The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Tamu Yang Mengejutkan



"Yang Mulia sangat rendah hati," ucap Erish.


Ini menggelikan!


"Eheem ... sudahi omong kosongnya. Erish, aku akan tetap mempercayaimu untuk urusan perdagangan,"


"T-tapi, bagaimana dengan Asosiasi Perdagangan, Yang Mulia?"


"Jangan pikirkan itu, lakukan saja perintahku,"


"Baik!"


"Aku pergi dulu,"


 ------------------


Aku kembali ke Ibukota. Rasanya lebih nyaman di sini saat melihat para undead itu bekerja.


"Huuuh ...."


Melelahkan. Sekarang, bagaimana cara untuk memproduksi senjata Rune secara besar-besaran, ya? Jika mengandalkan penyimpananku, itu tidak akan cukup. Aku perlu bantuan seseorang yang memiliki job class seperti Blacksmith atau Runesmith. Dan sudah pasti Dwarf-lah yang memiliki job class itu.


Edd bilang Dwarf menyembunyikan diri mereka tanpa alasan yang jelas. Senjata-senjata yang ada saat ini hanyalah produksi dari penempah-penempah biasa. Sangat disayangkan.


"Hmmm ...."


Bagaimana jika membuat kerjasama dengan Dwarf.


"Tidak, tidak,"


Posisi mereka saat ini tidak diketahui. Tunggu, mungkin Ray tahu di mana lokasi Dwarf? Sepertinya aku harus bertanya padanya.


[Ray,]


[....]


[Ray,]


Kenapa dengan kadal ini?!


[RAY!]


[Huaaa! Siapa itu?!]


Kadal sialan!


[Ray,]


[N-nyonyaku?!]


[Apa yang sedang kau lakukan?]


[M-maaf, Nyonyaku, aku sedang beristirahat,]


[Huuh ... jadi, bagaimana perkembangannya?]


[Saat ini, aku sudah menandai 10 lokasi, Nyonyaku,]


[Kerja bagus, Ray,]


[Terima kasih, Nyonyaku,]


[Ray, apa kau mengetahui lokasi Dwarf?]


[Gelarku sebagai Naga Pengembara bukan sebuah omong kosong, Nyonyaku,]


Benar-benar menjengkelkan!


[Mereka ada di perbatasan utara, tempat itu sangat dingin,]


[Itu berita bagus, Ray, cepat tandai lokasinya, aku ingin pergi ke sana,]


[Tenang, Nyonyaku, aku sudah menandainya. Aku berpikir kita bisa memanfaatkan Dwarf, mungkin Anda tertarik berbisnis dengan mereka,]


Wah, dia sudah memikirkannya, ya.


[Kirimkan lokasinnya sekarang,]


[Baik!]


Dwarf. Aku penasaran dengan kemampuan Dwarf di dunia ini. Saat di game, aku sangat suka dengan keahlian menempah. Aku sering memberi biji besi kepada NPC Dwarf untuk membuat senjata bagus. NPC Dwarf lebih jujur daripada para Player yang sering memalsukan stat pada senjata, dan menjualnya dengan harga tinggi, mereka memang bajingan!


Huh?


Aku merasakan aliran sihir teleportasi.


"Master." Daisy datang menemuiku.


"Ada apa, Daisy?"


"Aku merasakan aura suci yang menuju ke sini,"


Aura suci?


Aku mengaktifkan skill deteksiku.


Ternyata benar. Tapi, dari cara mereka berjalan, sepertinya mereka penyusup. Daisy yang merupakan Undead sangat sensitif dengan kekuatan suci, tanpa skill pun Daisy bisa merasakannya.


"Bagaimana, Daisy, apa kita harus menyambut mereka?"


Daisy menganggukan kepalanya.


Baiklah, mari kita lihat apa tujuan para Anjing Gereja itu.


Kami ber-teleport tepat di hadapan mereka.


Orang-orang itu panik.


"Tenanglah, kalian!" ucap seorang wanita di barisan depan.


Dari gayanya, sepertinya dia yang memimpin mereka.


Daisy mengeluarkan aura gelapnya.


"Jangan takut! Gunakan sihir suci kalian!" Orang-orang itu semakin panik.


Melawannya dengan pertahanan suci, ya. Sepertinya berhasil, Daisy hanya menggunakan aura yang sedikit, sih. Jika mereka menggunakan sihir suci, itu artinya identitas Daisy yang seorang Undead sudah diketahui.


Daisy berpindah ke barisan paling belakang mereka.


Daisy meremas kepala salah satu dari mereka.


"Soul Infiltration." Daisy merapalkan sebuah mantra.


"Ahg!" Seketika tubuh orang itu mengering dan menghitam.


Itu sihir tingkat 11 yang bisa mengubah jiwa menjadi Mana. Aku pernah menerima serangan sihir itu saat melawan Daisy, damagenya cukup besar.


"Apa-apaan itu?!" "D-dia monster!"


Orang-orang berhamburan meninggalkan posisi mereka.


"Dark Prison." Sihir hitam yang membentuk penjara besar menutup pergerakan mereka.


"Tenang semuanya!"


*Swing


Seseorang mengarahkan pedangnya ke leherku dari belakang.


"Jangan bergerak!"


Hoh ... aku disandera?


"Apa yang kalian inginkan?" tanya Daisy.


"Perkenalkan, namaku adalah Sylvia Reizt, mantan seorang Saintess dari Gereja Suci." Wanita yang terlihat seperti pemimpin rombongan memperkenalkan dirinya.


Mantan? Tunggu ... dia bilang Saintess?!


"Apa yang membuat seorang Saintess datang ke sini?" tanya Daisy.


Huh?


"Perlindungan?"


"Benar, Yang Mulia, kepercayaan kami terhadap Gereja Suci sudah hilang. Itu semua karena Uskup Agung memiliki rencana yang bisa membahayakan kelangsungan hidup di dunia ini,"


"Apa maksudmu?"


"Dia ingin kembali menjadi ras Malaikat dengan mengorbankan setengah penduduk dunia,"


Daisy tampak kebingungan mendengarnya.


Aku lupa, Daisy tidak terlalu mengerti dengan dunia ini.


"Lepaskan Perdana Menteriku," ucap Daisy.


*Crk


Bajingan ini semakin menekanku.


*Crank!


Aku meremas pedang yang menahanku hingga hancur.


"Ba-bagaimana bisa?" Orang itu terkejut.


"Yang Mulia Ratu, Anda bisa kembali ke Istana, Saya akan mengatasi hal ini," ucapku.


"Baiklah,"


Sihir gelap yang mengurung kami perlahan menghilang, dan Daisy pun pergi.


"Apa kita bisa berbicara di tempat yang nyaman, Nona Sylvia? Aku akan mengantarmu." Aku berjalan menuju rombongan.


"Baiklah,"


Aku mengaktifkan sihir teleportasi berskala besar dan membawa mereka ke Aula Istana.


"I-ini ... Teleportasi! Dan juga, bagaimana bisa membawa kita semua sekaligus?!" ucap salah satu orang Gereja.


"Siapa sebenarnya Anda?" tanya Sylvia.


Sylvia berbicara formal?


"Maaf, aku belum memperkenalkan diri ... namaku Alissa Hart, Perdana Menteri Kerajaan Penyihir Maphas,"


"A-alissa Hart? Orang yang menyelamatkan Kerajaan Rexist itu? Suatu kehormatan bisa bertemu Anda secara langsung, Nona Hart,"


"Bicaralah seperti biasa, Nona Sylvia, aku tidak keberatan. Silahkan duduk, para pelayan akan membawakan minuman sebentar lagi,"


Mendengar ceritanya tadi, si Uskup Agung ingin merubah rasnya menjadi Malaikat. Apa tujuan dia sebenarnya? Jika dipikirkan lagi, Pemimpin Sekte Hitam sudah berubah menjadi Malaikat Hitam, itu berarti ras sebelumnya yang dia miliki adalah Malaikat. Jadi, manusia biasa bisa merubah rasnya ke tingkat yang lebih tinggi dengan pengorbanan besar, ya? Hmmm ... ini menarik.


A. Sosok Yang Terlupakan


Aku datang ke sini untuk mencari tempat perlindungan. Karena Gereja menganggapku sebagai penghianat dengan menargetkan kepalaku sebagai imbalan. Andai aku tahu lebih awal rencana Uskup Agung, mungkin aku tidak akan pernah menjadi Saintess. Aku salah dengan memilih bergabung dengan Gereja Suci. Seharusnya aku bergabung dengan Sekte Hitam dari awal.


Kerajaan Penyihir Maphas. Nona Hart dan Ratu Daisy dengan mudah mengalahkan Uskup Agung, bahkan berkah Dewi tak mampu mengalahkan Ratu Daisy. Itu mengingatkanku dengan sosok "itu".


Dan orang yang ada di hadapanku ini, dia yang mengalahkan Naga Hitam sendirian. Itu sangat mustahil untuk manusia. Auranya bahkan lebih mengancam, lebih dari Ratu Daisy, siapa dia sebenarnya?


*Kreek


Pintu terbuka, dan sesosok makhluk masuk ke ruangan.


"I-itu?!" "N-nona Sylvia, apa kita batalkan saja ini?!" ucap salah satu orangku.


"Diamlah!"


Makhluk itu adalah Undead tingkat tinggi, aku bisa merasakannya.


"I-itu, Sweet Slaughter, Nona," lanjut Nona Hart.


Huh?


Sweet Slaughter?! Tenang-tenang ... undead itu bisa menghancurkan sebuah kota kecil dengan sekali serangan. Apa mereka semua makhluk panggilan Ratu Daisy?


Beberapa pelayan mengikuti makhluk itu dan meletakan minuman di meja yang sangat besar ini.


Pelayan-pelayan itu memiliki wujud seperti manusia, tapi, aku yakin mereka bukan manusia.


"Silahkan diminum." Nona Hart mengambil minumannya.


Aku dan Nona Hart menggunakan meja kecil yang hanya muat dua orang, dan sisanya berada di meja besar. Aku setuju dengan ini.


"Terima kasih atas jamuannya, Nona Hart,"


Aku menyeduh teh hangat yang belum pernah kulihat sebelumnya.


Ini sangat enak!


"Jadi, keuntungan apa yang kami dapatkan jika menerima kalian?"


"Uhuuk ... uhuuk!" Aku langsung terkejut. "Eheem, Nona Hart, walau tidak seberapa, namun orang-orang kami sangat ahli dalam sihir suci dan penyembuhan. Dan seperti yang telah kita lihat sebelumnya, para prajurit kami memiliki kemampuan yang cukup bagus,"


"Hoooh ... tapi kami sudah memiliki itu semua, lho,"


Itu benar, pasti tawaran ini tidak akan cukup. Aku harus menggunakan pilihan terakhir.


"Apa Anda lupa bahwa Saya masihlah seorang Saintess, walau posisi itu sudah dilepas sekarang. Tapi, kemampuan Saya tidak akan menghilang,"


"Kemampuan apa itu?"


T-tubuhku ... rasanya seperti sesuatu meraba-raba tubuhku.


"Eheem ... Saya memiliki sihir pemulihan tingkat tinggi, dan sihir pendukung tingkat tinggi. Dengan sihir pendukung, kekuatan Anda akan bertambah berkali-kali lipat dari biasanya,"


"Apa kau serius?"


"Iya, Nona,"


"Gunakan kepadaku,"


"Baiklah,"


Ini sangat mudah.


Aku merasakan tekanan besar.


A-apa ini? Kenapa aku merasa seperti akan mati jika bergerak? Tidak! Aku pasti bisa.


Sihir ini tidak memerlukan rapalan, ini salah satu keunggulan Saintess.


Cahaya putih mengelilingi Nona Hart.


Sepertinya berha-


"Heh?"


*Bruk!


Aku terjatuh.


Kesadaranku masih ada, hanya saja aku tidak bisa menggerakan tubuhku.


"Nona Sylvia!" Beberapa orang membawaku ke sofa di sudut ruangan.


Manaku ... habis. Tapi, kenapa aku masih hidup?


Aku melihat Nona Hart tersenyum.


Siapa dia sebenarnya?


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA! 🤙