The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Assassin Technique



Pertarungan selanjutnya. Nona Eline melawan seorang pria yang menggunakan tombak.


Sepertinya Nona Eline akan kesulitan melawan orang ini. Lawannya memiliki penampilan seperti seorang prajurit, tapi dia tidak menggunakan zirah sepenuhnya. Hanya pergelangan tangan sampai sikut, dan sepatu yang menutupi hingga tulang kering. Tapi dia terlihat sudah tua walau memiliki postur tubuh yang bagus.


Nama : Janko Yu


Ras : Manusia


Usia : 53


Job : Warrior


Level : 297


Tittle : Spearman Master


Level-nya mungkin yang terendah di antara kami. Tapi, tetap saja dia tidak boleh dianggap remeh.


"Namaku Janko Yu." Pria itu membungkukkan badannya. "Mohon kerja samanya."


"Kau sangat sopan untuk seukuran pria tua yang mengincar gadis muda."


"Hohoho, aku merasa kembali ke masa mudaku setelah melihatnya."


Nona Eline menarik dagger hitam miliknya. "Cukup sampai di sini bincang-bincangnya, Pak Tua."


Tubuh Nona Eline diselimuti oleh aura hitam pekat, aura dari seorang assassin elite.


Dia hampir mendekati level Master Glenn.


"Hohoho, sungguh anak muda yang sangat bersemangat." Janko mengacungkan tombaknya ke depan, memasang kuda-kuda bertarung.


"Shadow Dance : Step 1."


*Wush!


Nona Eline menghilang dengan meninggalkan bekas bayangan di tempatnya tadi. Dia menggunakan skill yang bisa menyamarkan diri ke dalam bayangan. Gerakannya yang cepat, serta bayangan yang membantunya menyamarkan diri, kini posisinya sangat sulit dideteksi.


Puluhan bayangan hitam melesat keluar dari dalam lantai menuju ke arah Janko. Bayangan itu berbentuk sebuah dagger yang terikat oleh bayangan berbentuk seperti tali.


*Ting! Ting!


Janko menangkis serangan dari dagger bayangan dengan cara memutar tombaknya. Di beberapa kesempatan, Janko menangkis dagger bayangan dari arah belakang dengan cara yang tidak diduga. Menggunakan ujung tombak seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


Dia sangat hebat. Gelar Spearman Master bukanlah omong kosong belaka.


Puluhan dagger bayangan lain muncul dari lantai arena. Janko semakin cepat menangkis dagger itu dengan tombaknya. Dia menangkis serangan dari jarak yang jauh dari tubuhnya karena dia tipe penyerang menengah.


Itu dia.


Bayangan hitam muncul tepat di bawah kaki Janko, diikuti dengan tangan yang sedang mengenggam dagger, serangan itu menargetkan bagian bawah perutnya.


"Akan kuikuti permainanmu, gadis kecil." Janko menebas tombaknya menyeluruh membentuk sebuah lingkaran.


Tak lama kemudian puluhan dagger bayangan dan bayangan tangan yang ada di bawah kakinya berhenti seketika.


Apa ini skill menghentikan waktu?


"Tornado Spear!"


*Bush!


Seluruh dagger bayangan lenyap karena terhempas oleh angin yang sangat kuat. Tangan bayangan yang merupakan tubuh asli Nona Elina juga ikut terhempas hingga menabrak dinding arena.


Sangat luar biasa. Level-nya belum menyentuh 300, bahkan masih berada jauh di bawah Nona Eline, tapi seolah-oleh perbedaan itu tidak berpengaruh padanya. Mungkin inilah yang dimaksud pengalaman mengalahkan keterampilan. Seharusnya Nona Eline juga cukup berpengalaman, 'kan?


"Aku benar-benar sangat bersemangat, karena sekian lama tidak meregangkan ototku." Janko melihat ke arah ruang tunggu peserta. Dia melihat orang di antara kami, kemudian kembali menoleh ke arah Nona Eline. "Ayo, gadis kecil, orang tua ini akan menggunakan seluruh kekuatannya untuk menghadapimu."


Nona Eline bangkit dengan tubuh sempoyongan, tapi dia tidak terlihat kesakitan sama sekali.


"Hahahahahaha!" Nona Eline tertawa cukup keras.


Dia benar-benar berbeda dengan Nona Eline yang kukenal selama ini.


"Baiklah, orang tua, aku akan segera menghabisimu." Aura hitam di tubuh Nona Elina semakin pekat.


Sial, ini benar-benar menegangkan. Di saat yang bersamaan membuatku tersadar ... apa aku bisa melawan orang seperti mereka?


Nona Eline berlari dengan cepat, bayangan hitam mengelilingi tubuhnya seperti sebuah perisai.


Di saat Nona Eline hendak mencapai tempat Janko, secara mengejutkan sebuah tombak sudah berada di depan wajahnya.


*Ting!


Tombak Janko langsung meleset ke sisi kiri karena aura hitam yang menangkis serangannya.


Nona Eline langsung melompat ke belakang menjauh dari Janko.


Lawannya pengguna tombak, jika dia terus menjaga jarak, maka kekalahan akan dialaminya. Satu-satunya cara adalah langsung mendekat padanya. Tapi, jangkauan tombak yang Janko miliki sangat lebar. Aku tak menyangka tombak itu bisa menusuk hingga dua puluh meter dari posisinya.


Ini mungkin saja, jika konsepnya sama seperti Swordmaster, maka jawabannya hanya satu ... dia juga bisa menggunakan aura pada tombaknya. Janko adalah seorang Swordmaster versi tombak.


"Kenapa kau menjauh, gadis kecil? Jika begitu, aku akan datang padamu!" Janko melompat ke arah Nona Eline.


Dia terus menusuk-nusuk tombaknya ke arah Nona Eline, kecepatannya sangat luar biasa. Jika tanpa bayangan yang mengelilinginya, mungkin Nona Eline sudah mendapatkan banyak luka.


"One Spear Streak!" Aura yang menyelimuti tombak Janko semakin solid dan tajam di pinggirannya.


*Crack!


Tombaknya langsung menembus pelindung bayangan milik Nona Eline dan menusuk perutnya.


"Apa?!"


Namun, orang yang ada di dalam pelindung bayangan bukanlah Nona Eline, melainkan bayangannya.


"Final Step." Puluhan bayangan menyerupai Nona Eline muncul mengelilingi Janko.


Teknik ini sangat merepotkan, bahkan aku belum bisa menggunakannya.


"Jangan meremehkanku, sialan!" Aura hijau menyelimuti tubuh Janko.


*Wush!


Janko menebaskan bilah aura yang membentuk sabit dan menyapu bayangan hitam di depannya. Tapi bayangan terus muncul semakin banyak Janko menyerangnya.


"Dasar orang tua kolot, hadapilah kematianmu sekarang," ucap Nona Eline yang suaranya bergema di arena.


"Kekekeke." Janko menyeringai. "Kau pikir aku tidak memiliki kartu truf, ya? Akan kutunjukan padamu sekarang, gadis kecil."


Janko bersiap melempar tombaknya ke depan. Seluruh aura di tubuhnya berpindah ke tombak itu. Auranya sangat kuat, bahkan bisa membuat orang biasa pingsan, untungnya arena ini sudah dilapisi penghalang agar penonton tidak terkena efeknya.


Seluruh bayangan di arena secara mengejutkan terhisap oleh aura yang menyelimuti tombak Janko. Sehingga posisi Nona Eline yang sebenarnya terlihat.


Apa-apaan tombak itu?!


"Dragon Serpent Spear!" Janko melemparkan tombaknya yang auranya menyerupai ular naga.


"Assassin Technique : Shadow Reaper." Bayangan hitam menyerupai jubah menutupi tubuh Nona Eline.


Itu, 'kan?!


*Wush!


Nona Eline melesat dengan sangat cepat ke arah tombak milik Janko.


Tidak salah lagi! Itu teknik puncak Assassin!


*Srink!


Tombak Janko seketika terbelah menjadi dua. Nona Eline memotongnya menggunakan dagger yang diselimuti bayangan hitam keunguan.


*Crack!


Kepala Janko seketika terputus, Nona Eline sudah berada di belakangnya dalam sekejap.


Janko mati.


"Pemenangnya adalah Nona Eline!"


"Woooaaaah! Kereen!" Penonton bersorak atas kemenangan Nona Eline.


Aku yakin itu banyak menghabiskan Mana miliknya. Teknik tertinggi yang sangat beresiko, bahkan Master Glenn jarang menggunakannya.


Nona Eline hilang ditelan bayangan dan kembali ke ruang tunggu peserta, tempat kami berada.


"Wah, wah, kau sangat mengagumkan, Nona," ucap Chandra.


"Itu belum seberapa, tunggu sampai aku mengoyak lehermu."


"Kau sangat tidak ramah."


Dilihat dari mana pun, Nona Eline butuh perawatan secepatnya, terutama Mana miliknya sudah hampir habis.


Aku canggung berbicara dengannya karena masih dalam penyamaran.


"Hei, kau." Seseorang menegurku.


Dia adalah orang yang ingin kulawan sebelumnya karena memiliki postur tubuh sama denganku.


"Iya?"


"Apa kau yakin ingin melawanku?" tanyanya dengan wajah serius.


Kenapa dia bertanya seperti itu? Tentu saja aku ing--tunggu sebentar.


Nama : Delon Rui


Ras : Iblis


Job : Swordmaster


Level : 554


Iblis?!


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA!