The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Kekuatan Karena Kehilangan



Chapter 64 : Hart


Tiga hari kemudian.


Perlahan, kota Penengah mulai bangkit. Kekacauan waktu itu meninggalkan banyak luka bagi para penduduk, semua berawal dari beredarnya caoy. Hampir seperempat penduduk berubah menjadi depress.


Ekspresi penduduk juga perlahan mulai menerima apa yang terjadi pada mereka, terutama mereka yang kehilangan orang terkasih karena caoy. Walau masih ada beberapa, setidaknya kota ini tidak terlihat suram.


Jika bukan karena formula sihir itu, mungkin kekacauan bisa diminimalisir.


"Nyonya, sudah waktunya." Suara lembut Rista menyadarkanku dari lamunan.


"Hmmm ...." Aku hanya meng-iyakan sebagai bentuk respon. Alasan lainnya karena suasana hatiku kurang baik hari ini, sehingga membuatku malas membuang energi.


Aku berjalan di lorong tepat di belakang Rista. Melihat tubuh wanita itu dari belakang, membuatku sedikit kasihan padanya. Walau sudah disembuhkan, namu luka di kulitnya masih terlihat, terutama bagian leher dan lengannya.


Rista tidak menceritakan dengan detail, dia melawan pria yang bernama Red Own itu bersama Saraya. Bisa membuat Rista yang memiliki ketahanan tubuh di atas rata-rata, pria itu tak boleh diremehkan.


Dengan luka itu, dia tidak mungkin minta naik gaji, 'kan? Terlebih lagi, itu salahnya karena menggunakan potion spesial yang kuberikan pada orang lain.


Berbicara tentang Rista, adiknya Rasta masih terlihat kurang bersemangat hari ini. Aku menyuruhnya beristirahat sesaat setelah kejadian waktu itu berakhir, tapi dia masih beristirahat sampai hari ini. Aku tahu betapa melelahkannya itu. Rista harus belajar memperhatikan dirinya seperti Rasta!


"Kita sampai."


Ruangan Saraya.


Saraya sudah duduk di sebuah sofa sembari menyeduh teh yang sepertinya ingin disajikan untukku, karena hanya ada dua gelas di meja itu.


Aku duduk saling berhadapan dengannya. Suasana sedikit canggung, aku mengisi waktu dengan menyeruput teh yang ia seduhkan.


"Ini ...?" Aku merespon rasa teh yang terasa sangat familiar bagiku.


"Nama teh ini adalah Camelia, teh terbaik yang pernah ada," ucap Saraya, kemudian ia kembali menyeruput tehnya.


"Teh Camelia."


Jadi itu namanya. Justin pernah menyajikan teh ini padaku sebelumnya, dan teh ini memang yang terbaik. Dia berusaha untuk mengirim teh ini ke Kerajaan Maphas, karena dia sudah mati, sepertinya itu hanya wacana saja.


"Teh ini juga memiliki banyak manfaat yang baik bagi tubuh. Terutama bagi para penyihir dan ahli pedang, teh ini bisa membersihkan aliran Mana."


Teh ini sangat berguna untuk membantu Erish dan yang lainnya, termasuk para maid. Jika Saraya keberatan dengan bisnis teh ini, aku berencana untuk melakukan penyisiran wilayah selatan menggunakan Kerajaan Nagad untuk mencari tempat yang Justin maksud. Tapi, aku tak ingin menguasai itu sendiri, lebih menyenangkan jika melakukan bisnis dengan mitra yang terpercaya.


Beberapa menit berlalu, kami hanya meminum teh tanpa melanjutkan percakapan. Bahkan aku menghabiskan segelas teh, mungkin Saraya juga sama.


Tubuhku benar-benar terasa lebih baik dari sebelumnya berkat teh ini.


"Nona Hart." Akhirnya Saraya membuka percakapan yang sebenarnya.


Aku hanya melihatnya tanpa merespon Saraya. Kupikir itu hanya akan merusak suasana jika aku menjawabnya.


"Aku ingin berterima kasih karena sudah membantu melawan para penjahat." Saraya sedikit menundukkan kepalanya.


"Itu sudah kewajibanku untuk melindungi mitra bisnis."


"Kesan pertamaku saat pertama kali melihatmu, aku merasa kau adalah orang yang merepotkan, penganggu, serta orang yang dingin. Ternyata dugaanku salah."


Itu karena bawahanmu yang tiba-tiba menyerang! Aku hanya membela diri, tentu saja itu hal yang wajar.


"Dari awal, kau sudah memberi peringatan padaku, namun aku terlambat menyadarinya dan harus kehilangan banyak orang karena kelalaianku," lanjut Saraya yang menyalahkan dirinya.


Dia menyadari kesalahannya. Niat awalku ketika ingin menemuinya hanya ingin memastikan Bad Blood yang Saraya pimpin tidak bekerja sama dengan Gereja Suci maupun para pemuja Satan. Tentang Justin, aku hanya memberitahunya karena dia memang harus tahu tentang rencana Justin. Ini juga menyangkut masa depan bisnisku.


"Penyesalan tanpa adanya tindakan hanya akan membuatmu semakin terpuruk. Kau telah menjadi pemimpin Asosiasi Perdagangan Luxtier sekarang, lebih banyak beban yang akan kau pikul, dan lebih banyak pula orang yang harus kau lindungi."


"Kau benar. Aku benar-benar menyedihkan." Saraya terlihat murung.


Selama tiga hari, Saraya benar-benar dalam kondisi hancur. Dia kehilangan keluarga dan bawahannya. Hal yang menarik perhatianku adalah kematian tangan kanan yang juga kekasihnya, seorang pria bernama Edward. Pria itu sudah tidak bernyawa tepat di depan benteng, banyak serbuk caoy di tubuhnya. Itu terlihat seperti tubuhnya menolak caoy, akan sangat bagus jika aku bisa meneliti tubuhnya.


"Eheem ... jadi, bagaimana tindakan yang akan kau ambil sekarang?" tanyaku.


Ekspresi wajah Saraya seketika berubah, kali ini ia terlihat kesal. Aku bahkan terkejut bagaimana wanita ini bisa mengganti ekspresinya dengan sangat cepat.


"Lakukan apa yang menurutmu benar."


Ini soal pertemuan dengan Federasi dan pihakku. Saraya benar-benar kesal karena tak ada satu pun dari pihak Federasi yang membantu kekacauan malam itu. Mereka memilih kabur tanpa alasan. Yah, tadinya aku bermaksud ingin mempengaruhi Saraya, tapi sepertinya itu sudah tidak dibutuhkan lagi sekarang.


"Nona Hart, aku menyarankanmu untuk tidak menghadiri pertemuan nanti."


"Apa aku boleh tahu alasannya?"


"Federasi mungkin akan melakukan segala cara untuk menjatuhkanmu. Kesempatan emas mereka justru akan muncul jika kau ada di sana. Akan ada beberapa tipuan yang mungkin akan mereka lakukan."


"Baiklah, aku akan mengutus bawahanku."


Jika diperhatikan lebih seksama, mungkin ini hanya perasaanku, sepertinya aku bisa melihat bayanganku dari dalam diri wanita ini. Sangat disayangkan aku tak mengajak salah satu bersaudari untuk melihat level miliknya saat ini.


"Terlebih lagi, ini mungkin akan jadi perdebatan panjang. Aku berencana merubah banyak ketentuan asosiasi, terutama perjanjian konyol yang dibuat Justin sebelumnya."


Dia sangat serius untuk mengubah asosiasi secara menyeluruh. Aku harap dia lebih bagus daripada Edd.


"Jadi, bagaimana cara untuk menyebutkan hubungan kita sekarang?" tanya Saraya dengan sedikit tersenyum. Aku melihat senyumnya tulus walau dia tak memperlihatkan seluruhnya.


"A-aku tidak mengerti maksudmu."


Apa yang dia pikirkan? Kenapa kita keluar dari topik pembicaraan? Jika aku masih seorang pria, mungkin aku akan berkata "Iya, ayo kita berhubungan lebih serius dari ini!".


"Eheem ... maksudku kita berteman."


"Teman?"


Sebuah kata yang mengingatkanku pada kehidupan sebelumnya. Teman. Aku bahkan memperkecil ruang lingkupku untuk menghindar dari seseorang terutama hubungan seperti teman.


Aku sedikit iri melihat party yang mencoba menaklukkan dungeon milikku. Mereka bekerja sama, bahkan rela membuang uang untuk temannya agar bisa meng-upgrade item.


"Huh?" Aku terbawa oleh lamunan sehingga tak menyadari Saraya yang sudah berada di sebelahku sembari meraih tanganku.


Wajah wanita itu terlihat iba melihatku. Aku sedikit kesal, dia seperti mengasihaniku.


Akan kubiarkan untuk kali ini saja.


---------------------------


Aku kembali ke ruangan sementara yang kutempati selama masih di tempat ini.


Kukira kami akan membicarakan tentang bisnis senjata yang sudah aku dan Edd sepakati. Aku masih tidak keberatan dengan bagi hasil yang Edd tawarkan, jika Saraya tidak menyinggung hal itu, artinya tak ada masalah, kan?


Bisnisku tergantung pertemuan yang akan diadakan Saraya. Kuharap dia tidak melakukan blunder dan malah merugikanku. Jika itu terjadi, harapanku kini hanyalah tongkat sihir yang berpusat di Kerajaan Mystick. Hela masih menutup kerajaannya, tapi ia masih menjalankan bisnis atas nama Kerajaan Mystick dan terus mengirim hasil padaku.


"Nyonya, apa saya boleh bertanya pada Anda?"


"Tanyakan, Rista."


"Kenapa Anda tidak menghidupkan orang terdekat Saraya? Saya pikir itu mungkin akan membuat kepercayaannya semakin tinggi pada Anda."


Pasti para bersaudari itu yang memberitahu mereka jika ada sihir yang bisa menghidupkan orang mati.


"Itu memang rencana yang bagus. Tapi, dia tak akan berkembang jika menggunakan cara itu."


"Jadi, maksud Anda adalah Saraya harus merasakan kehilangan untuk merangsang emosinya. Antara lain, Anda membuat Saraya semakin kuat dengan penyesalan akan kehilangan, dan keinginan untuk balas dendam?"


"I-iya, kau sangat cepat mengerti."


Apa dia membaca pikiranku?! Sebenarnya, Saraya juga bisa berkembang jika aku menghidupkan ayah dan kekasihnya. Tapi, mungkin dia akan terlalu fokus memikirkan ayah dan kekasihnya, sehingga kemampuannya akan tumpul seiring berjalannya waktu. Karena itu aku memilih jalan ini untuk masa depannya.


Saraya, kau adalah pemimpin sekarang, akan banyak beban yang harus kau pikul. Singkirkan semua perasaanmu dan teruslah menjadi kuat. Aku berani bertaruh jika Saraya akan menjadi sosok yang layak diperhitungkan, mungkin Federasi tidak akan bertindak gegabah agar bisa membawa Saraya ke pihak mereka.


"Rista, kita akan kembali."


"Baik."


Bersambung ....