
Chapter 18 : Kesepakatan Bisnis
"Kak, apa aku akan baik-baik saja?"
Suara siapa itu?
"Kau akan baik-baik saja, ******,"
Lalu, suara ini ... aku mengenalinya. Nama siapa yang dia sebutkan? Aku tidak bisa mendengarnya.
"Aku janji akan membawa Kakak nanti,"
Pandanganku perlahan kabur sehingga aku kesulitan untuk melihat orang itu.
Seorang gadis? Rambutnya berwarna kuning, wajahnya tidak terlihat. Siapa dia?
Pandanganku semakin tidak jelas.
"Baginda-"
"Yang Mulia!"
Huh ... di mana aku?
"Baginda!"
Ah ... apa aku tertidur?
Aku bangkit dari sofa dan kembali duduk.
"Putri Sharah, apa yang terjadi?"
"Saat sedang membaca, Anda tiba-tiba tak sadarkan diri,"
Heh ... bagaimana mungkin itu terjadi? Apa Keres punya penyakit bawaan?
Aku melihat tanganku yang masih menggenggam buku yang aku baca terakhir kali.
Buku ini ... aku merasakan aliran Mana dari buku ini. Apa buku ini yang membuatku tak sadarkan diri?
"Apa yang terjadi dengan Anda, Yang Mulia?" tanya Putri Anna yang menatapku sedih.
"Aku bermimpi aneh,"
Putri Anna menggenggam tanganku dengan erat.
Wajahnya terlihat sangat khawatir.
"Lupakan itu, aku ingin kembali ke Kerajaan Maphas," ucapku.
"Baik, Saya akan mengantar Anda, Baginda,"
Huuh ... pada akhirnya aku tidak mendapatkan informasi apa pun tentang pilar. Arsip-arsip itu cuma berisi tentang sihir-sihir dasar. Ini semakin membuatku pusing! Apa tujuan Keres, sih?!
"Gate."
-------------------------------
"Terima kasih karena sudah mengunjungi Sekte Hitam, Baginda, Saya akan kembali,"
Pada akhirnya aku tidak banyak menemukan informasi. Tujuan Sekte Hitam juga masih menjadi tanda tanya. Mereka hanya menjalankan aktivitas layaknya Gereja Suci.
Tunggu ....
Sekte Hitam, kegiatan mereka tidak jauh beda dengan Gereja Suci. Seperti ada persaingan di antara keduanya. Apa ini hanya kebetulan? Yah, walau saat ini Gereja Suci lebih unggul, tapi tetap saja ini sebuah persaingan!
Aku menghela napasku.
Misterinya bertambah lagi, sialan!
"Yang Mulia!" Seseorang berteriak.
Huh?
Dia Lucy, adiknya Erish.
Dia menarik tanganku.
"Hei, ada apa?!"
"Di desa ada masalah!"
Lucy terus menarik tanganku walau dia tahu itu tak berguna, karena perbedaan level yang membuat tubuhku akan terasa berat.
Masalah? Aku memerintahkan mereka untuk membunuh siapa saja yang mencurigakan. Apa yang terjadi?
"Genggam tanganku,"
"...."
"Teleportation." Aku langsung pergi menuju Desa Liche.
--------------------------
Suasana di Desa Liche lumayan ramai, ada apa ini?
Lucy menuntunku ke rumahnya.
Sangat ramai!
Rumah itu dikelilingi oleh Pejuang Desa Liche, dan kumpulan orang di seberang mereka yang tak pernah kulihat.
Siapa para bajingan ini? Huh ... ini menarik. Pantas para Pejuang tidak menyerang mereka, ternyata para bajingan ini hampir setara dengan mereka. Yah, aku masih tetap yakin mereka bukanlah tandingan para Pejuang.
Ah, mereka menatapku dengan tatapan aneh. Itu sangat menggangguku!
Baiklah, kita lihat siapa bajingan yang membuat suasana di desa menjadi ricuh.
Di sana ada Erish yang ditemani oleh Hawk dan orang di depannya, seorang pria yang berpakaian seperti Bangsawan, ditemani oleh dua pengawalnya. Dua pengawalnya juga kuat, setara dengan Erish.
Ngomong-ngomong, di mana penguntit yang bernama Glenn? Aku tidak melihatnya semenjak pulang dari Kerajaan Rexist. Ah ... lupakan!
"Yan- Eheem ... Nona Alissa, silahkan duduk." Erish menarik kursi untukku.
Aku duduk di sebelahnya.
"Saya akan memperkenalkannya pada Anda, Beliau adalah Perdana Menteri Kerajaan Penyihir Maphas, Alissa Hart," ucap Erish.
Perdana Menteri?!
Pria itu sedikit membungkukkan badannya.
"Suatu kehormatan bisa bertemu dengan Perdana Menteri Kerajaan Penyihir Maphas. Nama Saya, Edd de Moriento, Pemimpin Asosiasi Perdagangan Luxtier,"
Aku tidak kenal.
"Kedatangan Saya kemari adalah untuk mendaftarkan Kerajaan Penyihir Maphas ke dalam Asosiasi Perdagangan Luxtier, seperti yang Anda tahu, seluruh Negara yang ada di Wilayah Manusia telah mendaftarkan diri ke Asosiasi, itu agar seluruh Kerajaan transparan, tidak memonopoli pasar nantinya,"
"Apa itu diwajibkan?" tanyaku.
"Sangat diwajibkan," jawab pria yang bernama Edd dengan senyuman kecil.
"Bagaimana jika kami menolak,"
*Sring
Suara gesekan pedang yang akan dikeluarkan oleh dua pengawalnya membuat suasana menjadi tegang.
"Tenanglah, kalian berdua. Ah, tentu saja seluruh Kerajaan mempertanyakan kredibilitas Kerajaan Penyihir Maphas, dan ... dua Negara bawahan kalian juga akan terpengaruh, lho. Asosiasi bisa memasukan Kerajaan ini dan dua bawahannya ke daftar hitam, pastinya seluruh rute perdagangan akan kami tutup,"
Bajingan ini ... dia sudah mempersiapkan segalanya. Aku tidak masalah jika Kerajaan Maphas yang merugi, tapi, Kekaisaran dan Kerajaan Elf, tidak mungkin aku akan menjerumuskan mereka, 'kan?
"Kami tidak keberatan, bahkan sama sekali tidak mempermasalahkan keberadaan Kerajaan Penyihir Maphas, tetapi kami mendengar laporan tentang pemutusan hubungan secara sepihak dari beberapa pedagang dengan Desa Liche yang merupakan wilayah dari Kerajaan Penyihir Maphas," lanjutnya.
Erish tertunduk dan tidak berani menatapku.
Sudah kuduga, aku terlalu berekspetasi tinggi terhadap Erish.
"Huuh ...." Aku mengehela napasku sedikit keras.
Hei, aku yakin mereka juga menyimpan rahasia kotor di jajaran mereka.
"Ada apa, Nona?"
"Tuan, apa Anda ingin membuat kesepakatan dengan Saya?"
Edd menyipitkan matanya dan manatap tajam diriku.
"Hooh ... menarik, katakanlah,"
Aku mengangkat tanganku. "Tolong, tinggalkan kami berdua,"
Dua pengawal Edd langsung menarik pedang mereka.
Edd mengangkat tangannya. "Tenanglah, biarkan kami berdua, kalian jaga di luar, jangan sampai ada yang mengganggu,"
Bajingan ini?! Kenapa bicaramu seolah-olah kita akan ... haah, lupakan!
Semua orang telah keluar dan menyisahkan kami berdua di dalam.
"Eheem ...."
Hanya ini jalan satu-satunya.
"Tuan, bisnis apa yang saat ini menarik perhatian Anda?" tanyaku.
"Hmmmm ... kenapa Anda menanyakan itu?"
Bajingan ini sulit ditundukkan.
"Pasti sangat sulit menjalankan bisnis di balik layar, benar, 'kan?" Aku tersenyum kecil.
"Ba-bagaimana Anda mengetahuinya?"
Kena kau.
"Yah, karena itulah Saya memberikan Anda penawaran, Tuan,"
Aku mengambil item dari ruang dimensiku.
Tentu saja dia tidak tahu, karena aku mengambilnya melalui punggungku sehingga dia tidak melihat proses pengambilannya. Putri Sharah pernah bilang jika penyimpanan ruang dimensi bukan sihir biasa. Jadi aku tidak akan menggunakannya secara terang-terangan.
Aku meletakan beberapa item dan senjata di meja.
"I-ini?!"
Matanya bersinar-sinar saat melihat barang yang kukeluarkan.
Sudah kuduga, orang serakah seperti dia bahkan tertarik dengan item kelas rendah.
"Bagaimana menurut Anda, Tuan?"
"Ini sangat menjanjikan,"
"Pilih salah satu,"
"A-apa?!"
Hei, jangan terburu-buru, sialan.
"Tenanglah, Tuan, jangan terlalu serakah, kita bisa menjualnya pelan-pelan. Saya menyarankan untuk memilih senjata ini, Tuan." Aku menunjuk ke sebuah dagger.
"Kenapa Anda menawarkan senjata, Nona?"
"Anda pasti sudah dengar beritanya, 'kan?"
Edd terkejut setelah mendengar perkataanku.
"Saya paham. Jadi, pihak mana yang akan diuntungkan dalam perperangan kali ini? Saya tidak yakin dengan tawaran ini, Anda sengaja menjual senjata untuk musuh?"
"Jangan khawatir, tidak ada yang akan dirugikan di sini, kami hanya menginginkan perang yang seimbang,"
"Hooh ... Anda meremehkan Federasi,"
"Tidak sama sekali, Tuan, justru kami sangat menantikan kekuatan luar biasa dari Federasi,"
Edd mengambil senjata yang berbentuk dagger dan memeriksanya.
Matanya seketika bersinar. "Rune?! Anda yakin ingin memasarkan ini?!"
Heh, apa ada yang salah? Rune adalah tulisan-tulisan kuno yang berfungsi untuk menambah daya serang. Itu hal biasa di Magic Infinity.
"Tentu saja,"
"Rune sangat sulit ditemukan, mengingat para Dwarf saat ini menyembunyikan diri mereka dari dunia, Saya terkejut karena Anda memiliki senjata Rune,"
Tunggu ... dia bilang langka?! Benar juga, aku tidak pernah melihat senjata yang memiliki Rune. Untung saja aku tidak mengeluarkan senjata yang memiliki banyak Rune.
"Apa Anda ingin melanjutkan penawaran kita? Perlu Saya ingatkan, jangan mencantumkan nama Kerajaan Maphas dalam kesepakatan ini,"
"Saya menerimanya, bagaimana dengan keuntungan kedua belah pihak?"
"Saya akan melepasnya jika mendapatkan pembagian sebesar 60:40,"
"Wah, maafkan Saya yang telah berprasangka buruk tentang Anda,"
Bajingan ini berpikir bahwa aku akan meminta pembagian yang menguntungkan satu pihak.
"Tapi, Nona, darimana Anda mendapatkan Rune ini?"
Aku meletakan jari telunjukku ke depan bibirku. "Ini rahasia perusahaan,"
"Khuahahahaha, baiklah, kita akan segera menjalankan bisnis ini, Saya tidak akan menyentuh jalan perdagangan Kerajaan Penyihir Maphas dan dua Negara bawahannya,"
Kami mengakhiri kesepakatan ini dengan saling berjabat tangan.
"Senang berbisnis dengan Anda, Nona,"
Asosiasi Perdagangan meninggalkan Desa Liche.
"Ya-yang Mulia,"
"Erish,"
*Bruk!
Erish berlutut, hantaman di lututnya terdengar cukup keras.
"Erish, apa yang kau lakukan?"
"Maafkan ketidakmampuan Saya, Yang Mulia!"
Huuuh ... aku juga sudah berusaha keras tadi. Bahkan aku hanya menduga Edd punya bisnis gelap, dan ternyata itu benar. Untungnya dia tidak menanyaiku tentang bisnis yang dia kelola. Itu bisa menjadi boomerang untukku.
Aku mengelus kepala Erish dengan lembut.
"Tenanglah, semua orang pasti pernah berbuat salah, begitu juga denganku,"
Orang yang ada di dalam rumah ini pun terkejut dengan perkataanku.
Heh? Apa yang kalian pikirkan? Aku juga sering melakukan kesalahan!
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA! 🤙