
[Rayna, jangan melakukan tindakan yang mencurigakan,]
[Apa maksud Ibu?! Izinkan Saya menghabisi makhluk rendahan ini!]
Dia benar-benar sangat keras kepala.
[Rayna, semua sesuai dengan rencanaku, jangan merusaknya,]
Rayna hanya terdiam.
Para penjaga itu mengikat tangan kami dengan item yang bisa mengekang sihir.
Item ini hanya berada di kelas terendah. Akan sangat bagus jika aku bisa menggunakan enchant pada item ini untuk menaikan kelasnya.
"Cepat jalan!" Salah satu penjaga mendorongku.
Aku merasakan niat membunuh yang sangat besar dari Rayna. Para penjaga tak bisa merasakannya karena aku menutupi Rayna dengan pelindung sihir yang tak terlihat.
Kami terus berjalan di lorong bawah tanah yang gelap. Ini lebih mirip labirin bawah tanah, karena sangat banyak jalan bercabang.
Dilihat dari luas tempat ini, mereka sudah lama mempersiapkannya. Dengan hadirnya Dungeon, rencana mereka hancur berantakan. Mereka hanya bisa bersembunyi untuk saat ini.
Namun, hal yang membuatku penasaran adalah kenapa mereka mengambil Mana seluruh penduduk di kota ini?
Kami tiba di depan sebuah pintu besi yang cukup besar. Pintu itu berwarna emas dan terlihat sangat tebal.
*Graaang!
Pintu besi itu terbuka, suaranya sangat berisik. Para penjaga sedikit kesulitan untuk membukanya.
*Brak!
Dorongan kuat dari para penjaga membuat pintu membentur dinding.
Sepertinya aku harus memperkenalkan teknologi yang bernama Door Stopper!
Tampilan dalam ruangan berbanding terbalik dengan tampilan di sepanjang lorong sebelumnya. Ruangan ini begitu terang dengan kilauan barang-barang mewah.
Bajingan itu juga menggerogoti harta milik Kerajaan diam-diam. Ini sangat disayangkan, aku akan memindahkannya ke dalam harta kekayaan Kerajaan Maphas. Erish pasti akan sangat terkejut melihatnya.
Kami berhenti di tengah ruangan.
Huh?
Aku merasakan ada sebuah energi sihir tepat di depan kami.
Sebuah penghalang?
Salah satu penjaga mengangkat tangannya ke depan.
Sebuah penghalang muncul.
Ternyata benar. Tapi, kenapa aku tidak bisa melihatnya? Apa mungkin ... item di tanganku ini?
"Hei! Cepat jalan!" Salah satu penjaga mendorongku dengan kuat.
Kami melewati penghalang.
Terlihat seorang pria duduk di sebuah kursi mewah yang mirip seperti singgahsana.
"Tuan Aguso, mereka berdua adalah penyusup," ucap butler yang menangkap kami.
Jadi dia orangnya, Perdana Menteri Aguso. Tubuhnya sangat kurus, apa dia kekurangan nutrisi?
"Oho, tak kusangka ada wanita dari ras Manusia secantik ini." Agusa memandangi kami dengan tatapan yang membuatku jijik.
[Ibu,]
[Tunggu sebentar lagi, Rayna, aku merasakan hal yang janggal,]
[Hal janggal?]
[Itu benar. Aku merasakan ada energi besar di tubuhnya,]
"Tindakan bagus, karena tidak melakukan hal yang akan membuatmu kesulitan." Aguso tersenyum lebar.
Heh? Apa dia mendengar telepatiku ke Rayna?
Aguso berjalan menghampiri kami. "Aku benar-benar dalam kondisi yang buruk sekarang, itu semua karena Dungeon aneh yang tiba-tiba muncul beberapa waktu lalu. Semua rencanaku menjadi kacau!"
"T-tuan Aguso, apa tidak masalah mengatakan itu pada mereka?" sambung butler.
"Aku tidak peduli! Semua sudah hancur! Tujuanku untuk membangkitkan Dewa Satan tidak akan pernah terwujud!"
Satan? Barusan, dia menyebut nama Satan, 'kan?
"T-tuan Aguso ...." Si Butler kembali memotong.
"Black Fire Ball!" Aguso langsung melemparkan sihirnya ke arah butler.
Si Butler melompat menghindari serangan Aguso.
"Sialan! Sialan!" Aguso bergeliat seperti orang gila. "Bawa mereka padaku!"
[Sekarang, Rayna!]
Huh?
[Rayna?]
Aku menoleh ke belakang.
Rayna berusaha untuk membuka item yang mengikat tangannya.
[Ibu! Benda apa ini?!]
Apa yang terjadi? Aku sangat yakin kalau item ini kelas rendah.
Aku mencoba melepaskan item yang mengikat tanganku.
Heh? Bahkan aku juga tak bisa melepasnya! Apa-apaan ini sebenarnya?!
Aku mencoba mengalirkan Mana ke tubuhku.
Aliran Mana di tubuhku sama sekali tidak terganggu, semua berjalan dengan normal. Item ini hanya mengikat tanganku.
"Hahaha! Percuma!"
Pria itu mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya. Dia menggenggam sebuah tongkat kecil. Tongkat itu mengeluarkan cahaya merah.
Aku merasakan energi di tubuh Aguso diserap oleh tongkat itu.
*Bruk!
Aku tersungkur ke bawah. Begitu juga dengan Rayna.
Perlahan aku tidak bisa merasakan tubuhku.
Napasku terengah-engah.
Sial! Apa ini sebenarnya?!
"Ini adalah tongkat pusaka yang ditinggalkan oleh Dewa Satan. Menurut legenda 350 tahun lalu, Dewa Satan membelah jantung keduanya untuk membuat tongkat ini, dan benda yang terikat di tangan kalian itu terhubung dengan tongkat pusaka ini,"
Aku tidak mengerti apa yang dia katakan.
"Aku tak tahu siapa kalian, melihat dari pakaian Bangsawan yang kalian kenakan, aku yakin pihak istana menghubungi Kerajaan lain untuk menangkapku,"
Aku tidak peduli dengan presetan itu, aku hanya ingin lepas dari benda sialan ini!
"Bawa mereka ke ruang tahanan, aku akan mempersiapkan diri untuk mereka,"
"Baik, Tuan!"
Para penjaga mengangkat tubuhku.
"Bajingan! Jangan sentuh Ibuku!" Rayna hanya bisa berteriak melihatku.
Seberapa kuat Satan sebenarnya? Bagaimana cara Keres melawan kekuatan seperti ini?
*Bruk!
Tubuhku masih tidak bisa bergerak. Tapi, aku masih bisa mengalirkan Mana-ku dengan normal.
"Ibu! Bertahanlah!"
"Maafkan aku, Rayna,"
"Tidak, Ibu! Ini semua karena ketidakmampuan Saya untuk menjaga Ibu!"
Huh ... aku tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Aku mencoba mengalirkan sihirku ke tangan.
"Black Hole." Aku mengeluarkan sebuah sihir berbentuk bola hitam berukuran kecil.
Black Hole adalah sihir yang bisa menarik apa pun, dengan lubang kecil sebagai pusat tarik gravitasi.
Aku mencoba menggunakan Black Hole untuk melahap benda aneh ini.
Huh?
Benda aneh ini tak bergerak satu inchi pun.
Bahkan sihir tingkat 10 tidak mempan.
"Siapa kalian?" Terdengar suara pria di sudut ruangan.
Suara yang tak asing di telingaku.
Aku menoleh ke arah sumber suara itu.
"Kau ...."
Orion?!
"Siapa kau?"
Ah, dia tak mengenaliku dalam wujud ini.
"Apa kau Duke Orion?"
"Benar, bagaimana kau bisa tahu tentangku?"
"Raja Karibian mengutus kami untuk menyelidiki keanehan di wilayahmu. Hanya kau satu-satunya orang yang mengenakan pakaian petualang walau kau seorang Bangsawan,"
"B-begitu, ya,"
Wuaaah! Apa yang aku katakan?!
Tangan Orion juga diikat dengan item yang sama.
Tubuh kami sama-sama tidak bisa digerakan. Kami bertiga terbaring seperti orang aneh.
Ternyata wilayah Orion menjadi sasaran mereka. Dia terlalu fokus menyelidiki istana, sampai tak menyadari bahwa wilayahnya dalam bahaya.
"Duka Orion, kenapa mereka menyerap habis Mana orang-orang di kota?"
"Dia ingin menggunakan Mana itu untuk membangkitkan sesuatu,"
"Apa maksudmu?"
"Aku tidak tahu pasti, tapi, aku yakin dia sedang menyiapkan sesuatu yang sangat berbahaya,"
Jika seperti itu, ini semua berhubungan dengan kebangkitan Satan. Sepertinya mereka berencana mengumpulkan Mana untuk membangkitkan Satan.
"Acid Blood!" Rayna mengaktifkan sihirnya.
Perlahan tubuhnya diselimuti oleh darah.
*Cissshh
Terdengar suara benda yang melepuh.
Aku melihat ke arah benda aneh yang mengikat tangan Rayna.
Perlahan benda aneh itu meleleh.
"Sesuai perkiraanku! Benda sialan ini akan meleleh jika tersentuh darah asamku!" Rayna terlihat sangat senang.
Benda aneh ini masih terbuat dari logam. Sihir darah Rayna bahkan bisa menghancurkan logam adamantite.
Rayna menarik kedua tangannya dengan sekuat tenaga.
*Crack!
Benda aneh itu hancur.
"Ibu, Saya berhasil!"
Lihatlah Vampir kecil ini, dia sangat senang dengan pencapaiannya.
Rayna menggunakan Acid Blood padaku dan juga Orion.
Ini benar-benar bekerja. Aku rasa mereka menggunakan logam yang salah untuk membuat benda aneh ini. Aku bersyukur membawa Rayna bersamaku. Jadi tak ada alasan untukku menghancurkan tempat ini untuk melarikan diri. Hanya satu hal yang membuatku bingung, kenapa Black Hole tidak bisa menelan benda ini?
Rayna berdiri sambil mengangkat kedua tangannya ke depan.
"Makhluk-makhluk rendahan itu, akan kubunuh!"
"Apa yang putrimu lakukan?" tanya Orion.
"Diam dan lihat saja,"
"Blood Eater!" Rayna menggunakan sihir darahnya.
Blood Eater, sihir darah yang bisa melahap apa pun, semua akan lenyap jika menyentuh darah itu.
Menggunakan sihir tingkat 12, sepertinya Rayna benar-benar marah.
Ombak darah keluar dari tangannya dan bergerak membanjiri seluruh lorong di area ini.
"S-siapa kalian sebenarnya?" Orion manatap kami bingung.
"Hanya seorang Ibu dan Putrinya." Aku membalasnya dengan senyuman.
Waktunya untuk menghabisi para bajingan itu!
"Duke Orion, apa kau tahu apa yang ada di atas kita saat ini?"
Orion menyentuh keningnya. "Aku kurang yakin, tapi, aku rasa kita berada jauh dari kota,"
"Hahahaha! Mati kalian!"
Rayna sangat menikmati pembantaian itu. Sekarang, giliranku. Aku akan mempercayai insting Orion.
Aku mengangkat tangan kananku ke atas.
"Falling Star of Death!"
Dari dulu aku ingin mencoba sihir ini! Falling Star of Death! Sihir tingkat 15 milikku!
"Bersiaplah, ledakan besar akan terjadi," ucapku.
"A-apa maksudmu, Nona?"
*DUUUUUUUUAAAAAAAAAAAAAAARRRRRR!
Hahahahahaha! Ini dia!
"Ibu sangat luar biasa!"
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!
Kalian bisa support Author juga di sini biar Saya semakin semangat buat update :
https://saweria.co/hzran22
Bisa donasi dengan Gopay, OVO, dan Dana, ya.