The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Pertarungan Dimulai



"Kali ini, kami tidak akan mengundi nama yang akan menjadi lawan kalian. Justru jauh lebih baik dari itu, kalian boleh memilih lawan yang ingin kalian hadapi!" teriak pembawa acara dengan penuh semangat.


Memilih lawan sendiri. Ini terdengar menarik, tapi aku sama sekali tidak bisa memilih siapa lawan yang ingin kuhadapi. Chandra dan Nona Eline, aku tidak ingin melawan mereka di pertemuan awal. Tersisa lima orang lainnya.


Di antara kelima orang itu, hanya satu orang yang memiliki postur tubuh mirip denganku. Selebihnya memiliki tubuh tinggi dan besar. Aku ingin melawan orang itu.


Aku menunjuk ke arah orang yang memiliki postur tubuh sama denganku.


Dia berpenampilan seperti petualang biasa, dengan pedang di pinggangnya. Tapi aku tetap tidak bisa meremehkannya karena dia bisa menarik pedang itu tanpa hambatan.


"Tunggu sebentar, Tuan Wither. Karena Tuan Chandra yang mencabut pedang itu pertama kalinya, maka dia berhak memilih lawan yang diinginkan terlebih dahulu," ucap pembawa acara.


"Baik."


[Zain, apa yang kau lakukan?!] Seseorang menghubungiku dengan item komunikasi pikiran yang kubawa.


Ini suara Master Glenn. Aku belum mengatakan apa pun tentang ini padanya. Sepertinya dia baru hadir sekarang.


[Master Glenn, Nona Hart menyuruhku untuk ikut dalam turnamen ini dalam penyamaran.]


[Jika itu perintahnya, aku tidak akan mempermasalahkan ini. Tapi, aku melarangmu menggunakan teknik assassin.]


[Kenapa kau melarangku, Master Glenn?]


[Karena wanita itu akan mencurigaimu.]


Mungkin yang dia maksud adalah Eline.


[Baik, akan kuingat itu.]


Menggunakan teknik pedang murniku sendiri, sepertinya ini akan menjadi tantangan terbesarku.


"Hmmm ...?" Aku melihat Chandra yang telah memutuskan lawannya.


"Aku ingin melawan dia." Chandra menunjuk ke arah seseorang di sebelahku. Seorang pria dengan postur sedikit lebih tinggi dariku, namun memiliki tubuh atletis.


Dia menggunakan pedang bergerigi, terlihat menyeramkan. Salah satu tipe petarung yang senang merusak tubuh lawannya dengan cara sadis.


"Kekeke. Aku memang sangat ingin menarik mulutmu yang sedari tadi selalu mengoceh tidak jelas," ucap pria itu.


"Nah, cobalah kalau kau bisa." Chandra menarik pedang di punggungnya.


Pertarungan akan dimulai.


Lingkaran sihir tiba-tiba muncul di bawah kaki kami, tak lama kemudian kami berpindah ke sebuah tempat.


Teleportasi.


Kami berada di ruang tunggu yang berada di tengah dinding arena. Kami yang paling dekat dengan arena pertarungan.


"Namaku adalah Greg Hudson," ucap pria itu.


"Kau sudah tahu namaku, langsung saja kita mulai." Chandra bersiap di posisinya.


Beberapa dari kami tidak menyebutkan nama ketika hendak menarik pedang.


Greg menarik pedang bergerigi miliknya.


Gerigi tajam di pedangnya terlihat melengkung ke dalam di bagian tengahnya. Aku sedikit menemukan gambaran bagaimaa cara Greg bertarung.


Chandra memulai terlebih dahulu. Dia berlari seperti biasa, berlari normal. Kedua pedang kecil melengkung di tangannya dengan dialiri energi walau terlihat samar.


Serangan pertama dilakukan, Chandra menyerang sisi depan dengan kedua pedang kecilnya. Greg bertahan dengan menggeser pedangnya ke setiap sisi.


Greg menahan semua serangannya dengan sempurna, seluruh sisi depan yang diincar Chandra tak ada yang mengenai tubuh Greg sedikit pun.


Ukuran pedang Greg sama seperti pedang biasa pada umumnya, tapi dia bisa dengan cepat menangkisnya dengan baik. Menggeser-geser pedangnya, itu terlihat seperti Chandra hanya menyerang sebuah tembok besi yang kokoh.


Chandra menaikkan kecepatan serangannya, Greg juga meningkatkan kecepatan tangannya untuk menangkis seluruh serangan Chandra.


Nama : Greg Hudson


Ras : Manusia


Job : Tanker


Level : 423


Seorang tank, pantas saja pertahanannya sangat kokoh. Terlebih lagi dia memiliki level cukup tinggi. Apa dia seorang petualang rank S?


"Hmmm ...." Chandra melompat ke belakang, menghentikan serangannya.


Di saat bersamaan Greg justru maju mencoba menyerangnya.


*Wush!


Greg menusuk pedangnya ke arah Chandra, kemudian kembali menariknya dengan sangat kuat. Namun, Chandra tiba-tiba menghilang.


Dia ada di belakangnya, bersiap menebas dengan kedua pedang pendeknya.


"Huwaaaaa!" Greg berteriak hingga aura kuat keluar dari tubuhnya dan menghempaskan Chandra.


Dia tahu Chandra di belakangnya? Sepertinya tidak, dia sengaja berteriak untuk memastikan posisi Chandra. Teriakan dari seorang tanker, itu sebuah skill yang akan menaikan statistik dalam beberapa saat.


Serangan Greg sangat cepat, akan sangat sulit menghindar dalam posisi seperti itu.


*Ting!


Chandra menahan pedang Grek yang menusuk ke arahnya dengan kedua pedang pendek.


*Bugh!


Chandra menendang pergelangan tangan Greg hingga pedang bergerigi terlepas dari tangannya. Chandra langsung bergegas melompat menusuk dari bawah ke arah perut Greg dengan cepat.


*Bugh!


Greg menendang perut Chandra dengan lutut kanannya. Kemudian memeluk Chandra dari belakang dan mengangkatnya ke belakang dan ....


*Brugh!


Sebuah bantingan keras dilakukan Greg hingga membuat lantai arena retak.


Gerakan itu terlihat tidak asing bagiku, jangan bilang itu ... German Suplex?! Sebuah teknik gulat yang ada di duniaku.


Greg kembali mengangkat Chandra dan melemparnya ke dinding arena.


"Huh, hanya segitu saja ternyata," ucap Nona Eline yang berada tak jauh dariku.


Sepertinya tidak. Chandra memang terlihat lemah, tapi aku yakin dia tidak bertarung dengan kekuatan penuhnya. Itu semua karena dia yang memiliki semangat paling tinggi sejak awal, kupikir itu bukanlah omong kosong.


Greg berjalan menuju ke arah Chandra sambil membawa pedang bergerigi miliknya. "Takdirmu sudah terlihat, yaitu mati di tanganku." Greg langsung menusuk pedangnya ke arah Chandra.


*Ting!


Chandra tiba-tiba menepis pedang Greg dengan satu pedang pendeknya. Lebih mengejutkannya lagi, pedang bergerigi terlepas dari tangan Greg.


"Apa?!"


Chandra langsung berdiri. Tubuhnya mengeluarkan uap panas.


"Ah, sudah lama aku tidak merasakan ini," ucap Chandra sambil meregangkan tubuhnya.


"Aku meremehkanmu ternyata. Biarkan aku mengambil pedangku terlebih dahulu."


"Terserahmu," jawab Chandra.


Greg menoleh ke arah pedang dan hendak berjalan menuju pedangnya. Namun, Greg berputar kembali dan langsung memberikan tinju kanannya pada Chandra.


*Brak!


Pukulan itu menghancurkan dinding arena, namun Chandra berhasil menghindarinya.


"Kau sungguh bajingan tidak tahu malu," ucap Chandra.


Greg kesulitan menarik tangannya dari dinding arena. "Khuk! Apa yang terjadi?"


"Aku hanya menggunakan cairan lengket yang berasal dari slime. Hmm ... tak kusangka itu akan berguna sekarang."


"Bajingan!" Greg mengeluarkan aura penuhnya, tapi tangannya sama sekali tidak bisa terlepas.


Aku melihatnya sekilas, dia memberi sesuatu sesaat setelah menghindari pukulan Greg. Cairan slime jenis apa yang mempunyai daya rekat seperti itu?


Chandra mengangkat kedua pedang pendeknya ke atas, kemudian ....


*Crack!


Kedua tangan Greg seketika putus dipotong Chandra.


"Huwaaaaaaaa! Dasar bajingan!" teriak Greg kesakitan.


Pedang pendeknya memiliki aura tipis, tapi mampu memotong tubuh seorang tanker?


Greg menendang-nendang kakinya ke arah Chandra, namun hal itu sia-sia. Chandra dengan mudah menghindarinya. Greg mulai lemas karena kehilangan banyak darah.


"Hei, apa aku boleh membunuhnya?!" tanya Chandra pada pengawas.


"Kalian boleh saling membunuh."


"Itu jawaban yang sangat menyenangkan." Chandra tersenyum.


*Crack!


Seketika kepala Greg sudah terpisah dari tubuhnya, Chandra menebasnya dengan bersih tanpa menimbulkan percikan darah yang banyak.


Sudah kuduga, dia memang sengaja menyembunyikan kekuatannya. Tapi, ini akan menarik lagi jika Greh menggunakan kekuatan penuh. Dia kalah karena meremehkan Chandra.


"Pemenangnya adalah Chandra Murya!"


"Huwaa!" Penonton bersorak ria karena terhibur dengan pertarungan ini.


Kami boleh saling bunuh. Ini sangat membebaniku, melihat lawan yang kuat, bagaimana caraku melumpuhkan mereka?


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA!