
Keduanya bersiap melanjutkan pertarungan. Rayna dan Blad sama-sama mendekat.
Blad melayangkan pukulan pertama dengan tangan kanannya, knucklenya langsung terbakar di saat yang bersamaan. Rayna menepisnya dengan teknik block yang berpusat di pergelangan tangan kanannya. Suara dentumannya terdengar nyaring.
Rayna mengambil kesempatan itu untuk meninju perut Blad dengan sarung tangan durinya, namun Blad menepis pukulan Rayna ke bawah. Blad mengangkat kaki kanannya, Rayna reflek menghindar dengan mengangkat kepalanya ke atas, ia langsung mendorong perut Blad dengan kedua kakinya dan langsung mendorong tubuhnya, Blad terhempas beberapa meter, tujuan Rayna adalah memperlebar jarak di antara mereka.
Dia benar-benar dalam posisi yang tidak menguntungkan, satu-satunya cara hanyalah memperlebar jarak. Terdengar memalukan, tapi hanya itu caranya. Terlebih lagi Blad bisa meredam pukulan Rayna dengan teknik blocking miliknya, asalkan blocking-nya tepat, perbedaan kekuatan fisik bukanlah masalah.
Poni Rayna sedikit terbakar karena serangan knuckle api tadi. Sepertinya dia dalam mood yang buruk.
Rayna menarik duri di sarung tangannya. Dia mengangkat tangan kanannya ke arah Blad.
"Khuahahahaha! Apa kau sudah menyerah, Nona?! Kau benar-benar tidak berbakat dalam bela diri! Ibumu pasti malu melihatnya!" Blad mulai memancing emosi Rayna.
"Merusak rambutku, dan sekarang kau menghina Ibuku. Aku tidak akan menahan diri lagi! Presetan tentang membuat Crocell terkejut, aku akan membunuhmu!"
Ah, jadi ini alasan dia meladeni Blad, semata-mata ingin membuat Crocell terkejut. Yah, jika melihat sifat Crocell, dia justru akan meledek Rayna nantinya.
"Khuahahahaha! Ini dia! Serang aku dengan kekuatanmu yang sesungguhnya!" Blad tertawa sembari mengambil kuda-kuda bersiap untuk menggunakan tekniknya.
Lingkaran merah menyala muncul di bawah kaki Blad, cahaya merah itu semakin terang.
"Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!" Blad mengumpulkan energi besar di tangan kanannya. "Terima ini!" Blad langsung mengayunkan tinjunya ke arah Rayna, jarak mereka cukup jauh untuk bisa melakukan tinju seperti itu.
Jika bukan serangan jarak dekat, maka ....
*Bum!
Ledakan besar terjadi tepat di depan tangan kanan Blad. Ledakan itu merambat menuju ke arah Rayna dengan cepat.
"Itu menganggumkan, tapi ...." Lingkaran sihir muncul di telapak tangan kanan Rayna. "Holy Blasted."
Rayna menembakkan sihir cahaya yang terlihat seperti laser. Sihir itu membelah pukulan Blad dan menghentikan langsung efek ledakannya. Laser cahaya itu langsung melubangi dada Blad.
"Kau menggunakan sihir cahaya tingkat rendah seperti ini? Khuahahahahaha! Jangan berca--eh?"
Sinar laser itu langsung membesar dan menelan tubuh Blad sepenuhnya.
Holy Blasted, sihir cahaya tingkat 15. Memiliki jangkauan yang luas tergantung jumlah MP yang dimiliki. Rayna termasuk salah satu NPC yang memiliki MP cukup banyak. Namun, karena Rayna undead, ada bayaran yang harus dikeluarkan ketika menggunakan sihir ini, yaitu konsumsi MP lebih banyak dari penggunaan normal, dan dia hanya bisa menggunakannya satu hari sekali.
Blad sudah dipastikan telah mati hangus terbakar. Sekarang yang tersisa adalah ....
Aku mengecek keberadaan Vlad. Tapi Vlad tidak ada di tempatnya sekarang.
Bajingan itu menghilang, itu wajar baginya untuk melarikan diri dengan keadaan seperti itu.
Hmmm ... sekarang apa yang harus kami lakukan? Semuanya tidak sesuai dengan rencana, mereka hanya ingin merampok kami. Aku bisa menganggap mereka masih ingin bekerja sama dengan Satan, 'kan?
*Bruk
Delila jatuh tak sadarkan diri karena kejabism MP.
"Delila!"
Sial! Seharusnya aku menyadari saat Delila mencoba menelan tempat ini tadi!
Aku langsung memangku Delila di pahaku. Kondisinya terlihat terlihat memprihatinkan, wajahnya pucat.
Menelan tempat sebesar ini di dalam ruang dimensi memang sangat memakan banyak MP, tapi aku tak mengira akan menggunakan seluruh MP-nya seperti ini.
Aku harus mengirimnya ke Kerajaan Maphas. Apa aku bisa menggunakan Gate?
"Gate." Aku merapalkan sihir Gate.
Sebuah portal muncul di hadapanku.
Ini memang berhasil, tapi aku sama sekali tidak mengetahui kordinat yang akan dituju, kekuatanku sepertinya tidak cukup untuk menentukan kordinat tujuan karena terlalu jauh.
"Rayna, kemarilah!"
"Baik, Ibu."
Rayna bergegas berlari menuju ke tempatku. Namun, tak lama setelah itu ... ada sosok besar muncul di belakangnya.
"Rayna, awas!"
Rayna menoleh ke belakan.
*Dum!
Wajahnya langsung terkena hantaman keras sebelum mengetahui siapa sosok di belakangnya. Serangan itu mengarah ke bawah, tubuh Rayna langsung terhempas hingga ke bawah tanah. Dataran di tempat ini langsung hancur lebur.
Aku terbang menjauh dari tempat itu sambil membawa Delila, sedangkan Daisy menggunakan sihir pelindung padaku.
"Master, kita harus pergi dari sini," ucap Daisy.
Siapa makhluk besar yang menyerangnya tadi? Aku tak bisa melihat apa pun karena kepulan asap yang sangat tebal. Tapi aku melihat percikan api yang muncul dari dalam tempat itu. Percikan api muncul dengan cepat di berbagai tempat di dalam kepulan asap itu.
Aku mencoba mendeteksi apa yang ada di dalam kepulan asap itu.
Terlihat!
Ada dua orang yang sedang beradu pedang, serangan dari keduanya sangat terukur dan intens. Salah satu dari mereka adalah Rayna, dia melawan makhluk besar yang menyerangnya tadi.
Tunggu, sepertinya makhluk itu terlihat tidak asing bagiku. Ada potongan jubah yang sama dengan jubah milik Vlad di tubuh makhluk itu.
Tidak mungkin, apa dia adalah Vlad?
Kepulan asap menghilang karena salah satu dari mereka menebas pedang dalam sekali gerakan. Terlihat Rayna dan Vlad dalam posisi bersiap, keduanya mengeluarkan aura penuh mereka. Terutama Vlad, dia terlihat berbeda dengan sebelumnya.
Aku tahu dia kuat, tapi aku tak berpikir dia bisa menyamai Rayna. Dari mana kekuatan besar itu berasal?
Tubuh Vlad yang besar itu perlahan terbakar oleh api, rambutnya, pakaiannya, kecuali tubuhnya semua hangus terbakar.
Bagaimana dia bisa bertahan dalam api besar seperti itu? Tunggu, sepertinya aku mengingat sesuatu tentang tubuh terbakar api.
"Tidak mungkin."
"Ada apa, Master?"
Dia sangat mirip dengan ... Satan. Setelah tubuhnya terbakar, kekuatannya meningkat pesat, bahkan melewati Rayna.
"Ini bahaya! Daisy, ayo kita bawa Rayna kembali!"
Daisy menyelimuti area tempat pertarungan itu dengan kabut hitam, dan secara bersamaan ribuan sekeleton muncul dari bawah tanah.
"Daisy, pergi bawa Delila jauh dari tempat ini, aku akan membawa Rayna."
"Tapi, Master ...?"
"Pergilah!"
Daisy pun pergi membawa Delila.
Maaf sudah membentakmu, Daisy.
Aku langsung turun masuk ke kabut hitam, aku tahu posisi Rayna, jadi kabut ini bukan halangan bagiku.
Rayna terlihat diam mematung, wajahnya sangat tertekan.
Aku menyentuh pundak Rayna. "Rayna, ayo pergi dari sini! Vlad menggunakan serpihan kekuatan Satan!"
"I-ibu? Apa yang Ibu lakukan di sini?"
Aku langsung menarik tangan Rayna, namun Rayna tak bergerak se-inchi pun.
"Tidak, Ibu. Ini kesempatan kedua untuk membalaskan dendam pada makhluk itu."
*Plak!
Aku menampar pipi Rayna.
Sial! Aku tak ingin dia mengalami kejadian yang sama seperti waktu itu!
Aku menganggam tangan Rayna dan mulai merapalkan sihir. "Teleportation."
Kami berpindah ke bukit tempat pertama kali kami menginjakkan kaki di tempat ini.
Daisy dan Delila sudah terlebih dahulu berada di sana.
"Rayna, rapalkan Gate segera."
"Gate."
Kami masuk ke dalam Gate, tujuannya adalah Kerajaan Mystick.
Tubuhku tersungkur ke depan, seseorang mendorongku dari belakang, aku menabrak Daisy yang sedang membawa Delila.
"Apa yang--"
Rayna terlihat masih berada di luar Gate, dengan pedang Souldrake di tangannya. Dia mengenakan mode full armor, serta aura merah membara yang keluar dari tubuhnya. Sorot matanya terlihat sangat tajam, sampai membuatku takut.
"Rayna!"
Gate pun tertutup.
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA!