
Red Own masih berada tak jauh dari mereka berdua, Rista tak menendang dengan kekuatan penuhnya. Normalnya, orang lain mungkin akan terhempas dengan tendangan itu, namun Red Own termasuk pengecualian.
Aku tak akan terjebak lagi oleh maid itu.
Red Own kembali berdiri, menepuk-nepuk pakaiannya, lebih tepatnya menepuk bekas tendangan Rista.
Rista terlihat kesal melihat tindakan itu.
"Hei, sepertinya aku menyadari sesuatu," ucap Saraya.
Rista melirik Saraya sebagai responnya.
"Tendangan pria itu tak menyakitkan seperti sebelumnya. Tendangan sebelumnya membuatku mendapatkan luka dalam yang cukup serius, tapi tendangan tadi lebih lemah dari sebelumnya." lanjut Saraya.
Rista semakin yakin dengan dugaannya selama ini. Red Own memiliki trik untuk memanipulasi penghalang di tubuhnya.
"Saraya, dengarkan aku--" Belum sempat Rista melanjutkan perkataannya, aura membunuh yang kuat muncul dari belakang mereka.
Saraya dan Rista menoleh secara bersamaan.
*Dum!
Suara pukulan yang dilancarkan secara bersamaan ke perut mereka. Rista dan Saraya terhempas dengan sangat cepat.
Ternyata Red Own menyerang mereka dari belakang, tak ada yang menyadari hawa keberadaannya sebelum ia melancarkan aura membunuh tersebut.
Saraya dan Rista terbaring lemas, mulut mereka memuntahkan darah. Terutama Saraya, fisiknya berada di bawah Rista, serangan itu sangat berbahaya baginya.
"Kugh!" Saraya terus menekan perutnya. Sekali lagi, armor menyelamatkannya dari luka dalam yang fatal, namun rasa sakit yang luar biasa tak bisa dihindarkan.
Sial! Aku lupa dengan kemampuan bajingan ini yang bisa menghilangkan hawa keberadaan.
Menghilangkan hawa keberadaan. Sebuah skill yang pada umumnya dimiliki oleh para assassin. Skill yang bisa menghilangkan seluruh hawa keberadaan termasuk energi sekali pun. Pada dasarnya, Saraya bisa merasakan assassin yang menggunakan skill ini, tapi berbeda dengan Red Own, ia merasa skill itu menjadi spesial jika pria itu yang menggunakannya.
Rista kembali bangkit dengan tubuh yang gemetar. Bagaimanapun juga, ia menerima serangan tanpa pelindung.
Aku masih kuat bertarung!
Ia mengambil sesuatu dari balik seragam maidnya. Sebuah logam yang menyerupai bentuk kepalan tangan. Rista memasang benda itu di kedua pergelangan tangannya, ketika ia mengepalkan kedua tinjunya, ujung logam di kelima sisinya membentuk sesuatu yang tumpul.
Death Nucle. Sebuah item pendukung yang meningkatkan kekuatan serangan sebesar lima puluh persen, namun kelemahannya berada di pertahanan yang menurun sepuluh persen.
Nyonya Besar memberikan ini untukku, sepertinya aku memang harus menggunakannya.
Kobaran api tiba-tiba menyala dari arah belakang Red Own, asalnya dari tempat pertarungan Rasta dan Justin. Di saat yang sama, Rista melihat sesuatu yang menarik perhatiannya.
*Wush!
Rista dan Red Own berlari mendekat secara bersamaan. Keduanya berniat ingin melakukan pertarungan tangan kosong, dan Rista sangat percaya diri dengan kemampuannya.
Dengan cepat Rista memenangkan momentum untuk pukulan pembuka, dan itu mengarah tepat ke wajah Red Own. Walau kalah dalam refleks di awal, Red Own bisa menepis tangan Rista ke bawah.
Red Own melancarkan tendangan ke arah perut Rista dengan kaki kirinya. Posisi Rista sedikit lebih rendah, tendangan itu mengarah ke wajahnya.
Tidak lagi!
Rista menendang kaki kanan Red Own untuk mengacaukan keseimbangannya, dan itu berhasil. Tubuh Red Own bergerak tak terkendali. Rista kembali menarik tinjunya dan melayangkannya ke arah Red Own.
Pukulan itu membuat Red Own terdorong dan jatuh. Bukannya senang, Rista terlihat kesal dengan kejadian itu. Rista tak menggunakan energinya untuk melayangkan pukulan itu, Death Nucle sudah cukup untuk melukainya.
Pertahanan tak kasat mata. Energi aneh itu menyelimuti tubuhnya setipis mungkin. Pertarungan ini tak menggunakan energi Mana dari tubuh mereka, murni kekuatan fisik dan juga senjata yang mereka miliki.
Red Own kembali berdiri, ia langsung memasang kuda-kuda bertarung. Ronde ke dua pun dimulai.
Dengan cepat, kepalan tangan kanan Red Own hampir menyentuh wajah Rista.
Sangat cepat!
Rista menghindarinya dengan cara berputar, ia melancarkan serangan sikut ke arah kepala Red Own.
*Bugh!
Serangan itu berhasil mengenai kepalanya, Red Own terdorong menjauh dari Rista. Penghalang tak kasat mata telah menetralisir damage dari serangan Rista.
Aku bisa merasakannya, dia menurunkan pertahanan tak kasat mata itu. Kalau begitu, inilah kesempatan!
Rista menggunakan energi Mana dan mengalirkannya ke seluruh tubuhnya. Ia mendekati Red Own, bersiap melayangkan satu pukulan penuh.
Terdengar suara menyeringai dari Red Own.
*Bugh!
Red Own menahan pukulan dengan tinjunya, tubuhnya sedikit terdorong. Rista terlihat terkejut melihatnya.
Bagaimana mungkin?! Pertahanannya langsung menguat. Dengan kecepatan seranganku tadi, mustahil untuknya mempersiapkan pertahanannya. Bagaimana cara kerja pertahanannya itu?!
Rista mengingat momen sebelumnya, ketika dia dan Saraya menyerang Red Own untuk pertama kalinya.
Aku hanya punya dua tangan.
Red Own terlihat menepis serangan Rista. Fakta sebenarnya, ia sedikit kesulitan membaca arah pukulan Rista yang cepat. Namun, kekhawatiran itu bisa diredam berkat penghalang di tubuhnya.
Rista mulai melihat celah, ia menarik tangan kirinya dan melesatkan pukulan ke arah bahu kiri Red Own.
*Bugh!
Penghalang Red Own menahan serangan Rista.
Sekali lagi, Rista kali ini melancarkan pukulan dalam waktu yang bersamaan. Pukulan itu kembali menargetkan bahu kiri Red Own, dan tangan kanannya melesat keluar dari bawah mengincar dagu pria itu.
"Masih belum!" Rista mengangkat kaki kanannya bersiap menendang pangkal paha Red Own.
Red Own menahan paha Rista untuk menahan gerakan kakinya, sebenarnya Rista hanya menggertak ingin menendangnya. Tangannya menyentuh paha Rista secara langsung.
Seperti dugaanku, tak ada penghalang di tangannya!
Sebuah belati dilempar mengarah ke kepala Red Own.
"Trik murahan!" Red Own memiringkan kepalanya.
Wanita itu akan berteleportasi ke sisi kiriku, aku harus mempersiapkan pertahananku.
Hal mengejutkan terjadi, belati itu terus melesat hingga menjauh dari tempat mereka.
"Thunder Slash." Saraya secara mengejutkan sudah berada di sisi kanan Red Own yang terabaikan. Tangannya menggenggam sebuah tongkat hitam.
Apa?!
Red Own terlihat panik karena tak sempat menyadari wanita itu.
Belati itu hanyalah tipuan, tongkat yang Saraya genggam adalah senjata untuk berteleportasi.
*Brak!
Saraya memukulkan tongkat itu tepat ke wajah Red Own. Serangan itu berhasil menghempaskannya dan membuat topeng di wajahnya hancur.
"Masih belum!" teriak Saraya.
*Duaar!
Sebuah kilat petir menyambar tubuh Red Own. Kilatan itu sangat menyilaukan, tegangan yang mustahil ditahan dengan skill maupun item pertahanan tingkat tinggi sekali pun.
Tapi, wanita itu menahannya.
Saraya masih terlihat kesal mengingat masa lalu.
Red Own terkapar dengan kondisi tubuh hangus terbakar.
"Kerja bagus, Saraya, kau juga menyadarinya," ucap Rista dengan napas terengah-engah karena terus melancarkan pukulan dengan auranya.
"Dia memiliki skill unik yang bisa digunakan sebagai penghalang, dan juga menyerang. Tapi, dia tak bisa sebebasnya mengeluarkan skill itu ke seluruh tubuhnya. Sepertinya ada batasan."
"Benar, dia hanya bisa menyelimuti dua bagian tubuhnya secara bersamaan. Aku menyadarinya sejak serangan pertamamu sebelumnya."
Rista terus menyerangnya tanpa henti sehingga Red Own tak punya pilihan selain bertahan. Hal itu membuat mereka bisa melancarkan serangan ke tiga.
"Bisa kusimpulkan, bajingan ini memiliki gaya bertarung yang buruk, dia hanya mengandalkan skill itu."
Rista memiliki pendapat lain, ada hal lain yang mengganjal di pikirannya.
Sampai saat ini, aku belum menemukan gambaran job apa yang dimiliki orang ini. Dia seperti menahan sesuatu ketika kami saling beradu pukul.
"Huh?" Rista merasakan sesuatu sedang menuju ke arah mereka.
*Brak!
Sesuatu mendarat dengan sangat cepat, daya ledak yang ditimbulkan menunjukkan bahwa ukuran tubuhnya cukup besar.
Lima sosok berukuran besar berdiri di depan Red Own yang sedang terbaring tak berdaya.
"WAH, WAH, AKU TAK PERNAH MELIHAT RED OWN SEPERTI INI," ucap salah satu dari mereka.
Saraya menatap tajam kelima monster itu.
Depress abnormal seperti Justin. Aura dari kelima depress itu jauh di atas Justin.
"Saraya, sepertinya kita harus bertarung sampai mati kali ini," kata Rista dengan senyum yang penuh keraguan.
"Ya, kau benar." Saraya merubah tongkat hitamnya menjadi sebuah pedang.
Rista sedikit terkejut melihat hal itu, pedang yang menebas punggungnya. Bukan itu masalahnya, Rista terkejut karena Saraya selalu menggunakan tombak sebelumnya. Tapi, Rista merasakan perasaan lain.
Aku yakin, wanita ini adalah seorang ... Master Pedang Sejati.
"Akan kuakhiri ini semua." Saraya mengangkat pedangnya ke depan.
Bersambung ....