
Carl! Apa ada yang salah di kepalamu?! Huh ... dia tidak bersalah. Aku yang keliru.
"Nona Hart, maaf kalau aku mengganggu kalian." Carl tersenyum.
Senyuman yang menyebalkan!
Empat orang ini tetap diam melihat kami.
"Oh, Carl, kau di sini?"
Tetap bersikap seperti biasa!
"Tentu saja, bukannya kita pergi bersama tadi?"
"Be-begitu, ya,"
"Hmmm ... aku akan meninggalkanmu, nikmati makan malam kalian,"
Jangan pergi sialan! Kau yang memulai semua ini!
Sangat canggung. Aku harus pindah ke tempat lain. Tapi, mereka masih melihat ke arahku! Apa-apaan tatapan mereka itu?!
Aku berdiri dari tempat dudukku dan mulai melangkahkan kakiku.
"Tunggu, Nona." Salah satu dari mereka menahanku.
"Kenapa kita tidak berbicara dulu, sebagai k-e-l-u-a-r-g-a." Wanita di sebelahku tersenyum.
Senyum yang sangat mengerikan! Dasar wanita!
"Baiklah,"
Aku kembali duduk di kursiku.
Huh ... terserahlah, jika mereka mengancamku, aku akan menghabisi mereka.
"Mari kita perkenalkan diri terlebih dahulu, namaku Alison Hart,"
"Aku Lilian Rowdy Hart,"
"Huh, namaku Stephanie Hart,"
"Namaku Rudy Gizt Hart,"
Mereka benar-benar Keluarga Hart. Sekarang, giliranku mengenalkan diri.
"Namaku Alissa ... eheeem ... Hart,"
Apa wajahku terlihat aneh?
Aku tidak tahu job mereka. Sangat beresiko menggunakan mata penilaian, mereka pasti sangat sensitif.
"Hart, ya ... baiklah," ucap pria yang bernama Alison.
Wanita bernama Stephanie mengacungkan sendok ke hadapanku.
"Tunjukan pada kami jika kau memang berasal dari Keluarga Hart." Dia melihatku dengan tatapan tajam.
Apa yang dia maksud? Aku sama sekali tidak mengerti.
Aku menunjukan kartu Guild milikku.
Kartu Guild adalah identitas sebagai Petualang. Ini seperti kartu tanda penduduk di bumi. Hanya saja, semua informasi tentang dirimu tidak bisa dipalsukan, namun, job-mu tidak ditampilkan, karena itu sangat rahasia. Aku beruntung karena memiliki skill yang bisa menyamarkan stat milikku. Ini memang skill yang sangat langka di Magic Infinity, aku bisa hunting dengan menyamarkan levelku menjadi sangat rendah untuk masuk ke server pemula.
"Dia benar-benar dari Keluarga Hart juga." Pria bernama Rudy melihat kartu dengan wajah sedikit bingung.
"Rank A, dan baru mendaftar menjadi Petualang beberapa bulan lalu, ya." Alison mengambil kartuku dari tangan Rudy.
Lilian yang dari tadi hanya memperhatikan mereka mulai berbicara. "Bukan, kah, Petualang dari Keluarga Hart hanya kita? Bagaimana bisa Cabang Atas tidak memberitahu kita tentang orang baru?"
Aku sama sekali tidak mengerti apa yang dia katakan.
"Alissa, maaf membuatmu menunggu lama." Ray datang.
"Terima kasih, Ray,"
Sepertinya Ray sudah bisa menahan auranya. Itu sangat bagus.
"Apa pria itu dari Keluarga Hart juga?" tanya Rudy.
"Tidak, dia pelayan pribadiku,"
"Pe-pelayan pribadi katamu?" Alison melebarkan matanya.
"Apa ada yang salah?"
"Eheeem ... tidak, tidak, itu wajar jika seorang wanita kesepian dan tidak memiliki pasangan,"
Heh?
"Terima kasih atas pengertianmu, Tuan," Ray langsung berbicara pada Alison seakan-akan mereka teman dekat.
Dasar kadal sialan! Aku akan memberimu pelajaran setelah ini!
"Berhenti bercanda, Alison." Lilian melihatku dengan ekspresi aneh.
Wanita ini sepertinya paling sulit dikelabuhi. Dia pasti yang terpintar di antara mereka.
"Sudahlah, Lilian, Cabang Atas pasti punya alasan tersendiri untuk tidak memberitahu kita." Dengan wajah santai, Alison memakan makanan di meja.
Siapa Cabang Atas yang mereka maksud?!
"Terserahlah. Nona Alissa, mohon kerja samanya mulai sekarang." Lilian mengarahkan tangannya ke arahku.
Kami berdua berjabat tangan.
Akhirnya aku bisa mengelabuhi mereka. Aku harus mencari info tentang Keluarga Hart. Akan sangat aneh jika aku tidak mengetahui apa pun.
------------------------------
Kami masih melanjutkan makan malam di acara penobatan. Semua berjalan dengan lancar. Empat orang aneh ini tidak mencurigaiku. Sepertinya akan sangat bagus memiliki rekan seperti mereka.
Mereka menjadi Petualang di puncak tertinggi secara bersamaan. Itu luar biasa.
"Nona Alissa, kenapa kau memilih Guild Petualang di Ibukota? Kenapa tidak di kota asalmu sendiri?" tanya Lilian.
"Aku hanya berpikir bahwa ini waktu yang tepat untuk kita melebarkan sayap di kota-kota lain," jawabku.
"Itu sepertinya tidak diperlukan, Nona Alissa, karena tujuan Keluarga Hart hanya satu, yaitu menempatkan nama kita di posisi teratas," sambung Rudy.
"Aku menganggap itu tidak keren. Orang lain hanya tahu namanya saja, tapi, tidak pernah melihat langsung bagaimana kekuatan sejati Keluarga Hart,"
Hey, apa yang aku katakan, sih?!
Dia mengerti!
*Bum!
Aura membunuh yang sebelumnya kurasakan kini kembali diarahkan padaku.
Sialan! Aura ini lagi!
"Hey, apa kalian merasakannya?" tanya Rudy.
Heh? Dia juga merasakannya?
"Ya." Ketiga orang lainnya menjawab serentak.
Mereka juga merasakannya? Aku mengerti, jadi targetnya adalah Keluarga Hart. Aku hanya kebetulan terseret karena nama Hart yang kugunakan!
[Ray, bersiap di posisimu,]
[Baik, Nyonyaku,]
Aku menyuruh Ray pergi dan memantau dari tempat lain.
"Ke mana pelayanmu itu pergi, Nona Alissa?" tanya Stephanie.
"Aku juga merasakannya." Aku mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Jadi kau juga, ya?" Alison langsung memegang pedang di pinggangnya. "Ternyata benar, targetnya adalah kita,"
Siapa bajingan itu?
{Remote Eyes:ON}.
Aku mengaktifkan pengelihatan jarak jauh untuk mencari siapa orang yang mangarahkan aura membunuhnya pada kami.
"Persiapkan diri kalian, dia datang!" seruku.
Keempat orang itu memegang senjatanya masing-masing.
Apakah ada Magic Caster di antara mereka? Mereka semua memegang pedang.
Aku menemukan bajingan itu! Dia berada tidak jauh dari meja kami.
Ketemu!
Orang itu melempar sesuatu ke arah kami.
itu?!
Benda itu berbentuk seperti bola, seukuran bola golf.
*Buuuuush
Bola itu meledak dan mengeluarkan asap yang sangat tebal.
"Ada apa ini?!" "Ada penyusup!" Semua orang panik.
Tidak salah lagi, benda seperti itu bukan berasal dari dunia ini. Orang di dunia ini tak akan bisa membuat benda seperti itu karena banyak komponen-komponen yang dicampurkan. Setidaknya dia jenius dalam sains!
Aku melihat ke arah empat Hart, mereka tak terpengaruh dan terus dalam posisi bersiap.
*Crack!
Sesuatu bergerak.
"Huaaaak!" "Tanganku!"
Bajingan itu mulai menyerang secara membabi buta.
Aku menggunakan sihir angin untuk menghilangkan asap. "True Wind,"
*Buuuush!
Saat asap mulai hilang, tiba-tiba orang itu sudah di depanku dengan memegang sebuah dagger.
"Kena kau, Hart," sambutnya.
Orang itu mengayunkan daggernya ke arah leherku.
*Ting!
Alison menahan serangan orang itu dengan sangat cepat. Jaraknya hanya sekitar selangkah dari wajahku.
Kemudian, Alison mendorongnya dengan sangat kuat.
Orang itu terhempas beberapa meter.
"Huh ... Keluarga Hart memang sangat kuat, ya, tapi, itu membuatku semakin semangat!" teriak orang itu.
Alison langsung maju melancarkan serangannya.
si Penguntit itu dengan cepat menahan semua serangan Alison.
Mulai saat ini, aku menyebutnya Penguntit! Itu julukan yang cocok untuk dia!
Aku melihat ke tiga orang lainnya dan mereka hanya memperhatikan Alison yang sedang bertarung.
Apa yang mereka pikirkan? Rekan mereka sedang bertarung! Apa kalian tidak ingin menolong?
"Nyo- Alissa." Ray datang menghampiriku.
"Ray, jangan ikut dan fokus untuk menyembuhkan orang yang terluka,"
"Baiklah,"
Akan sangat merepotkan jika Ray bertarung, si Penguntit itu akan mati dengan mudah oleh Ray.
Nama : Glenn Aleister
Umur : 25
Ras : Manusia (Humanoid)
Job : Magic Caster/Swordman
Tittle : -
Level : 442
Double job. Heh ... Humanoid? Tapi, kenapa ada ras Manusia juga? Siapa orang ini sebenarnya?!
Bersambung ....