The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Ikatan



Apa yang dilakukannya? Firasatku mengatakan ini akan sangat merepotkan.


"Kami dengan senang hati menerima kutukan Anda." Putri Elf itu menundukan kepalanya.


Heh?! Ternyata benar!


"Putriku! Apa yang baru saja kau lakukan?!"


"Ayahanda, mohon diamlah,"


Hoh ... Dia jadi kasar, ya.


Aku mengulurkan tanganku ke Putri Elf itu. "Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan kepada Ratu ini, Putri Elf?"


Aku harus bersikap seolah mengetahui segalanya!


"Sangat banyak hal yang ingin Saya katakan kepada Anda, Saya akan mengantar Anda ke ruangan pribadi Saya,"


"Pu-putriku ...."


"Ayahanda, jangan khawatir,"


"Baiklah,"


"Y-y-yang Mulia." Erish memanggilku dengan wajah yang sangat menyedihkan.


Aku mengerti keadaan Erish, aku akan menjagamu. Aku juga akan membantunya naik level dengan cepat, Erish tanggung jawabku sekarang, ini semua karena kelalaianku yang terlalu fokus dengan turnamen.


"Tenanglah, Erish." Aku menggenggam erat tangannya.


Kami berjalan menelusuri lorong menuju ruangan pribadi Putri Elf.


Sangat banyak ruangan, aku bisa merasakan energi Mana di setiap pintu ruangan. Seperti tempat penelitian sihir, ya?


"Kita telah sampai, Ratu,"


R-ratu?! Kenapa Putri ini tiba-tiba memanggilku Ratu?!


Kami memasuki ruangan Putri Elf itu.


Dia memang meneliti sihir. Sangat banyak item-item tingkat tinggi di ruangan ini.


"Lalu, apa yang ingin kau katakan?" tanyaku.


"Sebelumnya, Saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama Saya, Shara Tilian Arakano, seperti yang Anda ketahui, Saya adalah Putri dari Raja Elf saat ini, tolong cukup panggil Shara saja, Yang Mulia Ratu,"


"Baik, Shara,"


"Saya sudah menunggu kebangkitan Anda, Yang mulia Ratu." Wajahnya tiba-tiba memerah.


Apa yang terjadi?!


"B-begitu, ya, kau berhak menerima pujianku,"


"Terima kasih, Yang Mulia Ratu,"


Aku ingin menanyakan kepadanya, dari mana dia bisa mengetahui tentang Keres. Sepertinya itu akan mengacaukan aktingku selama ini.


"Yang Mulia memang luar biasa, sepertinya Anda sudah tahu tentang Saya,"


Heh?! Aku tidak tahu! Jangan beranggapan seperti itu!


"Ehemm, begitulah,"


"Baiklah, Saya akan memberitahu walau Anda sudah mengetahuinya,"


Bagus!


"Saya adalah Pimpinan Penyihir di Sekte Hitam, Saya yang mengatur seluruh Magic Caster di Sekte Hitam,"


Heh? Tunggu ....


"Sepertinya ada yang berhasil melepaskan segel Anda, orang itu pasti akan diberkati,"


Apa-apaan ini?! Apa semua Putri Kerajaan di dunia ini adalah anggota organisasi gelap?! Itu sangat tidak cocok!


"Hmm, ya,"


"Y-yang Mulia." Erish kembali memanggilku, kali ini dia sedikit bingung dengan keadaan saat ini.


"Tenanglah, Erish, apa kau kelelahan, kau bisa istirahat jika mau,"


Aku tidak mengerti, tapi, sikap Erish kali ini benar-benar seperti anak kecil yang selalu menempel dengan Ibunya. Itu jauh berbeda dibandingkan saat aku pertama kali bertemu dengannya.


"B-baiklah,"


"Kau bisa tidur di pahaku,"


Aku harus memanjakannya kali ini!


"...." Erish pun tidur di pangkuanku.


"R-ratu!" Wajah Shara memerah lagi.


A-apa dia cemburu?! Aku minta maaf, aku seorang wanita sekarang, aku tidak bisa menerima lamaranmu. Aku menyesali keadaan ini.


"Lanjutkan, Sharah,"


"Baik. Sebelumnya kami sudah mencoba menggunakan segala cara untuk membangkitkan Anda,"


Ini semakin rumit, aku tidak mengerti apa yang dia katakan.


"Begitu, ya, Ratu ini juga tak mengetahui siapa yang melepas segelnya, Ratu ini pasti akan memberinya hadiah yang layak karena kerja kerasnya itu,"


Tiba-tiba wajah Sharah berubah menjadi eskpresi sedih.


Aku melanjutkan perkataanku. "Kalian juga sudah berjuang semampu kalian, Ratu ini akan memberikan hadiah nanti,"


"Terima kasih." Dia langsung tersenyum!


"Jadi, kau dan Putri dari Kekaisaran adalah anggota Sekte Hitam?"


"Putri Kekaisaran? Oh, maksud Anda Putri Anna. Benar, Ratu,"


Putri-putri yang mengerikan!


"Sebelumnya, karena efek dari segel, Ratu ini kehilangan beberapa ingatan, jadi, Ratu ini ingin kau dan Putri Anna membawaku ke Sekte Hitam dan menjelaskan semuanya,"


Yah! Sepertinya alasan lupa ingatan tetap menjadi senjata andalanku!


"L-lupa ingatan?! Apa Putri Anna juga mengetahui ini?!"


"Tidak, nanti dia juga akan tahu,"


"Maafkan ketidaktahuan Saya!"


"Jadi, apa yang sedang kau teliti di sini?"


Cukup banyak item sihir di sini, aku sedikit penasaran.


Heh?! Keres! Kenapa kau memberikan item-item berharga ini?! Dasar payah!


"Eheemm, iya, sepertinya begitu,"


Masih banyak pertanyaanku tentang Sekte Hitam ini. Jika Keres yang membangun Sekte ini, apa alasannya?


"Sepertinya kalian merahasiakan tentang Sekte Hitam di sini?" tanyaku.


"Anda benar, Sekte Hitam dipandang sebagai organisasi jahat oleh seluruh Kerajaan di dunia, mereka tidak mengetahui bahwa Sekte Hitam memiliki tujuan yang sangat mulia!"


Tenanglah, nak! Lagipula nama organisasi ini mengandung kejahatan! Tunggu ... Tujuan?


"Ratu, apa yang akan Anda lakukan sekarang?"


"Untuk saat ini, hanya kau dan Anna yang mengetahui kebangkitanku, jadi rahasiakan ini dari semuanya, Ratu ini masih memiliki tujuan lain,"


Menguasai Dungeon dan menjinakan 12 Penjaga Dunia!


"Baik, Ratu,"


Untuk saat ini, aku harus kembali ke Desa Liche. Soal kutukan Elf? Aku tetap tidak akan mencabutnya. Aku tidak akan tahu bagaimana kondisi Erish ke depannya. Aku yakin Erish memiliki dendam terhadap Elf itu, aku tidak bisa menyangkalnya. Jika dia hamil, semua keputusan ada di tangannya, apa mau dibunuh atau dirawat.


"Sharah, apa masih ada anggota Sekte Hitam lainnya di Kerajaan ini?"


"Hanya beberapa bawahaan Saya, Ratu,"


"Baiklah, Sharah, sebenarnya Ratu ini masih sangat marah dengan tindakan Elf yang menghancurkan Desa Liche dan menculik gadis ini, jika para Elf melakukan tindakan ini lagi, maka Ratu ini akan memusnahkan para Elf,"


"Baik, Ratu, mulai sekarang Saya akan mengendalikan Kerajaan Elf dari belakang layar,"


Aku perlahan mengangkat kepala Erish yang tertidur pulas di pangkuanku, dan menggendongnya di punggungku. Aku tidak tahu apakah ini tindakan yang cocok untuk Keres, tapi, ini semua karena kelalaianku.


A. Kehangatan


Hmmm ...?


Apa ini? Terasa nyaman dan hangat.


Aku membuka mataku secara perlahan.


Apa aku tertidur? Di mana aku? Tempat ini ....


Aku melihat ke sisi kiriku yang dipenuhi dengan pepohonan hijau.


Aku di hutan?


*Clap Clap Clap


Suara langkah kaki yang bersentuhan dengan tanah terdengar olehku.


Aku sepertinya dibawa oleh seseorang.


Aku menolehkan kepalaku sedikit ke depan dan melihat rambut kuning yang menutupi wajahku.


Rambut yang indah, sangat harum, serta kulit yang putih, dan bersih membuatku semakin betah untuk terus bersandar.


"Kau sudah bangun, Erish?"


Suara ini? Suara yang sangat familiar di telingaku. Suara orang yang sudah berulang kali menolongku.


Kepalaku sedikit pusing, tubuhku sedikit berat. Tapi kenyamanan dan kehangatan ini perlahan menelanku dan melupakan semua keluhan tadi.


Aku ingin terus seperti ini selamanya.


B. Lembaran Baru Kekaisaran


Situasi di Kekaisaran saat ini sudah mulai kondusif. Ayahku meninggal dalam kejadian itu, dan Kakakku akan dihukum atas kejahatannya.


Semua orang di Kekaisaran mendesakku agar menjadi Kaisar baru menggantikan Ayahku. Tentu saja aku menerimanya. Aku akan merubah semua pondasi rapuh yang selama ini menopang Kekaisaran.


Semua ini berkat Yang Mulia Ratu. Beliau yang menyelesaikan semua masalah. Iblis yang bekerja sama dengan Kakakku kembali ke Wilayah Iblis, kami tak bisa mengalahkannya. Kondisi Saint hampir sekarat karena bertarung melawan Yang Mulia. Gereja sepertinya tidak akan tinggal diam melihat kondisi ini. Dari awal mereka sudah mulai menyebar ajaran Dewi di Kekaisaran. Kami sudah mengusir beberapa dari mereka.


Aku tidak tahu keberadaan Yang Mulia Ratu saat ini. Beliau menghilang setelah kejadian tersebut dan membawa mayat Elf.


*Tok Tok


Suara ketukan pintu yang langsung menyadarkanku dari lamunan.


"Silahkan masuk,"


"Permisi,"


Itu adalah Pahlawan.


"Tuan Zain,"


"Putri Anna, bagaimana kondisimu?"


"Sudah mulai membaik,"


"Kudengar, Pangeran Matthew akan dieksekusi besok,"


"...." Aku kembali termenung dalam perasaanku.


"Maafkan aku, Putri Anna,"


"Tidak apa, Tuan Zain, aku hanya memikirkan ke mana aku harus membawa Kekaisaran sekarang,"


Aku akan membawa Kekaisaran menuju Yang Mulia Ratu.


"Itu hal yang sangat berat, aku yakin kau bisa melaksanakannya, Putri,"


"...."


"Putri Anna, apa kau tahu siapa Alissa Hart sebenarnya?"


"Tentu saja aku tahu,"


"Benar, 'kah?!"


"Yah, dia dari Keluarga Duke Hart di Kota Arta,"


"Keluarga Hart?"


"Keluarga yang terkenal melahirkan Petualang kuat, seperti Alison Hart, Stephanie Hart, Lilian Rowdy Hart mereka Petualang rank S yang masih aktif hingga sekarang. Keluarga Hart memiliki banyak cabang keturunan, aku sendiri tidak tahu Alissa dari keturunan mana,"


"Jadi begitu, terima kasih informasinya, Putri Anna,"


"Sama-sama,"


Maafkan aku, Yang Mulia! Anda pasti akan mengerti kondisiku yang tidak bisa mengelak dari pertanyaan Pahlawan.


Bersambung ....