
Dia benar-benar sangat kuat, bahkan aku merinding merasakan auranya saja. Ada orang seperti ini di antara para pemberontak, ini mengerikan. Sepertinya dia yang memimpin para pemberontak.
"Dan kau, gadis Elf, aku tidak tahu kau berada di mana ... namun, aku bisa mencium aroma hutan di seluruh tempat ini."
Dia menyadari keberadaanku?!
"Namamu Olivier, 'kan?" tanya Erish.
"Seperti yang sudah kukatakan tadi, Nona."
*Bum!
Erish mengeluarkan aura yang sangat kuat, sampai membuatku sesak napas.
"Oho, sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang menarik." Olivier perlahan menunjukkan penampilannya.
Dia mengenakan pakaian serba hitam, seperti seorang Butler. Dengan sebuah penutup yang menutupi hidung sampai mulutnya. Sesuatu berputar mengitarinya, terlihat seperti bayangan.
"Aku maju, Nona!" Olivier langsung berlari dengan bayangan hitam yang menyerupai ombak di sekitarnya.
"Mana Shield!" Erish membuat pelindung sihir berbentuk seperti bola.
Dia mengantisipasi serangan dari segala arah.
*Ting! Ting!
Olivier menusuk dari segala arah dengan sangat cepat, hanya bayangan hitam itu yang terlihat.
Aku sama sekali tidak bisa menyerangnya sembarangan. Terlebih lagi, keselamatanku terancam jika salah satu bagian tubuhku terlihat olehnya.
"Apa kau hanya bisa bertahan, Nona?! Kau merusak ekspetasiku terhadapmu!"
Erish hanya diam memandang lurus ke depan.
"Tch!" Olivier berdiri tepat di ata pelindung sihir milik Erish. "Aku akan membuatmu keluar."
Olivier manarik senjatanya, sebuah dagger hitam yang memiliki ujung melengkung.
"Bersia--"
Olivier belum selesai berbicara, secara tiba-tiba banyak lingkaran sihir melayang di sekitarnya.
"Mini Explosion!"
*Duar! Duar!
Puluhan lingkaran sihir itu meledak secara bersamaan. Olivier terjebak di dalam ledakan itu.
Huh?
Nama : Theresia Tilian Arakano
Umur : 18
Ras : Elf
Job : Magic Caster
Tittle : -
Level : 232
Kekuatanku pulih, bahkan bertambah, kapasitas Manaku lebih banyak dari sebelumnya.
Aku naik level.
Jangkauanku bertambah, sekitar 50 meter lebih. Mari kita coba, apa yang bisa kulakukan dengan ini.
Sesuatu keluar dari kepulan asap. Itu Olivier, dia keluar dengan keadaan tubuh penuh luka.
Kesempatan!
Aku melilit kaki Olivier dengan akar pohon. Memunculkan beberapa batu runcing dari bawah.
"Jika kau bergerak, kau akan mati," ucapku.
Olivier tersenyum.
"Apa yang lucu?"
"Tidak ada. Ternyata aku hanya menari-nari di atasmu, ya."
*Bum!
Olivier mengeluarkan bayangan hitam, kemudian menyebarkan bayangan hitam itu hingga akar dan batu runcing yang kubuat hancur.
Sial. Walau aku sudah naik level, tetap saja itu tidak berpengaruh besar saat melawannya. Level orang ini berada di atasku.
Erish keluar dari kepulan asap.
"Akhirnya kau keluar dari sarangmu,"
"Kondisimu sungguh menyedihkan,"
Olivier memutar-mutar daggernya. Bayangan hitam menyelimuti tubuhnya, perlahan penampilannya berubah menjadi seperti semula.
"Kau tak perlu mengkhawatirkan hal itu, Nona,"
"Assasin, ya?"
"Hoh ... kau mengetahuinya,"
"Tidak sepenuhnya. Hanya saja kau terlihat mirip dengan seseorang yang kubenci,"
"Sepertinya menarik, apa kau bisa menceritakan siapa orang itu?"
Kenapa mereka malah mengobrol?!
Aku melemparkan puing-puing bangunan dengan akarku.
*Brak!
Olivier menebas semuanya hanya dengan satu ayunan daggernya.
"Hei, Elf kecil, kau sangat mengganggu, ya ...." Olivier memasang raut wajah seperti seorang psikopat gila.
"Haha ... buat apa aku memberitahumu? Lagian kau akan segera mati," potong Erish.
Sebuah dagger muncul di tangan Erish. Entah dari mana dagger itu muncul, hal itu membingungkan.
"Kau juga seorang Assasin?"
"Sayangnya tidak, aku hanya belajar sedikit dari orang itu. Ini terlihat mudah."
Wajah Olivier terlihat kesal.
Aku paham itu, ketika seseorang meremehkan apa yang kau kuasai, pasti akan sangat menjengkelkan.
"Matilah!"
*Bush!
Olivier berlari sangat cepat dengan bayangan hitam yang terus mengikutinya.
*Ting! Ting!
Benturan dari dua dagger milik mereka terdengar cukup kuat, mungkin bisa didengar dari jarak jauh.
Bayangan hitam milik Olivier menusuk-nusuk Erish dari segala arah.
Erish menghindari serangannya.
Aku hampir tidak bisa melihat gerakan mereka.
*Srek!
"Hahaha! Bagaimana rasanya, Nona?!"
Mustahil bagi Erish untuk menghindari seluruh serangannya itu. Terlebih lagi dia hanya menggunakan satu dagger.
Aku mencoba memperlebar jarak mereka dengan merobohkan bangunan.
*Bruk!
Olivier langsung melompat mundur.
"Abyss Magic : Stone Breaker!" Erish merapalkan sihir sesaat setelah Olivier melompat ke belakang.
Abyss Magic lagi?!
Sebuah lingkaran sihir muncul dan memembakkan ribuan batu yang terbakar oleh api hitam.
*Duar! Duar!
Ledakan dahsyat terjadi. Ini terlihat seperti bencana alam, ketika ribuan meteor jatuh menghancurkan sebuah kota.
Ini terlalu berlebihan! Masih banyak orang yang sedang dievakuasi di sekitar sini. Bagaimana dengan kondisi Erish?
Kondisi Erish terlihat tidak baik. Banyak luka gores di tubuhnya, napasnya terengah-engah.
"Heal." Aku merapalkan sihir penyembuh untuk menutup luka-lukanya.
Ledakan masih terus terjadi di tempat Olivier.
Sihir yang mengerikan.
"Terima kasih, Theresia." Erish mencoba bangkit berdiri. Namun ia terlihat sempoyongan.
"Jangan paksakan dirimu, Nona Guerra."
Ledakan telah berhenti. Seluruh bangunan di tempat itu hancur tidak berbentuk.
Aku mengecek keberadaan sekitar.
Beberapa penduduk tertimpa reruntuhan, penyihir menara sedang menolong mereka. Jangkauan serangan Erish sangat luas, mungkin karena hal itu para penyihir tidak tahu lokasi kami saat ini.
Tunggu, sepertinya aku melupakan sesuatu. Hanya ada kami berdua di sini, lalu ... di mana Olivier?
Sekilas, aku merasakan sesuatu di belakang kami.
Itu dia!
Aku melempar batu runcing ke arah belakang.
*Crack!
Sesuatu menembus dada Erish.
"Tidak ... mungkin."
Olivier menusuk Erish dari belakang dengan daggernya.
"Ah ... betapa menyenangkannya."
*Bruk!
Erish jatuh tersungkur.
"Sialan kau!" Emosiku memuncak.
Aku menyerangnya dengan menggunakan semua yang ada di sekitarku.
"Woo ... kenapa kau begitu marah, Elf kecil?"
Olivier bisa mengatasi semua seranganku.
Aku harus keluar, agar bisa menggunakan sihir seranganku.
Resiko sialan! Aku sudah tidak peduli lagi!
Aku membatalkan sihir alam dan kembali menggunakan wujud fisikku.
"Missile!"
Aku menembakkan peluru ledak ke arah Olivier.
Dia bisa menghindarinya, ada beberapa yang berhasil menembus bahu dan perutnya.
Dia terluka parah akibat serangan Erish sebelumnya. Bahkan dia sudah kesulitan untuk berjalan.
Kesempatan!
"Akan kubunuh kau!" Aku berlari sambil mempersiapkan sihir. "Ice Spear!" Kemudian melemparkan sihirku padanya.
*Crack!
Tombak es menembus perutnya.
Aku berhasil membunuhnya, 'kan?
Kepalaku pusing, aku jatuh terlutut.
"Kekeke ... aku ... masih ... punya kesempatan, Elf kecil." Olivier mengoyak kulit ibu jari tangan kirinya.
Apa yang dia lakukan?
Dia terus mengoyak ibu jari tangannya, hal itu membuatku mual.
Sampai tiba seluruh kulit ibu jarinya terbuka semua. Sesuatu yang sebelumnya adalah ibu jari ternyata adalah sebuah botol seukuran ibu jari yang dilapisi kulit.
Potion? Jadi dia mengganti ibu jarinya dengan potion itu?
Warnanya merah pekat, seperti darah. Tanpa basa-basi, Olivier langsung meminum potion tersebut.
Tubuhnya mengalami perubahan. Semakin membesar, warna merah memenuhi matanya. Auranya semakin meningkat tajam.
"A-apa-apaan itu ...?"
Aku sudah tidak punya kekuatan lagi.
Luka-lukanya telah sembuh, tombak es yang menusuk perutnya telah mencair.
"Dengan terpaksa aku harus menggunakan darah Beliau hanya untuk melawan kalian."
Darah? Hanya ada satu makhluk yang bisa memberi kekuatan melalui darah.
"Bosmu ... seorang Vampir?"
"Hahahaha! Kau benar! Dan itu akan menjadi pertanyaan terakhirmu!" Olivier mengambil daggernya dan melompat ke arahku. "Matilah!"
Aku ... pasrah.
*Ting!
Apa aku sudah mati? Rasanya tidak menyakitkan.
Aku perlahan membuka mataku. Pandanganku masih berada di bawah. Ada sepasang kaki yang tepat berada di depanku. Tertutupi oleh pakaian putih yang panjang, aku yakin itu kaki seorang wanita.
Siapa?
Aku melihat ke atas.
Terlihat seorang wanita menahan serangan dagger Olivier hanya dengan satu tangan kosong. Namun, perhatianku tertuju pada telinganya.
Telinga panjang itu ... Elf?
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA!