The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Pengalaman Seorang Budak Korporat



Chapter 24 : Dungeon Bawah Tanah Rank SS


Dua minggu telah berlalu semenjak ras Iblis menginvasi Kerajaan Maphas. Banyak hal yang telah terjadi, terutama tentang kesepakatanku dengan Raja Iblis. Ini terlihat aneh, dia tidak menginginkan apa pun dari kesepakatan ini. Raja Iblis berniat untuk menjadikan Wilayah Iblis sebagai bawahan Kerajaan Maphas, tapi, aku menolaknya. Akan terjadi kericuhan jika para Manusia mendengar hal itu. Maka dari itu aku menawarkan kesepakatan agar dia tidak merasa terbebani karena aku menolak keinginannya.


Kesepakatan itu berisi tentang produksi senjata yang aku kelola. Aku mendapatkan informasi dari para Dwarf bahwa logam-logam di Wilayah Iblis sangat luar biasa. Logam-logam itu berada di dekat gunung yang aku hancurkan sebelumnya. Di sana ada banyak bukit batu yang sebenarnya mengandung mineral logam. Itu sangat cocok dibuat menjadi pedang dengan atribut api dan listrik, mengingat mineral logam bisa menghantarkan panas. Kekerasannya setara dengan Orichalcum. Sayangnya, ras Iblis tidak mengetahui kualitas logam-logam itu, dan memilih membuat pertambangan di tempat lain dengan kualitas logam di bawah rata-rata. Maka dari itu, Wilayah Iblis akan memberikan hak kuasa atas bukit logam pada Kerajaan Maphas. Sebagai gantinya, mereka akan mendapatkan keuntungan dari penjualan senjata nanti.


Keuntungan yang mereka dapat terbilang kecil, karena itu aku juga memberikan beberapa keuntungan pribadi untuk Raja Iblis. Sebelumnya, dia membawa seluruh itemnya ke sini. Itu salah satu dari tawaranku untuknya. Yap, aku melakukan Enchantment pada item mau pun senjatanya. Di game dulu, aku sering membeli perlengkapan untuk Enchantment, karena obsesiku pada kekuatan senjata sangat mengerikan.


Aku menghela napasku. "Hmmm ... urusan dengan para Iblis berjalan lancar. Sekarang, apa yang harus kulakukan?"


Tunggu, ketika membahas tentang senjata, aku teringat dengan Asosiasi Perdagangan Luxtier. Aku mulai memerintah Dwarf untuk memasok senjata ke Asosiasi Perdagangan Luxtier.


Jadi, rasanya seperti ini, ya ... bisnis gelap.


*Tok Tok


Suara ketukan pintu menyadarkanku dari gelapnya dunia bisnis.


Aku berada di ruang kerja, seharusnya Daisy lah yang ada di sini. Huh ....


"Masuk,"


"Permisi, Yang Mulia,"


Orang yang masuk adalah Erish. Sangat jarang melihatnya berkeliaran di Istana Ibukota. Dia sekarang menjadi Kepala Desa di Desa Liche, menggantikan Tetua yang mati karena faktor usia.


Erish membawa sebuah gulungan di tangannya.


"Yang Mulia, kita mendapatkan surat resmi dari Kerajaan Rexist,"


Eh?


Aku mengambil gulungan itu.


Kertasnya terlihat sudah usang, terlihat dari warnanya yang kecoklatan. Namun, kertas-kertas sihir di dunia ini memang memiliki penampilan seperti ini. Tali yang mengikat surat ini juga merupakan item sihir. Mari kita lihat isinya.


Sihir mulai membentuk menjadi sebuah tulisan.


Salam, Ratu Daisy Maphas. Saya, Hentrick Sintclair, Raja dari Kerajaan Rexist ingin menyampaikan kepada Anda bahwa kami menerima seruan Anda untuk berperang. Tolong balas surat ini secepatnya. Terima kasih.


"Oho ...."


"Apa yang mereka inginkan, Yang Mulia?"


"Mereka tidak sabar untuk berperang,"


Aku yakin, surat ini bukan dari Kerajaan Rexist, melainkan dari Gereja Suci sialan itu. Mereka yang mengendalikan Raja bodoh itu.


"Yang Mulia, izinkan Saya untuk ikut berperang,"


Apa yang dia pikirkan?


"Tidak, Erish, aku tidak mengizinkanmu,"


"Saya ingin menunjukan hasil latihan Saya, Yang Mulia!"


"Tidak,"


Wajah Erish terlihat murung.


"Erish, aku tidak ingin menyia-nyiakanmu untuk perang seperti ini,"


"M-maksud Anda?"


"Kita akan menghadapi perang yang lebih besar, dan aku akan mengizinkanmu sampai saat itu datang,"


Erish kembali ceria. "Baiklah!"


"Perintahkan Daisy untuk menulis surat balasan ini,"


Erish pergi menemui Daisy.


Aku tidak bisa membalas surat itu karena energi sihirku berbeda dengan Daisy. Mereka pasti sudah menandai energi gelap Daisy saat keributan waktu itu.


"Huh ...."


Aku ingin melihat para Dwarf.


 -----------------------------


Aku berteleportasi ke tempat para Dwarf.


Mereka tinggal tidak jauh dari Istana Ibukota. Ray menyiapkan kota bawah tanah untuk para Dwarf. Penampilan tidak jauh berbeda dari kota mereka dulu, dan Ray menyiapkan ini hanya beberapa hari setelah kedatangan mereka.


Para Dwarf tampak tidak menyesali keputusan mereka untuk menjadi penduduk Kerajaan Maphas.


Aku pergi ke tempat para Dwarf bekerja.


*Ting Ting Ting


Suara hantaman besi terdengar sangat nyaring. Suara yang terdengar indah bagi para penempah besi.


"Y-yang Mulia ...."


Seorang Dwarf datang menyapaku.


"Kau?"


"S-saya Hammerjack, Yang Mulia,"


Ah, dia yang memimpin proyek ini. Dia juga yang memberi informasi tentang bukit logam di Wilayah Iblis.


"Bagaimana dengan mineral logam dari Wilayah Iblis itu?" tanyaku.


"Sangat luar biasa, Yang Mulia! Sudah lama kami ingin mengolah mineral logam itu!" Wajahnya tampak bersinar ketika berbicara tentang mineral logam.


"Keuntungan yang kita peroleh akan terus meningkat, belum lagi kita memiliki hak paten dari bukit logam di Wilayah Iblis,"


Dia benar. Namun logam-logam yang dikirim Asosiasi Perdagangan Luxtier jadi tak terpakai, sayang sekali.


"Bagaimana dengan logam-logam sebelumnya?"


"Ah, tentang itu ... Tuan Glenn menggunakannya untuk memproduksi senjata aneh yang dia buat,"


"Hmmm ...."


Aku tidak berpikir sampai sejauh itu. Jadi si Penguntit sudah memantau logam-logam tak terpakai itu.


"Ada apa, Yang Mulia?"


"Tidak. Pastikan kalian tidak bekerja terlalu keras, aku sudah memberi waktu libur untuk kalian,"


"Jangan khawatir, Yang Mulia! Kami bisa bekerja 24 jam dengan mineral logam yang luar biasa ini!"


"T-terserah kalian,"


Aku mencoba menjadi pimpinan yang mengerti bawahannya. Di kehidupanku yang sebelumnya, aku harus bekerja mati-matian sebagai budak korporat. Pimpinan perusahaan tempatku bekerja merupakan seorang maniak bekerja. Dia bahkan tidak tahu jika salah satu karyawannya menghilang karena sakit.


"Ngomong-ngomong, Hammerjack, di mana Ray?"


"Tuan Ray baru saja meninggalkan tempat ini,"


"Baiklah, aku pergi,"


Para Dwarf bekerja dengan sangat baik. Aku tak perlu khawatir dengan uang sekarang, karena rencana untuk memonopoli persediaan senjata akan segera terlaksana.


 --------------------------------


Aku kembali ke ruang kerja di Istana Ibukota.


Di sana, seseorang telah menungguku.


"Ratu Keres,"


Raja Iblis? Huh ... dia jadi seenaknya keluar masuk Istana Ibukota.


"Apa kau memerlukan sesuatu?"


"Saya ingin membahas sesuatu dengan Anda,"


Kami berpindah ke ruang tamu.


Para maid Undead menyeduhkan teh dan kue di meja.


Ini sangat menggelikan. Di mana-mana, maid itu diperankan oleh wanita-wanita cantik dan imut. Tapi, di sini maid malah diperankan oleh para Undead! Bayangkan sekelompok zombie wanita mengenakan pakaian maid!


"Eheem ... apa yang ingin kau katakan?"


"Apa Anda pernah mendengar Kerajaan Karibian?"


"Kerajaan para Demihuman?"


"Benar. Kerajaan Karibian merupakan Kerajaan yang tangguh. Mereka memiliki banyak pejuang yang luar biasa,"


"Terus, ada apa dengan Kerajaan itu?"


"Apa Anda tahu Dungeon rank SS yang baru-baru ini muncul?"


Ah, Ray sudah menandai Dungeon itu sebelumnya. Jika diingat-ingat, lokasinya berada di Kerajaan Karibian.


"Aku sudah dengar tentang Dungeon itu,"


"Rank SS, itu benar-benar rank yang berada di luar kemampuan dunia ini, Saya sendiri bahkan belum bisa menyelesaikan salah satu dari 5 Dungeon rank S di seluruh benua. Bisa dibilang, rank SS muncul tanpa campur tangan pihak mana pun, termasuk Dewi,"


Aku masih belum mengerti tentang konsep Dungeon di dunia ini, jika aku bertanya, pasti itu akan sangat memalukan.


"Jadi, kau ingin aku menyelesaikan Dungeon rank SS itu?"


"Kurang lebih seperti itu. Namun, Kerajaan Karibian juga berusaha untuk menyelesaikan Dungeon itu, akan tetapi para penghuni Dungeon itu keluar dan menyerang Kerajaan. Seperti yang kita ketahui, para penghuni Dungeon mustahil bisa keluar dari tempatnya,"


"Sangat menarik. Aku pernah mendengar bahwa Dungeon ini terletak di bawah tanah,"


"Benar. Saat ini, Kerajaan Karibian dalam masalah serius. Jika Anda menyelamatkan mereka, maka Kerajaan Karibian akan berhutang pada Anda. Kerajaan Karibian tidak berada di aliansi mana pun,"


"Begitu, ya. Tapi, makhluk seperti apa yang menghuni Dungeon itu?"


Raja Iblis mengepalkan tangannya. "Mereka ... terdiri dari 12 orang penjaga di setiap lantai. Setiap orangnya memiliki kekuatan setara denganku, bahkan mungkin melebihiku. Ini menurut mata-mata yang Saya kirim ke Kerajaan Karibian, Saya masih belum bisa mendeskripsikan mereka,"


"Hmmm ...."


"Namun, satu hal yang pasti ...."


"Apa itu?"


"Para 12 Penjaga Lantai itu menjuluki diri mereka sebagai ... Guardian Mother Ruler,"


*Clang!


Gelas teh yang kupegang jatuh dan pecah berkeping-keping.


Eh?


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA! ✨✨


Bagi yang ingin men-support Author bisa melalui : https://saweria.co/hzran22