
Chapter 7 : Turnamen Yang Sangat Merepotkan
Kami menginap di Desa Sige. Rasanya tak enak jika pergi begitu saja, jadi kami menginap. Ray mengatakan bahwa 12 Penjaga Dunia dalam kondisi lemah. Seperti ada yang menahan mereka. Bahkan dalam kondisi terlemah saja bisa mengalahkan Naga rank S, aku jadi penasaran dengan stat mereka. Ngomong-ngomong, Ray berasal dari suku Naga Hiam yang katanya salah satu jenis terkuat. Mereka dibagi menjadi 3 jenis : Merah, Hitam, dan Putih. Ray saat ini dalam wujud manusianya. Aku sempat terkejut karena kemampuannya tersebut, aku ingin memujinya dengan berteriak, wow itu sangat keren! Ah, lupakan itu.
Hari sudah pagi, kami akan kembali ke Ibukota Kekaisaran.
"Nyonyaku, kita akan segera pergi." Ray datang dengan menggunakan pakaian kepala pelayan.
Huh ... Dia memang sangat keren! Apa aku harus memanggilnya Sebastian mulai sekarang? Ah, sayang sekali penampilannya bukan pria tua.
Nama : Raymond
Umur : 278
Ras : Dragon
Level : 493+507
"Baiklah, Ray, persiapkan semuanya,"
Dan kemudian hal yang memalukan terjadi.
"Apa Dewi akan segera pergi?"
"Benar, aku ingin menemui para pengikutku yang lainnya,"
"Betapa bahagianya!" Orang-orang terharu.
"Aku akan memberikan sebuah barang yang bisa melindungi kalian, dan aku akan selalu memantau kalian dari situ, jaga baik-baik,"
"Terima kasih, Dewi!"
Mereka tiba-tiba bersujud ke arahku! Huwaaa! Apa-apaan ini?! Ini sangat memalukan!
"Ray, Hawk, Erish! Pegang tanganku!"
"Ba-baik!"
"Teleportation!"
Akhirnya aku bisa pergi dari sana. Benar-benar sangat memalukan! Apa Dewi itu juga mengalami hal yang sama? Bagaimana cara dia menahan rasa malu itu?! Huh ... Untuk berjaga-jaga, aku memberikan item kelas A untuk memantau mereka nantinya. Item itu juga bisa memunculkan golem yang akan aktif jika desa dalam bahaya.
Ngomong-ngomong, kami ber-teleport di dekat Ibukota. Kami pergi ke Guild Petualang untuk melaporkan quest yang telah selesai. Dan melaporkan tentang Orc, kemudian minta ganti rugi untuk kelalaian Guild memberikan quest yang tidak sesuai. Setidaknya uang kami bertambah. Aku tak bisa terus bergantung pada Erish, aku bahkan tak tau dia dapat uang dari mana. Mungkinkah dia? Ah, lupakan ....
"A-alissa, apa yang akan kita lakukan tentang Raymond?" tanya Erish.
"Raymond hanya seorang pelayan, orang tak akan memperhatikannya,"
Kami sampai di Guild Petualang. Berjalan menuju meja resepsionis untuk melaporkan quest dan meminta ganti rugi.
"Hei, kalian lihat itu? Apa mereka Bangsawan?"
"Mereka punya pelayan pribadi, apa mereka anak manja?"
Aku bisa mendengar kalian, dasar sialan!
"Nona Lily, kami ingin melaporkan tentang quest yang kami kerjakan, dan ada sedikit protes dariku,"
"A-a-ah, b-baiklah, aku akan memberi tanda quest terselesaikan, silahkan letak barang buktinya di meja. T-tapi, jika ingin protes, kalian bisa temui Guild Master di lantai dua,"
"Hei, gadis kecil, siapa kau yang berani-beraninya menyuruh Nyonyaku menemui orang rendahan seperti itu,"
Apa-apaan sikap kadal ini!
"Ray, diamlah,"
"Baik, Nyonyaku,"
"Maafkan aku, Nona Lily,"
"B-b-b-baik! Aku akan mengantar kalian,"
*Tok tok
"Masuklah." Guildmaster melihat ke arah kami. "K-kalian? Ehemm ... Silahkan duduk,"
"Kami ingin minta ganti rugi,"
"Untuk apa?"
"Quest tentang Pemusnahan Ogre ternyata berisi para Orc,"
"Bukannya mereka di tingkatan yang sama?"
"Tapi, kami melawan Orc King," jawabku.
"Benar, 'kah?"
Waah, wajahnya tidak terlihat terkejut sama sekali.
"Beri 100 koin emas sekarang,"
"Jika tidak?"
"Hoh? Kami akan merusak nama besar Guild ini,"
"Sangat menarik, Nona! Hahahaha!"
Bajingan ini kenapa tertawa?!
"Aku punya penawaran terbaik." Guildmaster meletakan tangannya di atas meja.
"Apa itu?"
"Aku akan memberimu 400 koin emas!"
"Aku bisa menebak akan ada syarat darimu,"
"Hahahaha! Sesuai dugaanku! Kau memang menarik, Nona!"
"Katakan, apa syaratnya?"
"Ikutlah turnamen sebagai perwakilan Guild ini,"
"Beri 600 koin emas, aku akan langsung mendaftar,"
"Sepakat!"
Eh, turnamen apa yang dia maksud? Bajingan! Aku termakan omongannya!
---------------------------
Kami kembali ke penginapan.
"Nyonyaku, apa kau benar-benar akan ikut turnamen rendahan itu?"
"Ah, itu, aku hanya ingin melihat kekuatan orang-orang di sini, mungkin di antara mereka ada yang bisa menarik perhatianku,"
"A-alissa, apa yang harus kami lakukan sekarang?" tanya Erish.
Aku merasakan ada orang yang sedang mengawasi kami. Siapa mereka? Apa penyamaranku sudah terbongkar?
{Remote Eyes:ON}
Mereka Assasin, ya? Apa ada yang sudah mengetahui identitas kami? Huh ... Cukup bersikap biasa saja.
Kami masuk ke penginapan seperti biasanya untuk mengurangi kecurigaan mereka. Karena ini masih pagi, kami sarapan di penginapan. Kami tak sempat makan apa pun di desa karena kejadian memalukan itu.
"Ini makanannya, selamat dinikmati!" Seorang pelayan menghidangkan makanan di meja kami.
Akhirnya aku bisa makan dengan nikmat kali ini. Selamat makan! Aku, Erish, dan Hawk mulai makan. Kalian bertanya di mana Raymond? Aku meyuruhnya untuk mencari lokasi 12 Pelindung Dunia, agar aku bisa teleport ke sana. Karena aku tidak bisa teleport ke tempat yang belum pernah aku kunjungi. Karena aku sudah terhubung dengan Raymond, maka di manapun dia berada, aku bisa mengetahuinya. Jadi Raymond bertugas menebar tanda di berbagai tempat untuk mempermudah teleport.
*Kring Kring
Suara lonceng pintu yang dibuka.
"Tuan Putri, mereka mungkin sibuk,"
"Tenanglah, Janet,"
Apa pelayan itu bilang Putri? Maksudmu, Putri dari Kaisar? Apa yang dia lakukan di sini? Oh, aku ingat, di sini ada Pahlawan itu. Huh ... Dia sangat cantik. Dasar Pahlawan sialan! Dia berencana menambah harem!
Eh, jika Pahlawan melihat kami, apa yang akan dia lakukan? Jika dia ingin mengajakku bertarung, apa aku harus membunuhnya? Oh, tidak! Dewi akan curiga nanti. Terserahlah, itu tergantung sikapnya nanti.
"Alissa, apa orang itu?"
"Benar, Erish, dia Putri Kaisar,"
Di saat aku menatap Putri itu, dia menoleh ke arahku. Mata kami saling bertemu.
Eh, perasaan apa ini? Tubuhku seperti diraba oleh orang banyak. Apa dia menganalisa stat-ku? Harusnya tidak akan ketahuan, karena aku sudah menyembunyikan stat-ku semenjak Pahlawan merasakan energiku.
Aku langsung mengalihkan pandanganku darinya.
Apa-apaan itu?! Matanya banyak mengandung energi Mana. Sihir apa itu? Sihir itu tidak ada di game.
"Permisi." Dia mendekatiku.
"I-iya, ada apa, ya?"
"Apakah kau orang yang kebetulan mengalahkan anggota Party Pahlawan?" Dia memasang wajah yang aneh, sepertinya dia ingin mengancamku.
"Ah, itu, tak apa,"
Dia mendekatkan wajahnya ke telingaku, dan berbisik.
"Kau akan hancur jika berlagak menjadi orang kuat di sini,"
Putri brengsek! Apa kau mengancamku?!
"Hoh? Baiklah, sesuai keinginan Anda, Tuan Putri,"
Aku merasakan hawa membunuh dari dua bawahanku. Aku menghalangi aura mereka dengan penghalang milikku agar tidak mengenai Putri ini.
"Baiklah, sampai ketemu lagi!" Putri itu pergi.
Dasar, Putri Sialan! Apa kau seorang Yandere?!
”Alissa, apa yang terjadi?" tanya Erish.
"Tidak apa-apa, aku memerintahkan kalian untuk tidak mengeluarkan aura membunuh kalian jika ada yang menghinaku saat kita dalam penyamaran,"
"Maafkan kami, Yang Mulia,"
"Kalian kembali ke kamar,"
"Yan- Alissa, apa aku bisa pergi ke Desa Liche sebentar? Ada hal yang ingin aku lakukan,"
"Bawa Hawk juga, aku bisa menjaga diriku sendiri di sini. Apa perlu aku gunakan teleport?"
"Tidak perlu,"
"Erish, bawa ini,"
"Apa ini, Yang Mulia?" Erish melihat item yang kuberikan dengan tatapan serius.
"Item ini hanya sarana komunikasi, kita bisa berkomunikasi dari jarak jauh dengan ini,"
"Wooaah, luar biasa, Yang Mulia Ratu,"
"Hentikan itu, sekarang pergilah,"
"Baik!"
Heh, dia terlalu berisik.
Akhirnya, aku sendirian. Huh ... Membosankan. Ngomong-ngomong, tentang turnamen itu, aku juga penasaran. Mungkin saja ada orang kuat yang mengikuti turnamen itu. Kalian pikir hanya Pahlawan yang terkuat? Dia hanya beruntung mendapat buff. Eh, aku tidak termasuk, karena aku bukan Pahlawan! Jadi jangan samakan aku. Orang-orang kuat seperti Ksatria Kerajaan mungkin ada yang akan ikut. Guild Master itu bilang turnamen akan diikuti oleh beberapa perwakilan negara atau perusahaan. Aku mewakili Guild Petualang Kekaisaran, dan aku tak tahu siapa yang mewakili pihak Kekaisaran sendiri. Sepertinya pihak Gereja juga ikut. Tunggu, kalian orang-orang suci ikut serta dalam acara penuh dosa ini?!
"Haah, makanan ini benar-benar enak!"
Eh! Aku keceplosan?! Untung Erish tak ada di sini.
*Tak Tak Tak
Terdengar suara banyak langkah kaki dari tangga. Benar saja, itu Party Pahlawan, sepertinya Putri sialan itu bersama mereka. Aku masih penasaran dengan sihir di mata Putri itu.
"Putri Anna, kau tidak harus datang ke sini,"
"Tidak, Pahlawan, itu sudah tugasku sebagai anggota Party, aku juga akan berencana tinggal bersama kalian, boleh, 'kan?"
"Ah, Put-"
"Zain, kita tidak perlu menambah anggota lagi, 'kan?"
"Tenanglah, Yul-" Pahlawan tak sempat melanjutkan perkataannya setelah tak sengaja melihatku.
Eh, apa? Kenapa kau melihatku seperti itu?
Pahlawan berjalan mendekatiku.
"Z-zain ...." Rekan wanitanya mencoba menahannya.
Aku merasakan tatapan kebencian dari Sang Putri.
Apa yang kau inginkan Pahlawan?
Dia tiba-tiba membungkukan badannya.
"Nona, kumohon bantulah kami!"
Heh?
Bersambung ....