The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Monster Rank Legendaris



Chapter 13 : Dungeon Goblin


Aku hanya ingin menjadi Pahlawan yang paling kuat dan mengalahkan Raja Iblis! Karena itu aku dipanggil ke dunia ini. Tapi ... Dunia ini sangat mengerikan. Andai saja aku mempunyai cheat seperti di game, lupakan itu. Aku hanya perlu menaikan level dengan cepat. Buff exp ini sudah cukup bagiku.


Sudah lebih dari dua bulan sejak serangan di Kekaisaran. Saat ini, Putri Annatasya menjadi Kaisar baru. Dan belum ada kebijakan soal memperbaiki hubungan dengan Kerajaan Rexist sampai saat ini. Semoga Putri Annatasya tidak seperti Kaisar sebelumnya. Hubungan Kekaisaran dan Kerajaan Rexist harus segera diperbaiki. Ras Manusia harus bersatu melawan ras Iblis.


Aku, Lucas, Yulia, dan Andrew sedang menuju Dungeon rank B untuk mencari item dan menaikan level. Alex dan Makia saat ini sedang melakukan pekerjaan mereka. Mereka tidak memberitahu pekerjaan apa yang mereka lakukan, tapi, aku akan tetap mempercayai mereka.


Dungeon yang akan kami jelajahi berada di dekat wilayah Kekaisaran. Tepatnya di Hutan Otz. Banyak Goblin berkeliaran di hutan ini. Mereka hanya monster kelas rendah, kecuali jika mereka sudah berevolusi, seperti Hobgoblin, Penyihir Goblin hingga King Goblin. Itu akan sedikit merepotkan.


"Zain, apa kau tahu tentang keributan di Kekaisaran beberapa waktu lalu?" tanya Lucas.


"Tidak, ada apa?"


"Ada seseorang yang membuat keributan saat acara penobatan Putri Anna,"


Bagaimana itu bisa terjadi? Kejadian itu tidak lama setelah aku meninggalkan Ibukota Kekaisaran, 'kan?


"Siapa orang itu?"


"Aku tidak tahu, tapi, dia berhasil mengalahkan hampir seluruh Petualang di sana,"


Siapa dia? Dia pasti sangat kuat.


"Apa tidak ada Petualang rank S di sana?"


"Sebenarnya, orang itu menyerang Petualang rank S dari Keluarga Hart,"


Hart? Mereka kuat, 'kan?


"Bahkan 'mereka' dibuat tunduk oleh orang itu," lanjut Lucas.


Apa kau bercanda? Tunggu ... jika itu Keluarga Hart, apa Nona Hart juga di sana?


"Lalu, apa yang terjadi setelahnya?"


"Aku tidak tahu, sepertinya dia melarikan diri setelah dibuat terpojok,"


"Sungguh menyedihkan,"


Andrew memegang pundakku.


"Apa menurutmu Nona Hart ada di sana?"


Kenapa dia menanyakan itu? Tapi, aku juga penasaran, jika Nona Hart ada di sana, itu sudah cukup untuk melawan orang itu.


"Aku tidak yak-"


*Clap Clap


Yulia menepuk tangannya.


"Baiklah, cukup ceritanya,"


"Yulia, ada ap-"


*Keek


Dia menarik telingaku.


"Fokus ke tujuan kita. Ngomong-ngomong, Dungeon ini berisi Goblin, 'kan?"


"Benar, kemungkinan besar Goblin yang berkeliaran di sini berasal dari Dungeon itu," ucap Andrew.


*Srrk


Sesuatu bergerak di semak-semak.


"Semuanya, bersiaplah." Aku langsung mengeluarkan pedangku.


"KEEEERK!" Beberapa Goblin menyerang kami secara membabi buta.


"Serahkan padaku!" Lucas langsung menyerang Goblin itu.


*Crack!


Goblin itu mati dalam sekali tebasan.


Lucas memang sangat hebat.


 --------------------


"Kita sampai," ucapku.


Kami tepat berada di depan Dungeon.


Aku sudah merasakan aura yang sangat mengerikan dari dalam. Apa itu King Goblin?


Kami mulai memasuki Dungeon.


"Yulia, rapalkan sihir penguat kepada kami," bisikku.


"Baiklah. Physical Boost,"


Buff yang diberikan Yulia sangat luar biasa. Itulah kenapa dia menjadi Magic Caster terkuat ke tiga di Kerajaan Rexist.


Lucas berada di depan kami, aku di belakangnya, sedangkan Andrew dan Yulia saling berdampingan.


Tidak ada pergerakan dari dalam Dungeon.


*Krek


"Hmmm ...?"


Aku menginjak sesuatu.


Bangkai? Ini masih baru! Apa ada seseorang yang memasuki Dungeon ini?


"Goblin-goblin itu tidak muncul sama sekali," gumam Lucas.


"Sepertinya ada seseorang di dalam sana, dia menghabisi Goblin-goblin yang ada di sini,"


"Apa kau bisa mendeteksinya, Zain?"


"Itu akan sangat sulit, Lucas, Dungeon ini diselimuti aura yang sangat gelap,"


"Kita harus tetap maju." Lucas berjalan di depan kami.


Ini sepertinya akan sangat berbahaya. Aku masih tidak tahu apakah orang di dalam adalah teman atau musuh kami. Aku sudah mempersiapkan segalanya. Kekalahanku dari Iblis wanita itu sangat menghancurkan harga diriku sebagai Pahlawan, dan aku tidak ingin kejadian itu terulang kembali. Paling tidak, aku bisa berada pada level kekuatan yang sama seperti Nona Hart. Bohong rasanya kalau aku tidak tertarik padanya. Apa yang aku pikirkan?! Aku harus fokus!


"Kenapa kau melamun, Zain!" teriak Yulia.


"Yulia, kecilkan suaramu." Andrew terlihat panik karena Yulia.


"Maafkan aku, Yulia,"


 -------------------------------


Kami terus menyusuri Dungeon ini hingga ke bagian terdalam. Dungeon ini terlalu besar untuk ditinggali Goblin.


Sangat melelahkan. Seperti berjalan tanpa tujuan. Ini jauh lebih melelahkan daripada melawan Goblin.


"Kita harus berhenti sebentar, sudah lebih dari dua jam kita berjalan menyusuri Dungeon ini," ucap Andrew.


"Sabarlah, Lucas, aku yakin dia sedang melawan King Goblin di sana," kataku.


"Apakah dia bisa mengalahkannya?"


"Entahlah,"


Perjalanan kali ini sangat mengecewakan. Kami tidak menemukan apa pun di Dungeon ini. Orang macam apa yang memungut semua drop item dari seluruh monster di Dungeon ini?! Apa dia membawa tas besar?


*Dum Dum Dum


Terdengar suara langkah kaki dari bagian dalam.


Eh? Suara langkah kaki? Jangan-jangan?!


"Semua bersiaplah!" Aku langsung mengangkat pedangku.


Sesosok raksasa muncul dari kedalaman Dungeon yang sangat gelap. Kami masih bisa melihat berkat sihir Yulia.


"I-itu?!" Lucas terkejut melihat sosok tersebut.


Ternyata sosok tersebut adalah King Goblin.


Dia sangat besar. Dia memegang senjata seperti pisau pemotong daging.


Tunggu ... di mana anak buahnya? Apa dia berhasil mengalahkan orang itu? Anak buahnya menjadi korban?


"KOOOOOAAAARK!"


King Goblin berlari ke arah kami.


"Fire Ball Brust!" Yulia langsung melancarkan serangan sihir bertubi-tubi.


*Duar! Duar! Duar!


"KOOOAAARK!" King Goblin itu masih bisa bertahan dari serangan Yulia.


Daya tahan yang luar biasa.


"Baiklah, serahkan dia kepadaku." Aku langsung berlari menuju King Goblin itu.


"Hati-hati, Zain!" Yulia masih terus melempar sihirnya.


King Goblin mengayunkan senjatanya ke arahku.


Aku menghindarinya.


Serangannya lambat, tapi, jika terkena sekali saja aku bisa menjadi daging cincang.


Aku berlari secara zig-zag untuk membuat King Goblin bingung.


"KOOOOAAARK!"


*Dum!


King Goblin mulai menyerang secara membabi buta.


Dia mulai kacau. Ini kesempatanku!


Aku melompat ke samping dan berlari menuju bagian perut bawah King Goblin yang sangat terbuka.


"Haaak!"


*Crack!


"KOOOOAAAARK!"


Aku berhasil menebas perutnya.


Lukanya tidak terlalu dalam. Dia sedang teralihkan!


"Yulia, sekarang!"


"Fire Spear!" Yulia mengluarkan sihir serangan berbentuk tombak api.


*Buuush!


Sihir berbentuk tombak api itu langsung mengarah tepat ke dada King Goblin. Api langsung membakar tubuhnya.


"Apa itu membunuhnya?"


"Belum, Tornado Slash!" Aku langsung menyerangnya untuk mengakhiri pertarungan.


*Crack!


Serangku membela tubuh King Goblin menjadi dua bagian.


"Hanya ini?" ucapku.


"Zain, apa kau tidak merasakan hal aneh?" tanya Andrew.


"Tentu saja, aku masih tidak mengerti kenapa dia menghampiri kita sendirian,"


"Bukan itu, aktifkan skill pelacakmu,"


Aku mengaktifkan skill pelacak untuk mencari tahu apa yang ada di dalam Dungeon.


"Aku tidak bisa melihatnya, terlalu banyak aura yang menutupi tempat itu,"


"Ayo maju!" teriak Lucas.


"Hey, Lucas! Jangan gegabah!"


Sialan, kami ikut mengejar Lucas.


 ---------------------------


Nama : Raymond


Umur : 278


Ras : Dragon


Level : 1000


Heh? Kau pasti bercanda, 'kan? Levelnya ...?


"I-i-tu?" Lucas gemetaran melihat makhluk itu.


Yulia menangis sambil melebarkan matanya.


Andrew terdiam tak berdaya.


"Ke-kenapa ada Naga di sini?" Aku memberanikan diri untuk berbicara.


"AKU SUDAH MENUNGGU KEDATANGANMU, PAHLAWAN."


Dia bisa berbicara? Terlebih lagi, dia tahu siapa aku? Apa yang harus kulakukan sekarang?!


Bersambung ....