The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Menyusup



Chapter 29 : Memperbaiki Struktur Kerajaan Karibian


Sudah lima hari sejak aku menduduki Kerajaan Karibian. Semua berjalan sedikit melenceng dari rencana awalku. Ini karena Crocell yang tiba-tiba


datang mengacaukan semuanya. Aku tidak ingin mengendalikan Kerajaan ini dengan kekuatan atau menyebar ketakutan, tapi semua sudah kacau.


"Ibu, kita akan melihat para tawanan yang tersisa." Elina menarik pelan tanganku.


Aku sedang berada di lantai 4, tempat tinggal Elina. Kami mengurung beberapa Bangsawan yang diduga akan melakukan pemberontakan di bawah perintah Perdana Menteri. Saat ini, kami belum menemukan keberadaan Perdana Menteri, anak-anakku masih berusaha menyusuri seluruh area di Kerajaan Karibian.


Aku menduga bahwa Perdana Menteri didukung oleh seseorang di belakangnya. Tidak mungkin dia bisa kabur tanpa jejak seperti ini. Tapi, siapa?


Terlihat para Bangsawan terkurung di dalam penjara sihir milik Elina. Mereka terlihat sangat frustasi. Mereka semua Manusia, sesuai dengan perkataan Orion.


Elina menyeret salah satu dari mereka ke hadapanku.


"To-tolong, jangan sakiti aku." Bangsawan itu sujud di kakiku.


Elina menarik rambut Bangsawan itu ke atas.


"Manusia rendahan sepertimu tidak pantas menyentuh Ibuku,"


Hei, tenanglah, Nak!


"Katakan padaku, di mana pemimpin kalian?" tanya Elina.


"A-aku tidak tahu keberadaan Perdana Menteri, dia hanya memberi perintah melalui item komunikasi,"


Hoh, dia berusaha mencuci tangannya, ya? Yah, berkat insting Orion, kami sudah mengetahui bahwa Perdana Menteri otak di balik semua ini.


Sepertinya mereka sama sekali tidak mengetahui lokasi Perdana Menteri. Akan sia-sia jika menggunakan sihir pembaca ingatan.


"Masukan dia kembali ke sel, Elina,"


"Baik, Ibu."


Kami berpindah ke lantai 1.


Aku bisa menyerahkan masalah di Istana Kerajaan pada Asmodeus, aku akan menunggu kabar dari yang lainnya.


"Ibu, apa hal ini diperlukan?" tanya Elina.


"Apa maksudmu, Elina?"


"Perdana Menteri itu hanyalah seonggok daging berjalan, sebaiknya kita abaikan saja, dan fokus pada Kerajaan ini,"


Dia tidak berpikir bahwa ada kemungkinan orang yang menyokong Perdana Menteri bisa saja menjadi ancaman buatku.


"Tidak, aku punya firasat, bahwa aku harus menemukan si Perdana Menteri,"


"Baiklah, Ibu, Saya akan mengerahkan seluruh kemampuan yang Saya miliki,"


Heh? Jangan-jangan ....


Tubuh Elina perlahan memudar.


"Elina! Aku tidak memintamu untuk menggunakan sihir alam!"


Elina tersenyum. "Jangan khawatir, Ibu, Saya akan kembali sebentar lagi,"


Tubuh Elina pun lenyap.


Ini sihir yang sama seperti sebelumnya. Elina menyatu dengan alam. Sebelumnya dia hanya membentangkan dirinya di seluruh Ibukota Kerajaan. Tapi, kali ini dia membentangkan tubuhmya ke seluruh penjuru Kerajaan Karibian yang cukup luas. Semua pergerakan sekecil apa pun akan terlihat oleh Elina selama masih di Kerajaan Karibian.


Hanya saja, sihir itu sangat banyak menggunakan MP. Elina merupakan NPC dengan jumlah MP yang jauh di bawah saudara-saudarinya. Itu murni karena kesalahanku saat membuat Elina dulu. Saat itu aku benar-bena lelah, sehingga meng-input jumlah MP yang tak sesuai dengan levelnya.


[Ibu, ini Elina,]


[Elina, apa kau sudah menemukannya?!]


[Aku rnerasakan energi Mana yang cukup besar dari arah selatan Ibukota, berjarak 86 kilometer,]


Sangat jauh!


[Kembalilah, Elina, aku tidak ingin melihatmu menggunakan sihir seperti ini lagi. Kembalilah ke lantai 4 dan pulihkan Manamu,]


[Baik, Ibu,]


Aku tak perlu mengkhawatirkan Elina sekarang.


Sebuah lingkaran sihir teleportasi muncul di depanku.


"Ibu!"


Itu Rayna.


"Apa yang membawamu ke sini, Rayna?"


"Eli- maksud Saya, Kakak tertua menyuruh Saya untuk menemani Ibu,"


Huuh ... aku ingin pergi sendirian.


Rayna menatapku dengan penuh harap.


"Baiklah, jangan membuat masalah di sana,"


"Baik, Ibu!" Rayna melihatku seperti anak anjing yang sedang bersama induknya.


Kami pun pergi ke tempat yang dikatakan oleh Elina.


Jaraknya sangat jauh, aku akan terbang lebih cepat.


 --------------------------------


Kami sudah terbang selama 40 menit dengan kecepatan penuh.


Rayna berada tepat di belakangku. Sebenarnya Rayna jauh lebih cepat dariku, dia hanya berusaha untuk tidak mendahuluiku.


*Bum!


Aku merasakan aura yang cukup besar.


Di depan sana ada wilayah milik seorang Bangsawan. Wilayah itu diselimuti oleh aura berwarna merah. Itu tempat yang dikatakan Elina sebelumnya.


"Ayo kita masuk ke sana, Rayna,"


Kami mendarat tepat di atas tembok yang mengelilingi kota.


Aku mengamati keadaan di kota itu.


Apa yang sebenarnya terjadi?!


Jalanan kota dipenuhi oleh tubuh yang berserakan. Terlihat seperti ada pembantaian di kota ini.


Aku melirik ke arah Rayna.


Wajah Rayna terlihat seperti orang kelaparan. Dia tidak bisa menahan rasa haus darahnya.


Aku menarik sarung tangan panjang berwarna hitam yang kugunakan di tangan kiriku, kemudian mengangkat tangan kiriku ke arah Rayna.


"I-ibu ... apa yang ingin Ibu lakukan?" Rayna menatapku cemas.


Aku mengeluarkan sebuah dagger dan menggores jari telunjukku.


Rayna yang melihat itu mulai gelisah, napasnya tak beraturan, tubuhnya gemetar.


"D-darah Ibu ...."


Rayna langsung meraih tanganku dan memasukan jari telunjukku ke dalam mulutnya. Menghisap darahku dengan brutal.


Aku merasakan HP-ku mulai berkurang per-satu angka.


Seharusnya ini sudah cukup.


Aku menarik tanganku dari Rayna.


Rayna hanya terdiam menatap ke bawah dengan wajah yang terlihat puas.


Aku turun ke kota untuk melihat semuanya dari dekat.


Orang-orang yang tergeletak ini, mereka belum mati. Mereka terlihat sangat kurus, seperti tidak makan berhari-hari.


"Ibu, para makhluk rendahan ini, sepertinya ada yang menghisap Mana mereka," ucap Rayna.


Aku langsung memeriksa salah satu dari mereka dengan menyentuh kening.


Ternyata benar, hanya sedikit energi Mana yang kurasakan dari mereka. Tapi, bagaimana cara mereka menggunakan Mana Absorption? Tidak, sepertinya ini bukan karena Mana Absorption. Mungkin item yang memiliki efek serupa.


Kami terus berjalan sampai ke alun-alun kota.


Aku melihat sebuah simbol di patung kuda yang berada di tengah kota.


Simbol itu terlihat tidak asing. Di mana aku pernah melihatnya?


"Ibu, ada sesuatu di arah sana." Rayna menunjuk ke arah sebuah gang kecil di sebelah kanan kami.


Dia benar, ada sihir yang aktif di sana.


Kami pergi ke tempat itu.


Gang ini sangat sempit! Apa yang dipikirkan pemilik sihir itu dengan meninggalkan jejak sihir di tempat ini!


Sihirnya semakin dekat.


Sebuah lingkaran sihir terlihat di dinding sebelah kiriku.


Sangat sulit memeriksanya karena betapa sempitnya tempat ini.


"Ibu, jika Anda mengizinkan, Saya akan menghancurkan bangunan ini." Rayna mempersiapkan sihir di tangannya.


"Itu tidak perlu,"


Aku menyentuh lingkaran sihir berwarna merah itu.


Polanya terlihat seperti sihir teleportasi. Apa ini pintu masuk rahasia? Hanya ada satu cara untuk memastikannya.


Mengalirkan sedikit Mana, ini akan memicu sihirnya.


"Rayna, pegang tanganku,"


Lingkaran sihir aktif dan membawa kami ke suatu tempat.


Kami tiba di tempat yang sangat gelap.


Berkat penglihatan malam, aku bisa mengatasi kegelapan ini.


*Clink!


Muncul deretan cahaya yang menerangi tempat ini. Cahaya itu menyala dari dinding secara bersamaan.


Terdengar suara langkah kaki yang semakin jelas.


"Wah, wah, ternyata benar, ada dua serangga kecil yang memasuki tempat ini." Seorang pria mengenakan topi bundar dan pakaian seperti butler menyambut kami.


Dia Manusia.


Aku dan Rayna hanya terdiam.


Pria itu memiliki beberapa penyihir dan pejuang di belakangnya. Beberapa dari mereka ada yang setara dengan orang dari Golden Blood.


"Kalian hanya diam? Apa kalian begitu ketakutan?" Pria itu tersenyum licik. "Kalian bisa menjadi hadiah yang bagus untuk Tuan Aguso. Sangat jarang melihat wanita dari ras Manusia secantik kalian,"


Aguso?! Ternyata bajingan itu ada di sini!


Pria itu menunjuk ke arahku. "Terutama kau ... tubuh yang sangat bagus." Pria itu menatapku dengan tatapan aneh.


Penjaga di belakangnya perlahan maju mendekati kami.


"Tangkap mereka hidup-hidup!"


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!


Kalian bisa support Author juga di sini biar Saya semakin semangat buat update :


https://saweria.co/hzran22