The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Kekuatan Sejati



Dia memanggil wanita Iblis itu dengan sebutan Master. Oho, jadi seperti itu, ya? Menarik!


Aku memperhatikan wanita Iblis yang masih terdiam dengan tatapan kosong.


Aura hitam menyelimutinya. Apa itu efek dari segelnya? Aku harus menunggu hasilnya.


Aku kembali memalingkan pandanganku ke murid Iblisnya.


Sepertinya aku bisa bermain-main dengannya sebentar.


"Mastermu sekarang ada dalam kendaliku, aku bisa membunuhnya dengan cepat, fufufu,"


Aura membunuhnya semakin besar.


Sebentar.


Nama : Edelia


Umur : 91


Ras : Iblis


Job : Magic Caster


Tittle : -


Level : 375


Tidak buruk.


"Manusia rendahan sepertimu berani mengancamku?" Tatapannya sangat tajam.


Sayang sekali, Iblis kecil yang lucu ini memasang ekspresi seperti itu.


"Oh, kalau begitu, serang aku,"


Dia terlihat sangat kesal mendengar perkataanku.


Kukuku ... aku menyukainya!


"Lightning!" Dia menyerangku dengan kilatan petir yang keluar dari jari telunjuknya.


Kilatan itu bergerak cepat menuju ke arahku.


*Bush!


Aku menangkisnya dengan pedangku.


Aliran listriknya merambat melalui pedangku. Itu sama sekali tidak melukaiku.


"Jadi kau seorang pengguna pedang, ya. Kau sangat tidak beruntung." Dia tersenyum llicik.


Hoooh ... Iblis kecil ini benar-benar sangat lucu!


Tubuhnya mengeluarkan percikan listrik.


Aku tidak melihatnya merapal sihir.


Dia berlari ke arahku dengan tubuh penuh percikan listrik.


Bagaimana dia akan menyerangku?


Aku mengikuti gerakannya untuk memastikan cara bertarung Iblis kecil ini.


Sekarang kami sudah saling berhadapan.


Dia mengepalkan tangannya.


Tinju?


Tinjunya mengarah cepat ke arah wajahku.


Aku yang membaca serangannya pun langsung menghindarinya dengan cara menarik tubuh bagian atasku ke belakang. Dari posisiku, terlihat jelas bagian bawah tangannya yang penuh percikan listrik.


Sebuah sihir seperti Lightning muncul dari tangannya beberapa detik setelah aku menghindar.


Tinjunya itu hanya pengalihan, dia menggunakan Lightning ketika tinjunya hampir mengenaiku.


Aku langsung menahan tubuhku dengan ke dua tanganku, dan langsung berguling ke samping menjauhinya.


Tidak buruk. Ternyata setelah serangan pertama, dia masih merapalkan sihir yang sama, tapi, dia memperlambatnya dengan menekan sihir itu melalui tubuhnya. Itu penyebab kenapa tubuhnya muncul percikan listrik. Dia terburu-buru menyerangku sebelum sihir itu meledak di dalam tubuhnya. Iblis kecil ini, dia benar-benar nekat! Ngomong-ngomong, hal seperti itu tidak akan terjadi jika dia memiliki Delay Magic.


Tapi, dia bisa bertarung dengan tangan kosong walau tidak memiliki job Warrior. Pasti Iblis itu juga mengajarinya bertarung.


Tubuhnya terlihat lemas akibat menahan sihir Lightning.


"Hanya segini? Aku yang merupakan Manusia ini sangat kecewa melihatnya,"


Dia mengangkat tangan kanannya. "Manusia rendahan, kau hanya bisa menghindar? Kau benar-benar sangat memalukan,"


Perkataannya itu membuatku jengkel. Tapi, dia mengatakan itu dengan wajah yang lucu. Wajahnya memang imut, ketika dia memasang ekspresi marah, dia justru semakin imut!


Iblis kecil itu merapalkan sihir. "Abyss Magic : Lightnin To-"


Eh?


*Cap


Seseorang datang menahan tangannya. Dia memalingkan wajahnya ke orang itu. Sihirnya pun dibatalkan.


"M-master ... wujud Anda?" Dia terkejut.


Aku juga sedikit kebingungan.


Orang itu, tubuhnya dipenuhi besi hitam yang menempel. Itu seperti armor, namun, besi-besi itu hanya menutupi area vitalnya. Auranya juga sangat jauh berbeda dari sebelumnya. Di tangannya, ada pedang hitam dengan corak garis berwarna merah. Pedang itu diselimuti aura hitam.


Nama : Maryna Larafala Ruine


Umur : 214


Ras : Iblis


Job : Magic Caster/Warrior/Swordmaster


Tittle : Dragon Slayer


Level : 1000 (+)


Eh? Apa-apaan ini?! Dia bahkan memiliki tiga job! Dan levelnya?!


"Jangan sentuh muridku." Kata-kata itu keluar. Suaranya mengandung banyak energi sihir.


Tekanannya bahkan menyamai Raja Iblis. Siapa dia sebenarnya?


"Master! Apa yang terjadi denganmu?!"


Dia mengelus kepala muridnya itu. "Ini pertama kali kau melihat wujudku yang seperti ini, ya? Wanita itu telah membantuku membuka segel yang ada di dalam tubuhku,"


Tujuanku hanya melepas segel yang menyegel ingatanmu! Aku tidak tahu jika ada kekuatan lain yang disegel!


"T-tapi, wujud sejati Anda bukan ini, 'kan?" Tubuh muridnya perlahan lemas.


Dia menidurkan muridnya dengan sihir.


Akan merepotkan jika bertarung dengannya. Aku tidak mau tempat ini berantakan.


Dia mengarahkan pedangnya tepat ke leherku.


"Jadi, kesepakatan apa yang sudah kau buat dengan Yang Mulia Arys?" tanya wanita Iblis itu.


Dia malah bertanya balik?! Iblis ini, dia tak tahu diri!


"Bagaimana jika kau tanyakan sendiri padanya,"


Pedangnya mengeluarkan Mana. Energi Mana itu membesar dan menyentuh leherku hingga menimbulkan luka gores.


"Kau benar-benar menjengkelkan, ya,"


Dia yakin dengan kekuatannya, aku suka itu. Sebelumnya, dia hanyalah Iblis yang menyedihkan.


Aku menghela napas. "Katakan saja ... kau ingin sparing, 'kan? Aku bisa melihatnya dari wajah anehmu itu,"


Dia langsung melompat ke belakang.


Aku dan dia dalam posisi bersiap-siap.


Kakiku perlahan menekuk.


*Dum!


Seseorang mendarat di hadapan kami.


"Maryna!"


Ternyata itu Raja Iblis.


Dia berjalan mendekati wanita itu.


*Plak!


Dia menamparnya, kemudian memeluknya.


Heeee ... apa aku sedang menonton drama Iblis?!


Aku tidak bisa mendengar percakapan mereka. Sepertinya mereka membicarakan sesuatu yang menyedihkan. Lebih baik aku tidak ikut campur.


Wujud wanita Iblis itu kembali seperti semula. Aku tidak tahu mantra apa yang digunakan oleh Raja Iblis, sehingga bisa menekan ego wanita Iblis itu.


Raja Iblis mendekatiku.


Belum terlalu lama semenjak dia pergi ke Wilayah Iblis, bagaimana dia bisa kembali secepat ini?!


Wanita Iblis itu terus menatapnya.


"Ratu Keres, bagaimana cara Anda membuka segelnya?"


Tanganku menunjuk ke arah buku di dekat pohon.


"Apa itu item milik Anda?"


"Benar,"


Dia menundukan kepalanya. "Terima kasih banyak,"


Saat dia menundukan kepalanya, wanita Iblis di belakangnya terkejut.


"Yang Mulia! Apa yang Anda lakukan?!"


Raja Iblis kembali menatapku. "Apa Maryna sudah mengetahui identitas Anda?"


"Aku belum bilang apa pun,"


Aku juga tidak berencana untuk memberitahunya. Tapi, aku sedikit penasaran karena dia berasal dari Alam Dewa. Pasti dia tahu tentang asal-usul Keres.


"Apa aku boleh ...."


"Terserah padamu, Raja Iblis,"


Raja Iblis kembali berjalan menuju wanita Iblis itu. Dia pun mulai berbicara.


Wajah wanita Iblis itu tampak syok. Kemudian dia menatapku.


"Magic Create Item,"


Aku berubah ke wujud Keres.


Mereka berdua berjalan mendekatiku


Tampak ada keraguan di mata wanita Iblis itu. Dia enggan menatap langsung mataku.


Raja Iblis mengulurkan tangannya kepadaku. "Ratu Keres, Saya harap kerjasama kita bisa terus berlanjut,"


Aku hanya diam sembari meraih tangannya.


Momen itu diakhiri dengan kami yang saling berjabat tangan.


A. Persiapan Perang


Abyss of Death. Begitulah orang-orang menyebutnya. Tempat ini sangat mengerikan. Makhluk-makhluk lemah akan mati jika terlalu lama di tempat ini. Aura yang muncul dari dasar jurang sangat mengancam. Sesuatu di dalam jurang ini adalah tujuanku.


Dewi mengizinkanku untuk menggunakan salah satu dari Divine Beast atau 12 Penjaga Dunia. Salah satunya berada di dalam jurang ini. Lokasinya berada di sebelah utara Kerajaan Rexist. Tempat ini sangat dingin. Aku memilih yang ini bukan tanpa alasan.


Aku turun ke dasar jurang. Dengan sihirku, aku melayang secara perlahan.


 ---------------------


Aku telah sampai di dasar jurang. Butuh waktu satu jam untuk mencapai dasar. Ini benar-benar menguras banyak Mana.


Auranya mulai terasa.


Aku menuju ke sumber aura.


Tampak sebuah barrier menghalangi jalanku.


Ini tempatnya. Aku hanya perlu menghilangkan barrier ini. Dewi telah memberikanku sebuah item untuk menghilangkannya. Item ini berukuran kecil, berbentuk seperti sebuah tombol. Jika aku menekannya, maka barrier akan menghilang.


Aku menekan tombol pada item.


Barrier yang sangat tebal itu perlahan memudar. Angin dingin langsung berhembus ke arahku.


*Dum Dum Dum


Suara langkah kaki terdengar.


Dia datang ....


"KAU ...?"


"Benar ... pulihkan kekuatanmu dan bantu aku,"


Dengan ini, para perusak dunia itu akan binasa.


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA! ✨✨