The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Latihan Untuk Si Kembar Maid



Terlebih lagi, apa tujuan mereka membuat acara pesta? Bahkan aku pun diundang, ini membingungkan. Pasti akan terjadi sesuatu yang merepotkan di sana. Seingatku, asosiasi berada di kerajaan kecil yang terletak di tengah benua. Sesuai dengan peran mereka, sebagai penengah di antata dua kubu.


"Bagaimana menurut kalian?"


"Ibu tidak perlu datang, kita bisa menggunakan doppelganger tingkat tinggi," ucap Elina.


Itu terdengar menarik, tapi doppelganger mungkin tidak akan bisa berbuat banyak jika terdesak dalam suatu hal.


"Kirim surat balasan, aku akan datang."


"Baik, Ibu."


-----------------------------------+


Satu hari kemudian. Lapangan di belakang istana.


Aku telah mengistirahatkan tubuhku satu harian penuh, benar-benar kenyamanan yang tidak bisa dilupakan. Dan sekarang, aku ingin meregangkan otot-ototku. Saat ini aku sedang bersiap melakukan latihan bertarung dengan si kembar maid.


Mereka sudah menunggu di lapangan sambil menundukkan kepala, dan aku baru datang menemui mereka.


"Apa istirahat Anda nyenyak, Nyonya?" tanya mereka secara bersamaan.


Nyonya? Mungkin karena aku Ibu dari keenam bersaudari, tapi panggilan itu sedikit menganggu. Lupakan itu, sekarang ....


"Maaf karena sudah terlambat memperkenalkan diri, Nyonya. Nama Saya Rista Rolendine," ucap Maid berkacamata.


"Nama Saya Rasta Rolendine," sambung Maid dengan penampilan tomboy.


Si kacamata dilihat dari mana pun dia memang kakaknya, 'kan?


"Aku akan memanggil kalian Rista dan Rasta, apa ada yang keberatan?"


"Tidak, Nyonya, itu suatu kehormatan bagi kami berdua."


Aku mengambil tongkat hitamku dari ruang dimensi. "Kalian sudah tahu harus apa, 'kan?"


Keduanya mengangguk. Rista langsung menyiapkan kuda-kuda bertarungnya, dia seorang warrior tangguh. Sedangkan Rasta langsung bersiap dengan kedua dagger di tangannya, dia seorang assassin, dan sepertinya memiliki keahlian lain.


Aku bisa meningkatkan skill Monkey King sekaligus melatih mereka berdua.


"Monkey King Basic Skill : Consciousness."


Tubuhku seketika menjadi ringan seperti kertas, kekuatan fisikku meningkat.


Skill Monkey King meningkatkan inderaku menjadi lebih tajam, keterampilanku dalam menggunakan tongkat juga semakin dalam. Akan lebih bagus jika aku menggunakan tongkat yang digunakan oleh Raja Iblis.


"Majulah."


Rasta berlari dengan cepat, langkahnya meninggalkan jejak bayangan hitam. Dalam waktu yang singkat dia telah berada di hadapanku.


Dia mirip seperti Glenn, tapi masih berada di bawahnya.


*Ting!


Aku menepis serangan dari kedua dagger-nya yang menargetkan dadaku.


Rista belum bergerak, dia sedang mengamati pertarungan kami.


Aku menendang kedua tangan Rasta ke atas, dagger-nya langsung terlepas.


Celah.


Aku memutar tubuhku dan memberikan tendangan kejut ke arah perut Rasta dengan kaki kananku, Rasta terhempas.


Tidak sesimpel itu.


Bayangan hitam muncul dari tempat Rasta berdiri sebelumnya, bayangan itu muncul dalam bentuk pedang dan mencoba menusukku.


*Ting!


Aku memukul pedang hitam itu ke bawah, namun pedang hitam tidak bergerak sedikit pun.


"Monkey Step." Aku melompat ke ujung pedang, kemudian berdiri dengan ujung kakiku.


Huh?


Rasta tiba-tiba terbang ke arahku, tidak, lebih terlihat seperti baru saja dilempar oleh seseorang.


Aku melompat ke belakang, namun Rasta tetap bisa menggapaiku. Aku membelokkan serangannya ke sisi kananku, Rasta langsung kembali melompat dari belakangku.


Dengan sigap aku mengayunkan tongkatku sembilan puluh derajat ke belakang.


*Ting!


Lagi-lagi Rasta menahannya dengan dua dagger. Bayangan hitam dari tangan Rasta mengikat tanganku dengan kuat.


Pola ini ... selanjutnya pasti ....


Tanpa diduga Rista muncul dari arah belakangku, tangannya bersiap untuk memukulku.


*Wush!


Aku memiringkan kepalaku. Tangannya hanya berjarak beberapa inchi dari kepalaku.


Rista menggeser dengan cepat tangan kanannya ke leherku, samar-samar tangannya diselimuti sebuah aura.


*Bugh!


Aku menendang Rista dari belakang tepat mengenai perutnya, dia langsung terhempas cukup jauh karena aku menggunakan energi sihir pada kakiku. Hanya ujung jarinya yang berhasil mengenai leherku.


Untungnya aku mengikat rambutku hari ini, jika tidak, mungkin rambutku akan terpotong. Tangannya dialiri aura yang mirip seperti aura pedang. Aura itu yang menggores leherku.


Kedua tanganku masih terikat bersama dengan tangan Rasta.


"Monkey Step." Aku melompat ke segala sisi untuk mengacaukan skill Rasta.


Lompatanku benar-benar liar seperti kera, hal itu membuat Rasta tidak bisa menjaga keseimbangannya. Tak lama kemudian tali bayangan terlepas dari tanganku.


"Monkey King Intermediate Skill: Wisdom."


Pikiranku seketika menjadi jernih.


Monkey King Intermediate Skill: Wisdom membuatku bisa merasakan dengan detail aliran-aliran energi di sekitarku. Akan lebif efektif jika aku menutup mataku. Mari kita coba.


Pandanganku menjadi gelap. Namun, perlahan indera di tubuhku semakin tajam, bahkan seekor semut yang berada di depanku juga kurasakan gerakannya.


Hawa panas dari arah depan dan belakang, mereka pasti si kembar.


Aku menghela napasku, bersiap dengan tongkatku.


"Majulah!"


Serangan serentak mengarah dari arah depan dan belakang.


Aku merasakan serangan mana yang akan sampai padaku terlebih dahulu.


"Depan!"


*Ting!


Aku menepis serangan dari depan dengan tongkatku. Kemudian mengambil satu langkah ke kanan untuk menghindari serangan dari belakang.


Serangan selanjutnya berasal dari depan, aku menepis tangan yang mencoba menyerangku.


Tangan yang memegang senjata, itu adalah Rasta.


Sesuatu terasa dari bawah tanah.


Aku melompat ke belakang dengan posisi terbalik.


Itu serangan bayangan. Akan kucoba skill serangku.


*Bush!


Aku berlari dengan cepat ke arah mereka berdua.


Ada serangan, namun aku langsung menghindarinya dengan cepat.


"Apa?!" Salah satu dari mereka terdengar terkejut.


Aku menuju ke area yang memiliki hawa dingin, secara bersamaan mengayunkan tongkatku ke depan.


*Bugh!


Seseorang terkena pukulanku.


Aku menyerangnya dari belakang, ya? Tidak buruk.


Hawa panas datang dari atas, aura pedang juga terasa dengan sangat jelas.


Aku menancapkan tongkatku ke tanah.


*Bugh!


Sesuatu menabarak tongkatku yang tertancap di tanah, terdengar sangat keras dan menyakitkan.


Sial, ini sangat menyenangkan!


-------------------------------


Satu jam kemudian.


*Bruk!


Si kembar terkapar.


"Kalian sudah bekerja keras, akan kuakhiri latihan ini." Aku mengambil potion penyembuh dari ruang dimensi dan memberikannya pada mereka.


Mereka belajar dengan cepat, bahkan mulai bisa mengikuti pola seranganku. Aku memang sengaja menyerang mereka dengan pola yang sama, untuk latihan selanjutnya, aku akan menyerang dengan pola berbeda, begitu juga seterusnya.


"Kita akan latihan lagi mulai sekarang."


"Baik, Nyonya!"


Rista sepertinya akan lebih bagus jika memiliki senjata di tangannya. Aku akan memberinya hadiah, mungkin knuckle atau sarung tangan besi.


"Ibu, Anda sudah bekerja keras." Rhea datang menghampiriku sembari membawa segelas air.


Aku punya teko di ruangan penyimpanan, tapi dia membawakanku air.


Rhea, NPC level 1000, manusia, memiliki job Poison Master. Dia ahlinya racun. Memiliki penampilan wanita dewasa dengan rambut hitam seleher, wajahnya terlihat dingin seperti Delila, namun sedikit memiliki aura seorang pembunuh dari wajahnya. Ia mengenakan pakaian petualang, kurang lebih mirip sepertiku saat menjadi Alissa Hart.


Senjata utamanya adalah belati, namun belati yang dia miliki sangat beracun. Umumnya Rhea memang bisa menggunakan seluruh senjata, ia mengaliri senjata dengan racun. Walaupun memiliki ras manusia, Rhea bisa menghasilkan racun dari tubuhnya sendiri. Aku mendandapatkan inspirasi dari cerita komik yang karakter utamanya disuntikan ribuan jenis racun di tubuhnya.


"Apa kegiatanku hari ini?"


"Acara kecil yang sebelumnya Ibu katakan, kami telah menyiapkannya."


Ah, ini akan sangat menarik.


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA!