak dipengaruhi oleh Gereja.


Soal kemampuan Saintess, tidak diragukan lagi, dia memang Saintess tingkat tinggi. Hanya saja MP yang dia miliki sangat terbatas. Itu mungkin karena levelnya yang masih di bawah 300. Kemampuan buff yang dimilikinya memang sangat luar biasa, kekuatanku bertambah sekitar 3 kali lipat. Dan kemampuan spesialnya ... Menggunakan sihir tanpa rapalan! Bagaimana bisa Gereja Suci membuang kartu as mereka?! Sihir tanpa rapalan itu seperti random skill, hanya segelintir orang yang memilikinya. Aku hanya bisa membuatnya tampak seperti sihir tanpa rapalan dengan Delay Magic terlebih dahulu. Lalu, merapalkam sihir dan menggunakannya beberapa saat kemudian. Ini seperti alat penyimpan sihir, bisa digunakan kapan saja.


Kemudian, Asosiasi Perdagangan juga mulai mengirim utusan mereka, serta bahan baku untuk pembuatan senjata. Mereka mengirim bijih besi jenis Mythril. Logam-logam itu cukup kuat untuk menahan sihir serangan tingkat 4. Darimana para bajingan itu mendapatkannya? Aku mengajukan waktu produksi pertama selama dua bulan, dan mereka menerimanya. Aku tidak tahu kapan perang akan dimulai. Sebenarnya ... aku hanya mengatakan omong kosong soal deklarasi perang saat di Kerajaan Rexist, tapi mereka menganggapku serius akan hal itu. Huuh ... Ini memang salahku, sih.


Baiklah, aku akan pergi mencari Dwarf!


"Teleportation."


 ---------------------


Aku pergi ke tempat yang disinyalir merupakan Kerajaan Dwarf.


"Ray bilang ini perbatasan utara antara Wilayah Manusia dan Wilayah Iblis,"


Di sini memang sedikit dingin. Aku tidak merasakan banyak tanda kehidupan di sekitar sini.


Aku melanjutkan perjalananku dengan mengikuti arah tempat yang mengandung banyak Mana. Karena kemungkinan adanya makhluk hidup sangat besar.


Semakin aku mendekati sumber Mana, maka semakin dingin pula udaranya.


Aku sengaja tidak menggunakan skill-ku, agar aku terbiasa dengan kondisi seperti ini. Karena aku menganggap ini seperti latihan.


Tekanan Mananya semakin kuat. Apa aku sudah sampai?


"Huh?"


Sebuah batu besar menghalangi jalanku.


Batu ini mencurigakan. Aku tidak merasakan Mana yang kuat setelah melewati batu ini. Benar-benar mencurigakan!


Aku mengalirkan Mana di tanganku dan menyentuh batu itu.


*Srrrkk


Sihir pertahanan dari batu itu langsung aktif.


Jadi ini benar-benar pintu masuk? Sepertinya mereka belum menyadari kedatanganku. Karena aku hanya menyentuhnya dengan tingkat Mana yang sangat rendah.


"Anti Magic Area,"


Sihir di batu itu perlahan menghilang.


Ini berhasil!


Aku kembali menyentuh batu itu.


Tanganku menembus ke dalam batu. Tidak salah lagi, ini pintu masuknya.


Aku masuk ke dalam batu itu.


*Swing!


Beberapa orang menyambutku dengan pedang yang diarahkan kepadaku.


Mereka Dwarf?!


Ini seperti de ja vu.


Perkiraanku ternyata salah, mereka sudah mendeteksiku walau aku mengalirkan Mana pada tingkatan terendah.


"Siapa kau?!" tanya salah satu Dwarf.


Mereka sangat pendek. Aku jadi ingin menendang mereka!


"Bagaimana kau bisa masuk ke sini?!"


Tenang, tenang, aku tidak boleh menyakiti mereka.


"Maaf telah memasuki wilayah kalian tanpa izin." Aku membungkukan tubuhku.


Salah satu Dwarf yang memiliki penampilan yang berbeda datang kepadaku.


"Apa yang membuatmu datang kemari, Nona?" tanyanya.


"Namaku Alissa Hart, aku berasal dari Kerajaan Penyihir Maphas,"


"Apa itu Kerajaan baru?"


"Benar sekali, Tuan,"


Aku mengeluarkan pedang dengan rune kelas menengah milikku.


"Aku hanya ingin menjalin kerja sama dalam perdagangan dengan Dwarf,"


"I-ini, 'kan?!" Sama seperti Edd, mata Dwarf itu bersinar melihat pedangku.


Suasana menjadi ricuh karena pedang yang kukeluarkan.


"Nona, mari kita bicarakan ini dengan Raja Dwarf,"


Berhasil!


Dia membawaku ke tempat Raja Dwarf berada.


Tapi, ini terlalu mudah. Apa mereka menyembunyikan sesuatu?


Beberapa Dwarf memandangku dengan aneh.


Aku akan ikuti permainan kalian.


"Nona, apa aku boleh melihat pedang yang kau bawa?"


Aku memberikan pedangku padanya.


"Terima kasih, Nona,"


Aku telah sampai di Kota Dwarf.


Bangunannya kecil. Manusia tidak akan bisa memasukinya. Tempat ini sepertinya ada di bawah tanah. Apa mereka mengasingkan diri karena ada sesuatu yang mengancam?


Kami terus berjalan melewati kota.


Aku sama sekali tidak melihat Istana Raja, semua tinggi bangunannya hampir sama.


Huh? Di sana! Aku melihat satu bangunan yang lebih tinggi dari yang lainnya, pasti itu Istana Raja.


Kami semakin menjauh dari kota.


Sudah kuduga, para orang-orang kerdil ini ingin membawaku ke suatu tempat.


Ada sebuah portal di depan kami.


Apa itu portal teleportasi?


"Tuan, ke mana tujuan kita sebenarnya?" tanyaku.


"Silahkan masuk, Nona." Dwarf itu membuka jalan untukku.


Dwarf itu tersenyum padaku.


Aku menuju ke portal itu.


*Brak!


Seseorang mendorongku ke dalam portal.


"Hahaha! Nikmati hari-hari terakhirmu, Nona! Jangan sampai kau dimakan olehnya!" Para Dwarf itu tertawa.


Orang kerdil bajingan!


Portal mulai menutup.


Tempat apa ini? Hutan yang sangat lebat. Dari aura yang kurasakan, hutan ini jauh lebih berbahaya daripada Hutan Hijau.


[Ray,]


[Ada apa, Nyonyaku?]


[Apa kau bisa mendeteksi posisiku saat ini?]


[.... Baiklah,]


Jika Ray bisa menemukan posisiku, berarti aku masih ada di dunia ini.


[Nyonyaku,]


[Bagaimana, Ray?]


[Anda berada di Hutan Forts, itu terletak di Wilayah Iblis,]


Wilayah Iblis?! Apa sudah sejauh itu?


[Baiklah, Ray-]


[Tunggu, Nyonyaku!]


[Ada apa, Ray?]


[Di sana ada makhluk menyebalkan, tolong jangan membunuhnya,]


Aku tidak tahu siapa yang dimaksud oleh kadal itu, pastinya dia juga monster kuat, 'kan?


Apa aku harus kembali ke tempat Dwarf itu? Aku sudah menandai tempatnya. Tapi, aku sedikit penasaran dengan Wilayah Iblis, aku ingin jalan-jalan sebentar.


Aku terbang untuk melihat-lihat.


Wooah ... tempat ini sangat luas.


Huh?


{Remote Eyes:ON}


Tidak jauh dari hutan ini ada perkotaan. Sepertinya ras Iblis ada di sana.


Skill deteksiku merasakan sesuatu mendekat.


Di belakang!


*Ting!


Aku menangkis serangan itu dengan pedangku.


"Hoh ... Kau hebat juga, Nona," ucap orang yang menyerangku.


"Tch. Siapa kau?"


Bajingan ini bisa terbang. Penampilannya ... sepertinya dia Demihuman, tapi aku merasakan aura Naga dari dirinya.


"Bagaimana kalau kita turun terlebih dahulu, Nona?"


Kami turun ke dataran yang tidak lebat.


"Nona, aku merasakan aura yang kuat darimu. Bagaimana? Apa kau tertarik?" Orang itu tersenyum dengan wajah beringasnya.


"Majulah." Aku mengarahkan pedangku ke depan.


"Khuahahaha! Huuuuuuuuuu!"


*Bum!


Dia melepas semua kekuatan penuhnya, sampai pepohonan yang ada di sekitar kami berterbangan.


Bajingan ini, dia memiliki skill Berserk seperti Rony.


*Wush!


Dia menghilang.


Aku memfokuskan seluruh inderaku untuk mempertajam skill deteksi.


Di kanan!


*Slash!


Tangannya dan pedangku saling beradu.


Tubuhnya sangat keras.


Dia terus menyerangku dengan cepat. Aku tidak bisa mengikutinya jika seperti ini.


Tangan kanannya terus mengincar pedangku, dan tangan kirinya terus mencoba menusuk-nusukku.


Sial!


Aku dengan cepat mengambil dagger dari ruang dimensiku dan langsung menepis serangan dari tangan kirinya.


*Ting Ting Ting


Ini sangat sulit, aku tidak bisa menggunakan pedang dan dagger secara bersamaan!


Huh?


Sial! Kakinya!


*Dum!


Dia menendangku ke atas, dan mengejarku.


Dia mengangkat tangan kanannya.


Dia ingin menghantamku ke bawah!


Dia menurunkan tangannya dan memutar tubuhnya.


Itu tipuan!


*Bugh!


Dia menendangku ke bawah.


*Duar!


Aku terhempas ke bawah dengan keras sampai menghancurkan dataran.


"Haah ... aku terlalu berekspetasi tinggi terhadapmu, Nona. Aku akan memakanmu,"


*Bum!


Baiklah.


"A-apa yang-"


*Kreek!


Aku langsung berpindah tepat di depannya dan mencekiknya.


"Kuhk!"


"Fufufufu ... makhluk rendahan sepertimu ingin melukai Ratu ini?"


"L-le-paskan a-ku! Ahk!"


*Bugh! Bugh!


Dia mencoba memukulku.


"Ke-kenapa pukulanku tidak melukaimu?!"


Itu karena defence-ku, dasar bodoh!


Aku masih mencekiknya.


"Le-lepaskan ...."


*Bruk!


Aku melemparnya.


"Uhuuk! Uhukk!"


{Medium Intimidation Aura:ON}


*Bum!


Aku mengusir hewan-hewan di sekitar hutan ini.


"S-siapa kau?" Orang itu menatap tajamku.


Dia tidak terpengaruh?


"Sebelum itu, biarkan Ratu ini membawamu ke suatu tempat,"


*Kreek


Aku kembali mencekik lehernya.


"Uhk!"


"Teleportation,"


 ---------------------


"Apa yang terjadi?!" "Siapa wanita yang sangat mengerikan itu?!"


"Dia membawa seseorang!"


"Bukannya itu si Iblis Naga?!"


Para Dwarf terkejut dengan kedatanganku.


Dasar orang-orang kerdil sialan.


"Fire ball : Mega." Aku membentuk bola matahari yang sangat besar.


"Kurasa ini cukup untuk menghancurkan Kerajaan kalian, para Dwarf,"


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA! 👍