
Chapter 28 : Leon Karibian
Ini dia! Barang-barang berhargaku! Saat ini aku berada di ruang penyimpanan item-item milikku. Ada banyak item kelas S yang belum sempat aku simpan ke ruang dimensiku. Aku ingin membawa semua item yang ada di sini, namun, aku tidak ingin membiarkan ruangan ini kosong.
Baiklah, aku akan mengambil beberapa saja.
"I-ibu ...."
Ah, aku lupa, saat ini aku sedang bersama dengan si Kakak Tertua, Elina. Aku berpikir akan lebih bagus jika yang tertua terus bersamaku agar adik-adiknya bisa mencontoh hal baik dari sang kakak.
"Elina, bagaimana menurutmu?" Aku memegang sebuah item berbentuk kalung permata.
"Apa Ibu yakin akan memberikan itu?"
Aku mengenakan item itu ke leher Elina.
Sulit ... Bagaimana cara memasangkan kalung?!
"I-ibu, Saya bisa memakainya sendiri,"
Elina tak kalah cantik dari adiknya, Rayna. Rambut panjang berwarna hitam mengkilap, mata hijau emerald yang sangat indah. Aku harus membuatnya terlihat cantik seperti Putri Elf!
Masih ada beberapa NPC perempuan yang juga cantik. Mereka semua cantik!
Elina telah selesai memakai kalung yang kuberikan.
"Kau sangat cantik, Elina." Aku mengelus pipinya.
Tentu saja, Elina tersipu malu! Aku suka melihatnya seperti itu!
"Ibu, item apa ini?"
"Alirkan Mana-mu ke item itu,"
Sebuah cahaya biru muncul dari item itu dan menyelimuti tubuh Elina.
Pakaian Elina berubah menjadi sebuah dress berwarna biru.
"Wah!" Elina sangat senang dengan hadiahnya.
Itu item kelas S yang kudapatkan dari gacha. Banyak atribut serta resistensi terhadap serangan sihir dan fisik. Kurang lebih seperti milikku.
Sekarang, giliranku.
Ada banyak item tersusun rapi. Sangat banyak, ini menyusahkan!
Huh?
Perhatianku tertuju pada sebuah item yang terpajang di dalam box kaca.
Itu, 'kan ...?
Item berbentu cincin emas dengan permata merah.
Ini yang aku butuhkan!
"Ayo kita keluar dari sini, Elina,"
"Apa Ibu sudah menemukan item yang cocok,"
"Sudah,"
Ini benar-benar item yang cocok untuk saat ini.
Kami pergi dengan teleportasi menuju lantai 1. Crocell dan Asmodeus telah menunggu kami di sana.
Sembilan NPC lainnya telah meninggalkan Dungeon ini untuk memulai penyerangan ke kota-kota di Kerajaan Karibian.
"Salam, Ibunda." Asmodeus membungkukan badannya.
Penjaga Lantai 12, Asmodeus, Half Demon, Magic Caster, Swordmaster level 1000. Merupakan yang terkuat dari Guardian Mother Ruler. Aku membuat Asmodeus saat mendapatkan free unique race. Aku memilih Half Demon untuknya. Sikapnya sangat misterius.
Kami sama sekali belum berinteraksi sejak pertama bertemu.
"Kenapa kalian berdua tidak ikut pergi dengan yang lainnya?" tanyaku.
Crocell meraih tangan kananku.
Eh?!
"Kami tidak akan membiarkan Ibunda sendirian!"
*Plak!
Elina menepis tangan Crocell. "Crocell, apa-apaan sifatmu ini? Kau hanya mempermalukan dirimu,"
Crocell tertunduk lesuh.
Apa Elina memiliki skill yang bisa membuat adik-adiknya patuh?
"Ibunda, semua sesuai dengan perintah Anda. Menginvasi Ibukota secara diam-diam," jawab Asmodeus.
Itu berarti mereka menggunakan monster Dungeon untuk membuat kekacauan di Ibukota.
"Bagus, ayo lihat bagaimana pemandangan di Ibukota,"
Kami terbang menuju Ibukota dengan kecepatan penuh.
*Duar!
Ledakan terdengar dari seluruh penjuru Ibukota.
Monster-monster itu hanya rank C ke bawah. Sangat berlebihan jika kami menggunakan rank di atasnya.
Para NPC yang tersisa saat ini sedang menangkap para Bangsawan Manusia yang memiliki hubungan dengan Perdana Menteri. Orion sudah memberitahu gambaran kasarnya tentang siapa saja di antara Bangsawan Manusia yang terlibat.
Aku melihat ke arah Istana Kerajaan yang begitu megah.
Sebuah pelindung menyelimuti Istana itu.
"Ibunda, apa Anda ingin Saya menghancurkan penghalang rendahan itu?" Asmodeus menyiapkan sihir di tangan kanannya.
Huh? Kenapa dia suka menarik perhatian seperti itu?
"Tidak perlu, kita harus memperindah pemandangan di kota ini terlebih dahulu," jawabku.
Target kami hanyalah Ibukota. Untuk kota lainnya, kami hanya perlu membawa para Bangsawan Manusia itu dari wilayah kekuasaannya.
"Baiklah! Ini waktu yang pas untuk membuat Ibunda terkesan!" Crocell mendarat tepat di alun-alun Ibukota.
"Ibu, apa Saya boleh membawa beberapa ekor penduduk untuk eksperimen?" tanya Elina.
Ekor? Tunggu, sejak kapan Elina bereksperimen?!
"Aku mengizinkanmu, namun, kau tidak boleh membawa anak-anak,"
"Baiklah, Ibu,"
Elina langsung menghilang.
Elina sangat ahli menggunakan sihir roh dan alam. Bisa dibilang, tubuh Elina saat ini sudah membentang di seluruh penjuru Ibukota. Dia yang terlemah, namun keterampilannya sedikit merepotkan.
Aku penasaran dengan apa yang terjadi di Istana sekarang.
"Stealth." Aku menggunakan skill tak terlihat agar terhindar dari mata orang-orang di sana.
Asmodeus mengikutiku menggunakan Stealth.
Penghalang ini lumayan tebal. Mereka sudah berusaha dengan keras. Ada banyak prajurit berjaga di depan istana. Tapi, kenapa mereka tidak mengerahkan pasukan ke seluruh penjuru Ibukota?
"Ibunda, Saya ingin meminta izin untuk berbaur dengan mereka di sana." Asmodeus mendekati penghalang.
Aku ingin menggunakan rencana yang sama seperti di Kerajaan Rexist. Tapi, sepertinya tidak akan semudah itu.
"Tidak, aku akan ke sana." Aku mengangkat tangan kananku ke depan. "Magic Create Item,"
"Asmodeus, pukul aku,"
Asmodeus terkejut. "A-apa yang Anda katakan?!"
Hei, tenanglah, kau bukan anak durhaka!
"Lakukan saja, Asmodeus, kita akan bertarung di sana,"
"Baiklah, Ibunda,"
Asmodeus bersiap memukulku dengan sekuat tenaga.
*Bugh!
Tubuhku terpental hingga menghancurkan penghalang milik Kerajaan.
*Brak!
Aku mendarat tepat di depan pintu Istana Kerajaan.
"Hei! Ada seseorang yang terjatuh!" Para prajurit berlari menghampiriku.
*Crak
Penghalang yang menyelimuti Istana Kerajaan perlahan hancur.
"Penghalangnya hancur! Panggil penyihir istana!"
[Ini waktunya, Asmodeus!] Aku berbicara dengan Asmodeus melalui telepati.
[Baik, Ibunda,]
Aura merah menyelimuti tempat ini.
"Kukuku, orang lemah sepertimu tidak akan bisa mengalahkanku." Asmodeus datang dengan pedang di tangannya.
"Penyusup!" Para prajurit langsung mengangkat pedang mereka.
"Oho, kalian binatang-binatang lemah sangat berani, ya,"
Aku bangkit dari posisiku. "Diamlah, Iblis sialan. Aku akan membunuhmu,"
[Asmodeus, turunlah,]
Asmodeus turun menghampiri para prajurit.
"Serang dia!" Para prajurit menyerang Asmodeus secara bersamaan.
*Crack!
Asmodeus menebas para prajurit itu hanya dengan sekali serang.
Luar biasa.
"Sekarang, giliranmu." Asmodeus menatapku tajam.
Aku tersenyum. "Kali ini aku akan membasmi kalian,"
Aku berlari ke arah Asmodeus sambil membawa pedangku.
"Hiyaa!" Aku menyerang Asmodeus.
*Ting!
Asmodeus menangkis seranganku.
"Huh, hanya ini?" Asmodeus tersenyum kecil.
*Bugh!
Asmodeus menendang perutku.
Tubuhku tertunduk.
Aku mengangkat kepalaku.
*Bagh!
Tendangan Asmodeus menyambutku.
Tubuhku terhempas.
Asmodeus berjalan ke arahku sambil mengacungkan pedangnya ke arahku.
"Inilah akhir hidupmu," ucap Asmodeus.
"Jangan bercanda, sialan,"
Asmodeus mengayunkan pedangnya ke arahku.
[Ibunda, tangkislah dengan auramu!]
*Ting!
Huh? Aku belum menangkisnya, 'kan?
Seseorang berdiri di depanku sambil menahan pedang Asmodeus dengan cara menjepitkan pedang itu menggunakan kedua telapak tangannya.
"Apa yang kau pikirkan, Nona? Kau ingin mati?!" teriak orang itu.
Beastman jenis singa. Tubuhnya sangat kekar.
Tunggu!
Nama : Leon Karibian
Umur : 95
Ras : Beastman
Job : Warrior
Tittle : The King of Beastman
Level : 932
Raja Karibian?!
"Oho, datang satu lagi binatang pengganggu." Asmodeus melepas pedangnya dan melompat menjauh dari kami.
Ini di luar perkiraanku. Aku tidak menyangka Raja Karibian akan datang. Seharusnya dia menyelamatkan diri. Tidak, dilihat dari level yang dimilikinya, dia bukan orang seperti itu.
Huh, seorang Warrior, ya. Sepertinya Crocell akan senang jika melihat ini.
"Aku tidak tahu dari mana kalian berasal, tapi, aku akan melindungi Kerajaan ini walau harus mengorbankan nyawaku!" Raja Karibian bersiap dalam posisi bertarung.
Ini akan memakan sedikit waktu.
[Asmodeus, kau harus menahan diri,]
[Baik, Ibunda,]
Baiklah, tunjukan padaku kekuatan seorang Warrior sejati, Leon Karibian.
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!
Kalian bisa support Author juga di sini biar Saya semakin semangat buat update :
https://saweria.co/hzran22
Bisa donasi dengan Gopay, OVO, dan Dana, ya.