The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Hukuman



"Hei, tangkap dia!"


Para Beastman tidak bisa bergerak, Hela manahan tubuh mereka dengan sihirnya.


Liche sangat kebingungan. Kaki dan tangannya tak bisa bergerak. Wanita aneh sedang berlari menuju ke arahnya. Ia melihat wajah cantik Hela yang sedang terharu.


Pipi pria tua itu memerah.


Apa wanita ini ingin kawin denganku?!


Begitulah kesan pertama Liche terhadap Hela.


Hela memeluk tubuh tua berotot milik Liche.


"Liche! Akhirnya ... aku bisa melihatmu!"


Air mata Hela mengucur deras. Melihat hal itu, Liche menganggap dirinya sebagai seorang keparat sialan. Air mata Hela sangatlah murni, ini bukan tentang perkawinan, melainkan kerinduan yang sudah tertanam lama.


Tapi, apa aku pernah berjumpa dengan wanita ini sebelumnya?


"P-permisi, Nona, apa ada hal yang kau butuhkan dariku?" tanya Liche dengan kebingungan.


Liche sangat penasaran tentang Hela. Ia sudah mengerahkan seluruh kekuatannya, namun tubuhnya tidak bisa bergerak sedikit pun.


"Ayah!


"Suamiku!"


Anak, dan beberapa wanita yang terlihat seperti istrinya juga panik.


Hela melepas pelukannya dan membasuh matanya, kemudian berkata, "Liche, aku bibimu, Hela,"


"B-bibiku ...?"


Tubuh Liche gemetaran. Seorang wanita muda datang dan mengaku sebagai bibinya. Dalam pandangan Liche, penampilan Hela bahkan lebih muda dari anak gadisnya.


"Apa Joah tidak menceritakan apa pun tentangku?"


Hela melepas pengekang pada Liche. Dan pria tua itu langsung mundur ke belakang, menjauh dari Hela. Ia terlihat sangat waspada.


"Buktikan!" teriak Liche.


"Yah, aku tak tahu harus ber--" Hela belum selesai berkata, Liche susah mengangkat tangan kanannya pada Hela.


Tangan Liche mengeluarkan aura tajam. Terlihat seperti pedang.


Melihat tatapan Liche yang sangat tajam, Hela tak bisa berbuat banyak, satu-satunya cara adalah dengan meyakinkan keponakannya itu.


"Kau benar-benar mirip dengan Naura," kata Hela dengan senyum kecil di wajahnya.


"I-ibuku?"


"Dan juga caramu mewaspadai orang asing, terlihat seperti Legarde."


Liche menyipitkan matanya, dalam benaknya, ia benar-benar ingin Hela bercerita lebih jauh tentang kedua orangtuanya.


"Huh, kau penasaran?"


Liche tak bisa menjawab pertanyaan Hela. Hatinya sangat bimbang sekarang.


Salah satu istrinya menarik baju Liche dan berkata, "Suamiku, wanita ini ... tidak berbohong."


Salah satu istrinya memiliki kemampuan untuk membaca ekspresi wajah seseorang. Itu bakat alami yang sudah teranam di matanya.


"B-bibi Hela ...." Liche memanggil Hela dengan nada gugup.


"Aku akan menceritakannya. Apa aku bisa masuk?"


"Masuklah, Bibi Hela."


 --------------------------------


Di dalam rumah Liche.


Hela menceritakan semua tentang masa lalunya, terutama cerita tentang Naura dan Legarde. Isak tangis memenuhi ruangan itu. Liche bahkan harus menutupi wajahnya karena tak bisa menahan air matanya.


Perjuangan Naura, dan keberanian Legarde melawan Iblis. Pengorbanan yang begitu besar.


Melihat orang-orang yang larut dalam kesedihan. Hela menghentikan ceritanya, ia mencoba mencairkan suasana.


"Sekarang, Liche ... ceritakan tentangmu? Bagaimana kau bisa memiliki banyak anak dn istri?"


Liche menelan air ludahnya karena gugup dengan pertanyaan mendadak dari Hela.


"I-itu--"


"Ini pilihan kami." Salah satu istri Liche memotong di selah pembicaraan.


Ini wanita yang bilang aku tidak berbohong, 'kan?


Hela sedikit tertarik dengan wanita Beastman itu.


"Namamu?" tanya Hela dengan sedikit meninggikan suaranya.


"Tina."


Dalam penglihatan Hela, tubuh Tina dipenuhi dengan energi, tipikal tubuh seorang Warrior.


"Nona Hela, Liche adalah yang terkuat di sini, dan juga dia merupakan murid Tuan Joah. Sudah sepantasnya Liche harus memiliki banyak keturunan untuk meneruskan kekuatannya,"


"Tunggu! Di mana Joah?!" Hela teringat dengan Joah.


Sungguh memalukan! Aku bahkan melupakan orang yang paling berjasa!


"Bibi, Guru Joah telah tiada,"


"Huh?"


"Lima tahun lalu, para Iblis menginvasi desa ini. Kami berhasil mengusir prajurit lemah mereka, namun Guru Joah bertemu dengan si Cakar Kegelapan. Dan ...."


"Cukup, Liche."


Hela tahu betul siapa orang yang dimaksud. Semua kemalangan yang menimpanya berawal dari Iblis itu.


*Bum!


Aura Hela lepas tak terkendali.


Emosinya memuncak, keinginannya untuk membalas dendam sudah sampai puncaknya.


Para Beastman di desa itu terkena dampak dari aura Hela yang tak terkendali.


Aura Hela mulai memudar. Ia menghela napasnya, tak mengira bahwa kebenciannya terhadap Iblis masih sangat dalam.


Dengan penuh penyesalan, Hela berbicara dalam hatinya.


Pada akhirnya, aku tidak tahu janji apa yang kau buat dengan Naura waktu itu.


Kekhawatiran terus membayanginya. Khawatir para Iblis akan kembali lagi. Maka dari itu, ia telah memutuskan.


Hela memutuskan untuk tinggal di desa ini sementara waktu.


"Liche, ada berapa manusia di sini?"


"23, Bibi."


Mendengar jawaban Liche, Hela langsung terdiam.


Anak ini ... dia benar-benar mengerikan.


"Eheem ... aku ingin mengajari mereka sihir."


Beastman tidak memiliki kecocokan dengan sihir, maka pelajaran sihir tidak akan berguna bagi mereka.


Hela memikirkan Masternya yang sendirian di gua. Dia sedikit ragu, mungkin Masternya akan melakukan hal yang sama sepertinya.


Beberapa hari kemudian, pelatihan dimulai.


 --------------------------------


Hari demi hari, bulan demi bulan, hingga tahun demi tahun. Hela masih terus mengajari anak-anak Liche. Mereka berkembang cukup pesat. Mereka mewarisi kemampuan kakek mereka, Legarde yang merupakan seorang penyihir. Dengan ini, mereka memiliki dua keahlian.


Selama itu pula Liche terus bertambah tua, hingga ia hanya bisa terbaring di tempat tidur saat itu. Hela tak bisa berbuat banyak, ini adalah proses alami bagi mereka yang tidak memiliki keabadian sepertinya.


Hingga tiba hari di mana perpisahan itu akhirnya datang. Liche telah tiada. Hela sangat terpukul, namun di sisi lain ia bersyukur bisa menikmati tahun-tahun terakhir bersama keponakannya.


Hela membayangkan sebuah keluarga kecil yang sedang berkumpul di meja makan.


Akhirnya, kalian bisa bersama lagi.


 ----------------------------


Bertahun-tahun kemudian, keturunan Liche yang merupakan ras Manusia semakin banyak, bahkan lebih mendominasi daripada Beastman. Kemampuan dari kedua ras juga sudah meningkat pesat, Hela bisa meninggalkan mereka dengan tenang.


Kembali pada sudut pandang Hela.


Matanya terlihat sayu, tangannya mengenggam sebuah tongkat kecil. Pandangannya tertuju pada sebuah pohon besar di depannya. Hela sedang memikirkan apa yang bisa dia lakukan sekarang.


Ker belum memberinya izin untuk menyerang para Iblis. Hal itu membuatnya terlihat tidak berdaya untuk saat ini.


Hela berbalik melihat dari atas bukit batu. Lautan hutan hijau membentang luas, mata Hela benar-benar dimanjakan dengan pemandangan indah.


"Aku baru menyadarinya. Ternyata hutan ini benar-benar sangat indah."


Tak lama kemudian, muncul portal berwarna hitam di belakang Hela.


Hela menyadari itu dan langsung berbalik.


Seorang wanita muncul dari dalam portal.


"M-master ...?"


Seperti yang diucapkan Hela. Ker muncul dari dalam portal itu.


"Hela, bagaimana kabarmu?"


Hela menggelengkan kepalanya. "Tidak, lupakan itu, bagaimana Anda bisa menggunakan sihir di luar area?"


"Maksudmu portal ini?"


Hela Mengangguk.


"Ini hanya sihir komunikasi, bukan berarti aku bisa berpindah ke sana,"


Seperti yang diucapkan Ker. Fungsi portal itu mirip dengan cermin komunikasi, hanya saja cara untuk memunculkannya harus membuat ikatan terlebih dahulu dengan orang yang ingin dihubungi.


"J-jadi, ada perlu apa Master menghubungi Saya?"


Hela terlihat panik. Karena menyebarkan beberapa metode latihan yang diajarkan Masternya pada keturunan Liche.


"Hela, aku sudah mengetahui semua yang kau lakukan,"


"M-master ...."


Dengan sihir yang sama, Ker telah mengawasi Hela dari awal dia keluar hingga sampai ke desa itu.


"Aku tidak bermaksud untuk mengecewakanmu. Akan tetapi, mereka seharusnya berkembang dengan caranya sendiri." Ker memegang dagunya dan lanjut berkata, "Keputusanku untuk mengajarimu sihir, apa itu merupakan sebuah kesalahan?"


Hela berlutut di hadapan Masternya. "Master! Tolong, jangan mengatakan hal menyakitkan seperti itu! Mereka tidak bersalah, tolong hukum murid bodoh ini!"


Ker melihat Hela dengan raut kecewa di wajahnya.


"Master!" Hela tak berhenti memanggil Masternya.


Ker telah memutuskan hukuman untuk Hela.


"Angkat kepalamu!"


Hela mengangkat kepalanya. Wajahnya basah karena dipenuhi oleh air mata.


"Hela, ada pasukan Iblis yang sedang menuju ke desa itu,"


Setelah mendengar itu, Hela mengaktifkan skill areanya untuk memastikan. Ternyata itu benar. Beberapa kilometer, ribuan Iblis sedang menuju ke sini.


Hela bersiap untuk pergi.


"Hela. Hukumanmu, saksikan kematian mereka, jangan kotori tanganmu,"


Hela langsung terdiam. Masternya telah menurunkan sebuah titah padanya.


"Biarkan mereka melawan para Iblis itu. Ini hukuman untukmu,"


Dengan penuh keterpaksaan, Hela menjawab, "Baik, Master."


Keturunan Liche yang ia besarkan, kini terancam punah.


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA!


Btw, next bab akan menjadi puncak arc Hela. Tetap pantengin terus, ya!