
Dia sama sekali tidak menyadari tebasanku yang tak kasat mata. Light Slash adalah skill andalan yang dimiliki oleh Master Alfred, seorang mantan saint.
Skill itu membuat tebasan lain yang tak terlihat. Ketika aku menebasnya sekali, aku memanfaatkan energi suci untuk menciptakan duplikat tebasan lainnya. Hal itu membuat tebasan itu tak terlihat.
Master Alfred lebih lihai menggunakannya, terutama pada saat pertarungannya melawan dragonewt beberapa tahun lalu. Tebasannya lebih banyak dan cepat dariku.
Aku tak ingin menggunakan ini, sepertinya mereka yang ada di atas sudah menganalisa teknikku. Terutama Chandra, walau bermulut besar, tapi aku yakin dialah yang paling ahli dalam hal seperti itu.
Reno kembali menyerangku, kali ini gerakannya lebih bersih, sangat cepat, dia bersungguh-sungguh untuk mengakhiri ini segera. Serangannya berupa tusukan yang langsung mengarah ke dadaku. Kobaran api dari pedangnya berhasil mengenaiku, namun aku langsung menepis pedangnya ke sisi kiriku.
Sebuah celah terlihat, bagian sisi kiri tubuhnya terbuka.
Aku menyerang sisi kiri Reno.
*Ting!
Reno langsung menarik pedangnya menangkis seranganku. Aku langsung melompat ke belakang menjauh darinya.
*Crack!
Luka gores kembali muncul di tubuhnya.
Reno terlihat tidak terkejut dengan seranganku, apa dia sudah menebaknya? Sekarang aku harus fokus melumpuhkannya.
"Flame Rush!" Reno menebaskan pedangnya ke udara, puluhan bilah api muncul hanya dalam sekali tebas.
Sial!
Aku berlari menghindari setiap bilah api yang ia lancarkan. Karena energiku terkuras, Patience Skill mengalami penurunan, aku tak bisa membaca serangannya lagi.
"Agh!" Bilah api berhasil mengenaiku dan membuat luka bakar di tubuhku semakin besar.
Bilah itu tidak menghilang setelah mengenaiku, mereka seperti boomerang.
"Perhatikan musuhmu." Reno sudah berada di depanku.
Gawat! Aku tidak memperhatikannya karena sibuk menghindari bilah api ini!
"Ice Sword!" Aku mengurung Reno dalam tembok es.
Namun, hal itu hanya sementara saja karena Reno langsung melelehkan dinding es yang mengurungnya.
Aku berada tepat di belakangnya saat setelah sudah melakukan Ice Sword.
Ini saatnya!
"Light Slash!" Aku menebas punggung Reno dan langsung melompat ke belakang.
Reno sama sekali tidak menghindar, dia menerima seranganku hingga membuat luka tebasan yang cukup dalam.
*Crack!
Dua tebasan cahaya lainnya berhasil menebas tubuh Reno, namun ....
Ada satu tebasan yang meleset? Aku tidak salah lihat, tebasan itu pecah di udara setelah Reno memiringkan kepalanya.
"Jadi dugaanku benar, ya?" tanya Reno sambil tersenyum kecil.
"Apa maksudmu?"
"Menggunaan pedang iblis, tapi masih bisa menggunakan kekuatan suci. Siapa kau sebenarnya?"
Light Slash sejatinya adalah skill dari saint, dan itu memerlukan energi suci. Aku tidak mungkin mengatakan bahwa aku mantan pahlawan, 'kan? Sial, inilah kenapa aku menahan diri untuk tidak menggunakan teknik yang kupelajari dari Gereja Suci. Walaupun aku seorang Dark Hero, namun energi suci masih ada di tubuhku,.
Pasti beberapa orang lainnya sudah menyadari ini. Tidak madalah, aku masih memiliki skill lainnya.
"Lupakan! Aku akan mengakhirimu di sini dan mengambil pedang itu!" Fisik Reno perlahan berubah, telinganya sedikit memanjang, tubuhnya membesar, bahkan aura merah yang menyelimutinya menyebar ke seluruh arena.
Akhirnya dia melepaskan semua kekuatan iblisnya. Yah, aku tidak akan menahan diri.
<>
Aku masih tidak yakin ini bisa mengalahkannya. Andai saja kekuatanku saat melawan Abbadon kembali, aku yakin bisa mengalahkannya dengan mudah.
Reno menarik pedangnya yang berubah menjadi pedang berwarna merah berukuran besar. Aku langsung berlari ke arahnya menyiapkan serangan selanjutnya.
Akan jadi masalah jika dia mengayunkan pedang itu, dan juga sepertinya dia tidak bisa mengayunkannya secara sembarangan, dia membutuhkan persiapan seperti posisi yang sesuai untuk mengayukannya.
Reno sudah berada dalam jangkauan seranganku.
"Light Slash!" Aku mulai menebas tangannya.
*Bush!
Kobaran api muncul dari lantai arena dan langsung menghempaskanku.
"Agh!"
Light Slash milikku berhasil digagalkan. Jika aku menggunakan seluruh Mana-ku pada serangan Light Slash, mungkin itu bisa melukainya. Tapi itu terlalu beresiko, daya tahan tubuh kami berbeda, aku pasti bisa mati lemas setelah menyerangnya. Dia akan menggunakan kesempatan itu untuk menghabisiku.
Riuh penonton mulai terdengar, mereka berbisik soal peserta yang berasal dari ras iblis. Tiga orang yang berada di ruang tunggu juga terlihat fokus menyaksikan pertarungan kami.
*Wush!
Reno mengayunkan pedangnya ke arahku. Seketika api menjalar ke seluruh arena, lantai arena terbakar. Ini terlihat seperti di kawah gunung.
Aku masih berada di bagian yang belum terbakar, namun tetap saja api itu akan terus menjalar seperti lava panas.
<>
Apa ini lelucon?! Kenapa tiba-tiba Patience Skill meningkat? Itu tidak penting, ini kesempatan bagus.
Aku merasakan kekuatanku meningkat, tapi tidak sekuat saat aku pertama kali mendapatkan gelar Dark Hero menggunakan Patience Skill.
Ini harusnya sudah cukup, 'kan? Aku akan mendekatinya terlebih dahulu.
*Wush!
Aku melompati kobaran api yang telah mencapai tempatku. Tubuhku masih melayang di udara, mencari tempat yang sesuai untuk menyerangnya.
Reno tak tinggal diam, dia melemparkan bara api yang entah dari mana asalnya. Aku berusaha menghindarinya, namun beberapa lemparannya mengenaiku.
Tubuhku terasa hangat ketika bara api yang dilempar Reno mengenaiku.
Resistensi api 50%, bukannya ini berlebihan? Api jenis apa yang bisa membakarku sekarang dengan resistensi 50%? Ini benar-benar kesempatan emas!
Aku menggunakan batu bara yang dia lempar sebagai pijakanku untuk melompat ke arahnya.
*Wush!
Aku melesat dengan cepat ke arah Reno.
Asal tidak tertusuk pedangnya, aku masih punya kesempatan, api ini bukan lagi masalah buatku.
"Light Slash!" Aku bersiap menebaskan pedangku padanya.
Huh?
Aku melihat Reno menyeringai.
Puluhan pedang yang terbakar muncul dari kobaran api di lantai.
Apa dia bisa men-summon pedang?! Sial! Aku terlambat!
"Tamatlah riwayatmu!"
Hanya beberapa meter sebelum pedang menusukku, aku tidak punya pilihan lain.
"Sneaking Shadow!" Aku membuat bayangan hitam yang memanjang ke arah belakang Reno.
*Bush!
Tubuhku tertusuk oleh pedang yang dikeluarkannya. Namun itu adalah tubuh bayangan, tubuh asliku telah berpindah ke belakang Reno.
"Light Slash!" Aku menebas punggung Reno dengan sangat kuat. "Sneaking Shadow." Aku menarik bayanganku menjauh ke sisi arena dan berpindah ke sana.
Sneaking Shadow adalah teknik menyelinap yang digunakan assassin. Menarik bayangan ke tempat yang ingin dituju dan berpindah, bahkan di dalam tempat tertutup sekali pun. Namun, hanya bisa digunakan di dalam radius lima puluh meter.
*Crack!
Bilah cahaya susulan melukai tubuh Reno.
"Huwaaaaaa!" Reno berteriak kesakitan.
Harusnya itu sudah cukup, 'kan? Aku hampir kehabisan Mana, bisa celaka jika dia menyerangku lagi.
*Brugh!
Reno terjatuh.
Apa ini sudah berakhir?
"Tuan, umumkan pemenangnya," pintaku.
Tak lama setelah itu, tiba-tiba tubuhku terasa berat.
Sial! Apa aku kehabisan Mana?! Tidak! Ini berasal skill seseorang.
Aku melihat ke arah Reno. Hal mengejutkan terjadi, Reno berdiri dengan tubuh menghitam, matanya merah menyala.
Apa itu? Aku belum pernah melihat iblis seperti itu.
*Wush!
Reno melompat ke arahku dengan sangat cepat sambil mengarahkan pedangnya.
Aku akan mati. Tubuhku tidak bisa bergerak karena tekanan yang dia berikan.
*Bragh!
Sesuatu melesat dari atas menutup jalan Reno. Lantai arena hancur sehingga menimbulkan kepulan abu di depanku.
"Pembawa acara, umumkan bahwa Wither pemenangnya." Terdengar suara seorang wanita dari dalam sana.
Suara itu, 'kan?
Kepulan abu perlahan menghilang dan sosok itu terlihat jelas sekarang.
Nona Hart.
Nona Hart menahan pedang Reno hanya dengan tangan kirinya. Pedang itu masih terbakar, ujung pedang itu juga menusuk telapak tangan Nona Hart.
Wajah Nona Hart tampak kesal, ini pertama kali aku melihatnya menunjukkan ekspresi seperti itu.
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA!