The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Kenangan Lama



Huwaaaa ... ini pertama kali aku mandi semenjak terkirim ke dunia ini. Saat ini, kami bertiga sedang menuju ke pemandian air panas Penginapan Dua Kelinci. Penginapan ini memiliki pemandian air panas di bagian belakangnya.


Perhatianku kembali tertuju pada bagian yang menonjol di dadaku.


Sadarlah!


"Kita sampai." Raja Iblis membuka tirai pintu khusus wanita.


Tidak jauh berbeda dengan pemandian di duniaku dulu.


Jantungku berdetak cukup kencang ketika tanganku menyentuh tirai.


Tenanglah, aku hanya ingin mandi! Anggap ini bagian dari liburanku!


Aku memasuki ruang ganti wanita.


Ah, aku ingin pingsan.


Beastman, Elf, dan banyak ras lainnya berkumpul di ruang ganti wanita. Orang-orang itu terdiri dari gadis kecil, hingga wanita dewasa.


"Alissa, apa yang kau lakukan?" Raja Iblis menarik tanganku.


Harusnya aku menggunakan Magic Create Item saja.


Keres, maafkan aku untuk yang terakhir kalinya.


Tanganku perlahan membuka kancing bajuku. Napasku terasa lega ketika membuka beberapa kancing bagian atas.


Keres benar-benar mengagumkan.


 --------------------------


Selesai.


Aku selesai membuka semuanya tanpa melihat satu titik pun di tubuhku.


*Warp


Raja Iblis memakaikanku sebuah handuk.


Waah ... Iblis ini sangat menawan. Dan bawahannya juga tak kalah. Tanduk di kepala mereka menambah kesan lain. Tentu hanya aku saja yang bisa melihat tanduk mereka.


Selagi Raja Iblis melilitkan handuk padaku, pandanganku tertuju pada jurang di depanku.


"Eheem ... Arys, sudah selesai?"


"...." Raja iblis melepasku.


Seharusnya tak masalah jika kami tidak menggunakan handuk, mungkin Raja Iblis dan Maryna mencoba menjaga martabat mereka. Karena para Bangsawan ataupun petinggi Kerajaan tak ingin tubuh mereka dilihat orang lain dalam kondisi yang memalukan.


Kami berjalan menuju kolam.


Orang-orang di sekitar kami mulai memandangi kami dan berbisik-bisik.


Mereka pasti mengira kami adalah Bangsawan. Huh, terserahlah.


Sebelum masuk ke kolam pemandian, aku mematikan skill yang mampu menahan panas.


"Fyuuuuh ... sudah lama aku tidak merasakan ini," kataku.


"Ratu, Saya harap Anda menikmatinya," pinta Raja Iblis.


Eh, kenapa tiba-tiba ....


"Baiklah,"


Sangat nyaman, tenang, aku sunggu merindukan perasaan ini.


Aku menyenderkan kepalaku ke tepi batu sambil menatap awan di langit-langit.


Huuuh ....


*Buum!


Aku merasakan kembali hawa membunuh sama seperti sebelumnya.


"Arys." Maryna langsung bersiap dalam posisinya.


Orang itu kembali mengarahkan aura membunuhnya pada kami bertiga. Tapi, bagaimana dia melakukannya? Maryna bilang dia seorang pria, 'kan? Atau, jangan-jangan bajingan itu mengawasi kami dengan sihir? Dasar mesum gila!


"Arys, Maryna, sepertinya kita harus menyudahi ini,"


Mereka menganggukan kepala.


Jika dia ingin hiburan, maka akan kutunjukan padanya, fufufu ....


Saatnya telah tiba!


Aku mengambil pakaianku.


Mengenakan pakaian dengan mata tertutup!


"Ra- Alissa, apa yang kau lakukan?"


Raja Iblis menghampiriku sambil menggengam pakaiannya.


Waaah, dia sangat suka warna yang gelap, ya.


"Magic Create Item,"


Hanya ini cara tercepat mengenakan pakaian!


Raja Iblis menatapku diam.


Hei, apa kau akan terus menatapku sambil memegang benda imut itu?


Raja Iblis kembali ke tempatnya.


 ----------------------------


Kami pergi ke lantai terbawah untuk sarapan pagi, sekaligus memberi perhitungan pada bajingan yang mengarahkan hawa membunuhnya pada kami.


Suasana di pagi hari tidak terlalu ramai, hanya diisi oleh beberapa Beastman dan Manusia, serta beberapa orang yang mengenakan jubah berwarna hitam. Mereka adalah para petualang dari Kerajaan Karibian. Sebagian dari mereka memiliki job Warrior, sangat sedikit Magic Caster di sini.


Maryna pergi untuk memesan makanan untuk kami. Aku dan Raja Iblis duduk di meja dekat tangga.


Pandanganku tertuju pada orang-orang yang mengenakan jubah berwarna hitam.


Mereka mengingatkanku pada Sekte Hitam. Tapi Sekte Hitam menggunakan jubah yang merupakan item itu sendiri, sedangkan orang-orang ini hanya mengenakan jubah biasa. Dan juga, aku merasakan aura mereka sama dengan aura yang meneror kami. Tidak salah lagi.


"Arys, ternyata mereka,"


"Benar, langkah apa yang harus kita ambil?" tanya Raja Iblis.


Menangkap mereka sekarang merupakan tindakan yang ceroboh. Aku masih belum mengetahui motif mereka. Hmmm ... apa aku gunakan saja cara itu?


Aku menyentuh tangan Raja Iblis sambil mengalirkan Mana milikku.


"I-ini?"


"Jangan terlalu mencolok,"


Raja Iblis menganggukan kepalanya.


Maryna datang bersama dengan wanita kelinci yang membawa makanan kami bertiga.


Baiklah, sekarang ... waktunya makan!


Eh?


Aku mengambil garpuku, kemudian mulai memutar-mutar sesuatu yang ada di piringku.


Mie? Bukan, ini terlihat seperti pasta. Dan saus merah serta sayuran kecil yang dijadikan toping ... Ini spageti! Akhirnya aku bisa makan makanan dari duniaku.


Aku mulai mecampurkan pasta dan saus merah, lalu mengaduknya.


Akhirnya selesai! Hmmm?


Raja Iblis dan Maryna menatapku dengan aneh.


Apa?


Aku melihat makanan yang sama di piring mereka, namun, sepertinya ada sedikit perbedaan dalam penyajiannya.


"Ikuti yang baru saja aku lakukan," ajakku.


Mereka pun mengikuti apa yang kulakukan.


Rasanya seperti memiliki adik kecil.


Bentuk makanan kami pun terlihat sama. Pasta yang bercampur dengan saus merah membuatnya terlihat semakin menggoda lidah.


Aku tidak yakin dengan rasanya, karena saus ini memiliki bahan-bahan yang berbeda. Aku jadi ingin mencoba memasak sekarang.


Kami bertiga mulai mencoba pada suapan pertama.


Raja Iblis dan Maryna juga bereaksi sama sepertiku.


"Rasanya berbeda jika dimakan seperti ini," ucap Raja Iblis.


"Kalian sangat ketinggalan zaman, budaya mencampurkan makanan dengan saus sudah banyak berkembang, tidak hanya saus, bisa juga dengan bumbu serta kuah,"


Raja Iblis dan Maryna menghiraukan perkataanku.


Dasar Iblis!


*Chap


Ah, sepertinya sudah selesai.


"Arys ...."


"Aku mengerti." Raja Iblis berjalan menuju pintu keluar penginapan.


A. Tikus Yang Terperangkap


Aku adalah seorang Assasin dari Organisasi Golden Blood yang dipimpin oleh Tuan Marques Rudy Howfen. Posisiku di Organisasi Golden Blood cukup tinggi dan disegani. Sampai saat Tuan Marques memberiku perintah untuk pergi ke tempat menyedihkan ini. Rasanya seperti kau ditendang dari jurang yang tinggi. Aku diperintahkan untuk mendampingi Baron bodoh yang bernama Emild Stuardo. Karena Baron mengelola tempat pelelangan budak di kota ini. Melindungi Baron adalah tugasku. Cukup selesaikan ini dan aku bisa kembali ke posisiku semula.


Malam hari di bar Penginapan Dua Kelinci.


Tempat ini adalah satu-satunya tempat yang menyediakan bir berkualitas.


*Tak


Suara hentakan cangkir kosong ke meja.


Sangat membosankan, tak ada budak-budak baru yang bisa didapatkan.


*Krak


Suara pintu masuk yang terbuka.


Perhatianku tertuju pada tiga wanita yang memasuki penginapan.


Manusia? Terlebih lagi wanita. Apa yang mereka lakukan di tempat seperti ini? Sebagai Manusia yang bertahan hidup di Kerajaan ini, aku tahu betul bagaimana sulitnya wanita dari ras Manusia hidup di sini. Namun, semenjak para Bangsawan dari ras Manusia mengambil alih, semua kondisi berbalik. Walau wanita dari ras Manusia kerap menjadi sasaran empuk para Beastman.


Tiga wanita, kelihatannya mereka pendatang dari Kerajaan lain. Mereka juga seorang petualang. Tidak terlihat kuat. Sepertinya aku menemukan barang yang bagus.


*Bum!


Aku mengarahkan aura membunuhku kepada mereka.


Huh? Mereka merespon. Ini bagus, aku sudah menandai tiga wanita yang menarik.


 -----------------------


Keesokan harinya.


Aku kembali ke Penginapan Dua Kelinci untuk melihat tiga barang bagusku.


Mereka belum turun? Sepertinya aku harus memeriksanya. Aku sudah menandai aura mereka dengan skill deteksiku. Selama mereka berada dalam radius 100 meter, aku bisa merasakan bahkan melihat mereka.


"Detection,"


Aku merasakan aliran Mana. Aliran itu membawaku ke bagian belakang penginapan.


Oho ... pemandangan yang indah.


Perhatianku tertuju pada wanita berambut pirang. Aku belum pernah melihat wanita dengan tubuh sebagus itu.


*Ting


Skill-ku terputus secara mendadak.


Apa yang terjadi? Apa mereka menyadarinya? Tidak mungkin, itu pasti karena aku terlalu memaksakan diri.


Aku membawa beberapa petualang kelas B bersamaku. Mereka juga termasuk anggota dari Golden Blood.


Tidak berselang lama kemudian, ketiga wanita itu muncul. Salah satu dari mereka pergi memesan makanan.


Aku memberi tanda pada para bawahanku menunggu di luar untuk melancarkan serangan.


Perhatianku tertuju pada pedang yang berada di pinggang wanita berambut pirang. Hanya dia yang membawa pedang, sedangkan kedua rekannya tidak. Dilihat dari penampilan mereka, si pirang memiliki job Warrior atau seorang Swordmaster, sedangkan kedua rekannya seorang Magic Caster.


Rekan mereka telah kembali.


Skill deteksiku secara mengejutkan aktif tanpa kugunakan.


Sial! Ini pasti karena kelebihan Mana!


Uh?


Wanita berambut pendek berdiri dan berjalan menuju pintu keluar.


Ini saatnya.


"Demonic Shadow,"


Aku menggunakan skill yang bisa membuat klon. Lebih tepatnya aku akan pergi mengikuti wanita berambut pendek itu dan meninggalkan bayanganku di penginapan.


Aku melompat di antara bangunan untuk mengikutinya.


Dia berjalan menuju pepohonan.


Apa yang dia lakukan? Seharusnya bawahanku sudah berada di posisi mereka ... huh?


Beberapa bawahan yang kutugaskan di luar saat ini sedang berhadapan dengan wanita itu.


"Hei, Nona, bagaimana jika menghabiskan waktu denganku?" ucap salah satu bawahanku.


Wanita itu hanya diam.


Aku memperhatikan mereka dari pepohonan di belakang.


"Kau mengabaikanku!" Bawahanku mengayunkan pedangnya ke arah wanita itu.


Sekilas wanita itu memalingkan wajahnya ke arahku dan tersenyum.


Eh?


*Brak!


Tanah tempat wanita itu berdiri hancur akibat serangan pedang besar.


Sial! Bagaimana jika dia mati?!


Perlahan asap yang menutupi tempat itu memudar.


Wanita itu menghilang?!


"Ke mana kau melihat?" Terdengar suara dengan hembusan napas di belakangku.


Aku memalingkan wajahku ke belakang.


Tidak ada siapa-siapa di sana.


Aku kembali melihat ke arah para bawahanku, namun .... tubuh mereka terbujur kaku di tanah.


M-mereka mati? Apa yang sebenarnya terjadi?! Wanita itu! Pasti dia melakukan sesuatu pada mereka. Aku harus segera menjauh dari tempat ini!


Saat aku melompat, tiba-tiba kakiku ditarik oleh sesuatu.


"Khuk!"


Aku terjatuh dengan cukup keras.


Apa itu tadi?!


"Wah, wah, coba lihat siapa ini?" Suara itu kembali muncul dari belakangku.


Aku memalingkan wajahku ke belakang.


Tampak seorang wanita mengenakan gaun hitam berdiri dengan aura yang menakutkan. Tubuhku gemetaran hanya dengan auranya saja. Dan juga, sepasang tanduk di kepalanya menambah kesan gelap dari wanita ini. Hanya satu kata yang ada di pikiranku saat ini.


"I-iblis ...."


"Sepertinya kau pimpinan mereka,"


Kesadaranku mulai hilang.


"T-ti-dak ...."


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!


Kalian bisa support Author juga di sini :


https://saweria.co/hzran22