
Tempat ini akan hancur jika kedua orang itu bertarung.
"A-aura ini ...." Nona Eline telah siuman.
"Nona Eline! Kau tak apa?!"
"Aura ini ... sama seperti 7 tahun lalu,"
7 tahun lalu, sebuah bencana besar terjadi di seluruh dunia. Hampir seluruh makhluk hidup terancam nyawa akibat ledakan Mana yang disebabkan oleh 12 Guardians of the World.
"Aura siapa yang kau maksud, Nona Eline?"
Nona Eline menunjuk ke arah Blues. "Pria beraura biru itu,"
Blues salah satu dari 12 Guardians of the World?
*Crack
Tanah di sekitar kami retak dan bergetar hebat.
Aku membawa Nona Eline menjauh dari tempat itu. Nona Saint juga membawa Uskup Agung bersamanya.
Muncul lingkaran sihir raksasa yang memiliki pola yang cukup aneh dari arah pihak musuh. Lebih tepatnya di belakang Ratu Daisy. Jika dilihat lebih seksama, orang yang merapal sihir adalah Putri Elf.
Kami menjauh dari tempat itu. Jarak kami saat ini sekitar 1 kilometer dari tempat itu. Nona Saint juga berada di posisi yang sama. Kami melihat pertarungan itu dari sini.
Terlihat wajah Uskup Agung yang masih syok melihat kedua orang itu.
"I-itu, 'kan ...?"
"Ada apa, Nona Saint?"
"Tidak salah lagi, itu sihir kuno,"
"Sihir kuno?"
Aku baru pertama kali mendengarnya.
"Tak kusangka Putri Elf itu bisa menggunakan sihir kuno,"
"Apa itu sihir kuno?" tanyaku.
"Itu-"
"Sihir yang digunakan para Dewa dan Dewi," potong Uskup Agung.
Dewa? Dewi? Tunggu ... jadi ada Dewa juga?!
Lingkaran sihir itu semakin membesar melewati kami. Putri Elf menggunakan sihir area yang mencangkup luas tempat ini.
"Dia bahkan bisa menggunakan sihir area seluas ini," ucap Nona Saint.
Perlahan cahaya menerangi tempat ini. Seharusnya waktu perang akan selesai sebentar lagi. Namun, cahaya yang dikeluarkan dari sihir milik Putri Efl membuatnya terang seperti siang hari.
Benar-benar sihir yang luar biasa. Mereka berencana untuk tidak mengakhiri perang hari ini. Dengan kondisi yang menyerupai siang hari, maka terompet tak akan berbunyi. Suara terompat berasal dari golem yang akan meniup terompet jika hari mulai gelap. Sihir ini akan menghalangi golem untuk meniup terompet.
*Dum!
Hantaman keras terdengar dari barisan kami.
Tampaknya pertarungan para Saint melawan demihuman masih berlanjut walau mereka sedang kesusahan untuk bergerak karena tekanan aura ini.
Aku kembali melihat ke arah dua orang yang masih saling beradu aura.
Sepertinya mereka masih saling mengukur kekuatan satu sama lain. Mereka tidak akan menyia-nyiakan satu pergerakan pun yang bisa merugikan mereka.
Ratu Daisy mengeluarkan tongkat sihir berwarna hitam.
Blues menyilangkan kedua tangannya ke depan, posenya seperti ingin berubah atau bersiap mengeluarkan serangan dari kedua tangannya itu.
Ratu Daisy membuat sihir perisai berwarna hitam di depannya.
*Wush!
Blues mengibaskan kedua tangannya ke depan.
Sebuah tebasan es melaju dengan kecepatan tinggi.
*Bush!
Es itu menghantam perisak es milik Ratu Daisy. Tempat itu ditutupi oleh uap.
Perisai hitam itu memiliki atribut api.
Blues kembali mengibaskan tangannya. Serangan es itu terus keluar menghantam perisai hitam milik Ratu Daisy. Jumlah tebasan es yang dikeluarkan semakin banyak.
Aku bisa mendengar suara hantaman yang begitu nyaring ketika es itu menghantam perisai hitam milik Ratu Daisy.
Blues melompat ke dalam kepulan uap itu, dia menyerang Ratu Daisy dari dekat.
Terdengar suara dentuman senjata dari dalam kepulan uap itu.
Percikan api muncul dari setiap hantaman senjata mereka.
*Duuuarrr!
Ledakan pun tak terelakan. Kepulan uap menghilang akibat ledakan itu.
Blues berada di udara sambil merentangkan tubuhnya. Kedua tangannya memegang pedang es.
Ratu Daisy masih di bawah dengan tongkat dan perisai hitamnya.
Blues membuat es di kakinya sebagai pijakan.
*Wush!
Blues melesat kencang menuju Ratu Daisy.
Hantaman tak terelakan. Blues mendarat tepat di perisai hitam milik Ratu Daisy.
Blues menyerang Ratu Daisy dari segala arah, namun perisai hitam terus mengikuti ke mana pun Blues menyerang.
Pertahanan yang sangat luar biasa. Aku yakin senjata milik Blues berada di level yang berbeda, begitu juga dengan perisai hitam milik Ratu Daisy.
Blues mengangkat kedua tangannya ke atas.
Aura biru berukuran raksasa menyelimuti dua pedang di tangannya.
*Bruk!
Ratu Daisy semakin tertekan.
*Brak!
Blues berhasil mendorong Ratu Daisy ke dalam tanah.
Perisai hitam milik Ratu Daisy perlahan memudar.
Mereka berdua seperti sedang membicarakan sesuatu.
Aku tak bisa mendengar apa yang mereka ucapkan. Namun, gerak-gerik tubuh Blues seperti terkejut akan sesuatu.
Huh?
Blues melompat ke belakang.
Sial, aku penasaran!
Mereka kembali mengobrol.
Aku sangat ingin mendekati mereka, namun tubuhku masih tidak bisa bergerak karena tekanan aura milik mereka berdua masih aktif. Mungkin hanya Putri Elf dan pria bernama Glenn yang mendengar percakapan mereka, karena mereka tak jauh di belakang Ratu Daisy.
"Nona Saint, apa kau bisa mendengar mereka?" tanyaku.
"Tidak, sepertinya ada yang memasang penghalang suara, tapi aku yakin pasti itu perbuatan si Putri Elf,"
"T-tidak mungkin." Tubuh Uskup Agung gemetaran.
Apa yang terjadi dengannya?
"Uskup Agung, apa Anda baik-baik saja?!"
"Ratu Daisy Maphas ... bawahan 'orang itu'," ucap Uskup Agung dengan nada pelan.
Orang itu? Apa ada orang yang lebih kuat dari Ratu Daisy?
Uskup Agung berdiri. "Blues! Habisi dia!" teriaknya keras.
"Di sana ada penghalang su-"
Eh?
Tubuh Blues membesar.
Sama seperti tangan sebelumnya. Tubuh Blues memiliki bulu yang sangat lebat. Bulu itu berwarna putih kegelapan.
Tubuhnya terus membesar, dan akhirnya menjadi seekor monster raksasa. Wujudnya tak asing di mataku. Blues memiliki wujud seekor serigala setinggi 9 meter.
Sama seperti serigala pada umumnya, hanya saja setiap inci dari tubuh Blues mengandung banyak kekuatan. Bahkan cakarnya begitu mengkilap, mungkin setara dengan adamantite.
Melihat hal itu, Ratu Daisy tersenyum. Tongkat sihirnya berubah menjadi pedang yang penuh dengan energi gelap. Bahkan pakaiannya yang sebelumnya dress berwarna hitam, kini berubah menjadi pakaian hitam mengkilap yang menutupi seluruh tubuhnya. Terlihat seperti zirah, namun lebih kecil.
Keduanya dalam mode bertarung.
Blues melompat sambil mengayunkan cakar kanannya.
*Ting!
Ratu Daisy dengan mudah menangkisnya.
Setiap serangan Blues membuat area sekitar hancur. Pedang milik Ratu Daisy meminimalisir semua kerusakan itu.
Terakhir kali aku memeriksa stat Ratu Daisy, dia hanyalah seorang Magic Caster. Tapi, dia bisa menggunakan pedang. Apa ada sebuah trik untuk memanipulasi job?
Blues semakin cepat dengan menyerang menggunakan kedua kaki depannya. Namun, Ratu Daisy juga tak kalah cepat menahan semua serangan Blues.
"Myne, alirkan Mana-mu padaku, aku harus melemahkan Undead itu dengan sihir suci tingkat lanjut,"
"Baik, Uskup Agung!"
Sepertinya Uskup Agung ingin menggunakan sihir yang sama seperti waktu itu. Menurut pengamatan mereka, Ratu Daisy mengalami luka setelah menerima serangan itu.
Uskup Agung mengangkat kedua tangannya ke depan.
"Wahai Dewi, berikan hamba kekuatan untuk melawan makhluk jahat." Uskup Agung mulai merapal mantranya.
Cahaya putih berkumpul di telapak tangannya dan semakin membesar. Ukurannya jauh lebih besar daripada waktu itu.
*Bush!
Uskup Agung menembakan serangan suci ke arah Ratu Daisy.
"Dengan ini dia akan melemah!"
Serangan itu melesat dengan sangat cepat dari jarak 1 kilometer.
Huh?
Terlihat sesuatu di langit.
Seseorang sedang menuju ke sini dengan kecepatan tinggi.
Kecepatannya bahkan melebihi serangan suci yang sedang menuju ke tempat Ratu Daisy.
*Brak!
Orang itu mendarat dan langsung menahan sihir suci dengan kedua sayap hitam di punggungnya.
Apa dia seorang Malaikat?
Uskup Agung yang melihat itu langsung terkejut. "K-k-kenapa d-dia muncul ...?"
Orang itu merentangkan sayapnya. "Di mana Ratukuuu!"
Dia berteriak cukup keras. Dari suaranya, dia seorang wanita.
Aku tidak tahu siapa yang dia sebut Ratu. Namun, Putri Elf di belakangnya begitu ketakutan saat dia datang.
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!
Kalian bisa support Author juga di sini biar Saya semakin semangat buat update :
https://saweria.co/hzran22
Bisa donasi dengan Gopay, OVO, dan Dana, ya.