The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Penyelamatan



"Nona Hart tidak ada hubungannya dengan ini, Tuan Saint!" Pahlawan mencoba menahan Saint.


"Mengapa kau melindungi dia, Pahlawan?! Dia bukan Manusia!"


Huh ... Menjengkelkan. Padahal aku tidak ikut campur sama sekali.


"Kalian jangan ikut campur! Aku akan membereskannya." Saint itu turun ke arena dan mendatangiku. "Hei, aku yakin kau tidak akan mati begitu saja karena pukulanku itu,"


"Huh ... Apa yang ka-"


*Dum! Dum! Dum!


Aku belum sempat bicara, tapi bajingan ini langsung menghajarku.


*Brak!


Itu, 'kan?


"Bela dir-"


*Dum! Dum! Dum!


Dia terus menyerangku.


Bajingan ini!


*Dum!


Aku memukul perutnya hingga zirah yang dikenakannya hancur.


"Huaaak!"


"Kau bahkan tidak memberikanku kesempatan untuk bicara, Saint sialan,"


"Uhuk! Uhuk! Apa-apaan kau ini?!"


*Crak


Aku menginjak kepalanya cukup keras hingga lantai arena retak.


"Apa kau sudah tenang sekarang, Saint? Apa aku harus menyiksamu lagi?"


"Nona Hart, hentikan!" Pahlawan yang menonton dari atas turun dan mendatangi kami. "Jangan bunuh dia, Gereja akan mencarimu nanti,"


Benar, mungkin Dewi sialan itu akan menyadari keberadaan Keres. Aku harus berhati-hati.


"Baiklah, tolong urus mereka semua, Pahlawan,"


"Tunggu!" Seseorang menahanku pergi.


Siapa lagi itu?! Aku hanya ingin pergi dari sini. Oh, ternyata si Iblis.


"Apa yang kau inginkan?" tanyaku.


"Siapa kau sebenarnya? Kau bahkan tidak terluka setelah dihajar dengan kemampuan fisik Saint itu,"


"Itu bukan urusanmu. Jika kalian mengusikku, aku tidak akan segan-segan membunuh kalian. Pahlawan, di mana Putri? Aku ada sedikit urusan dengannya,"


Aku hanya ingin dia membawaku ke Sekte Hitam.


"Dia dirawat oleh temanku,"


"Begitu, ya,"


Aku membatalkan Anti Magic Area.


"Baiklah, sepertinya aku juga harus kembali ke Wilayah Iblis. Aku serahkan Pangeran kepada kalian," ucap si Iblis.


"...." Pahlawan hanya terdiam.


Apa dia menyadari sesuatu?


Konspirasi Pangeran dan rencana rahasia Kaisar tidak ada yang berhasil. Aku masih penasaran tentang Elf yang bekerja sama dengan Kaisar. Tunggu, aku bisa menanyakannya pada Elf secara langsung, 'kan? Aku bisa membangkitkan mereka dan mengintrogasinya dengan skill milikku.


"Eheemm ... Pahlawan, aku akan membawa salah satu mayat Elf ini,"


"Baiklah, Nona Hart,"


 ----------------------


Aku membawa satu mayat Elf bersamaku. Sebelumnya, Saint dijemput oleh Gereja. Sedangkan Kekaisaran dalam kondisi rapuh. Mungkin Putri itu akan menjadi Kaisar selanjutnya.


*Bruk!


Aku membanting Elf itu ke bawah.


Baiklah, informasi apa yang akan kudapatkan tentang Kaisar dan Elf.


"Katakanlah semua yang kau ketahui,"


Elf itu mulai menjelaskan segala hal yang diperintahkan padanya.


Heh? Apa kau bercanda?


Aku mengambil item komunikasi milikku.


"Erish! Apa kau mendengarku?! Erish!"


Tidak ada jawaban.


"Teleportation." Aku kembali ke Desa Liche.


Desa Liche terlihat seperti baru diserang badai besar.


"Tidak mungkin,"


Bagaimana ini bisa terjadi?!


"Hmmm ...." Aku menemukan sesuatu di balik mayat.


Ini? Sebuah racun? Dasar Elf bajingan! Kondisi tubuh mereka semua masih utuh. Para Elf itu hanya membunuhnya tanpa merusak tubuh mereka. Erish tidak ada di sini, aku masih bisa merasakan Mana miliknya melalui item komunikasi ini. Dia masih hidup.


"Hawk?"


Di mana mayat Hawk?


*Srrk


Seseorang keluar dari semak-semak.


"Siapa itu?" tanyaku.


"Y-yang Mulia! Apa itu Anda?!"


"Kau?"


"Saya adalah Ibu dari Erish dan satu-satunya orang yang selamat, aku kebetulan sedang berada di luar desa saat kejadian. Tapi, anakku ...." Wanita itu menangis.


Jadi, gadis kecil yang bernama Lucy itu juga menjadi korban, ya.


"Aku akan membangkitkan mereka lagi,"


Sepertinya aku harus bertanggung jawab atas keselamatan mereka mulai sekarang. Aku harus mencari markas, mungkin Dungeon yang Ray katakan sebelumnya bisa dijadikan markas.


Huh ... Area ini banyak racun. Aku akan memurnikan area ini dahulu.


"Purification," Aku menggunakan sihir pemurnian ke tempat di Desa Liche.


"Apa Anda benar-benar bisa menghidupkan mereka?"


"Magic Area." Aku memunculkan sebuah lingkaran sihir yang luas untuk menjangkau semua orang. "Soul Awakening!"


Level mereka akan berkurang sangat banyak. Dengan berlatih, level mereka akan naik kembali. Untuk sekarang mereka sangat rentan.


Perlahan orang-orang yang mati terbangun dan mendapat kesadarannya kembali.


Ini pertama kalinya aku menggunakan sihir pembangkit dalam jangkauan luas. MP milikku terkuras cukup banyak.


"Ya-ya-yang Mulia!"


"Hmmm ...."


Heh?


Semua orang bersujud padaku.


"Terima kasih atas kehidupan ke dua yang telah Anda berikan!"


Hentikan itu! Jangan bersujud!


"Eheemm ... Untuk saat ini, level kalian sangat rendah karena sihir pembangkitan ini, mulailah berlatih untuk meningkatkan level kalian,"


Sepertinya aku harus memberikan mereka item untuk mempermudah naik level.


"Di mana Hawk?"


"Aku di sini, Al- Yang Mulia,"


Heh?


"Terima ini." Aku memberinya pedang rank S yang terbuat dari logam Adamantite.


"Wooah! I-ini?! Adamantite?!" Semua orang terkejut.


Adamantite memang sangat langka di dunia ini maupun di game.


Aku berencana akan langsung pergi ke Kerajaan Elf. Ray sudah menandai Kerajaan Elf sebelumnya.


[Ray,]


[Iya, Nyonyaku, apakah Anda merindukanku?]


Kadal ini benar-benar menyebalkan!


[Kembalilah ke Desa Liche sebentar dan lindungi mereka,]


[Baik, Nyonyaku,]


Baiklah, semua sudah kupersiapkan.


"Magic Create Item. Teleportation."


A. Sebuah Cahaya Di Kegelapan


Huh ... Di mana aku?


Tubuhku mati rasa. Benar. Sepertinya aku dibawa oleh para Elf itu. Apa yang akan mereka lakukan padaku?


*Cring


Ada sesuatu di leherku.


Ini? Ternyata begitu. Kalung budak, ya. Sepertinya aku akan menghabiskan sisa waktuku di sini.


*Kreek


Seseorang masuk ke ruangan dan mendekatiku.


Seorang pria? Dia Elf.


"Sepertinya kau sudah bangun, Nona,"


Aku tidak bisa membuka mulutku.


"Maaf karena harus menyegel sihirmu, itu akan merepotkan jika tidak disegel. Ngomong-ngomong, kau dibawa kemari karena keperluan eksperimenku, Nona,"


Eksperimen, ya? Apa aku akan dibedah?


"Jangan takut, eksperimenku akan sangat nikmat, jadi percayalah padaku,"


Eh, kenapa tubuhku seperti tersengat listrik? Perasaan ini?! Apa yang dia lakukan?!


"Ugh!" Aku mencoba menggerakan tubuhku.


"Eksperimen antara Elf dan penduduk alami dari Liche, akan seperti apa hasilnya?"


"He-nti-kan."


"Kau harusnya bersyukur bisa berguna di sisa hidupmu. Baiklah, aku akan memulai eksperimennya,"


"Ti-dak."


Aku lebih baik mati daripada harus diperlakukan seperti ini!


*Crak!


Sesuatu menusukku.


Sakit! Ini benar-benar menyakitkan! Penghinaan ini tidak akan pernah aku lupakan!


"Ya-yang Mu-mulia Ratu ...."


"Siapa yang kau sebut Yang Mulia Ratu, Nona?"


"Ker-kere- Agh!"


"Diamlah, aku harus fokus,"


"Agh!"


"Ah, kau sangat hebat,"


"To-tolong hen-ti-kan."


"Wooah! Luar biasa!"


 ---------------------------


Apa aku tertidur?


"Ugh!"


Tubuhku sangat sulit digerakan. Ah, benar, bajingan Elf itu sudah menodaiku. Jadi, seperti ini akhirnya, ya?


*Kreek


Suara pintu terbuka. Bajingan itu masuk.


"Aku akan membawamu ke istana, Raja sangat penasaran dengan orang Liche,"


Aku dibawa menuju istana. Ditarik seperti hewan peliharaan.


Istana yang sangat besar. Aku tak menyangka bisa melihat istana Kerajaan Elf secara langsung.


"Rajaku, aku datang membawa wanita dari Liche,"


"Hoh ... Dia terlihat cantik, kau pasti sudah melampiaskan nafsumu padanya,"


"Maafkan aku, Rajaku, aku tak tahan dan terpaksa harus memulai eksperimen,"


Kalian semua bajingan!


"Jadi, apa yang wanita ini miliki?"


"Dia seorang Magic Caster, sepertinya yang terkuat di Desa Liche, mengingat dari laporan jika pasukan kita hampir kalah karena sihir wanita ini,"


"Hoh ... Sangat menarik. Apa menurutmu dia bisa mengalahkan Putriku?"


"Putri Anda jelas lebih unggul, Beliau adalah Magic Caster level 712,"


Hah? Levelnya sangat tinggi.


"Hohoho ... Putriku memang Magic Caster terbaik!"


"Benar, Rajaku, apa aku boleh bereksperimen lagi?"


"Hahaha ... Kau sangat tidak sabaran!"


Bajingan kalian semua!


"Baiklah, aku permisi du-"


*Duar!


Suara ledakan besar terdengar dari luar.


"Apa yang terjadi?!" tanya Raja dengan wajah panik.


"Raja! Gerbang istana tiba-tiba hancur!"


*Duar! Duar! Duar!


Siapa itu?


"Negative Brust!"


"Huaaaa!" "Tubuhku hangus!" teriak para Prajurit Elf.


"Siapa kau?! Pengawal! Lindungi aku!"


"Kukukuku ... Dasar Elf bodoh! Berani-beraninya mencari masalah dengan Ratu ini,"


Bersambung ....


Tampilan karakter Erish ada di episode 3.