The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Pembunuh Bayaran Di Desa Liche



Side Story : Pembunuh Bayaran Yang Tak Berdaya


Sudah empat hari aku terjebak di Desa Liche. Aku masih terbaring di kasur karena Mana milikku belum pulih. Ini aneh, kenapa pemulihannya sangat lama? Aku pernah mengalami kondisi ini namun proses pemulihan tidak lebih dari dua hari saja. Aku ingin cepat-cepat kembali ke rumah. Tapi, aku khawatir jika Keluarga Hart mengetahui identitasku. Rumah bukanlah tempat yang aman.


"Huuuuh ...."


Tempat ini tidak begitu buruk. Terutama saat Nona Erish ada di sini, hehe. Tidak, tidak ... dia akan membunuhku jika aku menunjukan rasa ketertarikanku padanya. Dia membenciku karena menyerang orang yang dia sebut Yang Mulia Ratu itu. Tapi, siapa? Aku hanya menyerang Keluarga Hart, 'kan?


"Sial ...."


"Apa yang sial?" Seseorang membala perkataanku.


Huh? Suara wanita?


Seseorang duduk di sudut ruangan.


Karena terlalu gelap, aku tidak bisa melihatnya dengan jelas.


"Siapa itu?" tanyaku.


"Sepertinya kau tidak mati,"


Aku baru merasakan hawa kehadirannya setelah dia berbicara. Siapa wanita itu?


*Kreeek


Pintu kamarku terbuka.


Seorang gadis kecil datang sambil membawa sesuatu di tangannya.


"Tuan Glenn, aku datang untuk memberimu obat seperti biasanya."


Ternyata Lucy.


Aku kembali menoleh ke arah wanita di sudut ruangan.


Eh? Ke mana wanita tadi? Hawa keberadaannya lenyap begitu saja.


"L-lucy, apa sebelumnya ada orang yang masuk ke sini?" tanyaku.


Wajah Lucy terlihat kebingungan. "Tidak ada,"


Aneh, apa dia penyusup?


Lucy mengeluarkan kotak kecil yang berisi obat.


Obatnya berbeda dari yang biasanya.


"Jangan khawatir, Yang Mulia Ratu yang memberikan obat ini,"


Lagi-lagi Yang Mulia Ratu, siapa dia sebenarnya?


Aku meminum obat yang diberikan Lucy.


"Ugh!"


Detak jantungku tidak karuan, kepalaku sangat sakit!


"Tuan Glenn! Kau tidak apa-apa?!"


"T-tidak masalah, ini mungkin efek obat-"


Kesadaranku menghilang.


 ------------------------


Setelah meminum obat waktu itu, aku kehilangan kesadaran dan terbangun keesokan harinya. Sudah satu minggu aku berada di Desa Liche. Mana milikku hampir pulih sepenuhnya, ini mungkin karena obat itu. Kabur bukanlah hal yang mustahil sekarang, tapi, aku masih tidak yakin untuk kembali ke Kekaisaran.


Saat ini aku hanya berjalan-jalan di sekitar desa. Letaknya berada di tengah hutan, karena itu desa ini sangat sulit ditemukan. Aku sudah melihat stat rata-rata penduduk desa ini, rumor itu memang benar, orang-orang di sini cukup kuat untuk melawan Petualang rank B atau A. Pengecualian untuk Nona Erish, levelnya ... 321! Itu sudah setara dengan Magic Caster yang ada di Party Keluarga Hart. Lucy sempat mengatakan level Nona Erish hanya sekitar 180-an sebelumnya. Bagaimana bisa naik drastis seperti itu? Apa dia memiliki buff exp? Jika perkembangannya secepat itu, sudah pasti buff exp yang dia miliki jauh lebih banyak dariku. Bagaimana bisa?! Buff exp milikku bahkan setara dengan milik Pahlawan.


"Dunia ini sangat aneh,"


Aku melanjutkan jalan-jalan santaiku.


*Bruuk


Terdengar sesuatu yang jatuh.


Aku langsung mengaktifkan skill tak terlihatku dan bersembunyi di pepohonan.


Ada seorang pria dan juga wanita.


Tunggu ... wanita itu?!


"Nyonyaku, dua orang ini sepertinya berasal dari Party Pahlawan," ucap pria yang mengenakan pakaian butler.


Party Pahlawan?


"Kenapa kau membawanya kemari?"


"Mereka membuatku jengkel, aku membawa mereka saat menyerang Kerajaan Rexist,"


Kerajaan Rexist? Maksudmu, pria itu menyerang Kerajaan Rexist sendirian?


"Summon Undead : Daisy Maphas." Wanita itu menggunakan sihir pemanggil.


"N-nyonyaku ...."


Energi gelap muncul dan mengelilingi dua orang itu.


Sesuatu muncul dari kumpulan energi gelap itu.


"MASTER ...."


Makhluk apa itu?!


"Selamat datang, Daisy,"


"Nyonyaku ... Siapa dia?"


Aku merasakan Mana di sekitarku.


"MASTER. APA AKU BUNUH SAJA PENGUNTIT ITU?"


Sial!


"Jangan, Daisy,"


"BAIK. MASTER."


"Turunlah,"


Wanita itu menyuruhku turun.


Siapa orang dari Keluarga Hart ini sebenarnya?


"Maafkan aku karena telah menguping pembicaraan kalian,"


Orang-orang ini sangat kuat! Aku bisa mati jika salah mengambil keputusan. Terutama pria dan makhluk panggilan ini.


Wanita dari Keluarga Hart itu terus melihatku.


"MASTER."


"Daisy, apa tubuh wanita ini bisa kau gunakan?"


"Nyonyaku, mereka belum mati,"


"Tidak masalah,"


Makhluk itu langsung merasuki tubuh wanita dari Party Pahlawan.


Pemandangan ini sungguh mengerikan, bagaimana nasib wanita itu?


"Master, terima kasih, dengan ini aku bisa selalu berada di dekatmu,


Apa yang kulakukan di sini?!


"Nyonyaku, aku akan pergi untuk mengumpulkan pasukan Dragonewt,"


"Berapa jangka waktu yang kau berikan, Ray?"


"Satu minggu,"


*Crack


Pria itu berubah menjadi sesosok monster besar.


"N-naga?"


Badanku gemetaran.


Nama : Raymond


Umur : 278


Ras : Dragon


Job : Magic Caster


Tittle : Wandering Dragon


Level : 1000


L-levelnya?!


*Bush Bush


Naga itu terbang meninggalkan hutan.


Aku mengalihkan pandanganku ke makhluk panggilan yang bernama Daisy.


Nama : Daisy Maphas


Umur : -


Ras : Undead


Job : Magic Caster


Tittle : Queen of the Undead


Level : 1000


"Heh ...."


"Ada apa dengan orang ini?" Undead itu menatapku dengan tatapan hina. "Master, dia harus dibunuh segera,"


"Hentikan, Daisy,"


Tiba-tiba aku merasakan aliran Mana yang mengelilingi tempat ini.


Bagaimana bisa ada Mana sebesar ini?


"Siapa namamu?" tanya wanita dari Keluarga Hart.


"Glenn Aleister,"


Dia hanya terdiam.


*Deg Deg


Detak jantungku semakin cepat.


Aliran Mana di tempat ini semakin menekanku.


"Aku akan memperkenalkan diriku padamu." Tubuh wanita itu perlahan terlahap oleh energi aneh.


Wujudnya berubah ....


Nama : Keres Vasilissa


Umur : ??


Ras : Humanoid


Job : ??


Tittle : ??


Level : 4900


Sosok ini ....


*Bruk!


Aku jatuh tersungkur menghadap ke arah sosok di depanku.


Mata yang merah menyala. Rambut kuning seperti kilauan emas.


Aura kematian yang sangat mengerikan


Kekuatan yang bisa menghancurkan dunia dalam sekejap mata.


Sosok ini, sangat indah.


"Y-yang Mulia Ratu, Keres Vasilissa,"


Aku harus bersikap tenang agar tidak menyinggung perasaan Beliau.


"Hooh ... katakanlah,"


Ah ... aku sudah menemukan tujuanku. Melayani sosok yang ada di depanku ini.


"Segalanya! Saya akan memberikan segalanya untuk Anda, terimalah pengabdian ini, Yang Mulia,"


Aku menangis dengan tatapan penuh kagum dengan sosok yang ada di depanku ini.


Yang Mulia menyentuh kepalaku.


"Khuuk!" Badanku seperti diremukan.


"Ratu ini akan memberikan hadiah atas sikap hormat yang kau berikan,"


Bayangan beliau perlahan memudar.


Lagi-lagi kesadaranku ....


 ---------------------------


Besoknya.


"Haaaah ...."


Di mana ini?


"Huuh ... ini kamar tempat aku biasa dirawat,"


Aku tak sadarkan diri setelah Beliau memegang kepalaku. Tubuhku masih terasa sakit, apa yang terjadi?


«Item telah menyatu dengan tubuh Anda»


"Huh?"


Apa maksudnya? Ada item yang menyatu dengan tubuhku?


Apa ini karena tindakan Beliau waktu itu?


"Agh!"


Tangan kananku tiba-tiba berdenyut.


Ini sangat menyakitkan!


«Pencocokan selesai»


Apalagi itu?!


Sakitnya mulai menghilang.


Pasti item itu ada di tangan kananku. Aku tidak tahu efek apa yang ditimbulkan, aku hanya perlu melatih tangan kananku.


*Kreeek


Seseorang memasuki kamar.


D-dia ....


"Nona Erish,"


"Bagaimana keadaanmu?"


Kenapa dia perhatian padaku? Apa jangan-jangan dia sudah membuka hatinya untukku?!


"Aku baik-baik saja, Nona E-"


*Bum!


Nona Erish mengeluarkan tekanannya.


Ternyata aku salah.


"Karena kau sudah melihat sosok Yang Mulia Ratu, aku harap kau tidak akan pernah membelot dari Beliau,"


"Tentu saja, jiwa ini sudah kuserahkan untuk Beliau,"


Hawa membunuhnya memudar.


*Brak!


Dia meninggalkan kamar.


Kenapa dia?


"Hooh ...."


Dia semakin cantik jika terus marah seperti itu.


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA! BIAR SAYA MAKIN SEMANGAT NULISNYA! ✨❤️