
Karena pihak Federasi keberatan, Justin terpaksa memisahkan posisi kedua belah pihak. Membagi meja Federasi di sebelah kanan, sedangkan Kerajaan Penyihir Maphas dan bawahannya berada di sisi kiri. Sementara itu Justin berada di antara kedua belah pihak sebagai pemimpin diskusi.
Masing-masing perwakilan datang sendiri tanpa pengawalan, hal itu agar tak terjadi keributan. Namun, Justin memiliki pengawal yang sedang menggunakan skill Stealth tingkat tinggi. Ia beranggapan bahwa tak ada yang menyadari keberadaan mereka.
Mata Justin masih tak bisa lepas dari Alissa Hart, dalam beberapa kesempatan ia mencuri pandang pada wanita itu.
Ah, sial, aku harus segera mendapatkannya!
"Tuan Justin, kami ingin mendengarkan alasan Anda," ucap salah satu perwakilan.
"Kau ...?" Justin melihatnya dengan ekspresi ingin tahu.
"Aku perwakilan dari Kerajaan Melsua."
"Oho."
Kerajaan Melsua juga salah satu dari Federasi, aku pernah mendengarnya, mereka terkenal dengan berbagai jenis racun berbahaya sebagai kekuatan utama mereka. Pada dasarnya mereka adalah penyihir, tapi mereka memusatkan elemen yang berhubungan dengan racun sebagai dasarnya. Aku tak bisa gegabah, mereka tetaplah kerajaan yang kuat, terlebih lagi mereka merupakan pemasok racun yang sangat menguntungkan bagi asosiasi.
Justin telah menentukan langkah selanjutnya dengan cepat. Kemampuannya dalam menganalisa sesuatu terbilang cukup baik, terutama sesuatu yang kemungkinan menguntungkan pihaknya.
"Baiklah, aku akan menekankan sekali lagi. Kebijakan baru dari Asosiasi Perdagangan Luxtier sebagai distributor antar kerajaan yang berafiliasi dengan kami, yaitu memyetujui kenaikan sepuluh persen dari biaya yang telah ditentukan sebelumnya."
"Maaf, Tuan Justin, kenapa Anda menaikkannya?"
Justin menggoyangkan jari telunjuknya yang diarahkan pada perwakilan Federasi. "Bagaimana jika aku menaikkan biaya untuk per-item, apa kalian keberatan?"
Seluruh perwakilan Federasi menggelengkan kepala. "Tidak! Itu sangat mencekik kami semua! Walau asosiasi hanya menjualkan produk masing-masing dari kami, hal itu tetap saja sangat memberatkan kami jika keputusan itu dibuat."
"Yah, karena itu aku mempersiapkan ini dengan sangat matang, agar kalian tidak merugi nantinya."
Wajah dari setiap perwakilam Federasi terlihat senang mendengar penjelasan dari Justin. Mereka berpikir bahwa Justin melakukan tugas sementara sebagai pemimpin dengan sangat baik.
Sisi lain Justin berkata lain.
Dasar orang-orang bodoh. Dengan ini aku bisa menggerogoti kalian secara perlahan karena setiap tahun akan ada pembaruan kebijakan yang tak akan bisa diganggu gugat jika kalian menyetujui proposalku ini.
"Tuan Justin, Saya ingin bertanya," tanya salah satu perwakilan kerajaan Federasi.
"Silahkan."
"Kenapa asosiasi sampai saat ini tidak mengungkapkan siapa pemasuk senjata yang akhir-akhir ini menjadi buah bibir?"
Justin menyipitkan matanya, sesekali ia melirik ke arah kiri.
"Tidak, tidak." Justin mengelengkan kepalanya. "Kami memiliki perjanjian dagang yang mengharuskan privasi terjaga dengan aman. Kalian seharusnya tahu ini."
Aku tidak akan membiarkan kalian memonopoli senjata dari Kerajaan Penyihir Maphas. Rahasia akan tetap menjadi rahasia, ini adalah kartu truf untuk berjaga-jaga.
"Kami tidak terlalu mempermasalahkan identitas mereka jika Anda berkata demikian. Tapi ...." Mereka mengacungkan telunjuk ke arah depan. "Kenapa mereka mendapatkan harga yang sama dengan kami?! Mereka bersekutu dengan iblis, seharusnya mereka tak pantas mendapatkan persenjataan dari asosiasi!"
"Kalian meragukan Asosiasi Perdagangan Luxtier?" tanya Justin dengan nada menekan.
"T-tidak. Kami tidak bermaksud seperti itu, hanya saja ... orang-orang jahat ini tak seharusnya menggunakan senjata yang sama dengan kami."
"Terima ini." Justin memberikan selembaran kertas dengan banyak tulisan di dalamnya pada Federasi.
"Ini ...."
"Tanda tangan kesepakatan Federasi dengan kebijakan baru ini."
Pihak Federasi masih meragukan surat perjanjian yang ditulis Justin, mereka membaca poin-poin penting di dalamnya dan tak menemukan kejanggalan yang akan merugikan mereka.
Justin memberikan selebaran perjanjian lagi pada pihak Federasi. "Jika kalian meragukannya, coba baca ini."
Wajah mereka sedikit terkejut, namun langsung tersenyum kecil setelahnya. Tanpa pikir panjang, pihak Federasi langsung menandatangani surat itu.
Justin tertawa gila di dalam hatinya, Federasi memakan umpannya dengan sangat lahap.
"Untuk Kerajaan Penyihir Maphas, aku akan secara terpisah memberikannya nanti. Apa itu tidak masalah?"
Sekali lagi, Justin terhipnotis ketika mendengar suara lembut wanita itu.
"Tuan Justin." Salah satu perwakilan Federasi mengangkat tangan.
Justin segera menoleh ke arah orang itu. Dia mengenakan pakaian seperti pendeta, wajahnya sangat asing.
"Saya perwakilan Gereja Suci, Neno. Tak perlu mengingat nama Saya yang tidak penting ini, karena Saya hanya seorang utusan."
Aku hampir mengetahui wajah-wajah dari petinggi Gereja Suci, orang ini memang bukanlah salah satu petinggi.
"Kami sudah mendengar kabarnya, ini terkait situasi di Kerajaan Rexist saat ini."
"Anda benar. Perebutan takhta masih terus berlangsung, Gereja Suci mencoba mendukung sang putri yang mengikuti ajaran Dewi untuk duduk di takhta."
Justin menggerutu kecil.
Orang-orang bermuka dua. Kalian hanya ingin menguasa kerajaan itu.
Justin menyadari sesuatu.
Ini aneh, aku benar-benar tidak melihat pendeta itu sejak di ruangan ini, aku menyadarinya ketika dia mulai berbicara. Apa hanya imajinasiku saja?
"Jadi, apa yang ingin perwakilan Gereja Suci katakan?" tanya Justin curiga.
Justin bisa berbangga diri karena berhasil mengendalikan kerajaan Federasi yang telah memakan umpannya. Namun, semua berbeda jika Gereja Suci menempatkan diri di antara mereka.
Sedari dulu, ia kesulitan menemukan titik terang terkait Gereja Suci yang dianggap menganggu rencananya. Variabel lama yang ingin dia singkirkan.
Secara spesifik, Justin memang hampir mengetahui seluruh petinggi Gereja Suci, kecuali Uskup Agung dan orang di dekatnya. Ini yang dirinya takutkan, dia merasa ribuan mata sedang menatap ke arahnya saat ini.
"Hanya kami yang bisa menginterupsi pertikaian kedua belah pihak. Kami hanya ingin bantuan dari asosiasi, terutama dalam persenjataan. Pangeran secara tak terduga memimpin ratusan ribu monster untuk berperang melawan Gereja Suci dan Kerajaan Rexist."
"Bantuan?"
"Jangan mengambil kesimpulan terlalu cepat. Ini perbincangan yang sangat penting, sepertinya kita harus membicarakannya secara empat mata."
Justin terdiam sejenak memikirkan tawaran dari pendeta.
Aneh. Gereja Suci sangatlah kaya, bantuan ini tidak rasional. Mereka bisa dengan mudah membelinya. Tapi, sepertinya ada sesuatu yang menghalangi mereka untuk membeli.
Justin menyeringai dan berkata, "Menarik. Aku akan atur itu nanti."
"Tuan Neno, dari mana pangeran menemukan ribuan monster seperti itu?"
"Itu masih kami selidiki untuk saat ini. Tapi, yang pasti ...." Pendeta melirik ke arah tempat Kerajaan Penyihir Maphas.
Justin merasakan tekanan yang diberikan oleh pendeta itu.
"Apa yang bisa kami lakukan? Sejak perang itu, kami mengalami kerugian yang sangat besar karena tindakan pengecut kalian menyerang penduduk tak berdosa." Alissa Hart menanggapi perkataan pendeta dengan jelas.
"Hoh, aku tak mengira perkataan itu muncul dari orang yang bersekutu dengan iblis. Ah, apa kau sangat terpukul dengan kekalahan telak waktu itu?" Pendeta Neno melirik tajam ke arah Alissa Hart.
"Sangat disayangkan, seorang Dewi ikut campur dalam perperangan ini. Apa dia tidak malu? Dengan bangganya kalian merayakan kemenangan sengan cara memalukan seperti ini."
"Jaga bicaramu!" Aura di tubuh pendeta itu semakin menekan seluruh ruangan.
Justin merasakan sesak di dadanya karena tekanan ini. Namun itu tak berlangsung lama, bawahannya yang bersembunyi melindunginya dari tekanan.
Bagaimana seorang pendeta memiliki aura yang besar seperti ini? Siapa dia sebenarnya?!
Alissa Hart memalingkan pandangannya dari arah meja anggota Federasi, kali ini ia melihat tepat ke arah Justin.
Justin tak bisa menyembunyikan ekspresi senangnya karena Alissa Hart melihatnya sambil tersenyum.
Katakan, aku akan melindungimu!
Bersambung ....