The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Serangan Dragonewt



Aku sekarang dalam situasi hidup dan mati. Seekor Naga berada di Dungeon rank B! Naga adalah makhluk yang paling superior di dunia ini. Bahkan Raja Iblis harus berpikir dua kali untuk mencari masalah dengan mereka. Ras Iblis dan Ras Naga sering berperang, hasilnya, Ras Iblis harus dipaksa mundur oleh Ras Naga. Karena seluruh level Ras Naga berada di atas level 500! Dan Naga ini, dia level 1000! Level 1000 adalah level maksimal yang ada di dunia ini, dan sangat sedikit orang yang sudah mencapai level 1000. Makia bilang tubuh Manusia tidak sanggup bertahan di level 600. Lupakan itu, bagaimana aku bisa keluar dari kondisi ini.


"Bagaimana kau bisa tahu kalau aku Pahlawan?" Aku memberanikan diri untuk berbicara pada Naga itu.


"HOH. KARENA KAU SANGAT LEMAH."


Aku tidak dapat menyangkal hal itu.


*Blak


Naga itu melebarkan sayapnya yang sangat besar.


"Sangat indah." Kata-kata yang diucapkan Yulia secara spontan.


Itu memang indah. Aku rasa satu kepakan sayapnya bisa menghancurkan sebuah kota.


"PAHLAWAN. APA KAU INGIN MENGALAHKAN RAJA IBLIS? AKU BISA MEMBANTUMU."


Eh, apa yang dia katakan? Apa ini jebakan?


"TIDAK USAH MEMASANG WAJAH SEPERTI ITU. AKU MEMANG INGIN MEMBANTUMU MENGALAHKAN RAJA IBLIS. AKU JUGA MENDAPAT KEUNTUNGAN JIKA IBLIS ITU MATI."


Aku melihat ketiga rekanku untuk memastikan.


Mereka hanya diam seribu bahasa. Itu sangat tidak membantu.


"A-aku masih tidak terlalu yakin denganmu,"


*Wush!


Naga itu mengepakan sayapnya sehingga gua tepat kami berada bergetar dengan sangat kencang.


"Khuuk!" Aku mengangkat tanganku ke depan.


Angin yang sangat kuat!


"Zain!" Yulia terhempas ke dinding gua.


"Yulia!"


"KHUAHAHAHA! AKU BISA MEMBANTUMU MENJADI KUAT DAN DISEGANI BANYAK ORANG."


"Maaf, aku menolaknya,"


Aku tahu ini pilihan yang sangat beresiko, tapi, aku tidak butuh bantuan siapa pun untuk mengalahkan Raja Iblis. Aku akan melakukannya dengan usahaku sendiri!


"BAGAIMANA JIKA AKU MEMAKSA?"


"Aku akan menghentikanmu,"


"KHUHAHAHAHA! MENARIK SEKALI!"


"Teman-teman, kita harus bekerja sama!"


*Buk!


Andrew memukul perutku.


"Apa kau sudah gila?! Dasar sialan!" Andrew menahan tubuhku yang hampir terjatuh karena pukulannya. "Mau sampai kapan kau berpikiran naif seperti itu, sialan!"


"Hentikan, Andrew!" Yulia melepaskan tangan Andrew. "Lucas, lakukan sesuatu!"


"...." Lucas berdiri dengan tatapan kosong.


"Lucas?"


*Dum!


Ekor Naga itu menghantam permukaan tanah, dan Lucas tersadar dari lamunannya.


"Hmmm ... ah, ada apa, Yulia?" tanya Lucas.


"HAH. KALIAN HANYA KUMPULAN BADUT. PERGILAH DARI SINI."


Sial!


"Summon Beast!" Andrew memanggil Beast miliknya


Seekor Griffon muncul.


Kami menaiki Griffon dan terbang meninggalkan Naga itu.


Aku tidak tahu kenapa mereka tergesa-gesa seperti itu. Kita bisa meninggalkannya dengan berjalan kaki.


Kami keluar dari gua itu.


"Hmmm ...." Aku melihat Yulia yang mengangkat kedua tangannya ke arah Naga itu.


Aliran Mana? Apa yang dia laku-


"Mega Explosion!"


*Duuuaaaaar!


Gua itu meledak.


Ledakan yang luar biasa. Aku tidak tahu Yulia memiliki sihir mengerikan seperti ini.


Tunggu!


"Yulia! Apa yang kau lakukan?!" tanyaku dengan panik.


"Kerja bagus, Yulia, sesuai rencana," sambung Andrew.


Yulia tersenyum.


"Apa yang kalian lakukan?!"


"Zain! Bukannya kau ingin membunuhnya?!" teriak Yulia.


"I-itu, aku ...."


Aku hanya berkata omong kosong! Apa kalian pikir aku bisa mengalahkannya?!


"Dia pasti sedang sekarat sekarang, itu adalah sihir tingkat tinggi milikku,"


Aku melihat bekas ledakan itu.


Tak ada Mana yang terdeteksi. Apa dia benar-benar sudah mati?


"Kita akan kembali ke Kerajaan Rexist, kita sudah tidak ada urusan di Kekaisaran," ucap Andrew.


Kami pun pulang ke Kerajaan Rexist dengan menunggangi Griffon.


 ----------------------------


Butuh sekitar satu hari bagi kami untuk kembali ke Kerajaan Rexist lewat jalur udara. Normalnya bisa sampai empat atau enam hari perjalanan darat.


Aku kembali ke rumahku di Ibukota Rexist. Keluarga Duke Aither menawariku untuk tinggal bersama mereka. Aku menolaknya. Kehidupan Bangsawan sangat tidak cocok denganku.


Levelku belum naik sama sekali. Yulia pasti mendapatkan exp yang banyak dari membunuh Naga itu.


Aku melebarkan mataku.


Perasaan apa ini? Apa udara malam sedingin ini?


Aku membuka jendela dan melihat kondisi di luar rumah.


*Wuuussh


"Anginnya benar-benar sangat dingin." Aku menggosok-gosok telapak tanganku.


Skill deteksiku merasakan kehadiran sesuatu.


Dari atas!


Gerombolan makhluk terbang tepat berada di atas kota ini.


Apa itu? Mereka semakin dekat!


Aku langsung mengambil pedangku dan keluar rumah.


"Makhluk itu?"


Mereka ternyata Dragonewt. Demihuman seperti Lizardman, tapi, mereka memiliki sayap. Apa yang mereka lakukan? Apa ini serangan malam?


Mereka hampir sampai ke bawah. Apa orang-orang belum menyadari ini?! Aku harus segera memburu mereka!


Aku berlari ke arah alun-alun kota.


*Dong Dong Dong


Suara lonceng dibunyikan.


"Itu lonceng peringatan darurat!"


Aku mengejar beberapa dari mereka.


"Khuaaaak! Tolong aku!" teriak penduduk kota.


Kawanan Dragonewt itu telah menyerang penduduk kota.


Sialan! Di mana para Penjaga dan Petualang?!


Para Dragonewt itu menyebar ke seluruh wilayah Ibukota.


Aku harus menuju ke Istana! Keluarga Kerajaan dalam bahaya!


 -----------------------------


Sial, apa aku masih sempat?!


Aku sampai di istana. Kondisi istana masih dalam kondisi baik-baik saja.


"Pahlawan!" Seseorang memanggilku.


Aku menoleh ke belakang.


Itu Komandan Pasukan Elit Kerajaan, Tuan Scheir.


"Tuan Shceir,"


"Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa para Demihuman ini menyerang Ibukota?"


"Aku tidak tahu ...."


Tunggu ... Dragonnewt? Mungkin, 'kah?! Jika itu benar, Ibukota dalam bahaya!


"Tuan Shceir, evakuasi penduduk sebanyak yang kau bisa, dan tolong kumpulkan semua Pejuang! Kita akan berperang malam ini!"


"Aku seharusnya meminta persetujuan dari Raja terlebih dahulu, tapi, ini sudah genting dan aku akan melakukan perintahmu." Tuan Shcleir langsung berlari meninggalkanku.


Aku yakin ini ada hubungannya dengan Naga yang dibunuh Yulia waktu itu.


"Hmmm ...." Aku melihat sebuah cahaya di langit.


Cahaya itu menyebar dan makin mendekat.


"Meteor?!"


Apa itu sihir? Ini gawat.


Sebuah penghalang berwarna merah menyelimuti seluruh Kerajaan.


Penghalang ini? Milik Penyihir Kerajaan.


*Duaaar!


Meteor itu menghantam penghalang.


Ledakan yang sangat besar. Aku tidak yakin bisa menghentikan meteor itu.


"KAAAAARK!" Para Demihuman itu menuju ke arah istana.


Sialan! Akan kuhabisi!


"Fire Sword!" Aku menebas beberapa Dragonewt dengan seranganku.


Mereka lemah, tapi, jika bergerombol seperti ini benar-benar merepotkan.


Aku menghabisi mereka satu per satu.


"Huuh ...?"


Sebuah cahaya lagi? Tidak peduli apa pun tentang meteor itu, penghalang ini bisa menahannya.


Meteor itu semakin dekat.


Tunggu ... apa-apaan ukurannya itu?! Sangat besar!


*Duuuuuuuuaaaaaar!


Meteor menghantam penghalang dengan ledakan yang sangat dahsyat.


*Crack!


Penghalang mulai hancur karena hantaman meteor itu.


"Tidak mungkin,"


Aku harus melarikan diri!


"Dimensional Hole!" teriak seseorang yang merapalkan sihir dari balkon istana.


Serpihan-serpihan meteor itu perlahan hilang ditelan oleh lubang hitam.


Sungguh luar biasa.


Orang yang menggunakan sihir itu tak lain adalah Penyihir dari Istana, Nona Licia Corwell. Magic Caster terkuat di Kerajaan Rexist.


*Bruk!


Nona Licia langsung terduduk lemas.


Itu pasti membutuhkan Mana yang sangat banyak. Sihir dengan jangkauan yang sangat luas.


"Huh?"


Cahaya lagi? Bukan, itu?!


"Naga Hitam Raymond,"


Naga itu perlahan turun ke kota.


Dia masih hidup. Tidak, serangan Yulia sama sekali tidak membunuhnya.


Dia melihatku.


Semua orang yang ada di kota menyaksikan kedatangan Naga itu. Atmosfir yang sangat mengerikan.


*Dum


Dia sudah mendarat dan berada di depan istana.


"PAHLAWAN."


Aku benar-benar tidak bisa bergerak karena tekanannya. Bahkan resistensi aura tidak mempan.


"INI HANYA AWALNYA SAJA. PIKIRKAN JAWABANMU DENGAN BAIK, JIKA KAU TERUS BERPIKIR BISA MENGALAHKANKU, MAKA KERAJAAN INI AKAN KUHANCURKAN."


Ini karena tindakan ceroboh dari Andrew dan Yulia!


"Aku bisa jela-"


"CUKUP! AKU AKAN KEMBALI DUA MINGGU LAGI, PERSIAPKAN JAWABANMU."


*Blak


Naga itu membuka sayapnya.


*Wush!


Dia mulai mengepakan sayapnya.


"Uhhk!"


Angin yang sangat kuat.


Dia pergi meninggalkan Kerajaan.


Sial! Apa yang harus kulakukan?!


"Huh ...?" Aku melihat ke atas istana.


Semua orang menatapku dengan aneh.


Bersambung ....



Ilustrasi Griffon. Google pic.


CATATAN AUTHOR :


Hai, Gaes! Cuma mau kasih info, mulai sekarang update akan dilakukan setiap dua hari sekali. Kenapa? Akhir-akhir ini pekerjaan Saya sangat menumpuk dan sangat sedikit waktu untuk menulis cerita. Stok episode yang sudah Saya buat juga sudah habis. Jika ada waktu luang, Saya akan persiapin stok episodenya agar bisa update setiap hari. Tenang aja, Petualangan Keres sudah masuk ke bagian serunya! Arc Konspirasi.


Terima kasih sudah setia mengikuti cerita ini dari awal.


Follow Instagram Saya : hizrian.id