The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Beralih



Entah kenapa perasaanku berbeda sejak mendapatkan kekuatan ini. Aku tak memiliki niat untuk menolong Saint Luna. Rasanya seperti bebas, tanpa kekangan yang mengharuskanku untuk melakukan perintah Gereja maupun Kerajaan.


Mungkin Uskup Agung telah menyadari perubahanku saat ini, aku tak tahu langkah apa yang akan diambil oleh Uskup Agung tentang gelar Pahlawan Kegelapan milikku.


"Pahlawan Kegelapan, ya." Seseorang datang dari arah belakang.


Aku langsung menarik pedangku.


"Hei, tenanglah,"


Dia pria yang kulawan sebelumnya, Glenn Aleister, pengguna pistol.


Dia melihat stat-ku.


"Apa yang kau inginkan?"


"Tolong turunkan pedang mengerikan itu,"


Aku menurunkan pedangku. Namun, aku masih dalam posisi bersiap untuk menyerang jika ada sesuatu yang mencurigakan.


"Aku merasakan aura yang berbeda darimu sebelumnya. Sekarang dugaanku benar, gelar Pahlawanmu telah berganti,"


"Apa yang kau mengetahui tentang ini?"


"Mungkin aku sedikit paham dengan kondisimu. Tapi sebelumnya ....'


*Bum!


Aura yang sangat mengerikan keluar dari tubuhnya.


"Aku tidak suka dengan sikapmu yang meremehkanku seperti itu. Letakan pedangmu,"


Dia sengaja menunjukan kesenjangan kekuatan antara aku dan dia. Walau levelnya lebih rendah dariku, namun pengalamannya jauh dibandingkan diriku. Aku juga belum terbiasa dengan kekuatan ini.


Aku memasukan pedangku.


Glenn duduk di tanah sambil melihat pertarungan di atas langit.


Ia menepuk-nepuk tanah dengan tangan kirinya sebagai tanda menyuruhku duduk.


"Apa kau ingat tentang perkataanku tentang dunia lain?"


Aku menatapnya tajam. "Ya ... aku ingat,"


"Aku juga berasal dari bumi,"


"Apa kau juga seorang Pahlawan?"


Masuk akal jika dia tahu tentang perubahan gelarku.


Glenn tertawa kecil. "Kiik ... bukan, aku bereinkaranasi,"


"Reinkarnasi?"


"Beda denganmu, aku terlahir kembali menjadi seorang Glenn Aleister seperti sekarang. Fase bayi, remaja, hingga dewasa,"


Dia telah merasakan tumbuh di dua dunia yang berbeda.


"Apa kau sudah mencari tahu siapa yang mengreinkarnasikan jiwamu?"


"Aku belum menemukan satu petunjuk pun,"


"Begitu, ya,"


Sikapnya jauh berbeda dari yang sebelumnya. Dia terlihat lebih bersahabat sekarang, mungkin karena efek kekuatanku.


Ah, aku melupakan perkataan Glenn sebelumnya.


"Jadi, apa kau benar-benar mengetahui tentang perubahan gelar yang kualami?"


"Bisa dibilang, aku pernah mengalaminya,"


"Apa maksudmu?"


"Sebelumnya, aku hanyalah seorang pembunuh bayaran yang telah membunuh banyak orang. Aku tak punya keinginan apa pun selain keinginan untuk membunuh. Suatu hari, aku bertemu dengan seseorang yang mengubah pandanganku, jiwaku seperti terlahir kembali, kemampuanku meningkat karena kepercayaan lamaku telah berganti, aku percaya dengan keagungan Beliau,"


Apa orang yang dia maksud adalah Keres Vasilissa?


"Ringkasnya, ketika kau menyadari sesuatu dan memutuskan untuk membuang ideologi itu, maka jiwamu akan tercampur sesuatu yang lain, hal itu menyebabkan sisi lain dalam dirimu merespon. Aku tak tahu jika sisi milik seorang Pahlawan sangat gelap,"


Jadi itu yang menyebabkan gelarku berubah.


"Keraguanmu pada Gereja memicu kekuatan besar itu untuk muncul, kekuatan yang berkebalikan dengan Gereja,"


Masuk akal, Pahlawan berasal dari pemanggilan yang dilakukan Gereja Suci. Sedangkan Pahlawan Kegelapan kebalikan dari Pahlawan. Apa aku menjadi seorang penjahat sekarang?


"Jadi, ini alasanmu mendekatiku,"


"Huuh ... aku merasa kau akan tersesat,"


"Tersesat?"


"Aku tertarik untuk mengajarimu cara menggunakan kekuatan itu,"


Heh?


*Duuuaaaar!


Ledakan dahsyat di atas mengagetkanku.


*Brak!


Seseorang baru saja mendarat tepat beberapa puluh meter di depan kami.


Iblis wanita keluar dari kepulan asap. Ia mengenakan armor seperti robot, karena hanya menutupi beberapa bagian tubuhnya dan bentuknya mirip seperti mecha.


Wajahnya mulai terlihat.


Sosoknya terlihat tidak asing bagiku.


"Apa kau menikmati waktumu, Nona Maryna?"


Iblis itu melihatku.


Tidak salah lagi, dia Iblis yang kulawan saat di Kekaisaran waktu itu. Namun ada yang berbeda, kekuatannya lebih besar dari waktu itu. Apa ini wujud aslinya?


"Hoh ... sudah lama kita tidak bertemu, Pahlawan,"


Aku hanya terdiam melihat Iblis itu. Firasatku mengatakan akan terjadi hal buruk jika aku berbicara padanya. Aku seperti merasakan ada puluhan pedang siap menusuk leherku.


"Hmmm ... auramu berbeda dari sebelumnya,"


"Nona Maryna, saat ini dia telah menjadi Pahlawan Kegelapan, Gereja akan memburunya mulai saat ini,"


Memburuku?


"Aku mengerti. Tidak buruk jika dia berada di pihak kita,"


"Kau benar,"


Iblis itu berjalan melewatiku. "Abbadon, kondisimu benar-benar sangat menyedihkan." Ia menjentikan jarinya.


Seekor Griffon mendarat di dekatnya.


"Aku akan membawamu kembali dan juga yang lainnya. Para Panglima Iblis sepertinya telah kembali, mereka begitu membencimu, Abbadon,"


*Wush


Griffon itu pergi sambil membawa Abbadon di punggungnya.


"Hei, apa kau tertarik?" bisik Glenn.


Jika Gereja memburuku karena perubahan gelarku, mau tidak mau aku harus melawan mereka. Termasuk Guru. Aku tidak punya tempat untuk kembali.


"Baiklah, aku akan menerimanya,"


Glenn tersenyum. "Aku akan keras padamu, lho,"


Seseorang terbang dengan sangat cepat ke arah kami.


Itu si Malaikat hitam.


"Menjauhlah dari tempat ini! Saint gila itu akan meledakan dirinya!" teriaknya keras.


*Doooooooong!


Terompet tanda perperangan berakhir ditiupkan.


Sihir kuno yang menyelimuti tempat ini menghilang, malam pun datang.


Sebuah cahaya yang sangat terang muncul dari tempat Saint Luna berada. Cahaya itu semakin terang.


Dia benar-benar akan meledakan diri.


Lingkaran sihir muncul di bawah kakiku.


Cahaya semakin terang, mataku akan terbakar jika melihatnya langsung.


Kami berpindah ke tempat lain.


 ----------------------------


Di mana ini?


*Duuuuuuuaaaaaaar!


Sebuah ledakan besar terdengar dari kejauhan.


Ledakan itu membuat getaran yang luar biasa.


Saint Luna benar-benar meledakan dirinya.


"Z-zain ...." Seorang wanita memanggil namaku.


Dia adalah Yulia.


"Yulia!"


Aku benar-benar melupakannya!


"Yulia, apa kau baik-baik saja?!"


Yulia terlihat lemas tak berdaya. Wajahnya sangat pucat.


"Serahkan dia padaku." Seseorang mendatangiku.


Orang itu adalah Putri Elf.


"Apa yang akan kau lakukan padanya?"


"Aku akan merawatnya sampai Ratu Daisy dibangkitkan kembali,"


Huh?


Aku langsung memeluk Yulia dengan erat.


"Tak akan kubiarkan!"


"Itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan nyawanya. Jiwa wanita itu sudah terhubung dengan Ratu Daisy,"


Glenn memegang pundakku dari belakang.


"Tak apa, kau masih bisa berbicara dengannya nanti,"


Aku tak akan kehilangan Yulia untuk kedua kalinya.


Yulia menyentuh pipiku. Ia menatapku dan tersenyum.


"Aku baik-baik saja, Zain,"


Perkataannya meluluhkan hatiku. Aku menyerahkan Yulia pada Putri Elf.


"Kau membuat keputusan yang tepat," ucap Glenn.


"Apa maksudmu?"


"Jika kau menolaknya, bisa-bisa wanita itu akan memak-"


*Swing!


Sebuah pedang muncul tepat di leher Glenn. Pedang itu diselimuti sihir hijau.


"N-nona Sharah, tolong jauhkan pedang ini dariku,"


Pedang itu perlahan memudar.


Ternyata dia juga bisa menggunakan pedang sihir. Aku sangat ingin memiliki kemampuan itu.


"Ngomong-ngomong, di mana kita sekarang?"


"Ah, kita berada di Hutan Hijau, Kerajaan Penyihir Maphas,"


Hutan ini mengandung banyak Mana, ini tempat yang cocok untuk berlatih.


"Glenn- tidak, Guru, bisa kita mulai latihannya?"


"Huh ... kau benar-benar sangat bersemangat."


 ---------------------------


Dua minggu kemudian.


"Hah, hah, hah ...." Napasku terengah-engah.


"Apa kau sudah paham gerakan dasarnya, Zain?"


"Sudah, Guru!"


Mereka membawaku ke Desa Liche, tak ada satu pun penduduk di sana. Aku hanya berlatih dengan Guru tanpa bertemu orang-orang. Semua ini akibat serangan Malaikat yang dikirim oleh Dewi, orang-orang di sini telah lenyap.


Aku sudah berlatih selama dua minggu. Berbagai macam teknik bertarung, teknik membunuh telah kupelajari dari Guru. Aku bisa menyempurnakan kekuatanku dengan semua yang diajarkan. Guru bilang aku sangat cepat belajar, itu mungkin karena stat intelligence milikku.


"Zain, duduklah,"


Aku duduk di sebelah Guru.


"Kau sudah menemukan tujuanmu sekarang?"


Tujuan, ya? Aku belum memikirkannya. Jika Gereja memburuku, maka tujuanku sudah pasti ....


"Apa kau masih menyimpan pistol yang kau ambil dari prajurit Elf?"


"Aku masih menyimpannya,"


Guru tahu, waktu itu aku mengambil pistol dari prajurit Elf. Ternyata cara menggunakannya tidak serumit yang aku pikirkan, hanya perlu mengalirkan Mana ke pistol itu. Ini jauh lebih praktis.


"Aku akan menunjukan padamu kegunaan lain dari pi-"


Sesuatu terbang ke sini dengan kecepatan penuh. Objek itu dipenuhi dengan aura yang sangat mengerikan.


"Zain, bersiap-siaplah,"


Aku bersiap dengan pedangku, Guru bersiap dengan daggernya.


*Brak!


Objek itu mendarat dengan sangat kasar.


Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh. Mereka ada 7 orang. Aura mereka sangat mengerikan, tubuhku bahkan gemetar.


Guru berlutut di hadapan orang-orang itu.


"Maafkan Saya yang tidak mengenali aura Anda, Yang Mulia,"


Seorang wanita berjalan keluar dari kerumunan itu. Ia mengenakan pakaian serba hitam, rambutnya berwarna kuning seperti emas murni, ia mengenakan mahkota hitam di kepalanya.


"Tidak apa-apa, Glenn, banyak hal yang sudah terjadi padaku selama ini,"


Mendengar Guru memanggilnya Yang Mulia semakin menambah kecurigaanku.


Wanita ini, tidak salah lagi! Dia ... Keres Vasilissa.


A. Rencana Lain


"Uskup Agung, Pahlawan telah mati,"


Ini semua karena kecerobohanku. Siapa sangka Maryna datang ke perang itu. Luna juga mengatakan bahwa Maryna telah mendapatkan kekuatannya kembali. Ini semua di luar perkiraanku.


"Ini perang yang sangat sulit,"


Pahlawan adalah kunci untukku agar bisa mencapai wujud Malaikat sekali lagi.


"Apa rencana Anda, Uskup Agung?"


Hanya ada satu rencana.


"Kita akan melakukan pemanggilan Pahlawan sekali lagi ... kali ini, gunakan semua persedian batu Mana, aku ingin memanggil Pahlawan terkuat,"


"Baik!"


Tunggu saja, aku akan menggunakan seluruh 12 Penjaha Dunia untuk melawan mereka.


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!


Kalian bisa support Author juga di sini biar Saya semakin semangat buat update :


https://saweria.co/hzran22


Bisa donasi dengan Gopay, OVO, dan Dana, ya.