The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Rencana Hela



Hela membawa kami ke ruang kerjanya di istana.


Aku masih belum paham konsep sihir tanpa rapalan yang Hela gunakan. Aku tidak merasakan energi sihir sampai sihirnya benar-benar aktif. Pada umumnya, akan ada energi sihir yang akan muncul sebelum sihir diaktifkan setelah rapalan.


Dalam kasus Saintess, aku masih bisa merasakan samar-samar energi sihir saat Saintess hendak menggunakan sihir. Namun, Hela berbeda dengannya. Apa karena dia seorang Great Angel?


Kami duduk di sofa yang sangat empuk. Para pelayan homunculus menyediakan beberapa camilan dan teh di meja.


"Baiklah, mari kita mulai pembahasannya." Hela tersenyum licik.


Lihatlah orang ini. Dia membuatku takut.


 -----------------------------------


Kami berempat terlarut dalam obrolan panjang itu, tidak, maksudku perencanaan panjang itu. Jika bukan karena para pelayan yang mengingatkan, mungkin kami tidak akan tidur nanti. Hela telah membuat banyak rencana yang menarik.


Pada akhirnya Hela menyuruh kami pulang untuk beristirahat. Wajah Hela juga terlihat lelah, seorang Great Angel pun bisa lelah.


Aku berbaring di tempat tidurku dengan mata yang teramat berat untuk dibuka. Rasa kantuk mulai menguasaiku. Karena skill bawaanku belum bisa diaktifkan, aku masih rentan terhadap racun, sakit, dan rasa mengantuk seperti ini.


Ah, aku sangat ngantuk ....


Sesuatu seperti sedang menggigit leherku.


Anak nakal.


 ---------------------------------


Seminggu kemudian.


Aku dan Rayna sedang pergi menuju wilayah selatan untuk melancarkan rencana kami. Kami terbang dengan kecepatan penuh mengarungi lautan.


Kami berencana untuk memancing para vampir untuk keluar dari benua itu. Kami sudah terbang selama 7 jam tanpa henti. Tentu saja itu mustahil bagiku, karena sebelum itu aku meminta Elina untuk memberi sihir dukungan terbaiknya. Yah, secara normal efeknya akan hilang setelah 48 jam jika tanpa log out.


"Ibu, pesisir telah terlihat." Rayna menunjuk ke arah depan.


Kami sampai di benua selatan.


Pesisir pantai. Tak jauh dari sana ada sebuah dermaga yang cukup besar, kapal-kapal mewah, kapal pengangkut barang terparkir di dermaga itu. Namun, anehnya sangat sedikit orang di sana.


"Ini adalah Kerajaan Nagad, Ibu," ucap Rayna.


"Itu artinya ....'


"Benar, seluruh penduduk kerajaan ini sudah sepenuhnya menjadi vampir tingkat rendah."


Sesuai dengan deskripsi Erish, mereka sangat mengandalkan hasil laut. Sepertinya mereka masih berfokus menguasai benua selatan sendiri.


Dari kejauhan, aku bisa melihat sebuah istana besar yang berdiri di atas bukit batu. Istana itu terlihat sangat indah karena berada di ketinggian, kota di bawahnya seakan bersujud di hadapan istana itu.


"Istana itu, aura di sekitar istana itu sangat pekat. Sepertinya Raja Drac ada di sana," ucap Rayna.


"Tidak ada waktu lagi. Rayna, cepat gunakan skill-mu."


Kami tak berencana untuk berlama-lama di sini.


"Marriage Call." Rayna mengaktifkan kemampuan khususnya.


Kerajaan Nagad perlahan tertutupi oleh kabut merah. Diikuti oleh suara melengking dari dalam kabut itu.


Marriage Call. Sebuah skill khusus yang hanya dimiliki oleh vampir tingkat atas seperti True Vampire. Ini skill yang terdengar memalukan, namun efeknya sangat luar biasa, terutama pada vampir tingkat rendah. Skill ini akan memikat para vampir keluar dari kota itu.


Rayna terlihat baik-baik saja, aku khawatir dengan pemakaian MP yang berlebihan hanya untuk melakukan ini.


"Huh?"


Sepertinya para vampir berhasil terpancing keluar.


Seketika jalanan di kota dipenuhi oleh vampir.


Ratusan, tidak, ribuan, sepertinya hampir 1 juta! Ini benar-benar gila. Kerajaan Nagad sangat luas.


Rayna segera menarik kabut merah ke arah lautan. Para vampir mengikuti kabut itu bahkan langsung melompat ke laut, tak peduli walau ada di antara mereka yang tidak bisa berenang. Bahkan ada yang menggunakan vampir lain di air sebagai pijakan.


Lautan tubuh. Ini sangat menggelikan.


Kami hanya perlu membuat mereka semua berada di laut.


"Sepertinya Raja Drac menyadari hal ini. Saya merasakan dua aura besar dari dalam istana, terlihat seperti sedang murka,"


"Kita tidak boleh berurusan dengan mereka untuk saat ini."


Hampir seluruh vampir berada di laut.


Tidak ada waktu lagi!


[Delila, sekarang!]


[Baik!]


Sebuah lingkaran sihir berukuran raksasa muncul di atas permukaan laut. Ukurannya lebih besar dari kerumunan vampir itu.


Para vampir menghilang dari laut. Dan juga terjadi gelombang besar karena air laut juga terbawa oleh sihir teleportasi.


"Kita juga harus pergi, Rayna,"


"Gate!"


Kami bergegas masuk ke Gate. Untuk beberapa saat, aku sempat menoleh ke belakang dan melihat seorang wanita dengan wajah penuh amarah menuju ke arah kami. Tangannya memegang pedang berwarna merah.


 -----------------------------------------


Istana Kerajaan Mystick, kantor Hela.


Tadi benar-benar menegangkan. Sepertinya wanita tadi seorang True Vampire, sekilas sorot matanya mirip dengan Rayna.


"Kalian melakukan pekerjaan yang bagus." Hela duduk sambil tersenyum melihat kami.


Dasar licik! Kau mempermainkanku!


"Rencana Anda sepertinya berhasil, Yang Mulia,"


Delila, aku harap dia baik-baik saja.


A. Invasi Vampir di Gereja Suci


Wilayah Gereja Suci di barat.


Seorang wanita sedang duduk dengan bersila di bawah pohon. Wanita itu menutup matanya, namun tidak tidur. Mana dengan sempurna mengalir di tubuh nya.


Terlihat rasa kesal di wajah wanita itu.


*Bush!


Konsentrasinya buyar karena memikirkan hal yang membuatnya marah.


2 tahun lalu. Serangan pedang ilahi dengan mudah ditahan hanya dengan tangan kosong.


Wanita itu adalah Saint Luna. Seorang Saint yang diberkahi kemampuan khusus. Saint terkuat dengan pedang ilahi.


Kenangan buruk itu masih menghantui Luna.


Aku pasti akan membalas penghinaan itu!


Luna benar-benar sangat kesal ketika wajah wanita itu muncul di pikirannya.


"Heeh ... apa yang kau lakukan di sini, Saint Luna?" Seorang anak laki-laki menghampiri Luna.


Luna menoleh ke anak laki-laki itu. "Zay?"


"Kau terlihat murung. Apa telah terjadi sesuatu?"


"Ah, tidak ada, aku hanya sedang kelelahan."


Anak laki-laki itu adalah Zay, Pahlawan yang dipanggil dengan ritual pengorbanan. Secara fisik, Zay memang mirip seperti anak kecil, namun sebenarnya usia Zay sudah hampir kepala tiga.


"Sangat jarang melihatmu mengenakan pakaian biasa."


Luna saat ini tidak memakai zirahnya seperti biasa. Ia memilih untuk mengenakan pakaian biasa tanpa satu pun pelindung di pakaian itu.


"Fokuslah untuk menaikan levelmu, Zay,"


"Huh? Aku sudah level 600 sekarang, Uskup Agung bilang ini perkembangan yang sangat pesat,"


"Itu masih sangat kurang untuk melawan musuh di luar sana,"


"Jangan khawatirkan itu, aku memiliki rencana untuk menaikkan level di sebuah dungeon,"


"Dungeon?"


"Kau pernah dengar tentang dungeon di Kerajaan Karibian? Menurut rumor, di sana ada makhluk kuat. Ini bagus untuk uji coba skill-ku, mereka akan jadi samsak latihanku sebelum kita menginvasi Wilayah Iblis,"


Luna tersenyum kecil.


Walau masih level 600, tapi kemampuannya sebanding dengan level 800 ke atas. Zay adalah monster yang sesungguhnya.


Luna membanggakan Zay dalam hatinya.


Di tengah percakapan, mereka mendengar suara guyuran air yang sangat deras dari kejauhan.


"Apa itu?" tanya Zay.


"Mungkin hujan lokal,"


"Tidak, ada banyak aura jahat dari asal suara itu."


Luna langsung mengaktifkan indera perasanya.


Dia benar.


Mereka langsung bergegas pergi menuju ke sumber suara.


Singkatnya, Zay dan Luna telah berada di dinding perbatasan kota. Betapa terkejutnya mereka ketika melihat lahan di depan mereka dipenuhi air.


"Ada yang terbawa bersama mereka."


Luna mencoba melihat dengan seksama ke arah air.


Itu Ghoul? Tidak, sepertinya vampir. Dari mana mereka datang?


[Luna.] Uskup Agung menghubungi Luna dengan telepati.


[Iya, Uskup Agung.]


[Langsung lenyapkan para vampir itu sebelum memasuki kota.]


[Baik.]


Luna sejenak bepikir saat melihat para vampir itu.


Jumlah mereka yang menjadi masalah, aku yakin ada ratusan ribu dari mereka. Tapi, kami punya orang yang bisa mengatasi itu.


"Zay, kau ingin naik level, 'kan? Ini kesempatanmu,"


"Haha! Baiklah!"


*Wush!


Zay langsung melompat dari dinding kota menuju ke pasukan vampir.


*Duar!


Pendaratannya menimbulkan ledakan yang besar. Diikuti dengan tebasan yang langsung memusnahkan ribuan vampir sekaligus.


Kurasa Zay bisa membereskan mereka semua sendiri.


BERSAMBUNG ....


Like, ya :(