The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Awal Perjalanan Sang Ratu



Fiuh ... Statistik ini benar-benar mengerikan. Rasanya seperti menggunakan cheat! Mungkin dengan stat-ku ini, menyelesaikan Dungeon rank SS sendirian tidak akan menjadi masalah. Lihatlah! Hanya dengan Magic Arrow, sihir tingkat rendah, kerusakannya menjadi seperti ini. Apa yang akan terjadi jika aku menggunakan kekuatan penuhku? Aku tak sanggup membayangkan keadaan dunia ini. Namun, aku masih belum tahu tentang dunia ini, mungkin ada makhluk yang lebih kuat dariku di dunia ini. Aku harus tetap waspada! Ngomong-ngomong, apa hanya aku yang terkirim ke dunia ini? Mungkin ada Player lain di sini, itu bisa menjadi ancaman jika stat mereka sama denganku. Huh ... Aku memikirkan NPC di Dungeon yang kutinggal, apa mereka juga terkirim?


{Detection:ON}.


"Hmmm ...."


Skill deteksiku tiba-tiba aktif, pertanda ada seseorang yang mendekat, tapi siapa?


"Translucent Eyes." Aku mengaktifkan mata tembus pandang. Skill ini memberi kemudahan dalam melihat objek tersembunyi.


Seorang gadis? Apa dia ingin menyerangku? Dia hanya memperhatikanku.


Aku langsung mempersiapkan sihir Fire Ball di tanganku, bersiap untuk kulemparkan.


Aku tidak peduli jika dia mati, dia mungkin akan menjadi ancaman bagiku.


"Siapa di sana?"


{Low Intimidation Aura:ON} Aku mengaktifkan aura intimidasi tingkat rendah.


"Tunggu, Nyonya!" Gadis itu muncul dan terlihat gemetaran karena sesuatu.


"Siapa kau?" tanyaku.


"A-anu ... Aku mendengar suara ledakan besar saat sedang mencari tanaman obat." Gadis itu tidak berhenti gemetaran.


Apa yang terjadi? Apa karena Low Intimidation Aura milikku? Apa debuff yang diterima gadis ini sangat terasa karena skill ini? Padahal hanya mengaktifkan tingkat terendahnya.


{Low Intimidation Aura:OFF}.


Appraisal Eyes. Aku mengaktifkan mata penilaian untuk melihat stat gadis ini.


Nama : Lucy Guerra


Umur : 16


Ras : Manusia


Job : Magic Caster


Tittle : -


Level : 79


HP : 5300


MP : 3290


Strength : 190


Agility : 120


Ability : 220


Defence : 108


Magic Power : 980


Intelligence : 122


Lucky : 86


Stat yang sangat rendah! Apa ini standar level di dunia ini?


"M-maafkan Saya yang telah mengganggu Anda, Nyonya. Nama Saya Lucy Guerra, Saya penduduk dari Desa Liche yang ada di dekat Hutan Hijau ini,"


"Hutan Hijau?"


Tiba-tiba muncul beberapa beast tingkat menengah yang langsung menarik gadis ini ke belakang. Disusul dengan kedatangan sekelompok pria dengan tubuh besar membawa pedang dan tombak.


"Lucy! Kau tak apa?!"


"Hey! Siapa kau?!" tanya salah satu dari mereka.


Aku harus bilang apa?! Aku tak ahli dalam berbicara di kehidupan nyataku. Bagaimana ini?! Selama di game, aku berbicara dengan nada yang terdengar sombong, mengingat aku Penguasa Dungeon Terkuat. Baiklah! Aku harus menjadi Keres dan menjaga martabatku.


"Dasar makhluk rendahan, berteriak di depan Ratu ini, harusnya kau sudah dihukum mati. Namaku Keres Vasilissa, Ratu Kematian dari Dungeon Bawah Tanah!"


Hey? Apa itu terdengar keren? Ini benar-benar memalukan!


"R-ratu Kematian Keres?" Mereka menatapku ragu.


"Hah! Tidak mungkin! Ratu Kematian sudah lama mati! Pahlawan dan Raja Iblis telah mengalahkannya!"


Heh? Apa maksud perkataannya? Apa Ratu Kematian memang ada di dunia ini? Lagipula, sejak kapan Pahlawan bekerja sama dengan Raja Iblis?!


Salah satu pria itu menyerangku dengan pedangnya.


Gerakan yang sangat terampil.


*Ting!


Tombak itu mengenai leherku. Aku langsung menurunkan posisi badanku.


"Rasakan itu, Ratu Palsu! Serang dia lagi!"


Mereka menyerang bersama-sama sekaligus, menargetkan leher dan kepalaku.


*Clang!


Suara senjata yang hancur menggema di telinga mereka. Senjata mereka hancur saat beradu dengan leher dan kepalaku.


Apa kalian bercanda? Defence-ku benar-benar tak terkalahkan!


"Eh, apa yang terjadi?"


"Senjataku hancur!"


"Huh, mainan seperti itu bukan tandingan bagi Ratu ini, serang Ratu ini dengan sihir terkuat kalian! Kalian para Magic Caster di belakang sana, jangan bersembunyi dari Ratu ini dan seranglah!"


Kelihatannya, wanita itu pemimpin kelompok Magic Caster tersebut, karena levelnya lebih tinggi dari yang lainnya.


Wanita itu melihat bekas ledakan yang aku buat.


"Kakak!" teriak gadis yang bernama Lucy itu.


"Lucy." Wanita itu melihat kembali ke arahku. "Apa yang membawa Ratu Kematian datang ke tempat seperti ini?"


Dia tak menyerang?


"Ratu ini hanya sedang menikmati pemandangan hutan dengan damai, kemudian beberapa serangga mengusik Ratu ini,"


"Mohon maafkan kami." Wanita itu menundukan kepalanya.


"Hah? Kenapa kau harus meminta maaf, Erish?"


"Apa kalian tidak memperhatikan pilar yang tiba-tiba muncul ini? Kalian tahu apa artinya?" Wanita itu menatap dengan hawa menakutkan ke arah para Warrior.


Hoh, ini menarik, haha.


"E-erish ... J-jangan bilang?"


"Jika kalian mengerti, segera kembali ke desa." Wanita itu kembali melihatku. "Yang Mulia Ratu, tolong ikuti Saya,"


ku tak tahu apa yang dimaksud oleh wanita ini, sepertinya ini tidak akan berjalan dengan baik.


Nama : Erish Guerra


Umur : 27


Ras : Manusia


Job : Magic Caster


Level : 189


Aku dipandu menuju desa mereka. Desa yang terlihat seperti permukiman suku-suku di hutan pada umumnya. Namun, gadis-gadis di sini sangat cantik, memiliki ciri khas rambut yang berwarna hitam dan kulit sedikit coklat. Benar! Ini mengingatkanku dengan ras Elf yang hidup di hutan. Apa mereka memiliki hubungan? Eh, apa ras Elf ada di dunia ini? Jika ada, itu benar-benar akan menjadi surga bagi para pria. Di Magic Infinity, ada sebuah bar yang memiliki pekerja NPC Elf untuk memberikan service mata bagi Player, ini sangat mesum! Benar, aku sekarang adalah wanita, tetapi secara teknis aku aslinya pria! Jadi, wajar saja aku masih memiliki hasrat sebagai seorang pria!


"Yang Mulia Ratu, silahkan masuk." Wanita itu menuntunku masuk ke sebuah rumah berukuran cukup besar.


Di dalam ruangan itu sudah ada orang yang menunggu kedatanganku. Dia terlihat tua, mengenakan pakaian dari kain, beda dengan yang lainnya. Aku tidak bisa membedakan jenis kelaminnya tanpa mata penilaian, penampilannya membuatku bingung.


"Selamat datang, Yang Mulia Ratu Keres Vasilissa, Ratu Kematian, Saya telah lama menunggu Yang Mulia Ratu." ucap orang itu.


Heh? Jadi Keres benar-benar ada di dunia ini?! Tenang-tenang, bersikaplah seperti biasa.


"Hmm ... Aku puji atas kesetianmu yang telah menungguku. Apa yang membuatmu untuk terus menungguku selama ini?"


"Maaf, Yang Mulia Ratu, Anda mungkin lupa, namun pengikut Anda yang hina ini masih ingat dengan perkataan Anda sebelum melawan Dewi 300 tahun yang lalu,"


Melawan Dewi? Apa yang Keres ini lakukan?! Tunggu, orang ini sudah berumur lebih dari 300 tahun?!


"Katakan padaku, apa itu?" tanyaku.


"Seperti yang Anda ketahui, 300 tahun yang lalu, Raja Iblis dan Pahlawan sepakat untuk menyerang Dewi pencipta dunia ini. Dewi menjebak Anda dengan cara memanipulasi Raja Iblis dan Pahlawan agar bisa mempengaruhi Anda dengan memberikan mereka seluruh kekuatan yang Anda miliki untuk menyerang Dewi. Namun, hal itu membuat kondisi Anda melemah, dan mereka berdua dengan mudah menyegel Yang Mulia Ratu,"


Keres memberikan buff besar-besaran kepada mereka berdua, ya? Lalu, kenapa Dewi tidak langsung menyerang Keres? Apa Dewi tak mampu mengalahkan Keres? Atau ... Dia sama sekali tidak bisa ikut campur di dunia ini? Itu bisa saja, Keres mungkin yang paling kuat di dunia ini, sehingga Sang Dewi menganggap Keres merusak keseimbangan system antara Pahlawan dan Raja Iblis.


"Lalu, apa perkataan yang pernah kuucapkan sebelumnya?"


"Mengalahkan Dewi yang jahat, lalu Yang Mulia Ratu menjadi Dewi berikutnya untuk dunia ini,"


Eh?


Bersambung ....