The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
The Two Sisters



Maid yang menggunakan dagger kemungkinan seorang Assassin. Dia memiliki penampilan tomboy, mirip Selene. Rambutnya pendek berwarna hitam kebiruan, sedangkan satu lagi sudah pasti seorang Warrior, penampilannya sedikit berbeda, ia mengenakan rok panjang dengan sisi kanan yang terbelah, rambutnya panjang berwarna hitam kemerahan, dan mengenakan kacamata.


"Itu Two Sisters!" Maid lainnya mulai bersorak.


Sepertinya aku akan menjadi bahan pertunjukan dua idol ini. Untuk si Assassin, aku hanya perlu mewaspadai kecepatan dan serangan gandanya, aku pikir seharusnya dia setara dengan petualang rank A. Masalahnya adalah si Warrior yang kemungkinan adalah kakaknya. Serangannya mirip dengan Vlad yang Delila ceritakan sebelumnya, setebal apa pun aku menciptakan penghalang, itu semua sia-sia jika itu tersentuh olehnya.


Semua serangan yang diterima dari luar akan berpindah ke bagian dalam tubuh. Aku cukup beruntung serangannya mengarah ke bahu kananku. Setidaknya dia berada di rank S, berada satu level di bawah wanita kelinci dari Kerajaan Karibian. Dari mana mereka mendapatkan orang-orang ini?


Aku bangkit sambil memperbaiki posisi bahuku.


Sial, ini menyakitkan.


Akan efektif jika menggunakan pedang, tapi aku tidak memiliki niat untuk melukai mereka. Skill apa yang cocok untuk bermain-main dengan mereka?


Maid Assassin maju terlebih dahulu dengan bayangan hitam di bawah kakinya. Gerakannya cepat, tapi aku masih bisa melihatnya. Aku mencoba menghindarinya dengan melompat membelakanginya. Maid Assassin mengepalkan tangannya ke depan, bayangan hitam di kakinya langsung menusuk ke arahku.


"Mana Shield." Aku langsung mengaktifkan pelindung Mana yang langsung mematahkan serangan bayangan miliknya.


"Tch." Maid Assassin terlihat kesal.


Aku merasakan sesuatu dari arah belakang.


"Teleportation." Aku berpindah ke pintu masuk istana.


Dugaanku benar, maid Warrior sudah bersiap-siap ingin memukulku dari belakang.


Maid Assassin melemparkan dagger-nya ke arahku.


Hanya dagger biasa, bahkan bisa kutahan dengan tangan kosong.


Aku hendak menangkap dagger yang berada tepat di depanku itu. Beberapa saat kemudian bayangan hitam muncul mengambil wujud manusia yang sedang menggenggam dagger itu, dan dia adalah maid Assassin yang berpindah menggunakan bayangan.


Maid Assassin mengikatku dengan bayangan.


"Matilah," ucap maid Assassin dengan wajah pembunuhnya.


Maid Assassin langsung menunduk, ternyata maid Warrior muncul dari balik tubuhnya dengan tangan mengarah ke wajahku.


Tak akan kubiar--


Aku tak bisa menggerakkan kedua tanganku, bayangan itu menahannya seperti akar yang merambat.


Summoning!


*Bugh!


Aku terkena pukulan tepat di wajahku dan terhempas keluar istana menabrak gundukan tanah seukuran bukit.


"The Sisters behasil membunuhnya! Penyusup telah mati!"


Sayang sekali.


Aku langsung melompat menuju ke arah The Sisters.


"Monkey King Basic Skill : Consciousness."


Maid Warrior dengan cepat meninju ke arahku, namun aku langsung menepisnya dengan ujung tongkat. Aku melewati maid Warrior, ujung tongkatku yang lainnya menyentuh perutnya, dan ...


*Bugh!


Maid Warrior terhempas ke sisi kanan menghantam gundukan tanah raksasa.


Aku menuju ke Assassin.


"Shadow Blade!" Skill miliknya memunculkan beberapa pedang dari dalam bayangan di bawah kakinya. Pedang-pedang itu mengarah tepat ke dada dan leherku.


"Monkey Step." Aku melompat di ujung pedang bayangan, dan terus melakukan hal serupa sampai serangannya terhenti.


Dia telah mengeluarkan lima belas bilah pedang bayangan, jumlah yang cukup banyak untuk seorang maid.


"B-bagaimana bisa kau ...?!" tanya maid Assassin yang terlihat kelelahan.


Aku mengarahkan tongkatku tepat di depan wajahnya.


*Tuk!


Aku mengetuk keningnya dengan ujung tongkat hingga ia terjatuh.


Maid lainnya yang tersisa langsung berlari menuju ke arahku.


Mereka benar-benar berusaha keras, ya.


"Fear." Aku menggunakan aura yang dapat menekan orang di bawah levelku.


Seluruh maid langsung terjatuh karena tidak bisa bergerak. Namun, ada satu orang yang masih bisa bergerak bebas.


Maid Warrior berjalan dengan sempoyongan, kuda-kudanya masih tetap terjaga.


Sangat menganggumkan, perkiraan levelku saat ini setidaknya berada di level 700. Dia manusia yang berada di atas level 500, sebuah kasus langka. Job-nya sebagai Warrior bisa dengan mudah mematahkan Fear milikku, memanfaatkan perbedaan level yang tidak terlalu jauh, serta semangat pejuang yang dimilikinya.


Setidaknya aku berhasil menggunakan skill dasar Monkey King.


"Kalian sudah bekerja keras. Aku akan memberikan kalian hadiah nanti," ucapku.


"A-apa yang kau katakan?" tanya Assassin.


"Hmmmm ...."


Mungkin aku bisa memberi mereka item-item tak terpakai di gudang.


"Ibu." Seseorang muncul dari dalam tanah, tubuhnya diselimuti akar tumbuhan berwarna hijau sebelum menunjukkan wujudnya.


Dia adalah Elina.


"Apa yang Ibu lakukan di sini? Saya sedang mengurus para vampir tiba-tiba merasakan aura Ibu." Elina melihat para maid di sekitar. "Jadi begitu."


"Kalian telah mendidik para maid ini dengan benar."


"Terima kasih, Ibu."


Yah, tak ada lagi yang harus kulakukan, waktunya kembali ke kamar.


"N-nona Elina ... orang i--Beliau adalah Ibu Anda?" tanya maid Assassin dengan wajah ketakutan.


"Bersujudlah!" perintah Elina pada seluruh maid.


Seketika para maid bersujud di hadapanku, termasuk maid Warrior yang berada paling jauh dari posisiku.


Ini memalukan!


"Ibu sudah menghukum kalian, jadi aku akan melupakan kejadian ini."


Para maid benar-benar mati ketakutan melihat ekspresi Elina yang juga belum pernah kulihat sebelumnya.


"Cukup, Elina, sembuhkan mereka agar bisa kembali bekerja."


"Baik, Ibu."


Berapa uang yang dikeluarkan untuk membayar mereka semua?


[Dan juga, suruh mereka semua utuk merahasiakan identitasku, jangan sampai orang lain di kota tahu keberadaanku.]


[Dimengerti.]


Aku harus tetap menjadi Alissa Hart walau sudah di Kerajaan Maphas sekali pun, karena kebanyakan dari penduduk kota adalah orang luar. Pihak Gereja Suci belum menunjukkan tanda tentang pencarian Keres, mungkin mereka bergerak secara rahasia untuk mencarinya.


*Brak


Aku menuntup pintu kamarku.


Tak banyak perubahan yang terjadi, namun semua terlihat seperti baru. Para maid bekerja dengan sungguh-sungguh.


Aku harus bergegas, mereka pasti bosan menunggu, kuharap mereka sedang main catur sekarang.


Pejamkan mata!


"Magic Create Item."


Sepertinya aku sudah berubah.


Aku membuka mata secara perlahan, pandanganku langsung menghadap ke cermin besar di depanku.


Pantulan diriku terlihat jelas dari cermin besar itu. Mengenakan pakaian petualang, pedang yang tergantung di pinggang kiriku, rambut kuning panjangku yang terikat ke belakang.


Berhasil! Aku sudah bisa mengganti avatar ke Alissa Hart!


Ini alasanku kembali ke sini, yah, sebenarnya bisa di mana pun, sih. Namun, untuk berjaga-jaga aku melakukannya di kamar. Aku khawatir perubahannya akan tereset, dan karakterku akan telanjang sepenuhnya! Walau ada sensor di bagian vital, tapi aku tidak menjamin sensor itu akan muncul di dunia ini.


"Akhirnya aku tidak perlu repot berdandan layaknya Alissa Hart. Hmmmm ... aku juga harus mengambil beberapa barang di sini."


Aku mengambil beberapa barang kecil, beberapa dari barang-barang itu akan sangat berguna di saat genting.


Saatnya kembali ke sana.


"Teleportation."


Aku langsung berteleportasi di hutan tempat ketiga orang itu menungguku.


"Heh?" Aku ternganga melihat kondisi tempat ini.


Pepohonan yang rimbun kini hancur seperti diterjang angin topan. Hewan-hewan kecil dan monster berlarian ke sana ke mari.


Apa-apaan ini?!


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA! TONTON IKLAN DI HADIAH JUGA :D