The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Perawatan



Aku meraih pundak Rayna untuk memastikan.


Tubuhnya terasa panas, Rayna benar-benar tidak menunjukkan tanda-tanda apa pun dari tubuhnya, hal ini membuatku cemas.


Elina menutupi tubuh Rayna dengan pakaian yang terbuat dari dedaunan hijau dan masih basah. Ini salah satu teknik penyembuh miliknya.


"Rayna masih hidup. Ibu, Saya akan mengurusnya," ucap Elina.


Elina merupakan Healer terbaik, aku akan mempercayakan Rayna padanya.


"Ngomong-ngomong, Saya merasakan beberapa tanda-tanda kehidupan di kota," lanjut Elina.


"Daisy, segera tangkap mereka yang masih hidup."


"Baik, Master."


Elina menggunakan Instant Healing untuk menyembuhkan Rayna.


"Ibu, Saya juga ingin membantu Kakak." Delila terlihat sedih melihat kondisi Rayna.


"Tidak, Delila. Sihirmu yang mengambil esensi dari masa lalu sangat beresiko untuk kondisi Rayna saat ini," ucap Elina.


Delila semakin sedih karena tidak bisa melakukan apa pun. Untuk saat ini, kami akan menyerahkan semuanya pada Elina.


"Master." Hela datang mendekatiku.


Tubuhku jadi dingin karena gugup. Apa yang harus kukatakan?!


"Tidak masalah jika Anda mengabaikan Saya, tapi ... tolong dengar penjelasan Saya terlebih dahulu." Hela semakin mendekat padaku, dia juga ikut duduk di tanah yang kotor denganku.


Hei! Jubah mahalmu akan kotor!


"Hela, aku sudah katakan sebelumnya, aku akan mendengarkannya nanti."


"Tapi, Master ...."


"Hela." Untuk kesekian kalinya aku menekan nadaku saat menyebut namanya.


"Master!" teriak Hela di depan wajahku.


Delila langsung memunculkan 10 portal yang mengelilingi kami, masing-masing dari portal memunculkan senjata dan monster.


"Jauhkan tanganmu dari Ibuku!"


"Hela, alasanku membawamu ke sini bukan untuk berbicara omong kosong."


Hela berdiri dan mundur beberapa langkah, wajahnya terlihat sedih saat melihatku. Untuk beberapa saat aku melihat sosok anak kecil yang memiliki wajah yang sama dengannya.


"Baik, Master."


Siapa itu? Tidak, itu mungkin hanya imajinasiku saja, 'kan?


Hela pergi menggunakan Gate meninggalkan kami di sini.


Untuk sesaat aku menyesal berbuat seperti itu padanya, dia mencoba mengatakan alasannya padaku, namun aku enggan menerima semua itu. Mungkin ini ada hubungannya dengan pertarungan di sini, pertarungan yang seharusnya tidak terjadi, jika saja dia ikut ... tidak, tidak! Berhenti berharap pada orang lain! Sudah tugasku untuk melindungi anak-anakku sendiri!


Perhatianku kembali pada Rayna yang sedang dalam perawatan Elina. Tubuhnya mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan, warna matanya perlahan kembali merah, luka luar, dan luka dalam di tubuhnya perlahan pulih. Namun, Rayna masih belum sadarkan diri, matanya justru tiba-tiba terpejam.


"Pertarungan seperti apa yang Rayna lakukan?" tanya Elina.


"Sebelumnya, dia bertarung dengan pengguna martial arts, dan kalah telak. Namun dia mengalahlan pengguna martial arts itu dengan sihir suci," jawab Delila.


"Jadi itu alasan banyak luka di dalam tubuhnya," ujar Rayna.


"Benar, Kak, pengguna martial arts itu menyerangnya dengan menargetkan bagian dalam tubuh Rayna. Saya menolongnya beberapa kali ketika pengguna martial arts itu berhasil memojokkannya."


Jadi begitu, Blad waktu itu tidak melakukan kesalahan apa pun dalam gerakannya, Delila merubah gravitas pada Blad sehingga Rayna bisa melihat celah untuk menyerang balik. Dan serangan Blad, aku yakin itu tidak akan meninggalkan luka serius pada Rayna, tapi siapa sangka ternyata itu meninggalkan efek serius pada bagian dalam tubuh Rayna.


Rayna mungkin tidak menyadari itu, besar kemungkinan efek sakitnya mulai terasa pada saat dia melawan Vlad yang menggunakan kekuatan Satan. Dia bertarung dalam kondisi seperti itu dan menang.


Namun, ada hal yang mengganjal pikiranku. Satan yang ini jauh lebih kuat dari Satan yang ada di Kerajaan Karibian waktu itu, 'kan? Itu karena level perantara tubuh yang mereka jauh berbeda, Vlad level 1000, dan orang yang waktu itu bahkan tidak sampai level 500. Yah, Rayna akan memberitahunya nanti.


Daisy datang membawa beberapa sekeleton berukuran besar. Sekeleton itu membawa orang-orang di tangannya. Ada sosok yang tidak asing di antara mereka.


Daisy melempar orang-orang itu ke bawah.


Hei, kau kelewatan!


Lilith berusaha berdiri dengan tubuh yang gemetar, kondisinya sangat lemah, bahkan petualang kelas D bisa mengalahkannya saat ini.


Sepertinya ada 2 dari 6 guardian Vlad yang dibawa Daisy. Satu lagi seorang pria yang terbaring tak berdaya, tapi dia masih hidup.


Hmmm ...?!


"Delila, keluarkan wanita yang kau tangkap waktu itu."


"Baik, Ibu."


Delila mengeluarkan seorang wanita dari dalam portal. Dia yang Delila tangkap waktu itu, seorang penyihir ruang, sama sepertinya.


Dia bisa merubah isi bangunan itu menjadi jauh lebih besar, aku tak perlu merepotkan Delila sekarang.


Wanita itu terbaring tak berdaya karena tidak mendapatkan nutrisi. Dari awal dia memang terlihat paling lemah di antara yang lainnya.


Aku berjalan menghampirinya sambil mengambil sesuatu dari ruang dimensi.


"Ibu, itu, 'kan ...?"


"Tidak apa, Delila." Aku mengangkat tanganku sebagai tanda untuk diam.


Golden Dragon Blood. Aku menuangkannya ke mulut wanita itu. Wajahnya terlihat menyedihkan sekali. Perlahan kondisinya membaik, tubuhny mulai terisi kembali.


Aku memberikan potion yang sama pada Lilith dan satu orang guardian lainnya.


Rayna belum bisa meminum Golden Dragon Blood sampai dia pulih setidaknya menunggu dia siuman terlebih dahulu.


Ketiga guardian itu telah pulih kembali. Wajah mereka tampak takjub dengan efek dari Golden Dragon Blood. Perhatian mereka langsung tertuju padaku yang berdiri di hadapan mereka.


"Apa kondisi kalian sudah membaik?"


"D-darah apa yang kau berikan pada kami?" tanya Lilith.


"Dasar tidak sopan! Berlututlah di hadapan Beliau!" Daisy langsung mengarahkan aura membunuhnya pada mereka.


Aku berjalan ke arah mereka, kemudian berhenti tepat di tengah-tengah mereka. Ketiga orang itu langsung berlutut sambil menundukkan kepala mereka. Tampak jelas wajah gelisah dari ketiganya.


"Darah itu merupakan darah dari Naga Emas," ucapku.


"N-naga Emas? Apa makhluk seperti itu ada di dunia ini?


"Kalian sudah merasakannya, 'kan?"


Ketiganya mengangguk.


"Hal itu sudah cukup untuk meyakinkan kalian."


Pada dasarnya, ketika mereka meminum Golden Dragon Blood, mereka akan melihat bayangan Naga Emas yang merasuki diri mereka. Itu semacam efek ilusi yang aktif dari potion itu.


"Kalian pikir aku menolong kalian secara sukarela? Tidak. Semua ada bayarannya."


"A-apa yang ka--Anda inginkan?"


"Pertanyaan bagus. Tapi, aku belum memikirkannya saat ini, karena aku tak mengira kalian bisa bertahan dari bencana yang dibuat oleh mereka berdua. Jika kalian tidak mengkhianati kesepakatan kita sebelumnya, mungkin hal seperti ini tidak akan terjadi. Aku hanya mencoba membantu ras kalian, tak kusangka kalian akan menjawabnya seperti ini."


"Kami minta maaf. Itu semua karena perintah dari pemimpin langsung Penyembah Satan," ucap Lilith.


Pemimpin langsung, ya?


"Aku akan memberikan kalian kesempatan untuk menceritakan segalanya. Setelah aku mendengarnya, aku akan segera memutuskannya."


"Baik."


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA